NovelToon NovelToon
Alam Gaib! Desa Tua

Alam Gaib! Desa Tua

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa / Teen Angst / Kumpulan Cerita Horror / Horor / Tamat
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: ilmara

Aku kira setelah, aku berhasil kabur dari sebuah desa yang sangat membingungkan dan penuh dengan keanehan hidupku akan lebih baik dan tidak mengalami hal-hal yang sangat membuatku takut tapi nyatanya aku salah besar, aku dan ketiga temanku malah terjebak kembali di sebuah desa tua yang lebih menakutkan dan mengerikan, yang paling aneh semua orang di desa itu menatap kami berempat dengan tatapan yang mengerikan, kecuali pada Erlangga mereka menatap Erlangga dengan senyum indah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Desa lagi?

"Akhirnya kita sampai juga disini, benar kata pepatah tidak ada usaha yang menghianati hasil, buktinya perjuangan keras kita melalui tebing yang sangat licin itu berhasil dilalui" ungkap Dika.

Tumben sekali orang satu ini berbicara dengan bijak.

"Tumben omonganmu bener Dik" sahut Nayla.

"Sekali-kali jadi orang bener dulu Nay, jangan jadi orang yang nggak tahu terus" sahut Dika juga.

Mereka berempat pergi mengunjungi sebuah rumah yang terlihat paling mencolok di desa itu, di antara rumah-rumah yang lainnya, entah kaki siapa yang duluan melangkah menuju rumah itu, hingga mereka semua melangkah ke tempat yang sama.

"Arin kenapa tidak ada satu orang pun yang menyapa kita dengan baik di desa ini, lihat itu jika mereka melihat kita, mereka menatap kita dengan tajam" bisik Nayla, pada Arin yang kebetulan keduanya berjalan seiringan.

"Iya Nay, aku setuju sama kamu, ini juga perasaan aku tiba-tiba jadi nggak enak gini" sahut Arin, dia juga membalas ucapan Nayla sambil berbisik, tak lupa bola mata kedua gadis itu masih mengintai orang-orang yang berada di desa itu.

"Kenapa kita kesini?" bingung Nayla, seakan dia lupa apa tujuan mereka datang ke rumah yang lumayan bagus itu.

Saat ini keempatnya sedang berdiri sejajar di depan teras rumah tersebut.

"Kita kesini ngikutin kamu Nayla" sungut Dika, bisa-bisanya Nayla berkata seperti itu, padahal tadi belum apa-apa dirinya sudah pergi begitu saja meninggalkan mereka bertiga.

"Sorry, lagian kenapa kita nggak tanya sama orang-orang itu aja" ucap Nayla, sambil menunjuk beberapa penghuni desa yang berada diluar rumah.

"Sudah terlanjur kita berada di depan rumah ini lebih baik kita bertamu, sekalian bertanya apakah ada penginapan untuk kita beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan, ayo masuk" ajak Erlangga.

"Permisi" ucap Arin sedikit kencang.

Rumah yang lumayan bagus itu sepertinya memang sengaja pintunya dibiarkan terbuka agar orang-orang mudah untuk masuk kedalam.

"Permisi, apa disini ada orang?" tambah Nayla juga. Tapi tidak ada sahutan dari orang yang memiliki rumah itu.

"Sepertinya tidak ada orang lebih baik kita cari tempat lain saja" usul Nayla. 

Baru saja mereka di tempat akan melangkahkan kaki mereka masing-masing, suara seorang laki-laki paruh baya membuat mereka berempat  kembali menoleh.

"Ada yang bisa saya batu?" tanya laki-laki itu, saat melihat di rumahnya kedatangan tamu.

"Bapak dari mana saja?, dari tadi dipanggil juga" bukannya menjawab Arin malah kembali melontarkan pertanyaan pada laki-laki paruh baya ini.

"Ah, maaf nona tadi saya habis makan dulu" jawabnya sopan. "Jadi bagaimana apa yang bisa saya bantu?" ulang bapak-bapak itu lagi.

"Jadi begini pak, kami disini sedang mencari  penginapan, mungkin saja di rumah bapak ada kamar yang disewakan?" tutur Erlangga sopan.

"Kalian butuh berapa kamar?" tanya bapak itu lagi.

"Dua" sahut Arin cepat.

"Tiga saja" ucap Nayla.

