NovelToon NovelToon
CEO Dingin Itu Suamiku

CEO Dingin Itu Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Dikelilingi wanita cantik / Nikah Kontrak / Cinta Paksa
Popularitas:12.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Maple_Latte

Enam tahun lalu, Arissa pernah menyelamatkan Damian, dan juga keduanya sudah menikah selama tiga tahun, tapi sedikitpun Damian tidak pernah melirik Arissa.

Meskipun sebenarnya, Arissa sudah bertahun-tahun menyukai Damian, dan jatuh cinta pada pria itu.
Namun, setelah sekian lama, akhirnya Arissa merasa lelah.

Dia lelah terus berharap pada sesuatu yang tidak mungkin bisa dijangkau, meskipun sesuatu itu tepat di depannya.
bagaimana kelanjutan kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EP: 14

Tinggal di sini? Berdua dengannya?

Tidak mungkin, dia sudah menandatangani surat perceraiannya, hanya tinggal menunggu Damian yang menandatanganinya, Arissa tidak tahu apakah Damian juga sudah menandatangani surat cerai itu atau tidak.

Jika Damian sudah menandatanganinya, itu artinya mereka sudah resmi bercerai, dan tidak etis jika mereka hanya tinggal berdua saja, lagi pula Arissa takut jika kejadian di hotel tadi akan terulang lagi.

"Apa yang sedang kamu pikirkan? Apa kamu sedang memikirkan pria lain? Apa kamu takut jika pria mu itu tahu kamu tinggal di sini bersamaku?" Tanya Damian dengan alis yang terangkat. Dia mengira jika Arissa sedang memikirkan Brian.

Arissa tersadar, jika Damian sudah tidak membahas tentang alamat yang dia ketahui oleh Arissa. Dan tanpa sadar dia menarik nafas lega.

Syukur dia sudah lupa..

"Tidak ada urusannya denganmu, sekarang tolong minggir, aku mau pulang." Arissa menjawab dengan cuek.

Damian tersenyum dingin, lalu menarik Arissa ke pelukannya.

"Kamu masih belum menjawab pertanyaan ku." Tubuh keduanya saling menempel.

Arissa memberontak berusaha melepaskan diri dari pelukan Damian, tapi menyadari kalau tenaganya ini, tidak sebanding dengan Damian, dia dan Damian, jika di umpamakan, bagaikan gajah dan semut.

Pemberontakan Arissa membuat tubuh mereka yang saling menempel erat bergesekan, Damian membuat pelukan tangannya semakin erat.

"Kalau kamu bergerak lagi, percayalah, aku akan membuat semuanya menjadi tuntas!" Ancam Damian.

Arissa merasa sesuatu yang keras menyentuhnya, dan dia tahu betul apa itu.

Karen takut dengan ancaman Damian, akhirnya Arissa berhenti bergerak, berhenti berontak.

Arissa rasanya ingin menangis, tapi tidak ada air mata, dia menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi ini.

"Atau, bagaimana kalau kamu bantu aku menuntaskannya?" Bisik Damian di telinga Arissa saat dia mendapati jika Arissa diam ketakutan.

Menyelesaikannya?

Bagaimana menyelesaikannya?

Apa maksudnya?

"Tidak! Aku tidak mau.. tolong lepaskan aku!" Tatap Arissa tajam dengan suara dingin.

Ternyata efek obat pada Damian belum hilang sepenuhnya. Damian masih merasakannya. Tubuhnya kembali terasa panas. Dia serasa akan menggila jika hal itu tidak dia tuntaskan.

Ternyata obat perangsang yang di masukkan ke dalam minumannya itu sangat keras.

Arissa yang melihat Damian juga tersadar jika efek obat itu belum hilang sepenuhnya.

"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Arissa khawatir.

"Kalau kamu khawatir, sebaiknya bantu aku menuntaskan hal itu." Kata Damian.

"Apa? Tidak! Aku tidak mau!" Tolak Arissa.

Damian merasa jika efek obat itu semakin kuat menekan dirinya untuk mengeluarkan hasratnya.

Damian hanya bisa mengepalkan tangannya dengan pandangan yang menjadi kabur.

"Kalau kamu tidak mau membantuku untuk melakukan itu, bawa saja aku ke kamar mandi." Pinta Damian, dia harus segera menyiram tubuhnya dengan air dingin lagi. Karena jika tidak, dia pasti akan lepas kendali.

Tanpa banyak bicara Arissa langsung memapah Damian ke kamar mandi.

Arissa membantu Damian membuka shower, air dingin langsung turun deras mengalir di tubuh berotot itu, wajahnya yang begitu pucat pasi terlihat menakutkan dan mengkhawatirkan, entah obat perangsang apa yang di berikan kedua orang itu pada Damian.

"Bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja?" Saran Arissa karena dia melihat jika Damian begitu tersiksa menahan diri.

Damian melihat wajah khawatir Arissa, satu hal yang membuat Damian tidak mengerti dengan perempuan yang di depannya ini.

