NovelToon NovelToon
Ambang Batas

Ambang Batas

Status: tamat
Genre:Saudara palsu / Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Moena Elsa

Siang itu Berlian berniat pulang kerja lebih awal, dengan tujuan untuk memberi kejutan pada sang suami. Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke tujuh.
Tapi kenyataan kadang tak sesuai ekspektasi. Niat awal ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang terkejut.
Berlian mendapati sang suami asyik berbagi peluh dengan adik di ranjang miliknya.
Kedua kakinya tak mampu lagi menopang badan, hatinya luruh lantak melihat kenyataan di depan mata.
"Sayang, ini tak seperti yang kamu lihat," alibi laki-laki yang menjadi suami Berlian.

Akankah Berlian tegar menghadapi atau malah hancur meratapi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gerak Cepat

Saat yang lain hendak beranjak karena rapat ditunda, datanglah Ricky dengan tergopoh.

"Maaf .. Maaf ... Saya terlambat," ucapnya tanpa rasa bersalah.

Berlian menatap tajam Ricky yang merupakan kepala bagian keuangan. Tatapan Berlian seakan menguliti Ricky sampai ke bagian terdalam, sementara yang lain berusaha menahan tawa.

Ricky naik pitam, "Kenapa ketawa? Ada yang lucu?" kata Ricky emosi.

"Kalau mau menghadap atasan, perbaiki dulu penampilan anda tuan," bilang Maura, barulah Ricky mengamati dirinya sendiri.

"Oh, maaf...," Ricky mendapati kancing celana yang belum dinaikkan.

'Begini modelan staf ayahku. Gimana perusahaan mau maju?' batin Berlian.

"Karena anda sudah hadir, silahkan presentasikan laporan bagian keuangan tuan Ricky," sambung Maura.

"Saya?" Ricky menunjuk dirinya sendiri.

"Betul. Anda yang mempunyai kesempatan pertama tuan," lanjut Maura sopan.

Ricky maju dengan gugup. Mungkin belum ada persiapan karena semua serba mendadak.

"Makasih tuan Ricky," ucap Berlian saat Ricky menutup laporannya.

"Menurut anda semua yang hadir di sini, bisa paham presentasi barusan?"' tanya Berlian serius.

Semua diam.

"Anda-anda yang bekerja lama di sini saja tak paham, apalagi dengan saya. Saya minta benahi semua laporan. Besok pagi sudah ada di meja saya tanpa terkecuali," tandas Berlian.

Berlian meninggalkan ruang rapat diikuti Maura.

"Bos sok pintar. Laporan yang aku buat sudah jelas begini, masih tak paham. Tuan Adrian aja tak pernah komplain," gerutu Ricky.

"Kalau tak mau merubah, siap-siap aja besok direshuffle," kata Maya kepala bagian pemasaran.

"Belagu banget jadi bos. Bisa jadi direktur pasti hasil ngerayu tuan Dominic," olok Ricky.

"Hati-hati bicara, tembok pun bisa melihat dan mendengar sekarang," Maya mengingatkan.

Ricky tertawa.

"Jangan sebut nama Ricky kalau tak bisa bawa direktur baru itu ke ranjang," katanya.

"Terserah anda deh," balas Maya.

"Darimana barusan? Sampai lupa kencengin ikat pinggang?" telisik Maya.

"Kepo," Ricky terkekeh.

Sepak terjang Ricky yang suka main perempuan sudah jadi rahasia umum. Terutama karyawan baru, banyak yang menjadi korban Ricky.

.

Berlian duduk di kursi kebesarannya.

"Tahu sesuatu?" telisik Berlian saat Maura ikutan duduk di sofa ruang kerja Berlian.

"Akan ku selidiki," ucap serius Maura.

"Untuk makan siang, mau apa?" tanya Maura.

"Aku ikut kamu deh. Pesen online aja, males keluar," bilang Berlian.

"Oke, aku balik," Maura beranjak pergi ke ruang kerjanya, yang bahkan dari pagi belum ditempati.

Berlian menatap serius layar monitor sepeninggal Maura.

Helaan nafas panjang terdengar dari bibir Berlian.

"Gimana tak rugi, perusahaan kok minus dimana-mana?" Berlian menepuk jidatnya sendiri.

"Apa ini laporan yang disampaikan Ricky tadi?" gumam Berlian kala menemukan folder laporan.

Berlian meneliti angka demi angka yang tertera di sana.

"Alur kas masuk keluar amat kacau," Berlian dengan mimik serius.

