Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga
Kanaya mengarahkan tangannya ke depan mulut, seakan-akan dia sedang memegang mic. Berbagai macam genre lagu sudah ia nyanyikan selama dalam perjalanan, mulai dari lagu galau sampai dangdut.
Kayla dan Arga terkekeh geli melihat tingkah Kanaya yang menyanyi bak seorang penyanyi ternama dibelakang sana, walaupun tak bisa mereka pungkiri jika suara gadis itu memang merdu.
Berbanding terbalik dengan Kanaya, Kayla hanya diam sambil sesekali tertawa mendengar lagu yang dinyanyikan adiknya selama perjalanan menuju sekolah.
Arga tersenyum kecil, sudah biasa melihat perbedaan sifat antara kekasihnya dan Kanaya adik dari gadis itu.
"Akhirnya sampai juga," ujar Kanaya setelah mobil milik Arga masuk ke area sekolah, setelah mobil terparkir tanpa ba-bi-bu Kanaya segera keluar diikuti oleh Arga dan Kayla.
Kanaya melangkahkan kakinya penuh semangat ke arah gedung kelasnya, senandung kecil keluar dari mulutnya sambil sesekali menyapa ramah beberapa siswa yang ia lewati. Kanaya memang terkenal karena keramahan serta sifat cerianya, berbanding terbalik dengan Kayla yang pemalu dan terkesan cuek.
"Astaga Kak, kalian jalan udah kaya keong, lama banget."
Kanaya memutar arah langkahnya menghampiri Kayla dan Arga, kemudian ia menarik tangan keduanya agar berjalan lebih cepat.
Baik Arga maupun Kayla terkekeh geli melihat tingkah Kanaya yang seperti anak kecil.
'Lucu' batin keduanya
"Aku masuk kelas ya," pamit Kanaya setelah sampai di kelasnya.
Kelas ketiganya memang berada di satu gedung, wajar karena ketiganya memilih jurusan yang sama yaitu IPA. Letak kelas Kanaya berada di lantai paling bawah karena gadis itu masih kelas 10, sedangkan kelas Arga dan Kayla berada di lantai dua.
Kayla menyadari beberapa sorot mata menatap ke arah mereka berdua, wajar saja sekarang ini ia sedang berjalan bersama laki-laki incaran para gadis di sekolahnya. Semenjak mereka memutuskan untuk menjalin hubungan, menjadi pusat perhatian sudah menjadi hal biasa bagi Kayla. Awalnya ia risih sebagai gadis yang pemalu tentunya ia tidak biasa, tapi lama-lama ia terbiasa dan memilih menghiraukan nya.
Arga dan Kayla berjalan beriringan, lengan keduanya tidak saling bertaut seperti pasangan pada umumnya. Ya kembali lagi sifat pemalu Kayla membuatnya tak terbiasa melakukan hal itu di tempat ramai termasuk bergandengan tangan sekalipun, menurut nya hal romantis tak perlu ia tunjukan di depan umum, cukup dirinya dan Arga yang tau.
"Aku masuk ya, terima kasih udah mau antar aku dan adikku hari ini."ujar Kayla setelah berada di depan kelasnya.
"Sama-sama, belajar yang bener ya jangan nakal-nakal apalagi genit sama cowo lain," tangan Arga terulur mengusap lembut pucuk kepala kekasihnya.
Kayla menunduk, ia tebak pasti saat ini pipinya merah seperti kepiting rebus. Ini bukan kali pertama Arga melakukan hal semacam ini, tapi tetap saja ia belum terbiasa dan masih saja salah tingkah dengan perlakuan laki-laki itu.
Arga terkekeh melihat Kayla yang salah tingkah,ia tarik kembali tangannya dari pucuk kepala gadis itu.
"Ya Sudah kamu masuk sana, aku liatin dari sini sampai kamu benar-benar duduk manis di bangku kamu," titah Arga.
Kayla mengangguk patuh, ia kemudian masuk kelas sesuai dengan perintah kekasihnya.
Setelah memastikan gadisnya masuk kelas, ia berjalan melangkahkan kakinya menuju kelasnya yang berada di ujung lorong.
____
Kayla memegang kepalanya,otaknya tiba-tiba terasa korslet melihat rentetan angka di bukunya.
"Gila gila otak gue rasanya mau meledak," keluhnya
Gadis yang berada di sebelahnya hanya menggelengkan kepala mendengar keluhan Kayla untuk sekian kalinya.