Terkadang, dia begitu menolak dirinya, bahkan terkadang terlihat sangat takut dan mencoba menjauh, tapi, saat ini, yang terlihat justru kekhawatiran yang besar yang terpancar di wajah cantik imut itu.

Mengapa seperti itu? Tanya Damian dalam hati.

Arissa melihat tatapan Damian yang tajam padanya, Arissa pun langsung was-was, karena dia tidak tahu apa yang sedang Damian pikirkan saat ini.

"Ada apa? Apa efek obatnya sudah hilang?" Tanya Arissa.

Damian menggelengkan kepalanya.

"Aku hanya terpana dengan kekhawatiran mu padaku." Kata Damian.

"Aku khawatir karena takut aku yang di salahkan." Arissa memberi alasan Arissa.

"Oh begitu ya?” tanya Damian dengan suara datar.

"Tentu saja. Memangnya apalagi."

"Apa kamu jadi menginap di sini?" Tanya Damian.

"Tidak!" Jawab Arissa cepat.

"Kalau begitu pergilah, bawa saja mobilku. Ini sudah semakin malam, jadi sebaiknya cepat pulang sebelum aku berubah pikiran." Kata Damian yang kini mempersilakan Arissa untuk pulang.

Dia juga sudah tidak tega jika harus membiarkan Arissa bersamanya, dia juga takut jika dia kembali memaksa Arissa untuk melakukan hal itu lagi.

Dia memang menyukai Arissa, tapi, dia tidak ingin memaksanya untuk melakukan hubungan itu.

Tanpa ba..bi..bu.. Arissa langsung berlari keluar, dia tidak ingin menunda lagi kepergiannya dari rumah itu.

Benar kata Damian, sebaiknya dia pergi sebelum pria itu berubah pikiran.

Damian hanya bisa tersenyum lucu melihat kelakuan Arissa itu.

Arissa yang sudah berhasil meninggalkan rumah itu seketika merasa lega.

Arissa merasa jika malam ini dia begitu sial. Karena terlibat dengan urusan Damian, dan hampir saja dia di jadikan pelampiasan akibat efek obat perangsang sialan itu.

Arissa tiba-tiba merasa menyesal telah menyelamatkan Damian,, kalau dari awal tahu begini dia pasti akan ingin ikut campur.

Sebaiknya, dia harus menjauh dari Damian, dan tidak ikut campur lagi. Sekalipun jika nanti pria itu kembali dalam bahaya.

Tubuh Arissa sudah sangat kelelahan. Sesampainya di rumah, setelah mencuci wajah dan kaki dia langsung membuang diri ke atas kasur.

Berurusan dengan Damian sungguh lebih melelahkan daripada pergi ke medan perang, setiap kali bertemu dengan Damian, dia seperti sedang berperang kepintaran dan keberanian, dan jika sekalinya tidak hati-hati, maka dia akan bisa langsung habis di tangan pria itu.

tubuhnya terasa remuk redam di buat pria itu.

...****************...

Selamat membaca untuk kalian. Jangan lupa support author dengan like, komen dan vote ya, dan tolong berikan bintang 5. Terima kasih semuanya.

1
Asyatun 1
lanjut
syahh🇲🇾
lanjut thor
partini
dah ketauan ,,,bikin si Bang Dami yg bucin duluan lah biar tau rasa cinta ga di balas walaupun Rissa ada hati dulu ,,biar ada perjuangan mengembalikan rasa cinta arissa yg dah mau pudar
Febriana Merryanti
bodohnya kau arissa
Imas Maryatin
Mgkn kekayaan papa richard.ada kekayaan arissa juga
Asyatun 1
lanjut
Yunita aristya
deg deg kan ...
Jerisa
aku kasi bintang 5 kak, karna seseru itu
Dyah
best pokok eee.......
Dyah
maraton aku bacanya thor, seru banget. kalo boleh. up minimal triple dong thor
Akila Larasati: lanjut kak
total 1 replies
Yimas
thor kalo boleh saran, episodenya di banyakin thor setiap updatenya.
Sarah Nindya
up yang banyak dong Thor, bikin penasaran.
Delisa
ceritanya bagus. aku suka. menarik tapi kadang bikin emosi karena sering deg2gan apakah Arissa ketahuan setiap episodenya.
Asyatun 1
lanjut t
Su.izMila_s
bagus
partini
jawab nya ga bakalan ketauan fix
Mar lina
ya di gantung lagi ceritanya
kapan Damain tahu
tentang istrinya
tapilu: klo d gantung terus pembaca pun akan cpat bosan,,
total 1 replies
Tini 89
udh episode 18 tapi si damian blm tau wajah istrinya
sekalian aja thor nanti klo mau end di kasih tau nya
Arafa Fitra
aduhh gemes aku tuh. emosi sendiri kapan ketahuan ya?
Hanny
seru weeee..... suka kali aku, menarik dan menghibur wel.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!