Hai readers aku lagi nyoba nulis nih, kalo ada kesamaan tolong dimaklumi ya🤗
Menceritakan seorang wanita bernama Linlin yang memiliki sifat dingin, kejam dan cerdas. Ia sering membantu berbagai organisasi untuk menyelesaikan masalah mereka. Namun suatu pengkhianatan membuatnya kehilangan nyawanya.
Tapi LinLin tak meninggal malah masuk ke dalam tubuh seseorang yang terkenal lemah bernama Mei Lin, seorang putri kekaisaran Ming. Kehiduapan disana sangat menyebalkan bagi Linlin karena harus bertemu orang-orang yang tamak, sombong dan penuh kelicikan.
Yang semakin membuatnya bingung adalah saat Linlin mendapati kebenaran bahwa dirinya adalah reinkarnasi dari seorang dewi penguasa.
Namun sebelum kembali ke dunia atas Linlin harus menemukan spirit beast yinyang nya untuk membuka segel ilahinya dan juga ia harus membalaskan dendam Mei Lin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melyns, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
Pertandingan pun berlanjut dengan kaisar Huan Zi melawan Xu Lanling. Pertarungan selesai dengan cepat karena kaisar Huan Zi lebih unggul dari Xu Lanling membuat kaisar Huan Zi keluar sebagai pemenang dari kelompok pria.
Kini giliran Sian Xi yang akan melawan Mei Lin. Semua orang tidak sabar melihat siapakah diantara kedua wanita itu yang akan keluar sebagai pemenangnya.
"Lihatlah akan aku tunjukan siapa kau yang sebenarnya dihadapan semua orang, kau hanyalah putri lemah yang selamanya akan tetap menjadi putri sampah" ucap Sian Xi dengan sombong.
"Kita lihat saja siapa yang akan menjadi putri sampah" jawab Mei Lin santai.
Sian Xi Langsung menyerang Mei Lin tanpa ampun, dia mengayunkan pedangnya dengan sangat bringas namun Mei Lin hanya menghindari tanpa perlawanan balik.
"Jangan terlalu bersemangat anak selir nanti kau akan kelelahan" ejek Mei Lin yang memancing emosi Sian Xi.
"Jika saja pertandingan ini di perbolehkan untuk membunuh, sudah kupastikan kau akan mati ditanganku" ucap Sian Xi penuh amarah.
"Sayangnya kau tak bisa membunuhku" jawab Mei Lin dengan senyum mengejek.
"Aku memang tidak bisa membunuhmu tapi aku akan membuatmu cacat seumur hidupmu putri sialan" ucap Sian Xi dengan terus menyerang Mei Lin dan kali ini dia menyerang dengan kekuatan kultivasinya.
Whus,,whuss,,whuss Sian Xi terus mengeluarkan kekuatannya namun anehnya tak ada satupun serangannya yang mengenai Mei Lin.
"Lux keluarlah lukai wanita sialan itu keluarkan racun berbisamu untuk membuat wajahnya hancur" ucap Sian Xi memanggil spirit beastnya.
Lux spirit beast milik Sian Xi yang berupa seekor ular besar pun keluar namun saat menatap siapa lawannya, ular itu terdiam.
"Ikutilah kemauan tuanmu, serang aku dan aku tidak akan menyakitimu" ucap Mei Lin kepada ular itu dengan menggunakan telepati.
"Baik yang mulia" jawab ular itu juga menggunakan telepati yang hanya dapat di dengar oleh mereka berdua.
Setelah berbicara melalui telepati, ular itu mulai menyerang Mei Lin dengan menyemburkan bisanya dan lagi-lagi Mei Lin dengan mudahnya dapat menghindar dari serangan bisa itu, hingga akhirnya dengan satu pukulan ular itu terkulai di tanah.
Sian Xi yang melihat spirit beastnya kalah menjadi semakin marah, dengan dikuasai amarahnya Sian Xi berlari dengan menghunus pedangnya ke arah Mei Lin dan itu membuat semua orang berteriak tak terkecuali Xu Lanling yang khawatir dengan keselamatan adiknya.
"Lin'er awaaasssssss" teriak Xu Lanling dari kejauhan dan berusaha lari ke arah adiknya.
Sedangkan Mei Lin sudah menyadari akan serangan Sian Xi hanya berdiri dengan santai menunggu kedatangan Sian Xi kearahnya dan tepat ujung pedang Sian Xi akan mengenai tubuhnya, Mei Lin langsung melompat dengan begitu indah dan berdiri tepat di belakang Sian Xi.
Sian Xi yang baru tersadar dari keterkejutannya lalu berbalik ke belakang dan bugh pukulan dari Mei Lin langsung membuat Sian Xi terpental tersungkur ditanah dengan darah keluar dari mulutnya.
Selir Guan berteriak histeris melihat putrinya tersungkur tak berdaya dengan darah dimulutnya, begitupun dengan Bian Xi yang langsung berlari kearah Sian Xi.
"Sian'er sadarlah" ucap Bian Xi.
"Ge-ge" ucap Sian Xi kemudian pingsan.
Melihat adiknya tak berdaya membuat Bian Xi terbakar emosi dan menatap Mei Lin tajam.
"Apa yang sudah kau lakukan kepada adik ku hah, apa kau berusaha membunuhnya !!!!"marah Bian Xi.
"Bukannya adikmu lah yang terlebih dulu menghunuskan pedangnya kepadaku, jadi siapa yang ingin membunuh" jawab Mei Lin santai.
"KAU, kau putri sialan beraninya kau melukai putriku" teriak selir Gaun Xi yang baru sampai di samping kedua anaknya.
"Aku hanya melukainya tidak membunuhnya bukan dan dalam peraturan pertandingan itu diperbolehkan, tapi tadi putri Sian Xi lah yang berusaha membunuhku, itupun terlihat jelas oleh semua orang hingga mereka berteriak tadi, jadi apa yang salah denganku dan kenapa kalian begitu marah sedangkan kerajaan lain yang melihat pangeran atau putrinya terluka dalam pertandingan ini biasa saja tapi kalian bahkan berani membentak dan menghinaku hanya karena aku melukai putri Sian Xi yang berusaha membunuhku" jawab Mei Lin yang sengaja menarik perhatian semua orang yang ada disana.
Semua orang mulai berbisik membicarakan perilaku selir Guan Xi dan Bian Xi yang berani berteriak dan menghina putri pertama Ming padahal sudah terlihat jelas bahwa tadi Sian Xi lah yang berusaha membunuh Mei Lin.
Selir Guan Xi dan Bian Xi melihat sekelilingnya, mereka baru menyadari apa yang telah terjadi, Mei Lin memang sengaja mempermainkan perasaan mereka agar mereka marah dan menghina Mei Lin di hadapan semua orang kemudian Mei Lin mempermalukan mereka dengan berpura-pura sedih.
Sedangkan kaisar yang melihat itu semua mengepalkan tangannya menahan segala amarahnya, karena ia tidak bisa membela selir dan kedua anaknya di hadapan semua orang yang jelas-jelas melihat kecurangan Sian Xi tadi.
"Kurang ajar dia mempermainkan kita ibu" ucap Bian Xi pelan.
"Dia memang putri sialan, lihatlah aku akan membalas perlakuannya ini nanti" ucap selir Guan Xi menahan marah sambil menyuruh Bian Xi untuk membawa Sian Xi keluar dari arena pertandingan dan kembali ke kediamannya untuk diobati tabib.
Setelah kepergian mereka bertiga, kini telah diumumkan pemenang dari pertandingan ini adalah kaisar Huan Zi dari kelompok pria dan Mei Lin dari kelompok wanita.