Sekuel Suamiku Tuan Cacat
Semua orang mendambakan pernikahan. Dimana dua insan menyatu dalam satu ikatan sakral yang sah untuk membentuk keluarga kecil yang bahagia.
Namun nyatanya hal itu tidak berlaku untuk Flora. Wanita berusia 25 tahun itu terpaksa menikah dengan Kevin Dirgantara, pria kaya yang terkenal arogan dan kejam hanya karena kesalahpahaman.
Mereka di pergoki keluarga Kevin saat berdua di dalam kamar. Dan sialnya kondisi Flora saat itu membuat mereka berfikir yang tidak-tidak hingga akhirnya mereka seenaknya memutuskan untuk menikah mereka tanpa mau mendengarkan penjelasan Flora.
Menikah dengan orang yang tidak kita cintai, apakah mereka akan bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Ajaran Celine
Flora merasa bosan berada di rumah sendirian. Dia hanya berdiam diri di kamar dan tidak melakukan apapun karena semua pekerjaan rumah sudah di kerjakan oleh pelayan.
"Aku harus apa sekarang? Aku bosan. Atau aku pergi jalan-jalan saja ya. Tapi, aku ingin pergi dengan Kevin," lirih Flora. Dia menghela nafas dan membaringkan tubuhnya.
Dia sudah terbiasa pergi kemanapun dengan Kevin. Dan ini pertama kalinya ia di rumah tanpa Kevin di sampingnya. Rasanya sangat aneh, ia merasa ada yang kurang di hidupnya. Apa karena ia mulai bergantung pada pria itu?
"Hah, harusnya kau membiasakan diri tanpa Kevin, Flo. Agar nanti saat kalian bercerai, kau tidak merasa kesepian seperti sekarang," gumamnya bermonolog. Ia menghela nafas panjang dan memilih untuk tidur saja. Lagipula, kepalanya masih sedikit pusing karena perjalanan kemarin.
Namun baru beberapa detik ia memejamkan mata, tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar.
"Siapa?" tanya Flora
"Ini mommy, sayang," seru Celine
"Mommy?" Flora buru-buru bangun dan membukakan pintu.
"Apa kabar mom? Maaf, aku tidak tahu mommy akan datang," seru Flora
"Tidak apa-apa sayang. Mommy hanya mampir saja dan kebetulan kata kepala pelayan kau ada di rumah."
Flora tersenyum dan mengajak mertuanya itu masuk. Mereka duduk di sofa dan mulai berbincang. "Bagaimana kemarin saat kalian di London? Apa menyenangkan?" tanya Celine
Flora mengangguk dan tersenyum. "Cukup menyenangkan mom. Kevin membawaku menaiki London Eye dan kami bisa melihat pemandangan indah dari sana," seru Flora
Celine ikut senang mendengarnya. Namun ia kembali bertanya yang membuat raut wajah Flora berubah.
"Apa kau bertemu dengan mantan kekasih Kevin?" tanya Celine.
"Ada apa sayang? Kenapa kau diam?" tanya Celine lagi
"Iya mom, aku bertemu dengannya. Ternyata dia wanita yang sangat cantik. Berbeda sekali dengan ku," lirih Flora.
Celine tersenyum dan menggenggam tangan Flora. "Kecantikan seorang wanita itu tidak hanya dari wajahnya, tapi juga hatinya. Untuk apa mempunyai wajah cantik tapi hatinya seperti iblis? Yang terpenting di sini adalah kau, nyonya muda Dirgantara. Kau istriku sah Kevin. Jangan biarkan benalu seperti Riana merusak rumah tanggamu," ujar Celine yang membuat Flora tertegun menatapnya.
Melihat ekspresi Flora membuat Celine yakin jika wanita itu tidak tahu jika Riana mempunyai maksud terselubung.
Ya, Celine tahu jika Riana mengundurkan diri sebagai model di perusahaan Hendra. Dan saat ini wanita itu sudah berada di tanah air. Dia bisa menebak jika Riana ingin merebut Kevin dari Flora.
Tentu saja ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Walaupun ia yakin Kevin tidak akan terbuai oleh wanita itu, tapi dia harus membuat Flora tidak lemah di depan Riana agar tidak mudah di rendahkan.
"Sayang, kau masih ingat kata-kata mommy, bukan? Kau istri sah Kevin, kau nyonya muda Dirgantara. Kau harus mempertahankan posisimu, jangan sampai orang lain merendah mu," seru Celine.
Flora tidak tahu harus berkata apa. Dia merasa bersalah karena sudah membohongi Celine dan keluarga Dirgantara lainnya. padahal Celine dan yang lain menyayanginya dan memperlakukannya dengan baik. Bahkan sekarang, Celine mau membantunya mempertahankan posisinya sebagai istri Kevin dari wanita lain.
