NovelToon NovelToon
Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai / Fantasi Wanita / Time Travel / Reinkarnasi
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Azalea Rhododendron

Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'

Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.

Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 : Klinik Lorian & Lorie

...Happy Reading^^...

...💮...

Kereta kuda kami akhirnya sampai ke depan Pelabuhan tanpa terkendala apapun.

"Sebentar lagi kita akan segera sampai ke Pelabuhan," ucap Papa.

Aku yang menatap ke arah jendela kereta kuda, di sana terlihat pemandangan laut yang sangat luas di sana.

Airnya jernih bening, lalu ada burung-burung terbang di atas langit biru itu dengan bebas.

Aku seperti melihat surga yang penuh keindahan.

"Setelah sekian lama, akhirnya kita ke sini juga. Bersama-sama!" ucapan Papa membuatku menoleh padanya begitu juga Mama dan Kak Asher.

"Setelah sekian lama?" aku padahal bertanya, tapi kenapa mereka malah tertawa.

Lalu Kak Asher berhenti tertawa.

Dia menekuk jari telunjuk kanannya ke bawah lalu ditempelkan ke bawah dagunya. "Iya ya, setelah sekian lama. Kapan terakhir kali kita kemari ya? Beberapa tahun yang lalu seperti?"

"Iya karena Azalea menolak untuk satu kereta kuda dengan kita dulu," ucapan Mama membuatku terheran-heran.

Kenapa Azalea dulu tidak mau satu kereta kuda dengan orangtuanya sendiri? Apa mereka bertengkar hebat?

"Kenapa aku menolak satu kereta dengan Papa dan Mama?" mereka bertiga menatapku. Tapi yang menjawab adalah kak Asher yang duduk bersebrangan denganku.

"Itu karena kamu mau bertingkah layaknya perempuan dewasa, adik! Harusnya kamu bertingkah seperti usia kamu saja. Jangan bertingkah sok dewasa seperti kemarin!" aku menatap kak Asher yang mata hijaunya fokus padaku.

"Asher!" Papa yang duduk di samping Kak Asher memberikan peringatan pada kak Asher.

"Maaf Aza,"

Lalu Mama mengalihkan suasana dengan memegang kedua tanganku dan membawanya ke atas pangkuannya. "Tapi sekarang Mama senang kamu sudah berubah. Ya, walau kamu harus kehilangan ingatamu sayangku. Tapi Mama senang kamu kembali mau dimanja oleh kami lagi. Mama mohon ya, jangan berubah sedikit pun!" aku tidak tega melihat mata kuning cantik itu berkaca-kaca. Jadi aku menganggukkan kepalaku sambil tersenyum untuk menenangkannya sekaligus kedua pria berbeda usia di depan kami.

"Azalea janji bahwa Azalea tidak akan pernah berubah. Untuk Mama, untuk Papa, untuk Kak Asher dan untuk diriku sendiri."

"Mama seneng mendengarnya!" lalu kami tertawa bersama.

Dan kami merasakan kereta kuda berhenti.

...💮...

Aku memandangi sekitar yang cukup ramai, banyak orang berlalu lalang di sekitarnya. Aku melihat Mama dibantu turun oleh Asher dari kereta kuda.

Aku juga melihat sekitar kami, beberapa orang melirik bahkan berhenti berjalan untuk memandangi kami. Sebenarnya aku agak tidak nyaman menjadi pusat perhatian, tapi untung saja ada para prajurit yang berjaga di sekitar kami. Hal itu dilakukan agar tidak ada orang yang bisa mendekati kami.

Aku melihat ke kereta kuda kedua yang berhenti beberapa meter di belakang kereta kuda pertama. Aku memperhatikan di mana Bibi Edel dan gadis kecil yang meminta bantuanku keluar, lalu seorang prajurit dipanggil Bibi Edel untuk menggendong gadis kecil yang tidak sadarkan diri itu.

Setelah itu, Bibi Edel memanggil Mama untuk mendekat padanya. Mama langsung menghampiri Bibi dan mengelus kepalaku saat melewatiku menuju Bibi.

Dapat kulihat mereka tampaknya tengah mengobrol hal yang serius. Setelah itu Bibi Edel pergi sambil menggandeng gadis kecil itu diikuti prajurit yang menggendong gadis kecil yang masih belum sadarkan diri. Lalu Mama berjalan ke arahku.

"Ayo, sayang. Kita temanin Papa dan Asher untuk bersiap melepas para prajurit baru itu bersama kapal dagang kita," Mama memegang tanganku dan ingin membawaku pergi pada Papa dan Kak Asher.

"Ma," Mama berhenti dan bertanya. "Ada apa?"

"Boleh aku menemui Bibi?" aku melihat Mama tampak bingung. "Nanti aku akan menyusul ke sana. Aku hanya ingin melihat keadaan kedua anak kecil itu sebentar saja,"

Mama menghela nafas lelah. "Baiklah, tapi janji kamu harus segera menemui Mama setelah selesai membantu Bibi Edel. Lalu bawa satu prajurit untuk melindungimu," Mama memberikan isyarat untuk salah satu prajurit yang menjaga di belakangku.

"Baiklah, terima kasih Mama!" seruku langsung menunduk pamit lalu berjalan menuju arah di mana Bibi Edel pergi.

"Di mana klinik di dekat pelabuhan ini?" tanyaku pada prajurit yang mengikuti di belakang. Lalu prajurit itu berjalan sedikit di belakangku. "Sebelah sini, Nona Azalea."

...💮...

