Disaat bumi dikuasai oleh para alien berwujud monster mengerikan. Dunia dilanda kekacauan dimana mana, Umat manusia harus berperang menghadapi ancaman yang nyata tersebut.
Ini adalah awal dari permulaan punahnya umat manusia dari tangan monster ganas, Perwujudan dari alien yang kejam.
Didunia yang hancur ini, Hanya yang terkuatlah yang disegani dan yang lemah hanya akan menjadi mayat tak berharga.
~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apin Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Gagal Merebus Kepiting
Tak lama setelahnya, Drone drone yang dilengkapi dengan senjata jarak jauh diluncurkan.
Drone drone itu dikendalikan dari kantor utama kota Nirvana. Menghalau gerakan monster kepiting yang mulai menampakkan wujudnya kepermukaan.
"Blasss!
Air laut terjadi pasang surut menyebabkan terjadinya tsunami buatan dari kemunculan monster kepiting.
'Cepat buat formasi pertahanan...
Walikota kota Nirvana saat ini, John Varley. Pria berkharismatik dan pemimpin yang adil nan bijaksana.
Berkat kepemimpinannya saat ini kota Nirvana mampu memasuki salah satu kota terbaik didunia.
Tak cuma itu saja, Sektor ekonomi dunia, Industri film, Bisnis pekerjaan dunia, Sekolah terbaik dunia, dan lainnya.
Semua ada dikota Nirvana ini.
Tentu pencapaian ini sangat diakui oleh semua orang baik luar kota maupun penduduk kota Nirvana sendiri.
Dia sangat dihormati dikota ini akan keadilannya dalam memimpin sebuah kota.
Apalagi sebuah negara?
Bisa saja John mampu memakmurkan negara tersebut dengan kharismanya sebagai pemimpin yang bijaksana!
Tidak akan ada namanya aksi demo apabila John menjadi pemimpin yang adil nan bijaksana!
Wanita muda yang berkacamata, Dimana dia adalah pelaku dari pemberitaan layar spanduk iklan.
Amber Layeron, Wanita muda yang berkarir sebagai pemberita maupun tangan kanan dari pak walikota John.
'Baik pak, ". Amber mengerti akan perintahnya.
Lalu Amber bersama timnya mengendalikan ribuan drone menahan monster kepiting yang mencoba memasuki kawasan Distrik A.
Ribuan drone segera mengeluarkan sinar khusus seperti layar namun dalam jangkauan yang luas.
"Duarrh!
Tsunami buatan dari monster kepiting berhasil ditahan menggunakan pelindung yang diluncurkan dari banyaknya drone itu.
"BOOM!
Boom!
Drone drone lalu menembakkan ratusan peluru maupun roket penghancur kearah monster kepiting.
Tetapi percuma, Kulit monster sangatlah keras bagaikan baja yang sulit ditembus.
"Gruarrrh!
Monster kepiting mengamuk mencoba menyingkirkan ribuan drone yang seperti kumpulan nyamuk baginya.
Karena keadaan saat ini sangatlah kacau sekali. Storm harus mau tidak mau, Segera lepas landas menggunakan Armor Aurion.
'Saksikanlah kehebatanku pahlawan terbaik didunia saat ini...
The Aurion Scarlet!
Storm terbang diatas monster kepiting dilengkapi dengan berbagai teknologi Armor berwarna merah menyala itu.
Storm percaya diri sekali. Dia dengan Armornya ini tanpa kesulitan bisa mengalahkan lalu merebus kepiting besar itu.
"Wusssh!
Storm memperlihatkan cahaya dari esensi sejati dari Armor Aurionnya.
Beberapa menit semua pandangan mendadak silau seketika. Semua penduduk kota yang berhamburan maupun dari kantor utama kota.
Menutup mata mereka, Tidak kuat melihat cahaya ilahi seterang itu!
"Cahaya apa ini?'...
Semua orang menunggu siapa dari balik pemilik cahaya tersebut.
Tak lama, Semua orang bisa melihat dengan jelas. Dari atas monster kepiting sana, Ada sesosok misterius dengan Armornya berdiri dengan perkasanya.
Layaknya seorang penantang ketidakpuasannya terhadap dewa!
Sontak semua orang bersorak sorai dengan tangis haru. Akhirnya ada salah satu pahlawan yang repot repot turun tangan, Hanya membasmi monster kepiting itu.
"Kalahkan monster itu pahlawan pelindung keadilan...
Patahkan kakinya!
Lempar monster itu keluar angkasa!
Tendang monster itu!
Hajar monster itu!
Penduduk kota berteriak keras memberikan dukungan penuh terhadap pahlawan yang tampak perkasa itu.
Tak cuma mereka saja, Amber tidak menyangka ada pahlawan yang harus repot turun tangan menghadapi monster berada dilevel biasa biasa saja.
'Siapa pahlawan itu?'...
Amber mencoba menggunakan teknologi dronenya memindai orang dibalik Armor pahlawan itu.
Tetapi sia sia saja, Amber kesulitan memindai siapa orang dibalik Armor tersebut.
'Mungkinkah salah satu pahlawan Earth Protector Hero turun tangan?'...
Pak John memukul kepalanya berulang kali tidak memercayai apa yang dilihatnya.