"Gak udah banyak ngeluh kerjain aja."
"Sha, kalau soal yang sekarang sesuai sama yang diajarin Bu Lesi barusan gue gak akan ngeluh kaya gini."
Kayla mengacak rambutnya frustasi, sudah beberapa cara ia lakukan untuk mendapat jawaban dari soal yang ia kerjakan tapi hasilnya nihil.
Jika sudah berhadapan dengan soal rumit seperti ini ia merasa seakan salah memilih jurusan. Kayla sebenarnya tidak sebodoh itu, hanya saja terkadang beberapa guru memberikan soal yang berbeda dengan apa yang mereka jelaskan sebelumnya dan itulah yang selalu membuatnya kesal.
Ia melihat ke arah Sasha yang sedang serius mengerjakan soal, bisa-bisanya gadis itu dengan mudah memecahkan soal rumit itu. Harus ia akui Sasha memang jauh lebih pintar darinya, terutama dalam hitung menghitung.
"Enak ya jadi pinter, dikasih soal serumit apapun bisa ngerjain," ujar Kayla sambil berusaha memecahkan soal di hadapannya.
"Lo juga pinter kok, cuma males buat nyari tahu," sahut Sasha.
Kayla menyerah, soalnya terlalu rumit untuk ia pecahkan.
"Sha kasih tau dong jawabannya."
Sasha menggelengkan kepalaku "Usaha sendiri dong Kay, di buku ada contoh soalnya Lo tinggal baca dan pahami."
Kayla mendengus " Oke,,ada di halaman berapa contoh soalnya?"
Sasha menyebut beberapa halaman,kemudian ia membuka halaman tersebut dan coba memahami isinya. Setelahnya ia kembali berusaha memecahkan soal di bukunya.
"Akhirnya selesai." Kayla menutup bukunya, ia meregangkan tangannya yang terasa pegal.
"Kan udah gue bilang Lo tuh pinter, cuma males nyari tahu"
Kayla terkekeh "Hehe iya,makasih Shasayang"
___
Arga melangkahkan kakinya menuju kantor,tadi Bagas si ketua kelas memberitahu jika dirinya dipanggil oleh Pak Satria wali kelasnya.
"Permisi pak,bapak memanggil saya?"tanya Arga setelah berada di depan meja wali kelasnya.
"Oh iya Arga, begini sekolah kita diundang sekolah SMK Swasta untuk mengikuti lomba cerdas cermat antar sekolah. Nah saya mau kamu mewakili sekolah ini untuk mengikuti lomba tersebut, kamu mau?"
"Baik pak saya mau, kira-kira kapan ya lombanya dilaksanakan?"tanya Arga tanpa banyak berpikir
"Untuk tanggal pelaksanaan nya saya belum ada informasi lagi dari pihak sana, kalau sudah ada nanti bapak kabarin kamu lagi."
Arga mengangguk paham "Baik pak, kalau begitu saya pamit ke kelas ya pak."
"Iya silahkan."
Arga melangkahkan kakinya di koridor yang sepi, tujuannya sekarang bukan kembali ke kelas melainkan ke lapangan. Bukan maksud membolos, hanya saja bel istirahat pun sebentar lagi berbunyi daripada kembali ke kelas lebih baik ia berdiam diri di lapangan sembari menunggu bel istirahat.
Ia mendudukkan dirinya di samping lapangan, matanya menatap beberapa siswa yang sedang berolahraga di tengah lapangan. Matanya memicing lalu ia tersenyum kecil ketika melihat gadisnya ada diantara siswa-siswi di sana. Ia memperhatikan gerak-gerik gadisnya yang sedang bermain basket bersama teman-temannya.
"Ya ampun Naya!"
Teriakan salah satu siswa di lapangan sana membuatnya panik,tanpa basa-basi ia segera berlari menghampiri kerumunan orang yang berada di tengah lapangan.
"Ada apa?"tanya Arga pada salah satu orang di sana.
"Anu itu Kanaya pingsan kak, tadi kepalanya gak sengaja kena bola."
Arga berjalan membelah kerumunan, dilihatnya Kanaya yang sudah tergeletak di sana, dengan wajah panik ia segera mengangkat tubuh gadis itu lalu membawanya ke UKS.
Disisi lain lapangan ada seseorang yang menatap Arga dan Kanaya dengan sorot yang sulit diartikan.