NovelToon NovelToon
Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: cacasakura

“Lepasin gueee...!” ujar Luna dengan sangat geram menatap nanar ke arah Leon. Pria itu telah terpengaruh obat afrodisiak dosis tinggi yang sengaja di berikan oleh Hana tunangannya.

“Aku.... juga tidak mau melakukan hal ini. Tapi ini sangat menyakitkan, aku... mohon... bantuanmu... kamu tentunya sudah biasa melakukan ini. Aku akan bayar...uuugh... berapa pun nanti” Leon kembali membungkam bibir pink natural Luna dengan menciumnya dengan penuh hasrat.

Luna memberikan perlawanan, namun kedua tangannya di pegangi kuat dan tubuh Leon menekan kakinya membuat Luna tidak bisa bergerak banyak. Pistol di tangannya sudah di buang jauh dari jangkauan Luna oleh Leon, dia benar-benar kewalahan mendapat serangan mendadak dari Leon.

Kembali Luna melakukan perlawanan dengan melakukan upaya terakhirnya.

Apakah Luna akan berhasil mempertahankan kehormatannya? Akankah Leon berakhir di tangan Luna yang ternyata adalah seorang pembunuh bayaran? Ikuti terus kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cacasakura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 26

“HANAAA” Abby dan Silvia langsung masuk ke dalam bilik toilet untuk membantu Hana.

“are you okay babe’s....” Ujar Abby dan Silvia serentak.

Walaupun closet itu bersih dan jernih tapi itu adalah sesuatu yang sangat memalukan bagi siapa pun terjatuh di sana, Abby dan Silvia memasang wajah jijik melihat Hana.

Iiiiiuuuuu.... Ogah banget gue temenan ama ni cewek, kalo bukan karena dutanya gue kagak mau temenan ama dia gumam Abby dalam hati, merasa ingin muntah saat membantu Hana.

Parfum harum mahal dan mewah yang di gunakan Hana berganti bau dengan bau cemical pembersih toilet.

“aduuh, bau nya nggak lu banget Hana” keluh Silvia membantu Hana berdiri, dia juga mengambil beberapa tisu untuk mengelap wajah sahabatnya.

“brengs**k bakalan gue balas tu jal*ng, di mana cewek sial*n ntu?” ujar Hana dengan kasar sambil mengambil tisu di tangan Silvia, dia benar-benar kesal dan marah. Dia lalu melangkah keluar dari bilik toilet menuju wastafel untuk membasuh wajahnya.

Silvia dan Abby tampak mencari-cari Luna di dalam toilet itu, tapi batang hidungnya pun tak tampak.

“kayaknya ntu anak udah kabur, Han. Mungkin aja dia takut ” lapor Abby.

“Aaaaaaghhh cewek breng**k,” ujar Hana kesal saat melihat wajahnya yang berantakan di cermin, kejadian di dalam toilet itu seakan terproyeksi di cermin.

Hana kembali membasuh wajahnya di bantu kembali oleh sahabat-sahabatnya, tanpa di sadari Hana cs saat mereka di dalam bilik toilet Luna melangkah keluar toilet di mana beberapa mahasiswa tampak berkerumun tepat di pintu masuk. Para mahasiswa melangkah mundur beberapa langkah seolah mereka tidak mau bersinggungan dengan Luna, terbayang oleh mereka hal apa yang nantinya terjadi karena telah menantang tunangan Leon Alden.

Mata cantik Luna melihat sebuah ember pel di depan toilet perempuan yang masih berisi air pel berwarna hitam pekat. Senyuman iblis tersungging di bibir Luna, lalu Dia mengambil ember dan membawanya masuk kembali ke dalam toilet.

Hana cs terkejut saat melihat Luna datang dengan ember di tangannya, mata di balik kaca mata tebal itu menatap tajam ke arah ketiga gadis itu.

“mau apa lu?” Tanya Silvia kasar pada Luna, devil smile tersungging di bibir Luna.

