berkisah tentang perjalanan cinta wanita muda ,ternyata cantik saja tidak cukup menjamin kemulusan dalam menjalin sebuah hubungan percintaan, setelah mengalami jatuh bangun yang cukup berat dan menyakitkan, akhirnya hati wanita muda berlabuh di hati duda idaman
penasaran gak ma cerita nya???
yuk reading guys😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Alfredo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26 Rindu yang terobati
"Sayang,kau semakin cantik!" puji Jovan yang lama tak bertemu istrinya.
Vevey memeluk Jovan yang sedang menggendong Cindy ditangan kanannya.
"aku sungguh Rindu sayang!" ujar Vevey yang sangat rindu pada suaminya.
"kau kira aku tidak Rindu?, sungguh berada jauh darimu membuatku sakit kepala!" ujar Jovan.
"nanti malam kita selesaikan urusan kita!" bisik Jovan di telinga Vevey.
Vevey mencubit kecil lengan Jovan gemas.
Jovan hanya nyengir kesakitan.
"papah,kita pergi ke mall yuk!" ajak Cindy tiba-tiba.
"Bolehlah,Ayuk!, setelah ini kita pergi sayang, Cindy mau apa?"tanya Jovan.
"Papah, Cindy mau beli adek bayi di sana!" ujar cindy polos.
"Adek, bayi?" Jovan terkejut dengan kekinginan putrinya
"ahahahahhahahha" Vevey tertawa.
"kata mamah, jika Cindy ingin adek bayi, Cindy bisa beli di mall saat papah pulang!" ujar Cindy dengan lugunya.
"Astagamhahaha kau percaya pada ucapan mamahmu sayang?" tanya Jovan gemas.
"Apa mamah bohong?" tanya Cindy cemberut.
" mamah tidak bohong sayang!, hanya becanda saja, apa Cindy benar-benar ingin punya adek?" tanya Jovan bersemangat.
"Mau!" jawab Cindy girang.
"Baik,papah akan berusaha membuatkan adek yang lucu untuk Cindy!"
"Benarkah?" tanya Cindy girang.
"tentu,asalkan Cindy mau bersabar, karna itu butuh proses sayang, Cindy berdoa saja pada Tuhan, agar Segera di beri adek bayi yang lucu!" ujar Jovan.
"Baik papah!, setiap hari Cindy akan berdoa!" Cindy kegirangan.
tok tok tok
suara mengetuk pintu
"masuk!" ujar Jovan.
"Bram, duduklah!" Jovan menyilahkan Bram duduk.
"sayang, bisa kau ajak Cindy keluar sebentar?" pinta Jovan pada Vevey.
Vevey segera menggendong Cindy dan membawanya keluar.
"Gimana Bram?, apa masih tidak enak Badan?"tanya Jovan pada Bram.
"saya sudah sangat baik tuan!" jawab Bram.
"Bagus,tolong perhatikan pola makanmu jika kau memiliki sakit lambung!" pinta Jovan.
"Baik Tuanm untuk semua info sudah saya kirim lewat email tuan" jawab Bram
"okey,apa ada hal lain, yang ingin kau sampaikan saat aku tak di sini Bram?" tanya Jovan
"Tidak tuan!" jawab Bram menunduk m yang merasa agak aneh dengan pertanyaan Tuannya,
"Baiklah kau bisa kembali!" Bram beranjak dari duduknya, dan melangkah.
"Tunggu Bram!" ujar Jovan yang membuat langkah kaki Bram terhenti.
"Apa kau menyukai istriku?" Tanya Jovan terus terang.
Bram sangat terkejut dengan pertanyaan Jovan yang sangat tepat sasaran.
(Bagaimana tuan bisa tahu,jika aku menyimpan rasa pada nyonya?? astaga matilah aku!!)
"saya tidak berani tuan!"jawab Bram tertunduk.
"Lalu kau bisa jelaskan tentang ini?"
Jovan memberikan beberapa lembar foto yang terlihat Bram slalu memandangi Vevey dengan kagum.
"Tuan, memata-matai saya?" tanya Bram terkejut karna Tuannya, memata-matainya.
"Maaf, Bram untuk masalah istriku aku tidak bisa mempercayai siapapun, apa yang ingin kau jelaskan?" tanya Jovan mengintimidasi.
"Tuan maafkan saya,saya juga tidak memahami perasaan saya sendiri Tuan,saya tidak akan berani mengkhianati tuan."ujar Bram merasa bersalah.