Salah satu pahlawan dari organisasi pahlawan bumi. Akhirnya setelah sekian lama menampakkan wujudnya dihadapan publik.
Jelas saja hal ini sangatlah langka sekali. Sebab pahlawan dari organisasi tersebut hanya akan muncul, Apabila ada monster level ancaman planet muncul kepermukaan.
'Hahaha, Akhirnya aku diakui oleh semua orang...
Storm tertawa terbahak bahak, Dia diakui juga oleh semua orang sebagai pahlawan datang kesiangan.
Meski sebenarnya Storm tidak berharap menjadi pahlawan, Tetapi ini berbeda.
Dihadapan ratusan ribu penduduk kota Nirvana, Saat ini dia ada yang mengakui dan mengganggapnya.
Storm menangis haru saat ini!
Setelah diacuhkan oleh tetangganya, Akhirnya dia ada juga yang memedulikannya.
Storm benar benar terharu akan kebaikan semua orang yang mau menghiraukannya!
"Duarrh!
Karena sibuk dengan tangisan harunya itu, Storm dilempar monster kepiting hingga sejauh mungkin.
"Ruaarh!
Monster kepiting kembali mengamuk dengan menghancurkan apa saja menggunakan capitnya yang sangat besar itu.
"Arrrgh!
Storm terkubur dipuing puing gedung kota. Bahkan Storm harus menahan sakitnya, Diserang secara tiba tiba oleh monster kepiting.
'Sial, Monster itu sepertinya ingin aku memperlihatkan wujud seriusku...
Storm kembali bangkit lalu melesat terbang kembali keudara.
Semua penduduk kota yang sebelumnya antusias melihat monster kepiting harus bertekuk lutut, Dihadapan pahlawan perkasa itu.
Kini mereka kecewa, Pahlawan itu dengan mudahnya dilempar oleh monster kepiting.
"Payah sekali pahlawan itu!'
Umpat beberapa orang tidak puas dengan kinerja pahlawan itu.
Amber dan pak John tidak percaya pahlawan itu kembali melesat kearah monster kepiting. Lalu mereka menonton live pertarungan dari kedua entitas itu adu kekuatan.
'Mengapa pahlawan itu hanya menghindar saja?'...
Amber tidak puas melihat pahlawan itu seperti tidak menyerang dan menghindari serangan dari monster kepiting saja.
"Jangan gegabah dulu, Bisa saja itu adalah strateginya melumpuhkan monster itu...
John tetap duduk tenang dikursi kebesarannya. John yakin pahlawan itu pastinya memiliki rencana tersendiri dalam melumpuhkannya.
Storm melesat cepat terus menghindar dari monster kepiting yang mencoba menangkapnya menggunakan capit raksasanya itu.
Alhasil saat ini, Storm seperti nyamuk yang meresahkan minta ditepuk!
Monster kepiting sangat marah sekali. Makhluk yang menghalangi hanya lari larian saja saat mencoba dia tangkap.
"Boom!
Monster kepiting berusaha menangkap Storm, Tetapi gagal. Justru bangunan sekitar hancur akibat dari menyasarnya arah serangannya.
"Gruarrh!
Monster kepiting mengamuk mengejar Storm yang terus menghindar darinya.
'Sekarang Aurion!
Teriak Storm dengan lantang memerintahkan Aurion untuk memulai tugasnya.
[Baik tuan.]
[Munculkan jaring ikan]
Aurion mengeluarkan jaring raksasa dari tembakan telapak tangan Armornya.
"Gruarrh!
Monster kepiting meronta ronta membebaskan diri dari jaring yang mengikatnya dengan sangat kuat.
'Fyuh, Akhirnya aku menangkapmu juga...
Storm senang akhirnya dia berhasil menangkap kepiting itu.
"Pfff!
Pak John yang ingin meminum kopi hangat buatan asistennya, Memuntahkan kopi tersebut.
Pak John tidak menyangka pahlawan itu menangkap monster kepiting, Layaknya menjaring ikan dilaut lepas.
'Aku tidak salah lihatkan? Plak!
Aduh!
Pak John membelalakkan matanya, Pahlawan itu ternyata memiliki cara mudah dalam menangkap monster kepiting.
'Ini tidak bisa dipercaya?'...
Amber tak kalah terkejutnya, Amber tidak menduga pahlawan itu menggunakan cara termudah dalam melumpuhkan monster.
Setelah berhasil menangkap monster kepiting. Storm bingung harus memikirkan langkah selanjutnya.
'Bagaimana cara merebus kepiting itu ya?. Apalagi ukurannya sangat besar sekali?'...
Storm memikirkan idenya, Dia harus mencari cara merebus kepiting raksasa itu.
Tentu tidak mungkin baginya harus mengangkut panci dalam ukuran yang besar pula. Hanya untuk merebus monster kepiting.
'Sial, Kalau begini aku tidak bisa makan kepiting?'...
Storm baru sadar ternyata dia sangat bodoh sekali.
Mana mungkin kepiting sebesar itu bisa direbus. Storm sangat menyesal kalau dari awal dia tahu, Mungkin sudah dia hancurkan saja kepiting itu.
Tapi semua sudah terlanjur, Storm pusing memikirkan kecerobohannya sendiri.