sakit, perih, air mata yang terus di tahan oleh seorang gadis cantik, yang memutus kan untuk tinggal sendiri jauh dari keluarga nya.
kelina adalah seorang gadis cantik, yang cerdas, kelina mempunyai orang tua yang begitu menyayangi nya dan mencintai nya, namun setelah adik nya lahir, kelina Tidak pernah lagi merasakan kasih syang itu.
apa kah penyebab orang tua kelina menjadi seperti itu, dan kenapa rasa sayang nya menghilang setelah kelina mempunyai adik.
ada mesteri apa kah di balik semua sikap orang tua kelina, marinkita saksikan cerita nya, dan tolong like, follow dan komen yah.
terimakasih semoga, novel ku bisa menghibur kalian☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Achlys_Bellona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26
" wihhh gila bagus banget anjir " ucap Rayanka menatap kagum bangunan indah di hadapan nya
" iya anjir apalagi vila nya berhadapan langsung sama lautan, beh gila Keren banget cuy " ucap galen ikut heboh
" selamat datang tuan muda, mari ikuti saya " ucap seorang pria
tanpa banyak berbicara mereka pun memasuki vila tersebut, terlihat vila itu sangat indah dan megah.
Semua teman teman zergan menatap kagum setiap sudut bangunan tersebut, bangunan yang indah di lengkapi dengan barang barang antik dan lukisan lukisan indah.
pria tersebut membawa mereka semua ke lantai atas, untuk menunjukan satu persatu kamar Meraka masing masing.
" baik, tuan kita sudah ada di lantai atas, taun ingin memakai kamar yang mana " ucap pria tersebut
" zer, ada kamar yang gede gak? Biar kita bisa satu kamar lebih asik loh " ucap farel
" iya zer itu lebih asik kalo kita kumpul bareng bareng " ucap Galen
" emm, oke ikut gue " ucap zergan berjalan
" dua kamar ini sudah di bersihkan? " tanya zergan
" sudah tuan " ucap pria tersebut menunduk
" oke anda bisa kembali berkerja " ucap zergan
" baik tuan kalau begitu saya permisi " ucap pria tersebut menunduk dan mendapati anggukkan dari zergan
Terlihat ruangan tersebut sangat besar,di lengkapi kursi dan meja untuk bersantai ada tv dan beberapa lemari kaca berisi hiasan hiasan indah, ruangan tersebut juga dapat akses langsung melihat ke arah lautan dan ada balkon untuk mereka melihat arah luar.
Dan ada dua kamar, untuk mereka berdua, masing masing kamar memiliki ukuran yang besar dan muat untuk mereka.
" buat kalian cewe cewe, kamar kalian di sini, buat kita, kita bisa tidur di sini " ucap zergan
" oke " ucap para perempuan
mereka pun berpisah dan masuk kamar masing masing, dan akan membereskan barang barang mereka, lalu berkumpul di ruangan depan
kelina pun keluar karna semua barang barang kelina sudah rapih dan ia, menunggu teman teman nya menyusul
" terakhir gue liburan kapan yah " ucap kelina menatap ke arah lautan
" kek nya sih udah lama banget " ucap kelina
" terakhir kayak nya pas gue masih kecil itu pun pas belum ada adek gue " ucap kelina tersenyum
namun senyuman itu bukan senyuman bahagia, senyaman itu seperti menguatkan kelina untuk tidak bersedih dan tidak mengingat rasa sakit nya.
" sama gue lu bisa liburan sepuas nya " ucap zergan membawa dua gelas kopi di tangan nya.
" sini duduk jangan berdiri terus, kaki lu masih belum pulih sepenuh nya " ucap zergan
kelina pun berjalan mendekati zergan dan duduk di sebelah zergan.
" makasih yah " ucap kelina tersenyum dan menerima segelas kopi dari tangan zergan
" Udah gak usah sedih, kan ada gue juga, lu bisa bagi semua nya ke gue, mau itu rasa sedih lu rasa marah lu, semua nya bagi ke gue" ucap zergan
" loh kenapa? bukan nya yang harus di bagian itu kebahagian? " tanya kelina
" gue cari orang yang bisa gue ajak debat, kenapa? Kerna gak semua nya itu bakalan bakalan baik baik aja " ucap zergan
" jadi teman itu harus siap segala nya, bukan cuman ada pas lu bahagia dan punya segala nya, teman yang baik akan selalu ada saat lu sedih, marah, kecewa, dan kesulitan lain nya " ucap zergan
" em oke gue ngerti " ucap kelina mengangguk
" zer, Kel cepet sini seru tauu" ucap ziel Berteriak dari arah pantai
" mau kesana?" tanya zergan menatap kelina
kelina pun menganggukkan kepala nya, zergan dan kelina pun menyusul teman teman nya yang sedang bermain di pinggiran pantai.