Aku melihat sebuah bangunan berwarna putih yang cukup besar untuk dijadikan klinik. Tapi apa peduli orang kaya? Lagipula klinik ini adalah klinik yang didirikan salah satu nenek moyang dari keluarga Lorienfield.

Bahkan nama klinik itu saja Klinik Lorian & Lorie kedua nama itu adalah nama dua leluhur Lorienfield.

Aku langsung masuk diikuti prajurit tersebut.

Beberapa perawat yang ada di sana membungkukkan tubuhnya ketika melihatku. Aku berjalan melewati mereka mencari Bibi Edel. Bahkan aku bertanya pada salah satu perawat di sana di mana ruangan Edelweiss Miravale Bibiku. Lalu dia mengantarkanku ke Ruangan yang kucari.

Tok! Tok! Tok!

"Masuk!" seru sebuah suara dari dalam. Jelas sekali itu suara Bibi Edel.

Aku menatap ke prajurit yang berdiri di belakangku. "Kamu tunggu di sini, jaga ruangan ini. Jangan ke mana-mana!"

Prajurit itu menjawab. "Siap!" dan memposisikan dirinya menunggu di salah satu sisi pintu. Setelah itu, aku berjalan masuk ke ruangan.

Aku melihat Bibi tengah mengelap tubuh seorang gadis kecil yang terbaring di atas kasur. Lalu di dekatnya ada dua perempuan sedang menumbuk daun di sebuah wadah kecil.

Tampaknya Bibi telah mengganti pakaian gadis itu, juga rambutnya telah dirapikan. Tapi ke mana kakak dari gadis kecil yang terbaring itu?

"Bibi!" panggilan dariku membuat Bibi Edel menghentikan aktivitasnya dan menoleh padaku.

"Sayang! Kamu ngapain di sini? Bukannya kamu harus ikut orangtua kamu dan Asher untuk acara pelepasan pada prajurit baru bersama kapal dagang?"

Aku berjalan mendekat pada Bibi Edel sambil tersenyum.

"Acaranya masih agak lama, jadi aku izin sama Mama untuk membantu Bibi Edel sebentar. Jadi di sinilah aku!"

"Ouh, sayangku! Terima kasih," jawab Bibi Edel. Bibi Edel memeluk yang berdiri di dekatnya.

Aku mengalihkan tatapanku pada gadis kecil yang terbaring di atas kasur. "Dia masih belum sadarkan diri?" aku menatapnya dengan sendu. Bibi Edel langsung melepaskanku dan menatap gadis kecil itu. "Iya, bahkan Bibi harus memanggil Biarawati lain dari Tempat suci untuk datang kemari," aku menoleh pada Bibi dengan wajah bingung.

"Kenapa harus panggil Biarawati lain?"

"Untuk lebih memberikan pengobatan pada anak ini dan kakaknya. Kedua anak ini adalah penyihir, jadi Biarawati yang biasanya mengobati para penyihirlah yang bisa mengobati anak ini. Karena sihirku kurang bekerja di tubuhnya, karena tubuhnya punya aliran sihir sendiri." penjelasan Bibi Edel membuatku kaget.

Mereka penyihir? Kedua gadis kecil itu?

Aku menoleh pada gadis yang belum sadarkan diri itu, dia mengenakan pakaian rumah sakit berwarna putih dengan rambut yang telah digunting pendek. Dia tampak segar dan rapi daripada saat dia pertama kali dibawa oleh prajurit itu.

Namun, wajahnya itu sangat tidak asing di mataku. Seperti wajah yang aku kenal, tapi aku tidak mengenalnya di mana.

Lalu tentang penyihir?

Sebuah pintu terbuka membuatku menoleh ke samping di mana terlihat seorang gadis yang dari tinggi tubuhnya berusia tiga belas tahun. Dia mengenakan baju putih yang sama dengan gadis yang terbaring ini. Rambutnya basah, tapi tampaknya sudah dipotong pendek untuk dirapikan agar wajahnya bisa terlihat.

Tapi yang membuatku terpaku adalah wajah gadis itu.

Wajah yang membuatku kembali mendapatkan memori dari kehidupan Azalea Lorienfield terdahulu.

"Tidak mungkin." gumamku tanpa sadar.

...💮...

...Bersambung....

...Thanks For Reading My Story^^...

...Dipublikasikan pada tanggal 7 Febuari 2026....

1
Emmastlen95
🤭🙏🙏🙏 story yang terbaiklah 😍💪💪💪 buat saya
Azalea Rhododendron: Terima kasih atas dukungannya Emmastlen95😍 terus menantikan kelanjutan cerita Azalea Lorienfield ya^^
total 1 replies
Emmastlen95
Saya suka story ini 💕💞💓💗♥️🤗😁🙆 jangan lupa upnya 👍
Azalea Rhododendron: Terima kasih atas dukungannya Emmastlen95😍 terus menantikan kelanjutan cerita Azalea Lorienfield ya^^
total 1 replies
田中直美
sedihhh
Azalea Rhododendron: memang sudah jalan takdirnya🥺
total 1 replies
Yuni Anto
terus 💪💪💪 semangat ya Thor 🥳🥳🥳🥳
Azalea Rhododendron: makasih semangatnya😁👍
total 1 replies
Kevandra
🙏
Alishe
masi kaku dia wkwk menanti gebrakannya deh😘
Azalea Rhododendron: oke siap^^
total 1 replies
Alishe
w demen nih kluarga bucin bontot gini🤣🤣🤣
Azalea Rhododendron: iya, nantikan terus keluarga cemara ini ya^^
total 1 replies
Alishe
mampirrr
Azalea Rhododendron: Terima kasih sudah menyempatkan ke cerita ini😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!