NovelToon NovelToon
Time Travel Fotografer Tengil

Time Travel Fotografer Tengil

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Time Travel / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Xu Qinqin adalah fotografer abad ke-21 yang terkenal dengan foto-fotonya yang fantastis. Ia dikenal karena citranya yang nakal namun terampil, terkadang membuat modelnya merasa kesal sekaligus terkesan dengan tingkah lakunya.

Tak disangka, setelah tanpa sengaja memotret pria aneh yang mengenakan jubah kuno, Ia justru terlempar ke tubuh istri dari Jenderal Perang tertinggi di Kekaisaran.

Istri yang tidak disentuh suami nya , disakiti oleh ibu sang jenderal , dan dinggap sampah.

"Ck , gini doang ga becus banget! Pelayan macam apa kau!" Sungut Xu Qinqin dengan berkacak pinggang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8 : Kunci Gudang Bahan Makan

​Malam semakin larut di Kediaman Jenderal Wu. Semua orang yang ribut telah dibubarkan, termasuk ibu mertua nya yang kini tengah gigit jari setelah tak berhasil mengusir Qinqin dari Paviliun Anggrek.

Paviliun Anggrek kini diselimuti kesunyian yang menyergap. Xue, sang pelayan setia, sibuk menyalakan beberapa lilin aromaterapi yang ditemukannya di sudut ruangan untuk mengusir sisa bau dupa yang menyesakkan.

​Qinqin duduk di tepi ranjang beralas sutra yang sangat halus. Jemarinya menyentuh permukaan kain itu, merasakan kemewahan yang selama ini hanya bisa diimpikan oleh pemilik tubuh aslinya. Meskipun fisiknya lelah setelah jiwanya seolah dikocok dalam pusaran mantra, otaknya justru berputar kencang.

​"Nona, apakah Anda merasa tidak enak badan?" tanya Xue cemas, memperhatikan majikannya yang terus terdiam menatap bayangannya di cermin perunggu.

​"Aku merasa sangat baik, Xue. Sangat, sangat baik," sahut Qinqin dengan senyum misterius. Ia berdiri dan berjalan menuju jendela, menatap rembulan yang menggantung di langit Gozuang. "Hanya saja, aku sadar satu hal. Menjadi istri Jenderal itu tidak cukup hanya dengan punya paviliun bagus. Aku butuh kekuasaan. Kekuasaan yang membuat ibu mertuaku itu setidaknya berhenti berteriak seperti burung gagak."

​Xue menunduk dalam, tidak berani menyahut. Baginya, Nona Mudanya yang sekarang jauh lebih menakutkan sekaligus mengagumkan daripada hantu mana pun.

​Keesokan paginya, sebelum fajar benar-benar menyingsing, Qinqin sudah bangun. Ia memerintahkan Xue untuk menyiapkan pakaian terbaik yang tersisa di lemari mereka, sebuah gaun berwarna biru langit dengan sulaman benang perak di bagian kerah.

​"Xue, bawakan aku kunci gudang penyimpanan bahan makanan," perintah Qinqin sambil merapikan rambutnya yang panjang.

​"T-tapi Nona, kunci itu dipegang oleh Bibi Liu, tangan kanan Nyonya Besar," jawab Xue ragu.

​Qinqin hanya menaikkan satu alisnya. "Maka kita akan mengambilnya dari Bibi Liu."

​Tanpa menunggu balasan, Qinqin melangkah keluar paviliun dengan gaya angkuh yang natural. Ia tidak lagi menunduk saat berpapasan dengan pelayan lain. Sebaliknya, ia berjalan dengan dagu terangkat, membuat para pelayan yang sedang menyapu halaman terpaksa menyingkir dan memberi jalan.

​Di depan pintu dapur utama, ia bertemu dengan Bibi Liu, seorang wanita paruh baya bermata tajam yang terkenal kejam terhadap para pelayan rendahan.

​"Oh, lihat siapa yang datang. Nyonya Muda yang baru saja 'dibersihkan' jiwanya," sindir Bibi Liu sambil menyilangkan tangan di dada. "Ada urusan apa Anda ke dapur sepagi ini? Bukankah Nyonya Besar sudah memerintahkan agar Anda tetap di paviliun?"

​Qinqin tidak membalas sindiran itu. Ia justru mendekat, memperpendek jarak hingga Bibi Liu merasa terintimidasi oleh tatapan tajam Qinqin.

​"Berikan kunci gudang itu padaku," ucap Qinqin pendek, nada suaranya setenang air namun sedingin es di puncak gunung.

​Bibi Liu tertawa mengejek. "Memberikan kunci pada Anda? Jangan mimpi. Ini adalah perintah Nyo—"

​PLAK!

