Bagaimana rasa nya, ? Di hari pernikahan mu, perselingkuhan calon suami mu justru terbongkar. Dengan wanita yang tak lain adalah sepupu mu sendiri.
JANGAN LUPA KASIH DUKUNGAN BUAT AUTHOR NYA😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momy siu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
B, S, P 26
Satu hal yang tak pernah hilang dalam hidup ini adalah rasa kecewa. Apalagi rasa itu diberikan oleh seseorang yang kita anggap penting. Kecewa itu semakin dalam.
Bagaimanapun kita punya pilihan. Jatuh ke lembah kecewa atau bangkit menangkap bahagia.
Kecewa itu memang mudah. Setiap orang pun bisa merasakannya. Bahkan tanpa bersusah payah.
Tapi kalau bahagia, itu berbeda. Karena dia kadang-kadang perlu perjuangan untuk mendapatkannya.
Semakin hebat perjuangan seseorang, semakin hebat pula kebahagiaan yang dia dapatkan. Itulah sebabnya aku memilih untuk merebut kebahagiaan yang telah dicuri oleh kekecewaan.
Menerima takdir adalah awalnya. Ikhlas memeluk ke kecewa adalah kelanjutannya.
Lalu pada akhirnya bahagia menjadi penutup hidup ku.
''Aku memang pantas mendapatkan ini,'' Gumam Vio, menggulung tubuh dengan selimut tebal nya.
Saat ini, dia malas membersihkan tubuh nya, hingga dia memilih menggulung tubuh nya dengan selimut. Tidak memperdulikan bau keringat nya yang masih bercampur dengan bau keringat suami nya.
Dia memang jahat, dia tau itu karena semua itu dia memang sengaja melakukan nya.
Dia tidak menyesal, karena dia melakukan nya dengan kesadaran sepenuh nya.
''Awal nya aku hanya ingin melamar kerja sebagai sekretaris mu Juan. Tidak berniat melamar partner ranjang mu. '' Pikir Vio membayangkan awal dari segala nya.
''Aku jatuh cinta ke kamu karena pandangan pertama saat melihat mu datang ke rumah menjemput Eva waktu itu. Cinta ini semakin dalam saat melihat sikap mu yang penuh perhatian dengan Eva. '' lanjut Vio sambil tersenyum miris.
''Ku kira aku bisa mendapatkan perhatian mu, seperti Eva dapat kan. Sebab itu aku mau menjadi Partner ranjang mu. Tetapi kenyataan nya tidak seperti itu, kamu hanya butuh aku menghangatkan ranjang mu Juan. Bahkan dengan ada nya janin yang aku kandung, kamu tidak melirik ku sama sekali. Justru dengan tega nya kamu menyuruh ku membunuh anak kita, kehadiran nya memang dengan sengaja aku ingin kan supaya kamu menjadi milik ku seutuh nya. Tetapi kenyataan nya, aku menambah dosa telah membunuh calon anak ku sendiri.'' Vio mengusap kasar air mata nya yang sempat terjatuh. Ketika mendengar suara pintu kamar mandi di buka.
''Percuma kamu menangis terus-menerus, aku tidak bisa mengubah keputusan ku untuk menceraikan kamu.'' Ucap Juan tanpa ingin melihat ke arah Vio yang berada di atas ranjang.
Di lubuk hati nya yang paling dalam, membunuh calon anak nya sendiri tidak pernah terbesit di dalam hidup nya. Bagaimana pun juga dia masih memiliki hati yang nurani.?
Vio bergerak ke arah samping, membelakangi suami nya yang bergerak naik ke atas tempat tidur.
Juan melihat punggung istri nya yang terlihat bergetar beberapa waktu. Sebelum satu tangan nya bergerak menarik selimut nya dan saat itu dia baru tersadar, kalau selimut nya habis di pakai oleh Vio.
''Apa kamu tidak berniat untuk membersihkan tubuh mu.?'' Ketus Juan, dia berusaha menahan emosi nya yang akhir-akhir ini terus meledak.
Badahal dulu dia bisa menahan emosi nya, mengontrol emosi nya jika bersama dengan Eva. Dan sekarang Eva telah pergi meninggalkan nya membuat emosi nya mudah kambuh kembali.
Juan mengusap wajah nya dengan kasar karena frustasi.
''Aku kangen sama Ev,'' Batin Juan, menyebut satu nama yang selalu di hati nya sampai sekarang ini.
''Aku kangen dengan suara tawa mu, perhatian mu yang setiap hari nya selalu aku dapatkan.'' Batin Juan.
''Ambil lah selimut yang baru,! Aku tak berniat membersihkan tubuh ku.'' Jawab Vio dingin.
Juan kini memilih mengalah, dari pada berdebat yang tak akan menemukan ujung nya. Beranjak dari ranjang nya menuju lemari penyimpanan selimut. Mengambil satu selimut yang berwarna Lavender.
''Warna Lavender.'' Gumam Juan, dia kembali mengingat selimut yang dia pegang. Selimut pemberian Eva ketika pergi berlibur di puncak.
"*Mau bikin apa,? "
"Bikin teh, udara nya sangat dingin. Belum juga satu selimut berdua. "
"Memang nya kamu tidak membawa selimut.? "
Juan tersenyum kaku, "Lupa."
"Sebentar." Eva kembali masuk kedalam tenda nya lagi. Tak selang lama, Eva kembali dengan membawa satu selimut yang berwarna Lavender*.
"Untuk mu, "
"Bagaimana dengan kamu,? "
"Pakai saja, aku mah bisa dengan teman ku. Dan kebetulan dia tadi membawa selimut ukuran nya cukup lebar."
"Serius, "
"Serius Juan."
"Ok, aku ambil. Makasih sayang. "
Eva menganggukkan kepala nya cepat*.
Lavender adalah jenis warna ungu yang terang dan diambil dari bunga yang bernama sama. Lavender bisa dideskripsikan sebagai ungu medium atau merah muda keungu-unguan.
...****************...
...****************...
Tahun baru, momen baru, tujuan baru, dan impian baru. Semoga apa yang kita usahakan di tahun 2022 dan di tahun 2023 menjadi kenyataan.
Ucapkan selamat tinggal pada yang lama, dan rangkul yang baru dengan penuh harapan, impian, dan ambisi. Semoga kamu mendapatkan tahun baru yang bahagia penuh kebahagiaan.
...Selamat Tahun Baru 2023...
...Happy new year...
...MOMY SIU💋💋💋...
bertukar mepelai pengantin ini mah klo menurut aku 🤔
Ry tunggu
Ry tunggu