“Sorry, berhubung di sini ada bau yang aneh dan menyengat, jadiiii...” Luna mengangkat ember pel itu menyiram tepat ke arah Hana cs yang terkejut dengan apa yang terjadi.

Byuuuuuuur...

“cewek breng**k” terdengar teriakan Hana cs tidak percaya dengan apa yang mereka alami. Pakaian mereka kotor serta bau ciri khas air pel tercium kuat dari mereka.

Hana cs kembali akan menangkap Luna, tapi dengan lincah Luna menghindari hingga kini di berdiri dekat dengan tasnya yang ada di wastafel.

“dasar freak, gue bakalan bikin lu menderita dan hancur” Ujar Luna akan kembali menyerang Luna.

“eit tunggu bentar, lu pada mau hancurin gue. Tapi sebelumnya lu kenalan ama temen baru kalian...” ujar Luna meraih tasnya yang terletak di samping wastafel. Dia membuka tas dan merogoh ke dalam tas mencari sesuatu, Luna tersenyum smirk saat menemukan apa yang di carinya.

“Jal*ng sini lu...” Abby di bantu Silvia hendak akan membalas perbuatan Luna yang masih tampak sibuk dengan tasnya.

Luna segera mengeluarkan benda itu dari dalam tasnya lalu melempar tepat ke arah Hana cs yang tampak sangat bringas dan bernafsu untuk menyakiti gadis berkaca mata tebal itu.

Mata Hana cs terbuka lebar saat melihat musuh alami perempuan yaitu kecoa, melekat di baju Hana.

“kyaaaaaaaaaaaaa.....aaaaaa...aaaaaaaa... singkirinn... singkirin cepat” Hana berteriak dengan sedikit meloncat-loncat ketakutan, mereka serempak berteriak dengan keras..

Mereka saling melempar kecoa yang di lemparkan Luna, panik tentunya itu yang di rasakan Hana cs. Mereka segera mengambil langkah seribu keluar dari toilet sambil berteriak keras, Kecoa mainan Luna kini berada di lantai tergeletak begitu saja.

Sama mainan sekecil ini aja udah takut setengah mati, bagaimana jika mereka ketemu dengan ‘anak kesayanganku’ pasti akan sangat seru... gumam Luna dalam hati dengan senyuman jahil menghias wajah culun itu.

Beberapa menit sesudahny, kembali di parkiran kampus...

Kiandra cs menatap Hana cs yang tampak lari ketakutan, mereka bertiga masuk ke dalam mobil Hana begitu saja. Mereka yang panik tidak begitu memperhatikan siapa pun, beberapa mahasiswa dan mahasiswi tertawa saat melihat Hana cs memacu mobilnya ke jalanan.

“kalian lihat kan, sekarang nggak ada gunanya kita khawatirin ntu anak. Dia malah bisa bertindak lebih ngeri dari gue” ujar Kiandra kepada Sarah dan Dion yang berdiri termangu melihat apa yang terjadi pada Hana cs.

Mata mereka terbuka lebar saat melihat kondisi Luna yang tampak baik-baik saja tidak ada kurang suatu apa pun, Sarah dan Dion saling berpandangan lalu menatap Luna yang menghampiri mereka.

“hi say...” sapa Kiandra penuh semangat pada Luna. Sarah dan Dion masih diam plus takjub dengan apa yang di lakukan Luna.

“mereka pada kenapa?” tanya Luna melihat kedua sahabatnya terdiam termenung di tempatnya. Kiandra menaikkan bahunya sedikit mengodekan memberi tahu Luna jika dia juga tidak tahu apa yang terjadi Sarah dan Dion.

Luna segera menjentikkan jarinya tepat di depan wajah Dion dan Sarah.

“woi... pada melamun, mau ganti profesi jadi patung parkir di sini?” cela Luna tersenyum menatap kedua sahabatnya.

