Khairunisa, wanita yang berusia 25 tahun. Nisa membesarkan putrinya dengan di temani sang Ibu, Nisa bekerja keras demi putri kecilnya. Tapi karena pertemuannya dengan pria yang merebut kesuciannya 7 tahun yang lalu membuat Nisa takut kalau pria itu akan merebut putrinya.
Nicko Syaputra Wijaya, pria yang berusia 29 tahun. Nicko adalah seorang CEO di Wijaya Group, Nicko begitu kaget karena perbuatannya 7 tahun lalu membuahkan hasil..
Akankah Nisa dan Nicko bersatu demi putri mereka? Penasaran sama alur ceritanya? langsung baca yuk.
IG : faijha.asr
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faijha.asr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan
Pagi hari di kediaman Wijaya....
Saat ini semua keluarga sedang sarapan bersama.
"Sayang ntar siang mas jemput ya" ucap Nicko
"Mau ke mana mas" ucap Nisa
"Mas punya kejutan" ucap Nicko
Selesai sarapan Nicko mengantar sang putri ke sekolah lalu ia pergi ke kantor, Nicko menyetir mobilnya sendiri karena ingin mengantar putrinya ke sekolah.
Mobil yang di kendarai oleh Nicko tiba di halaman sekolah Ambar.
"Sayang belajar yang rajin ya" ucap Nicko menasehati sang putri.
"Iya daddy" jawab Ambar
Nicko membukakan pintu mobil untuk putrinya, setelah memastikan putri nya masuk ke dalam kelas Nicko mengendarai mobilnya lagi ke kantor milik nya.
30 menit kemudian Nicko tiba di lobi kantor, ia turun dari mobil melangkah masuk ke dalam lift tapi sebelum pintu lift terbuka seseorang memanggil nya.
"Pak Nicko"
Nicko membalikkan badannya dan melihat si pemanggil adalah seorang wanita berpakaian sangat **** dengan ke dua belahan dadanya menonjol keluar. Hal itu membuat Nicko merasa jijik melihat nya.
Wanita itu mendekati Nicko dengan gaya seperti sengaja menggoda sang CEO.
"Ada perlu apa anda ke kantor saya" ucap Nicko datar
"Saya hanya ingin bertemu bapak sebentar" jawab wanita itu
"Ada perlu apa" ucap Nicko
"Saya ingin mengajak bapak sarapan di kafe depan" ucap wanita itu
"Maaf saya sedang sibuk dan tolong berhenti menganggu kehidupan saya" ucap Nicko dingin setelah itu ia meninggalkan wanita itu begitu saja.
Wanita itu memandang Nicko dengan marah, dan kesal karena lagi-lagi ia gagal merayu Nicko.
"Aku tidak akan menyerah gitu aja" ucap Carolin tersenyum jahat, ya wanita itu adalah Carolin
Ia lalu berbalik dan pergi dari kantor Wijaya group ia haru menyusun rencana dengan sangat bagus agar tak akan gagal lagi.
Ting....
Nicko keluar dari lift dengan perasaan kesal, ia sendiri juga heran entah kenapa wanita penggoda itu selalu saja menganggu hidup nya.
Ia masuk ke dalam ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya.
Nicko meminta Leo ke ruangannya lewat telpon kantor lalu tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.
Leo masuk dengan membawa beberapa berkas di tangannya.
"Leo apa kamu sudah menemukan siapa yang sudah memasukan obat itu ke dalam makan saya" ucap Nicko
"Sudah bos, ini berkas nya" ucap Leo menyerahkan satu buah map
Nicko meraih berkas tersebut dan melihat dan membaca nya dengan seksama.
"Sudah ku duga pasti perempuan ular itu pelakunya" ucap Nicko dengan emosi
"Sepertinya nona Carolin menyukai anda bos" ucap Leo yang duduk di kursi depan sang boss.
"Beri dia pelajar" ucap Nicko menutup berkas tersebut
"Baik bos akan saya laksanakan" jawab Leo
"Siang nanti saya akan mengajak Nisa melihat rumah yang sudah saya siapkan, tolong kamu batalkan meeting nanti siang" ucap Nicko
"Baik boss" jawab Leo setelah itu ia keluar dari ruangan bos nya.
******
Di sebuah taman terlihat seorang wanita cantik sedang melamun, ia teringat percakapan nya bersama sang ayah tadi pagi lewat telpon.