"Bram, sejak kecil kita slalu bersama, aku akan memberi apapun itu yang kau mau!,tapi tidak untuk kali ini!, aku percaya pada istriku dia tidak akan mengkhianatiku, tapi aku tidak bisa percaya orang lain untuk tidak merusak rumah tanggaku!" ujar Jovan memperingati Bram.
"Tuan, saya tidak berniat merusak rumah tangga anda!, saya sangat menyayangi Tuan dan nona kecil, saya sangat menghargai kebaikan tuan yang selalu memperlakukan saya dengan sangat baik, Tuan saya berjanji akan memupus rasa ini,tolong tuan jangan membenci saya!" ujar Bram tulus dengan mata berkaca-kaca.
"Baiklah, kita lihat bagaimana kau mengatasi perasaan yang salah ini, dan jangan sampai Vevey tahu!, itu akan membuatnya sangat merasa tidak nyaman,kau bisa kembali Bram!" ujar Jovan mengakhiri perbincangan yang menegangkan untuk Bram.
Bram mengangguk dan melangkahkan kaki menuju pintu ruangan Jovan
"Vey, tolong katakan pada bos!, jangan memecatku!"pinta Amel yang sudah menunggu di depan resto.
" maaf,aku tidak bisa mengubah keputusan suamiku Mel!" jawab Vevey yang sedang menggendong Cindy.
"apah?, kau belum mencobanya,kenapa kau sudah bilang tidak bisa?" Amel sudah mulai di luar kendali.
"kenapa aku harus mencobanya?, kau tak pernah menyadari kesalahanmu!, kata maaf saja tak pernah keluar dari mulutmu! " ujar Vevey kesal.
" apa aku yang harus minta maaf?, kenapa kau tiba-tiba muncul dan menjadi istri Bos Jovan?,kau merebutnya dariku,aku sudah bersabar dan menunggunya sangat lama!"ujar Amel berlinang air mata.
"siapa yang kau bilang merebut?m bukankah saat SMA kau ahli dalam kata merebut?
apa kau kekasih suamiku sebelum aku menikahinya? bahkan suamiku tidak tertarik padamu!, jangan harap kau bisa merebut Jovan dariku kali ini aku tidak akan mengalah untukmu!" uja Vevey tegas,
"huuuuaaaaa huuuuaaaa huuuuaaaa"
Cindy tiba-tiba menangis karena ketakutan.
"huuuuaaaaa huuuuaaaa huuuuaaaa"
tangis Cindy pecah.
"tenang sayang, jangan takut mamah di sini!"ujar Vevey menenangkan Cindy.
"hiks hiks hiks hiks!" Cindy menahan tangis
"jika tidak ada yang lain kau bisa pergi,anakku ketakutan melihatmu!" ujar Vevey
dan memutar badan melangkah kembali ke resto.
"kau kira kau siapa berkata begitu?" teriak Amel kesal dan mendorong Vevey sehingga membuat Vevey terbentur pintu kaca resto, Vevey tetap memeluk Cindy erat.
dan semua mata tertuju kepada mereka.
Bram yang melihat keributan itu langsung menghampiri.
"apa Cindy baik-baik saja sayang?" tanya Vevey pada Cindy.
Cindy hanya mengangguk dan tangisnya mengeras kembali.
"Nyonya ada apa?" tanya Bram yang tidak tahu aoa yang terjadi.
"Tolong bawa Cindy masuk Bram,aku akan menyelesaikan urusanku!" ujar Vevey memberikan Cindy pada Bram.
"apa kau menguji kesabaranku?" Vevey sudah mulai memanas, Vevey menggulung lenganya ke atas., dia bersiap untuk bekelahi.
"jangan pernah berlaku keras di depan anak kecil, itu akan mempengaruhi mentalnya, bahkan sebagai wanita kau tidak punya rasa peduli pada anak kecil, bagaimana kau bisa ingin menjadi ibunya?, kau sungguh menyia-nyiakan batas sabarku!" ujar Vevey pada Amel kesal.
"Bram,bawa Cindy masuk!" teriak Vevey.
Bram segera membawa Cindy masuk keruangan Jovan.
"Tuan, nyonya sedang ribut dengan Amelia!" Bram melapor dengan menggendong Cindy yang masih menangis.
"apah? dimana?" tanya Bram khawatir.
"Diluar tuan!" jawab Bram
"astaga, jaga Cindy Bram!"Jovan bergegas Lari keluar.
terlihat banyak orang yang mengerumuni mereka Jovan mencoba menyelip-nyelip dalam kerumunan.
terlihat Vevey dan Amel sudah berduel ala perempuan yang saling mencakar,menjambak dan saling memukul dengan tas yang mereka bawa.
Jovan menarik Vevey dalam pelukannya.