"Hhmmmm, sebaiknya urusan internal aku perbaiki dulu," Berlian menemukan solusi.

.

Maura balik ke ruang kerja Berlian, membawa makan siang untuk mereka berdua.

"Temani aku makan," pinta Berlian.

"Oke, tapi jangan sering-sering. Sesekali aku ingin makan di kantin perusahaan, membaur dengan karyawan lain," bilang Maura.

"Sepertinya ide bagus," balas Berlian dengan senyuman.

"Kamu mau ikut makan di kantin?" tanya Maura memastikan.

"Tentu saja," ucap Berlian yakin

"Kirain setelah jadi bos, kamu akan seperti tuan Dom. Tak terjangkau oleh karyawan," ungkap Maura.

Berlian tertawa, "Kamu lupa? Aku juga karyawan nya Dominic Alexander," sambut Berlian.

Maura ikutan tertawa.

"Ada yang lucu?" Dominic duduk di tengah keduanya.

"Astaga naga," reflek Maura mengelus dada. Berlian pun kaget.

"Anda sudah ke sini lagi? Bukannya anda rapat dengan perusahaan W? " tanya Berlian.

"Kenapa? Tak boleh?" Dominic menyuap makanan yang barusan dimakan oleh Berlian.

"Saya pesankan lagi saja tuan," Berlian menggeser makanan menjauhi Dominic.

"Enak kok. Pelit amat," Dominic menarik kotak makanan yang digeser Berlian.

Maura dan asisten Brian hanya bisa saling tatap melihat ke uwu an big bos. Berlian merasa tak enak. Sementara Dominic tetap melanjutkan makan.

Kruk.... Kruk.... Berlian memegang perutnya. Malunya tak ketulungan.

"Kamu lapar? Mau ku suapin?" Dominic menyodorkan sesuap ke arah Berlian. Sengaja menggoda.

Blussss... Ada yang pipinya merona tuh.

"Anda sehat?" Berlian merasa aneh dengan tingkah sang bos seharian ini.

"Sehat banget," ucap Dominic tetap mengunyah makanan yang ada di mulut.

Berlian menatap asisten Brian menuntut penjelasan, sementara Brian hanya mengedikkan bahu tanda tak tahu.

"Brian, order kan lagi. Ada yang laper tuh," suruh Dominic.

"Siap tuan," asisten Brian membuka aplikasi di ponsel.

Maura ikutan menunda makan, menunggu yang lain.

Dominic menyilangkan kaki setelah acara makannya selesai.

"Ingat, masa iddah," celetuk Brian membuat semua menoleh ke arahnya.

"Ampun bos, hanya mengingatkan," seru Brian sambil mengacungkan dua jari membentuk huruf 'v'.

Tok... Tok....

Terdengar ketukan pintu.

"Masuk" suruh Berlian.

"Nyonya, ada yang mengacau di lobi," beritahu sekretaris Berlian.

"Apa di sini kekurangan tenaga satpam, hingga hal begini saja musti ke meja direktur?" hardik Dominic.

"Maaf tuan," sekretaris tak berani menatap Dominic.

"Siapa?" Berlian menengahi.

"Tuan Adrian dan Tuan Arya, nyonya," ucap sekretaris tetap menunduk.

"Haisss... Mereka lagi," tanggap Dominic kesal.

"Saya turun dulu tuan Dom," Berlian beranjak dan Maura akan ikut serta.

Dominic mengiyakan.

Teriakan tuan Adrian dan Arya terdengar saat Berlian dan Maura keluar lift.

Saat ini Berlian berhadapan langsung dengan ayah dan mantan suami.

"Ternyata benar dugaanku. Ada niat terselubung dalam jual beli perusahaan Wijaya," seru tuan Adrian.

Berlian heran, berita dia jadi pimpinan perusahaan Wijaya cepat sekali menyebar.

"Ada yang salah Yah?" tanggap Berlian.

"Itu namanya penipuan," tukas Arya menyela.

"Penipuan?" tanggap Berlian tak percaya jika ayah dan mantan suaminya beranggapan seperti itu.

"Benar, nyatanya saat ini kamu yang pimpin perusahaan Wijaya," respon Arya.

"Kalian pasti memanfaatkan kelengahan kami. Dari awal kamu pasti ada niatan merebut perusahaan ini," imbuh tuan Adrian.