Sarah dan Dion seakan tersadar segera menatap Luna yang kelihatan baik-baik saja, mereka melihat Luna dari ujung kepala hingga kakinya. Tidak ada cedera, pakaian robek atau luka apa pun pada diri sahabatnya,

“kenapa? Kok ngeliatin gue horor banget” Luna melangkah santai ke samping mobil Kiandra.

“lu... lu nggak apa-apa kan?” Sarah memastikan dengan memegang pundak Luna. Dia memeriksa dengan teliti setiap tubuh Luna, tapi tidak ada satu pun bekas penganiayaan atau bullyan Hana cs.

“emang gue kenapa?” tanya Luna tidak mengerti dengan arah pembicaraan Sarah.

"Lun, kita dengar kamu di bully sama Hana Miller. Tapi saat kami mau menghampiri kamu, kami malah melihat Hana kabur dengan berantakan dan...” ujar Dion masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.

Kiandra tersenyum melihat keterkejutan Sarah juga Dion, dia sudah hafal di luar kepala bagaimana tabiat Luna jika ada yang mencoba mengganggunya.

“Lun... keadaan Hana cs itu, apa semuanya ulah lu?” Tanya Sarah memastikan. Luna lebih memilih menghampiri mobil Kiandra yang tidak jauh terparkir, di ikuti Kiandra, Dion dan Sarah yang masih penasaran tingkat Dewa.

Luna tersenyum penuh misterius pada Dion dan Sarah yang terlihat sangat panik juga khawatir.

“Lun... kamu nggak takut? Bekingan tu cewek gila sangat berpengaruh dan kejam. Bisa-bisa kamu...” Dion belum selesai berbicara melihat Luna yang menghampiri mobil milik Kiandra yang terparkir tidak jauh.

“kenapa juga gue musti takut? Buka gue juga yang salah, ntu cewek sudah harusnya di beri pengajaran tentang sopan santun dan cara bersikap” ujar Luna santai.

“ tapi...” Sarah terlihat sangat cemas, dia bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Luna sahabatnya.

**********

dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....

Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻

jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️

jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

( Π_Π )

makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

1
Yuli Yulianti
thorrr kenapa dah lama ga up lagi dah kangen sama luna
Reka Cantika
ya kenapa ceritanya Arinda dulu GK selesai ya padahal Lo bagus suka aku
Komang Restu
ya mana visualnha
Komang Restu: mana visualnya yang cakep dan cantik ya
total 1 replies
Komang Restu
keren karyamu. sampai smpai tdka mau ketinggalan . lanjut
Nuri Maulidia
mngkn nnt kmbli mrk
Nuri Maulidia
tingglkn jngn bodh leon cri yg mau sma km
Ida Siti Farida
kangen sabrina, tuan nocholas ,s ganten baby yusuf, dan raka
Ida Siti Farida
aku kangen tuan danil dn arinda,,,sudah 4 x baca di hp yg dulu hilang, mau baca lagi 🤭🤭
Ida Siti Farida
tetap semangat
tetap sehat
dan terus berkarya tor
lanjut up lagiiii....🙏♥️
Ida Siti Farida
semakin menarik cerita nya semangat terus up nya thor
Ida Siti Farida
ngenes banget leon di kira mau di peluk anak2 nya nyata nya di abai kn, sakit nya tuh disini
Eva Kusrini
lanjut thor tumben lama
Reka Cantika
aneh ap Thor
Eva Kusrini
lanjut thor
Reka Cantika
lanjut
Erni Nofiyanti
sebenernya Luna dan Leon pasangan yg cocok.
tangguh
Reka Cantika
lanjut
Yuli Yulianti
cerita nya menarik banget...lanjut thorrr
Eva Kusrini
lanjut thor
Nurchasanah Al Amir
move on Leon biarkan Luna bahagia km juga berhak bahagia seperti versimu, Thor jgn bikin Mathew mati nanti kashan lah aq dia orng baik
Reka Cantika: lagi Thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!