"sayang berhenti!" tegas Jovan menghentikan.
terlihat Vevey sangat berantakan penuh dengan luka cakar ditangan dileher dan diwajah.
"Semuanya bubar!" teriak Jovan membubarkan orang-orang yang menonton.
"sayang, lihatlah dirimu!, kenapa berkelahi?" tanya Jovan geram karna khawatir.
" Dia mengatakan aku merebutmu, dan dia juga membuat Cindy ketakutan!"jawab Vevey penuh emosi.
"kenapa kau harus meladeni,orang seperti dia?" ujar Jovan geram menarik Vevey masuk ke dalam tanpa memperdulikan Amelia sedikitpun.
Jovan membawa Vevey masuk ke ruangannya.
terlihat Cindy yang masih terisak - Isak di gendongan Bram.
Vevey langsung memeluk Cindy,rasanya hatinya ikut pilu melihat anaknya menangis.
"Sayang, anak mamah, apa kau terluka?"tanya Vevey sambil membolak-balikan tubuh mungil Cindy.
"tidak mah hik hik hik hik" jawab Cindy terisak-isak.
"Syukurlah sayang, anak mamah pinter, hebat, berhentilah menangis sayang!" ujar Vevey menenangkan Cindy.
tak lama kemudian Cindy tertidur dipelukan Vevey.
"Tuan, kalau begitu saya permisi!" ujar Bram keluar ruangan.
Vevey menidurkan Cindy di sofa.
Jovan langsung mengambil kotak P3K,dan mendudukkan istrinya
"kau sangat suka sekali terluka sayang? kenapa tidak jadi petinju saja?"ujar Jovan kesal sambil mengobati Vevey perlahan.
Vevey meringis menahan perih.
"Lihatlah badanmu sudah seperti Yakuza,penuh dengan lukisan tangan alami!" ujar0 Jovan gemas melihat istrinya.
Vevey langsung memeluk Jovan.
"suamiku, wanita itu sudah menunggumu lama, tapi kau menikahiku dalam waktu singkat, apa itu aku merebutmu darinya?" tanya Vevey pada Jovan.
"siapa yang menunggu? siapa yang merebut?,kau bicara apa sayang?,sebelum mengenalmu aku sungguh sangat menjaga jarak dengan wanita manapun! " jelas Jovan pada Vevey.
" benarkah?" tanya Vevey meyakinkan.
Jovan memeluk erat tubuh istrinya yang penuh dengan luka menghirup aroma tubuh Vevey yang sangat dirindukan.
" aku sangat percaya padamu sayang, kenapa kau tidak mempercayaiku?" Jovan menghela nafas.
Vevey melepas pelukannya, memegang wajah Jovan yang tersenyum dan memperlihatkan lesung pipinya.
"sayang aku percaya padamu!" Vevey menatap kedua mata Suaminya penuh dengan cinta.
Jovan langsung mencium bibir Vevey dengan lembut,
"Sayang aku sungguh merindukanmu!" bisik Jovan ditelinga Vevey,
yang membuat sekujur tubuh Vevey merinding.
"aku juga sangat,sangat merindukanmu Suamiku!" kemudian Vevey membalas ciuman Jovan.
mereka berciuman, cukup lama.
hingga nafas mereka terengah-engah.
"sayang,nanti malam kita buatkan adek buat Cindy ya?" pinta Jovan bermanja dipangkuan Vevey.
"Buatkan?,maksudnya kau ingin aku segera mengandung?"tanya Vevey.
"iya, aku sangat ingin punya Jovan junior sayang!" ujar Jovan yang ingin punya anak laki-laki.
"ehmm,baik suamiku!" jawab Vevey.
"apa kau belum siap?" tanya Jovan.
"Mau tidak mau aku harus siap, sebentar lagi aku juga akan wisuda!" ujar Vevey.
"Jika kau hamil, kau di rumah saja sayang ya!" ujar Jovan.
"Baik, sayang tapi aku ingin tinggal dekat dengan Babe boleh?"
"Iya gampang nanti bisa diatur,apa kau lapar istriku setelah bergulat tadi!" tanya Jovan pada Vevey.
"Iya aku lapar sayang,aku rindu dengan masakan Suamiku, apa Suamiku mau memasakanku di sini.?"tanya Vevey.
"kenapa tidak??,tunggulah aku akan memasak untuk tuan putriku!" jawab Jovan bergegas menuju dapur.
"Bos,ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu koki pada Jovan.
"Tidak, saya ingin memasak sesuatu untuk istri saya!" ujar Jovan sambil memakai Apron masak ala ala koki.
"bisa ambilkan ayam fillet!!" pinta Jovan
salah satu koki bergegas mengambilkanya,
"ini Bos!"