Sisi terbangun dari tidur nya setelah mendengar deringan ponsel milik nya, ia melihat nama sang ayah yang terserah di layar ponsel, Sisi menekan tombol hijau dan panggilan ter sambung.
"Hallo ayah" ucap Sisi setelah panggilan tersambung
"Ayah gak mau tau kau harus cepat pulang, kau harus menikah dengan juragan Teo untuk menebus semua hutang ayah" ucap ayah Burhan dari seberang telpon
"Sisi gak mau yah, Sisi cuma mau nikah sama orang yang Sisi cinta" ucap Sisi pada ayah nya
"Kamu mau jadi anak durhaka ya" ucap Burhan berteriak dari seberang telpon
"Ayah jemput kamu di kontrakan kamu jangan coba-coba kabur kamu" ucap Burhan setelah itu panggilan telpon terputus.
Sisi memandang layar ponselnya yang sudah mati, Burhan adalah ayah tiri Sisi, setelah ayah kandung Sisi meninggal karena serangan jantung ibu nya menikah lagi dengan Burhan yang kerjaan nya main judi terus sampai mempunyai banyak hutan. Ibunya Sisi sudah meninggal 3 Tahun yang lalu karena sering sakit hati pada Burhan yang tak punya kerjaan lain selain berjudi. Sisi memutuskan untuk mengontrak rumah sendiri karena tak tahan dengan kelakuan ayah nya yang sering meminta uang pada nya.
Lamunan Sisi buyar saat ponsel yang berada dalam tas nya bergetar pertanda panggilan masuk.
Sisi melihat nama yang tertera di layar ponsel nya, tapi bukan nya mengangkat tapi Sisi malah membiarkan nya bergetar terus.
"Maafkan aku" ucap Sisi dengan lirih
Sisi beranjak dari banku yang ia duduki karena waktu sebentar lagi menunjukan pukul 12 siang.
*****
Nicko mengendarai mobilnya dengan kecepatan rendah, ia ingin menjemput sang istri.
30 menit kemudian Nicko tiba di kediaman Wijaya.
"Sayang kamu udah siap" ucap Nicko
"Udah mas" jawab Nisa
"Ayo" ajak Nicko
Nicko membukakan pintu mobil untuk sang istri lalu ia memutari mobil dan masuk duduk di kursi kemudi.
Nicko mengendarai mobilnya sambil sesekali melihat sang istri.
"Mas kita mau ke mana sih" ucap Nisa
"Kejutan sayang" jawab Nicko menggenggam tangan sang Istri
Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Nicko tiba di sebuah halaman rumah yang sangat mewah dengan halaman yang sangat luas.
"Mas ini rumah siapa" Nisa bertanya pada Nicko
"Ini rumah kita sayang" jawab Nicko lalu mendekati sang istri
"Ayo masuk" ajak Nicko
Tiba di dalam Nisa memandang tak percaya seisi rumah yang berlantai dua sangat mewah.
"Mas ini beneran rumah kita" ucap Nisa tak percaya
"Iya sayang" jawab Nicko
Tiba-tiba raut wajah Nisa berubah sendu, dan hal itu membuat Nicko mengerut kan sebelah keningnya.
"Kenapa hheemm" ucap Nicko menggenggam ke dua tangan Nisa
"Aku gak tega ibu tinggal sendiri mas" ucap Nisa lirih
Nicko tersenyum melihat sang istri lalu ia mendekat kan wajahnya dengan sang istri lalu berkat.
"Karena mas membeli rumah sebesar ini, ibu juga akan tinggal bersama kita sayang" ucap Nicko yang berhasil membuat Nisa mengangkat wajah nya melihat wajah sang suami.
"Benar mas" ucap Nisa memastikan
"Iya istriku sayang" ucap Nicko lalu mencuri ciuman pada sang istri singkat karena tak tahan dengan kecemasan Nisa.
"Ihh mas" ucap Nisa mencubit perut sang suami
"Kamu tuh gemesin banget deh kalau lagi cemberut gini" ucap Nicko mencubit hidung Nisa
Hal itu semakin membuat ke dua pipi Nisa bersemu merah di buat nya.
"Ayo ke lantai atas mas punya kejutan juga" ucap Nicko menggenggam sebelah tangan Nisa menaiki anak tangga satu per satu.
Bersambung...