Rasanya ia tidak pantas mendapatkan semua itu karena sudah membohongi mereka. Haruskah ia berkata jujur agar suatu hari nanti mereka tidak kecewa padanya?
"Ada apa sayang? Kenapa kau diam?" tanya Celine
"Aku tidak apa-apa mom. Hanya saja, Kevin marah padaku," lirihnya
"Marah?" tanya Celine lagi
Flora mengangguk pelan dan mulai menceritakan apa yang terjadi. Tadinya ia ingin mengatakan tentang surat kontrak pernikahan mereka. Namun, setelah di pikir-pikir, ia akan mencoba menjalani hubungan pernikahan ini terlebih dahulu seperti yang Kevin katakan.
"Astaga, masak hanya seperti itu saja Kevin marah? Harusnya dia tahu jika kau belum terbiasa. Dasar anak itu," geram Celine
Flora hanya tersenyum canggung. Dia tidak mengatakan jika yang membuat Kevin marah bukan karena hal itu saja, melainkan karena ia sudah merusak momen romantis yang Kevin lakukan.
"Ya sudah, sekarang kau siap-siap dan susul Kevin ke kantor. Bawakan dia makan siang dan lakukan sesuatu agar Kevin tidak lagi marah padamu," usul Kevin
''Me-melakukan sesuatu?"
"Iya, jika seorang pria marah, kita cukup melakukan sesuatu dengan agresif maka dia akan luluh. Hal itu juga berlaku untuk menghadapi pelakor. Mommy jamin, pelakor minggat, suami senang."
"A-agresif?"
"Iya sayang. Kau harus bersikap agresif. Dengan begitu, Kevin tidak akan marah lagi padamu. Percaya sama mommy. Sekarang, cepat bersiap-siap. Mommy akan membantumu menyiapkan makan siang dan bawa makanan itu ke kantor Kevin. Ingat!! Kau harus agresif."
Flora tersenyum canggung dan mengangguk pelan. Dia menatap Celine yang keluar dari kamarnya dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Agresif? Apa aku harus melakukan hal itu?" gumam Flora. Dia menggelengkan kepalanya dan segera menyelesaikan ritual mandinya.
Tidak ada salahnya mencoba melakukan apa yang ibu mertuanya katakan. Siapa tahu dengan begitu, Kevin mau memaafkannya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Flora sudah selesai bersiap. Tidak lupa ia juga merias wajahnya dengan make up tipis dan menggerai rambut panjangnya.
"Kalau dilihat-lihat, Sebenarnya aku tidak kalah cantik dari wanita itu," gumamnya di depan cermin. Dia memutar tubuhnya, memastikan kembali penampilannya. Dan setelahnya, ia menenteng tas branded miliknya dan keluar dari kamar.
"Wah, kau cantik sekali sayang," puji Celine saat melihat Flora menuruni anak tangga
"Terimakasih mom. Aku banyak belajar darimu," sahut Flora
Celine tersenyum senang dan menyodorkan paper bag berisi makanan. "Ini bekal untuk makan siang kalian. Ingat pesan mommy, kau harus bersikap agresif."
"I-iya mom. Kalau begitu aku berangkat dulu."
"Hati-hati sayang." Celine melambaikan tangannya pada Flora sampai wanita itu menghilang dari balik pintu. Dia merasa senang karena berhasil mempengaruhi Flora. Dengan begini, tidak akan ada yang berani menjadi pelakor dan merusak hubungan mereka.
"Aku tidak sabar menunggu hasilnya." Celine mengambil ponselnya dan menghubungi Alan. Ia mengatakan jika sekarang Flora dalam perjalanan ke kantor. Namun, ia justru terkejut mendengar jika Riana saat ini berada di sana. Untuk itu, ia memerintahkan Alan untuk mengawasi mereka. Jangan sampai menantunya terluka.
"Argh sial!! Wanita itu bergerak cepat juga. Tapi, aku sudah memberi pembelajaran untuk Flora. Dan semoga dia bisa mengusir wanita itu," geram Celine.
Sementara di perjalanan, Flora terlihat berulang kali menghela nafas panjang untuk menghilangkan rasa gugupnya.
Namun saat mobil yang ia tumpangi berhenti di depan perusahaan, tiba-tiba jantungnya berdetak kencang. Perasaannya tidak nyaman, seolah telah terjadi sesuatu. Untuk itu, ia segera turun dari mobil untuk memastikan jika semua baik-baik saja.
Saat sampai di lobby, ia sudah di sambut oleh Alan. Pria itu mengantar nya ke ruangan Kevin dan mengatakan sesuatu yang membuat ia geram. "Nona Riana ada di dalam."
"A-apa?" tanya Flora terkejut. Dia mendengus kesal dan langsung membuka pintu dengan keras.
BRAKH
"Kevin!!"