Safa, wanita dari keluarga sederhana, memberikan makanan pada seorang pria yang dia anggap pengemis – ternyata adalah Riki, CEO perusahaan besar. Terharu dengan kebaikan Safa, Riki menyembunyikan statusnya, mereka jatuh cinta dan menikah.
Ketika Safa bekerja di kantor Riki, dia bertemu "Raka" – teknisi yang ternyata adalah Riki yang berpura-pura. Setelah menemukan kebenaran, Safa merasa kecewa, tapi Riki membuktikan cintanya tulus dengan memperkenalkannya pada keluarga aslinya. Mereka akhirnya memperpublikasikan pernikahan mereka dan hidup bahagia dengan cinta yang sejati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RUMAH KONTRAKAN YANG PENUH KEHANGATAN
Setelah memutuskan untuk mencari pekerjaan baru, Safa dan Riki mulai menata kembali kehidupan rumah tangga mereka di rumah kontrakan kecil yang menjadi tempat tinggal mereka.
Meskipun ruangannya tidak terlalu luas, namun mereka berhasil membuatnya menjadi tempat yang nyaman dan penuh kehangatan.
Mereka membagi tugas rumah tangga secara adil agar tidak ada salah satu pihak yang merasa terbebani.
Riki bertanggung jawab untuk membersihkan bagian luar rumah, mencuci mobil (yang sebenarnya adalah mobil yang disewa untuk menunjang identitasnya sebagai karyawan biasa), dan membeli kebutuhan sehari-hari setiap sore setelah pulang kerja.
Sementara itu, Safa menangani pekerjaan di dalam rumah – memasak makanan, mencuci pakaian, menyetrika baju, dan merapikan kamar serta ruang tamu. Namun terkadang mereka juga bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga lebih cepat.
"Aku bantu kamu mencuci pakaian ya sayang," ucap Riki satu sore setelah pulang kerja, melihat Safa yang sedang sibuk dengan tumpukan pakaian kotor. "Begini cara mencucinya yang benar kan?"
Safa tersenyum melihat Riki yang sedang mencoba mencuci pakaian dengan sungguh-sungguh. "Iya sayang, kamu sudah benar. Tapi jangan terlalu banyak menggunakan deterjen ya, kalau tidak akan sulit untuk membilasnya."
Mereka bekerja sama mencuci pakaian di bak cuci yang terletak di belakang rumah, sambil berbagi cerita dan tawa.
Kadang-kadang mereka bahkan menyanyi bersama lagu-lagu jadul yang mereka suka, membuat pekerjaan rumah tangga yang biasanya dianggap membosankan menjadi menyenangkan.
Untuk memasak makanan, mereka sering bekerja sama di dapur kecil yang cukup luas untuk dua orang.
Riki belajar cara membuat berbagai macam masakan tradisional dari Safa, sementara Safa belajar cara membuat hidangan modern yang Riki suka.
"Aku tidak pernah berpikir bisa membuat sate padang yang enak seperti ini sayang," ucap Riki dengan bangga setelah Safa mencicipi hidangannya. "Dulu aku bahkan salah makan sate padang lho kan?"
Safa tertawa mendengarnya. "Ya dong sayang. Kamu dulu malah bilang sate padangnya terlalu pedas padahal itu cuma sambalnya saja."
Mereka juga menghias rumah dengan sederhana namun menarik. Safa membuat dekorasi dari bahan-bahan bekas seperti botol plastik yang dihiasi dengan kain anyaman, kalender dari daun pisang yang diukir dengan gambar lucu, dan berbagai macam pajangan tangan lainnya yang unik.
Riki membantu membuat rak buku dari kayu bekas yang dia temukan di sekitar rumah kontrakan. Meskipun bentuknya tidak terlalu rapi, namun rak tersebut sangat berguna untuk menyimpan buku dan perlengkapan rumah tangga mereka.
"Rak yang kamu buat sangat bagus sayang," ucap Safa sambil menaruh buku-bukunya pada rak tersebut. "Sekarang buku-bukuku tidak perlu lagi berserakan di atas meja."
Pada hari Minggu yang biasanya menjadi hari libur, mereka seringkali melakukan pekerjaan rumah tangga yang lebih besar seperti membersihkan seluruh rumah dari atas ke bawah, mengecat tembok yang sudah kusam, atau merapikan kebun kecil di belakang rumah.
Safa menanam berbagai macam tanaman sayuran seperti bayam, seledri, dan cabai di kebun kecil tersebut. Riki membantu membajak tanah dan membuat bedengan tanaman yang rapi.
"Kalau kita menanam sendiri sayurannya, kita bisa hemat pengeluaran dan juga mendapatkan sayuran yang segar kan sayang?" ucap Safa sambil menyiram tanamannya.
"Ya benar sayang," jawab Riki sambil membersihkan gulma di sekitar bedengan tanaman. "Selain itu, ini juga bisa menjadi hobi yang menyenangkan untuk kita lakukan bersama."
Meskipun kehidupan mereka di rumah kontrakan kecil ini cukup sederhana, namun mereka merasa sangat bahagia karena bisa menjalankannya bersama-sama.
Setiap sudut rumah dipenuhi dengan kenangan indah dan cinta yang mereka bagi.
Suatu malam, setelah menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, mereka duduk bersama di teras rumah sambil menikmati teh hangat dan kue kering yang dibuat Safa sendiri.
Mereka melihat langit malam yang penuh dengan bintang-bintang dan berbicara tentang impian mereka untuk masa depan.
"Aku berharap suatu hari nanti kita bisa memiliki rumah sendiri yang lebih besar sayang," ucap Safa dengan mata yang penuh harapan. "Rumah yang memiliki kebun yang luas dan kamar yang cukup untuk anak-anak kita kelak."
Riki mengambil tangan Safa dan melihatnya dengan mata yang penuh cinta."Aku akan bekerja keras agar impianmu bisa terwujud. Tapi yang penting adalah kita bisa bersama-sama, tidak peduli rumahnya besar atau kecil."
Safa menyandarkan kepalanya pada bahu Riki dengan senyum bahagia. "Ya sayang. Yang paling penting adalah kita memiliki cinta dan kebahagiaan di dalam rumah kita."
Mereka tetap berada di teras rumah sampai larut malam, menikmati keheningan malam dan rasa kedekatan yang semakin erat antara mereka berdua.