​Satu tamparan keras mendarat di pipi Bibi Liu. Suasana dapur seketika hening. Para pelayan yang sedang memotong sayur menjatuhkan pisau mereka karena terkejut.

​Qinqin mengibas tangannya seolah baru saja menyentuh kotoran. "Namaku adalah Xu Qinqin, istri sah Jenderal Wu Lian. Secara hukum di Kekaisaran ini, aku adalah nyonya rumah yang berdaulat atas dapur dan urusan dalam kediaman ini. Kau hanyalah seorang pelayan. Berani sekali kau membantah perintahku?"

​Bibi Liu memegangi pipinya yang memerah, matanya bergetar antara marah dan takut. "Kau, Kau akan menyesal! Nyonya Besar akan—"

​"Suamiku semalam sudah mengatakan di depan semua orang untuk memberikan apa pun yang kuminta," potong Qinqin dengan senyum kemenangan. "Sekarang, berikan kuncinya sebelum aku memerintahkan pengawal untuk memotong tanganmu karena tindakan pembangkangan."

​Dengan tangan gemetar, Bibi Liu menyerahkan serenteng kunci perak. Qinqin menyambarnya dengan kasar.

​"Pintar," puji Qinqin dingin. Ia menoleh pada Xue yang masih mematung di belakangnya. "Xue, panggil semua pelayan dapur. Mulai hari ini, aku yang akan mengatur menu dan pengeluaran kediaman ini. Jika ada yang tidak suka, silakan berkemas dan keluar dari gerbang kediaman Wu sekarang juga."

​Dari kejauhan, di lantai atas paviliun utama, Wu Lian berdiri memperhatikan adegan di depan dapur tersebut. Matanya menyipit, memperhatikan bagaimana istrinya yang dulu "sampah" kini sedang melakukan kudeta kecil di rumahnya sendiri.

​"Jenderal, perlukah hamba menghentikannya?" tanya Huo Lu yang berdiri di belakangnya.

​Wu Lian terdiam sejenak, membiarkan angin pagi menerpa wajahnya. "Tidak. Biarkan dia bermain. Aku ingin tahu sejauh mana 'jiwa murni' yang dikatakan Guru Han itu bisa merombak tempat membosankan ini."

​Namun, senyum tipis di bibir Wu Lian menghilang saat ia melihat seorang pria asing dengan pakaian serba hitam menyelinap di balik tembok belakang kediaman, mengintai setiap gerak-gerik Qinqin dengan belati di tangan.

***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih❤️

1
Ai
bagus Qinqin aku suka kecerdasan yg dibalut kelicikan.. pintar itu namanya 🤣
Ai
ayo Qinqin belanja yg banyak kuras hbs uang suamimu🤣
Ai
jenderal dingin akhirnya mencair juga🤣
Mineaa
waaahhh......mertua dajal.....
semoga tuh rencana mertua gagal total.....
😡
ANWi: amin...
total 1 replies
sahabat pena
di apapun tuh mak nya?
ANWi: diapain yaa...
total 1 replies
sasa adzka
di kasih pedang ya thor, biar si ibu mingkem itu mulut🤣🤣🤣🤣
aku menunggu kelanjutan nya thor😍😍
ANWi: pengen nya sih gitu....
total 1 replies
Mineaa
itu si ibu di apain sama jendral es ya.....😁
sasa adzka
aku suka gaya nya Qin Qin... lebih Badas lagi thor MC nya.. lagian kan zaman kuno.. yg hebat d segani... yg lemah mati.. hukum rimba main d sini... bebas Qinqin😍😍😍
semangat up trus thor😍
sasa adzka
eh ada ruang gak neh atau dimensi..
sasa adzka
ninggalin jejak aku...
bar bar gak ya ne MC nya.. suka kali klo dia bisa war😂😂😂😂
azka aldric Pratama
hadir
sahabat pena
waduh Ibu tiri nya kabur ya? siapa yg nolongin? lanjut kak
Ai
jenderal masih gengsi mengakui perasaannya pada Qinqin
Ai
bagus sesuai karakter Qinqin yg sembarangan 🤣
ANWi: wkww bener kak~❤️
total 1 replies
Nurhayati Nurhayati
lanjut thor seruu 🤣
ANWi: siap kak ~❤️
total 1 replies
Ai
suami istri yg kompak🤣🤣🤣
ANWi: hehe bener bgt kak
total 1 replies
Ai
udah gak sabar liat Qinqin ketemu ibu tirinya.. seru ini pasti
Ai
Qinqin mantap.. hajar ibu tirimu qin
sahabat pena
kerjasama yg baik dgn jendral. seperti nya jendral sdh luluh nih. sama istri nya🤣🤣🤣🤣lanjut kak
ANWi: siap kak...❤️
total 1 replies
Mineaa
kereeeeennn.....💪
ANWi: makasi sudah rate 5 kak mineaa~
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!