Safa, wanita dari keluarga sederhana, memberikan makanan pada seorang pria yang dia anggap pengemis – ternyata adalah Riki, CEO perusahaan besar. Terharu dengan kebaikan Safa, Riki menyembunyikan statusnya, mereka jatuh cinta dan menikah.
Ketika Safa bekerja di kantor Riki, dia bertemu "Raka" – teknisi yang ternyata adalah Riki yang berpura-pura. Setelah menemukan kebenaran, Safa merasa kecewa, tapi Riki membuktikan cintanya tulus dengan memperkenalkannya pada keluarga aslinya. Mereka akhirnya memperpublikasikan pernikahan mereka dan hidup bahagia dengan cinta yang sejati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LAMARAN DAN PANGGILAN INTERVIEW
Setelah menyelesaikan surat lamaran dan semua berkas pendukungnya, Safa mulai mengirimkan lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan selain Innovate Solusi.
Dia ingin memiliki beberapa pilihan agar tidak terlalu bergantung pada satu perusahaan saja.
Setiap pagi setelah mengurus rumah, Safa menghabiskan waktunya untuk mencari informasi lowongan pekerjaan di koran lokal dan situs web pencari kerja.
Riki selalu membantu dia mengecek kesalahan pada surat lamaran dan memberikan saran tentang cara menyesuaikan lamaran dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.
"Kamu harus menyesuaikan pengalaman kerja yang kamu tulis dengan bidang pekerjaan yang kamu lamar ya yank," ucap Riki sambil melihat surat lamaran yang akan dikirim ke perusahaan konsultan kecil. "Kalau kamu melamar sebagai staf administrasi, fokuskan saja pada pengalamanmu menangani administrasi di warung."
Safa merasa sangat terbantu dengan saran yang diberikan Riki. Dia segera mengubah surat lamaran sesuai dengan saran tersebut dan mengirimkannya ke beberapa perusahaan yang dia targetkan.
Setelah beberapa hari menunggu, akhirnya ada kabar baik yang datang. Selain panggilan interview dari Innovate Solusi, Safa juga mendapatkan panggilan dari dua perusahaan lain – satu perusahaan konsultan dan satu perusahaan makanan yang sedang mencari staf administrasi.
"Saya dapat panggilan interview dari tiga perusahaan sayang!" teriak Safa dengan sangat senang saat menerima telepon dari perusahaan konsultan. "Semua usaha kita tidak sia-sia."
Riki langsung berdiri dan memeluk Safa dengan penuh kegembiraan. "Aku tahu kamu pasti bisa Saf! Kamu sudah bekerja keras untuk ini."
Mereka segera merencanakan jadwal interview. Yang pertama adalah interview di perusahaan makanan pada hari Rabu depan, kemudian perusahaan konsultan pada hari Kamis, dan yang terakhir adalah Innovate Solusi pada hari Sabtu.
Safa merasa sedikit gugup namun juga sangat bersemangat untuk menghadapi semua interview tersebut.
"Aku sedikit takut untuk interview di Innovate Solusi sayang," ucap Safa dengan suara yang sedikit gemetar. "Perusahaan itu sangat besar dan mungkin akan ada banyak pesaing yang kompetitif."
Riki segera memberikan dukungan penuh. "Jangan khawatir ya yank. Kamu memiliki kemampuan yang cukup dan pengalaman kerja yang berharga. Percayalah pada diri sendiri saja."
Untuk mempersiapkan interview, Safa mulai belajar tentang setiap perusahaan yang akan dia kunjungi.
Dia membaca profil perusahaan, visi dan misinya, serta produk atau layanan yang mereka tawarkan.
Riki membantu dia membuat catatan penting yang harus diingat dan berlatih menjawab pertanyaan interview yang sering muncul.
"Pertanyaan yang paling sering diajukan adalah tentang kekuatan dan kelemahanmu," ucap Riki saat mereka sedang berlatih di ruang tamu. "Cobalah untuk menjawabnya dengan jujur tapi tetap positif."
Safa mencoba menjawab pertanyaan tersebut dengan hati-hati. "Kekuatan saya adalah saya pekerja keras dan bisa bekerja dalam tim dengan baik. Sedangkan kelemahan saya adalah saya terkadang terlalu perfeksionis sehingga terkadang menghabiskan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan."
"Jawaban itu sangat baik sayang!" pujian Riki dengan senyum. "Begitu juga kalau mereka menanyakan mengapa kamu ingin bekerja di perusahaan tersebut, pastikan kamu menjawabnya dengan jelas dan menunjukkan bahwa kamu benar-benar tertarik dengan perusahaan itu."
Selain berlatih menjawab pertanyaan, Safa juga mulai mempersiapkan pakaian yang akan dikenakan saat interview.
Dia memilih baju yang sederhana namun rapi – blus warna terang dan rok atau celana panjang yang sesuai.
Riki membantu dia menyetrika pakaian dan memastikan bahwa semua pakaiannya dalam kondisi baik.
"Pakaian yang kamu pilih sudah sangat cocok ko," ucap Riki saat melihat Safa mencoba mengenakan bajunya. "Kamu akan terlihat profesional namun tetap ramah."
Pada hari interview pertama di perusahaan makanan, Riki mengantar Safa sampai di depan gedung perusahaan. Dia memberikan semangat terakhir sebelum Safa masuk.
"Semangat ya sayang! Kamu pasti bisa melakukan yang terbaik," ucap Riki dengan penuh keyakinan. "Aku akan menunggumu di luar ya."
Safa mengangguk dengan senyum dan memasuki gedung perusahaan dengan hati yang berdebar kencang namun penuh semangat.
Interview berjalan cukup lancar dan pewawancara tampaknya puas dengan jawaban-jawaban yang diberikan Safa.
Setelah interview selesai, Safa keluar dengan wajah yang ceria. "Interviewnya cukup lancar sayang. Mereka menanyakan banyak hal tentang pengalaman kerja saya dan juga tentang bagaimana saya akan menangani berbagai situasi kerja."
Riki merasa sangat senang mendengarnya. "Itu bagus banget! Sekarang kita tinggal menunggu kabar selanjutnya saja. Dan jangan lupa kita masih punya dua interview lagi ya."
Pada hari interview kedua di perusahaan konsultan, Safa merasa lebih percaya diri. Interview berjalan lebih lancar dan dia bahkan bisa memberikan ide-ide kecil tentang bagaimana meningkatkan efisiensi kerja di departemen administrasi.
Pewawancara sangat menyukai ide-idenya dan mengatakan bahwa mereka akan segera menghubunginya jika ada kabar lebih lanjut.
Kini tinggal satu interview lagi – yang paling dinanti yaitu di Innovate Solusi. Safa merasa sedikit gugup namun juga sangat bersemangat.
Dia tahu bahwa ini adalah kesempatan besar untuk berkembang karirnya dan membantu keluarga lebih banyak.
"Saya akan memberikan yang terbaik untuk interview terakhir ini sayang," ucap Safa pada malam sebelum hari interview. "Semoga Tuhan memberikan kemudahan dan keberhasilan untuk saya."
Riki memeluk Safa dengan erat dan memberikan ciuman lembut di dahinya. "Aku tahu kamu pasti akan berhasil. Semua usaha yang kamu lakukan akan membuahkan hasil yang baik. Aku akan selalu mendukungmu dengan sepenuh hati."