"Kalau begitu tolong berikan ktp kalian untuk mengisi pendaftaran terlebih dahulu" 

Mereka berempat mengeluarkan ktp mereka masing-masing, sesuai yang diucapkan bapak-bapak tadi.

"Kami harus memanggil bapak dengan sebutan apa?" tanya Nayla, di sela-sela pendaftaran. "Panggil saja saya Datuk" sahutnya tanpa melihat ke arah Nayla, karena masih fokus pada kegiatannya.

"Baiklah datu" sahut Nayla.

"Ini sudah selesai, sekarang kalian boleh beristirahat pasti kalian sudah sangat lelah untuk sampai ke tempat ini" ucap Datu sambil memberikan kunci kamar mereka masing-masing.

"Satu lagi, ini bawa untuk kalian" ucap Datu lagi sambil memberikan satu topeng pada mereka masing-masing.

"Ini apa?" tanya Nayla dan Arin secara bersama, karena penasaran

"Ha, itu hanya hadia saja dari rumah inap ini, karena kalian sudah mau mampir kesini" jawab Datuk sambil tersenyum pada mereka.

"Kalau begitu terima kasih datuk, kami ke kamar dulu" pamit Erlangga sopan.

Sepertinya Dika sedang sariawan tumben sekali dia hanya dia sama kali ini, tidak seperti biasanya selalu cerewet. 

"Er, kamu tadi lihat nggak orang-orang kampung tadi kenapa pada ngeliatin kita ngeri gitu sih" adu Nayla pada Erlangga.

Keduanya sedang menuju kamar mereka yang kebetulan sekali berhadapan, entah kenapa Erlangga dan Nayla selalu mendapatkan kamar yang  berdekatan, mungkinkan sudah ditakdirkan atau bagaimana?.

"Mungkin mereka tidak biasa melihat

orang asing di desa mereka Nay" sahut Erlangga sambil tersenyum. 

"Ada benarnya juga apa yang dikatakan Erlangga" batin Nayla.

"Kalau begitu aku masuk duluan Er, selamat istirahat" ucap Nayla.

Saat pertama kali masuk ke dalam kamar yang Nayla dapatkan, entah bau harum apa yang begitu menusuk masuk kedalam indra penciumannya.

"Harum apa ini" gumun Nayla.

Baru saja melangkah satu langkah lagi Nayla, kini mencium bau busuk yang masuk ke dalam indra penciumannya.

"Bau busuk apalagi ini" batin Nayla.

Dia terus mencari bau busuk dan wangi yang baru saja masuk ke dalam indra penciumannya. Bagaimana bisa dua bau busuk dan harum bisa masuk secara bersama ke dalam hidungnya.

Semakin Nayla mendekat di kaca jendela kamar itu, bau busuk dan harum itu semakin tercium jelas. 

"Ada apa di luar" kepo Nayla. "Dan kenapa di dekat kaca ini baunya semakin tercium" ucap Nayla lagi.

Daripada penasaran Nayla langsung membuka kaca jendela kamarnya, sialnya jendela itu tidak bisa dibuka lebar-lebar, Nayla hanya melihat ada taman bunga disana yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

"Aneh bunga apa apa itu" pikir Nayla sambil kembali menutup jendela kamarnya.

Yang tidak Nayla lihat di sebelah bunga tadi ada sesuatu yang sangat mengerikan, sedang menatap kearah kamar Nayla, dengan tatapan penuh Arti.

Merasa badannya sudah terlalu lengket Nayla segera membersihkan dirinya agar kembali segar, sepertinya jika dihitung-hitung dia dan yang lainnya sudah beberapa hari tidak menyentuh air. 

1
Desi Lestari
bingung cerita nya
Lilis Nur Lilis
😖😖😖😍😍
Ilmara
1
Ilmara
siapa nama nada
Ilmara
tidak terlalu mahal
Embun pagi
Curiga sama Erlangga saya
Embun pagi
udah and aja kak
Evi Yanti
udah tamat beneran kak?
Evi Yanti
Ada apa, Nay?
Embun pagi
Horo kak
Anak orang
lanjut kak, semangat
Evi Yanti
lanjut kak, masih penasaran
Anak orang
lanjut kak
Anak orang
merinding
Anak orang
lanjut
Anak orang
mengajaknya
Evi Yanti
kasihan roi
Ilmara
nayla
Ilmara
dua hari full
Ilmara
seorang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!