Masa lalu Arneta yang begitu kelam, karena diceraikan dalam keadaan hamil anak dari pria lain. Membuat wanita itu memutuskan kembali ke Indonesia dan membesarkan anaknya seorang diri.
Wanita itu ingin mengubah masa lalunya yang penuh dengan dosa, dengan menjadi seorang Ibu yang baik bagi putri kecilnya. Tapi apa jadinya jika mantan pria yang membuatnya hamil itu justru menjadi atasannya di tempat Arneta bekerja?
Akankah pria itu mengetahui jika perbuatan semalam mereka telah membuat hadirnya seorang putri kecil yang begitu cantik? Dan akankah Arneta memberitahu kebenaran tersebut, di saat sang pria telah memiliki seorang istri.
Ini kisah Arneta, lanjutan dari You're Mine.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy tree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
"Ka-kau...." pekik Arneta dengan terkejut saat melihat keberadaan Lio di dalam kamarnya.
Entah ada keperluan apa Lio mendatanginya, bahkan sampai menyekap Sasha. Tapi yang pasti pria itu memiliki niatan yang tidak baik, dan berkaitan dengan Ivy dilihat dari cara Lio yang saat ini tengah menatap putrinya dengan intens.
"Kenapa kau terkejut?" tanya Lio dengan tersenyum sinis pada Arneta.
Pada wanita yang kini diam dengan wajah ketakutan. Padahal sebelumnya Arneta tampak sibuk memasukkan beberapa barang ke dalam koper, sampai tak menyadari kedatangannya.
Arneta yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya, sembari melangkah mundur setelah menarik Ivy untuk bersembunyi di balik punggungnya. Dan apa yang dilakukan Arneta tentu saja membuat Lio marah, sampai pria itu menatapnya dengan tajam.
"Kalian mau kemana?" tanya Lio kembali walaupun semua pertanyaannya tak ada satu pun yang dijawab oleh Arneta.
"A-aku, kami..."
"Jangan bilang kalau kau ingin melarikan diri?" tuduh Lio dengan tatapan mengintimidasi.
"Melarikan diri? Untuk apa kami melarikan diri," sahut Arneta dengan terbata. "Anda sendiri kenapa datang kemari? Dan dengan lancangnya masuk ke dalam kamar kami?" sentaknya dengan memberanikan diri, meskipun saat ini ia benar-benar ketakutan.
Ya, Arneta akui dia begitu takut pada sosok Lio. Karena ia tahu betul seperti apa pria yang pernah menjadi bagian dari masa lalunya tersebut. Pria berhati dingin yang bisa melakukan apa pun demi mendapatkan apa yang diinginkannya, dan bisa melenyapkan apa pun yang tidak diinginkannya.
"Lancang kau bilang?" Lio tertawa sinis, sampai membuat Arneta melangkah mundur. "Jika aku lancang, maka kau adalah seorang pencuri."
"Pencuri? Apa maksudmu?" tanya Arneta dengan bingung, karena seingatnya ia tak pernah mencuri apa pun dari Lio.
"Kau tahu betul apa maksudku!" bisik Lio dengan menarik Arneta hingga wanita itu berada persis di depan wajahnya. "Kau sudah mencuri benihku beberapa tahun yang lalu, dan benih itu kini sudah tumbuh menjadi seorang gadis kecil yang sangat cantik bernama Ivy."
Deg.
Arneta menggelengkan kepalanya dengan tubuh yang bergetar hebat sembari menatap Ivy yang berada di balik tubuhnya. Sungguh ia berharap jika apa yang didengarnya tadi salah. Tidak mungkin jika Lio mengetahui kalau Ivy putrinya, mengingat keduanya hanya bertemu satu kali.
"Apa maksudmu? Jangan bicara sembarangan atau— "
"Ivy adalah putriku!" sela Lio dengan mendorong Arneta hingga wanita itu jatuh tersungkur.
Melihat Mom Arneta terjatuh, sontak Ivy menangis sembari berlari untuk mendekat. Namun tubuh kecilnya lebih dulu ditahan oleh seseorang yang ia ketahui sebagai teman Mommynya.
Arneta sendiri tidak tinggal diam. Wanita itu berusaha menggapai putrinya walaupun harus menerjang tubuh tinggi dan kekar milik Lio.
"Apa yang kau lakukan? Kembalikan putriku!" sentak Arneta dengan penuh amarah.
Lio tak memperdulikan kemarahan Arneta, dengan cepat ia menyerahkan Ivy pada assiten pribadinya.
"Cepat bawa dia pergi!"
"Baik Tuan."
Yogi pun langsung menggendong tubuh Ivy lalu membawanya pergi, meskipun sedikit kesulitan karena gadis kecil itu terus meronta dan menangis.
"Tunggu! Mau dibawa kemana putriku? Lepaskan dia!" teriak Arneta dengan menangis saat melihat putrinya dibawa pergi hingga menghilang dari pandangannya. "Dasar bajingan, brengsek, lepaskan aku!"
Arneta berteriak sambil memukul Lio dengan membabi buta agar pria tersebut mau melepaskannya. Namun pria berhati dingin itu justru semakin erat menahan langkahnya, hingga Arneta tak dapat berbuat apa-apa saat semua orang yang berada di ruangan, termasuk Sasha pergi. Hingga menyisakan dirinya dan Lio yang kini hanya berdua di dalam ruangan tersebut.
"Kembalikan putriku!" isak Arneta dengan tubuh terjatuh ke atas lantai. "Kau brengsek Lio, kenapa kau membawa putriku pergi!"
"Ivy bukan hanya putrimu, tapi putriku juga."
"Tidak..." Arneta menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Ivy putriku, hanya putriku!" ucapnya dengan tegas dan penuh amarah.
Rasanya ingin sekali Arneta memaki bila perlu menyakiti pria itu, karena dengan seenaknya mengakui Ivy sebagai putrinya dan membawanya pergi.