"Terimakasih, semuanya silahkan lanjutkan pekerjaan kalian!"pinta Jovan.
mereka kembali dengan pekerjaan mereka.
30 menit kemudian.
akhirnya jadi juga stick ayam untuk istri tercinta...dan ayam tepung ini untuk Cindy...
dalam hati Jovan.
Jovan menghias, masakan yang ia buat.
"Finish!" ujar Jovan kemudian melepaskan apronya.
"Selamat bekerja,para pekerja keras!" Jovan menyemangati karyawannya.
dan bergegas kembali ke ruangannya.
para karyawan benar-benar terkesan dengan bosnya.
"Bos benar-benar suami idaman!"
"sungguh mereka pasangan yang menyejukkan hati jika melihatnya"
"iya, apa kau tahu tadi supervisor kita di pecat?"
" rasain, tidak ada tukang bossy lagi sekarang!"
"tapi ku dengar tadi manager bertengkar dengan supervisor kita!"
"iya aku lihat tadi saat mengantar pesanan, bos memisahkan mereka, kulihat manager juga terluka!"
"wah, apa supervisor tidak terima dan menyerang manager?"
"Entahlah"
blablablabla
begitulah gosipers di dapur.
"sayang!" panggil Jovan sambil membawa makanan.
"ah sudah matang!"Vevey kegirangan menghampiri Jovan.
" ini aku masak stick untukmu dan ini ayam tepung kesukaan Cindy tapi dia masih tidur, makanlah sayang!"pinta Jovan dengan senyum mengembang.
Vey mencicipi masakan suaminya.
"masakan Suamiku paling Top!"
"suamiku aaagggg..." ujar Vevey berniat menyuapi suaminya.
Jovan langsung melahapnya .
"ammmmm nikmatnya disuapi istri!" ujar Jovan.
****
"Sayang,apa kau suka dengan apartemen ini?" Tanya Jovan pada Vevey.
"Suka sekali...!"Jawab Vevey
" Syukurlah jika kau suka!"
Vevey merapikan ranjangnya, Jovan membantu menata bantal dan merebahkan tubuhnya.
"sayang sini!" Jovan mengulurkan tangannya.
Vevey menerima tangan Jovan, ditariknya Vevey jatuh ke peluknya.
"Sayang,kita lakukan sekarang boleh?" Jovan meminta izin istrinya.
Vevey mengangguk malu.
Jovan mengecup perlahan tangan Vevey yang penuh luka Cakar.
"Sakit tidak sayang?" tanya Jovan.
Vevey hanya menggeleng,Jovan mengecup kening Vevey agak lama.
"aku sungguh rindu padamu sayang."
ujar Jovan Beralih mencium bibir Vevey yang semakin hari semakin terasa manis.
dan mulai mengeduskan nafas yang membuat Vevey semakin bergairah,dan membuatnya berinisiatif mencium suaminya duluan,
"Sayang, lain kali bawa aku kemanapun kau pergi!" pinta Vevey dan kembali mencium bibir suaminya.
Jovan sungguh bersemangat mendengar kata-kata istrinya ini,
"tubuhmu ini begitu menggoda sayang,releks sayang, kita habiskan malam ini bersama!" ujar Jovan semangat.
Mereka sukses untuk program membuatkan adek untuk untuk Cindy.
"sayang apa kau sudah puas?" tanya Jovan.
Vevey mengangguk lemas.
"Jika belum aku masih kuat untuk beberapa ronde, heheheh" ujar Jovan menggoda istrinya.
Vevey hanya tersenyum Karna kelelahan, melayani suaminya yang seperti singa kelaparan.
Jovan melabuhkan kecupan kecil di bibir Vevey dan mendekap hangat istrinya yang mulai terlelap.
akhirnya rindu ini terobati
terimakasih sayang, batin Jovan yang merasa lega
...
Author:
lalu siapa yg merinduiku...
hohoho
namun aku slalu merindui
like dan komen para readers...🤗🤗🤗❤️😇*
keren yah
serta ibu dan istri yang baik👍👍
ayo tunjukkan taring mu sama pelakor
tapi ttp lembut pada istrinya
benar-benar mantap ceritanya
dia terlibat enggak sama orang-orang zelene itu
kalau mereka melihat matahari terbit namanya Sunrise bukan sunset.
terimakasih.
tapi cerita kakak ttp suka
Bram bram
10 tahun bukanlah waktu yang singkat Nathan, cobalah cintai istrimu yang tulus mencintaimu walaupun kalian sah karena perjodohan
cari perempuan untuk ngurus Bram heheh