"Hah? Apa aku tak salah dengar? Harusnya kalian bersyukur masih ada yang mau membeli perusahaan yang hancur ini," kata Berlian datar. Pakai emosi bikin capek fisik dan mental.

"Atau uang kalian hasil jual perusahaan ibuku sudah habis? Hingga nekad mengacau ke sini," ucapan Berlian membuat tuan Adrian emosi.

Tuan Adrian mendekati Berlian.

"Tutup mulutmu" serunya.

"Ayah, tuan Dominic lah pemilik sah perusahaan Wijaya sekarang. Ayah sendiri yang tanda tangan bukan?" tutur Berlian halus untuk menghormati orang tua di depannya ini.

"Anda berdua ke sini dalam rangka apa?" Maura menyela.

"Kecewa? Karena Berlian yang dipercaya memegang perusahaan ini?" lanjut Maura.

"Anda berdua memang naif. Tidak suka melihat orang lain sukses. Iri dengki kok dipelihara," ejek Maura.

"Kau....!" tunjuk Arya dengan tatapan marah.

"Kenapa? Tak terima?" tantang Maura. Arya mendekati Maura, tapi ekor mata Berlian memberi kode pada security untuk mencekal Arya dan tuan Adrian.

"Pergilah, sebelum kalian diusir paksa," kata Berlian sopan.

"Oh ya Arya, urus aja perusahaan kamu. Ntar kalau merugi bilang ke kami, biar tuan Dominic selesaikan," kata Berlian mengejek. Berlian balik kanan diikuti Maura

Arya mengepalkan tangan erat.

Tuan Adrian dan Arya hendak diseret oleh security.

"Lepas! Kami bisa pergi sendiri," keduanya meninggalkan perusahaan dengan rasa kesal yang luar biasa.

.

Di ruangan Berlian

"Berlian Putri Wiranata, lusa siapkan dirimu. Ikut kita rapat dengan perusahaan W," bilang Dominic.

"Hah?" padahal Berlian sudah ada agenda sendiri.

Dominic pergi tak menunggu jawaban dari Berlian.

1
Dewa Dewi
dasar bapak engga punya otak, engga tau diri🤬🤬
Ande Pesik
Bagus ceritanya, bahasanya jg enak
ken darsihk
Bonchap nya gantung yak
Khan keluarga nya Adrian baru bebas berikut si Intan
ken darsihk
Eehhh ada bonchap nya
ken darsihk
Nanti mampir thor
ken darsihk
Akhir nya sampai juga di bab ini
Terimakasih author 🌹🌹🌹
ken darsihk
Pasti si William dan Kinara bersaudara , mangka nya mamah William melarang dengan keras jangan sampai mereka pacaran 🤣🤣🤣😠😠😠
ken darsihk
Weh pe de sekaleee kamu William 🤣🤣🤣
ken darsihk
Penasaran William
ken darsihk
Apa pasal nya koq xi William ujug2 jadi musuh nya Dominic
ken darsihk
Kinara percaya diri se x bahwa perusahaan mu akan pulih kmbali
Lho dalam kehancuran Kinara , orang kepercayaan mu sdh tertangkap 🤣🤣🤣
ken darsihk
Beruntung nya Berlian dan baby kembar nya terselamat kan
ken darsihk
Kapokkk lo kapan Intan , masih sajah berniat ingin mencelakai Berlian dasar perempuan stresss 🤣🤣🤣
ken darsihk
siapa yng menyabotase makanan yng di konsumsi Berlian yak
apa itu Intan atau Arya dan Kinara
Lala lala
Main syah aja..wali nikahnya siapa dl hrs diceritakan...harus wali hakim..
kan anak diluar nikah...detail kecil tp perlu bagi pembaca 🙏🤭
Lala lala
Lah..ada mas idah jd dia muslimah.
dulu gg nikahin arya sm barlian siapa..klk bapaknya si adrian adl org lain..mana syah nikahnya. hrs jelas diceritakan dl nikah wali hakim kah dgn alasan sebaik mgkin spy barlian tdk tau dia ayah tiri..kan dia br tau ayahnya bkn ayah kandung
ken darsihk
Ooh ternyata wanita misterius itu si napi yang kabur si Intan , nekat itu orang mendekati Dom dan Berlian 😠😠😠
Lala lala
main tampar, koq diem. lapor dong
echa purin
👍👍
ken darsihk
Lha iya ya lupa sama keberadaan napi kabur si Intan , kirain dia sdh tobat dan menjadi manusia berguna
Nyata nya di Intan masih menjadi manusia brengsekkk 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!