Kevin Abraham Benecdit seorang CEO muda BENECDIT CORP terpaksa menikahi gadis asal Indonesia bernama Mira karena dendam pada kakak perempuan gadis itu yang bernama Thalia. Lantaran cinta nya ditolak oleh Thalia sehingga membuat Kevin sakit hati.
Mira Wijaya tidak pernah menyangka bahwa Kevin menikahinya hanya untuk balas dendam karena sang kakak yang telah menolak cinta Kevin.
Dengan terang-terangan Kevin selalu menyebut jijik apabila dekat dengan Mira.
Akankah Mira bertahan dengan pernikahannya dengan Kevin yang dipenuhi dendam dan derita? bahkan dia tidak bisa pergi dari Lelaki itu karena tidak mau melihat Thalia bersedih.
Mau tahu bagaimana caranya Mira membuat Kevin menjadi bucin? ikuti terus kisah Kevin dan Mira.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Istriku
Happy Reading 😊
Mira baru saja menyelesaikan kegiatannya di kamar mandi. Dia sudah lega dan akan berterima kasih kepada Kevin karena telah membelikan-nya pembalut itu.
Tapi pada saat Mira keluar dari kamar mandi dan keluar menuju ruang tamu, pemandangan yang dilihatnya adalah suaminya sedang menarik kerah baju Kenzo.
Terlihat Kevin sedang menahan amarahnya, dengan rahang yang sudah mengeras dan mata melotot sempurna.
"Kevin! apa yang sedang kamu lakukan?" seru Mira mendekat kearah sang suami.
Kevin sontak langsung melepaskan cengkramannya itu.
"Pergi kamu dari apartemen ku sekarang juga!!" seru Kevin tajam pada Kenzo
Kenzo hanya tersenyum sinis, lalu dia merapikan bajunya karena terlihat sedikit acak-acakan.
"Tentu saja Tuan Kevin, aku akan segera pergi dari apartemen mu, Mira aku pulang dulu ya, jaga dirimu baik-baik" ucap Kenzo tersenyum pada Mira.
"Jangan senyum-senyum pada istriku!" bentak Kevin.
Dia tidak suka cara menatap Kenzo kepada Mira, mata pria itu seperti memancarkan cinta untuk sang istri.
Kenzo melengos tidak memperdulikan bentakan Kevin. Dia langsung pergi dari apartemen itu.
Mira menatap Kevin yang terlihat masih mengendalikan emosinya.
"Kevin, aku ha ... !"
"Kenapa kamu menyuruhnya masuk selagi aku tidak ada!" ucap Kevin menyela Mira.
"Tadi ku kira dia ingin menemuimu," jawan Mira menunduk.
"Mira, apa kamu tidak tahu bahwa Kenzo itu menyukai mu? aku tidak ingin kamu dekat-dekat dengannya lagi! mengerti!!" seru Kevin sedikit membentak.
Membuat Mira terkejut dan menahan nafas karena shock.
Mira tahu dulu dia memang sengaja memanasi Kevin dengan menggunakan Kenzo, tapi pada saat itu Kevin memang belum seterbuka sekarang.
"Maaf" hanya itu yang bisa diucapkan Mira.
Dia masih menunduk karena takut dengan hawa dingin yang dikeluarkan oleh suaminya.
Cemburu, ya Kevin saat ini benar-benar merasakan cemburu buta.
"Apa saja yang kalian lakukan tadi saat aku tidak ada, hem?" tanya Kevin memegang bahu Mira.
"Kami hanya ngobrol sebentar, setelah itu kamu datang," jawab Mira.
"Lalu untuk apa dia datang menemuimu, katakan? jangan bilang dia ingin mengajakmu pergi, oh atau kalian ingin bersenang-senang selagi aku tidak ada,?"
Mira mendongak menatap wajah Kevin.
"Kamu salah paham Kevin, aku dan Kenzo tidak punya hubungan apapun, jadi untuk apa aku bersenang-senang dengannya,!" jawab Mira tajam.
Dia tidak suka dicurigai seperti itu. Meskipun sempat ada adegan Kenzo yang memeluk Mira, tapi itu bukanlah keinginannya.
"Aku tahu yang kamu lakukan dengan Kenzo dibelakangku" ucap Kevin mengingat saat Mira diantarkan Kenzo pulang ke apartemen pada waktu itu.
Hingga membuat Kevin meradang dan akhirnya dia mabuk-mabukan di bar bersama Lindsay.
"Memang apa yang aku lakukan? aku tidak sepertimu Kevin, bahkan ketika kamu lebih memilih bersama Lindsay dari pada istrimu sendiri, aku biasa saja," jawab Mira yang semakin membuat Kevin marah.
"Hahaha, apa kamu mau membalikan keadaan? kamu kira pada waktu itu aku tidak melihatmu tertawa lepas dengan pria itu,"
Mira menjadi ikut emosi terhadap suaminya itu. Bukankah dia sendiri yang meninggal kan Mira bersama wanita lain, seharusnya dia yang marah tapi kenapa Kevin malah membalikan keadaan seolah Mira yang salah.
"Cukup Kevin,!!! kamu benar-benar pria yang egois, lalu kenapa kamu malah memilih mengantarkan Lindsay pada waktu itu?sebenarnya seberapa penting Lindsay dikehidupanmu,? atau jangan-jangan kalian memang sudah sangat dekat!" seru Mira.
Kevin melepaskan tangannya dari pundak Mira, dia sangat terkejut dengan ucapan istrinya itu. Kevin memang sangat dekat dengan Lindsay, tapi Kevin tidak mencintai sekretarisnya itu.
"Aku lebih memilih mengantarkan Lindsay karena kamu sama sekali tidak mau menahanku Mira, kamu tahu pada saat itu hatiku menginginkan kamu menahanku, tidak membiarkan suamimu ini menuruti wanita lain, tapi apalah daya, kamu hanya diam saja, jadi aku kira kamu sama sekali tidak mencintaiku, karena kamu tidak peduli denganku" jawab Kevin membuang muka.
Dia tidak berani menatap mata istrinya yang sekarang terlihat begitu menyeramkan dimata Kevin.
"Oh, jadi hanya seperti itu perasaanmu padaku,? kamu benar-benar egois Kevin, egois,!!" teriak Mira.
Dia kemudian berlalu meninggalkan Kevin yang masih terguncang dengan keadaan ini. Rasa cemburunya mengakibatkan sang istri marah.
Mira masuk kedalam kamar lamanya, dia mengunci pintu itu dan membantingkan tubuhnya ke kasur yang dimana kemarin telah terjadi saksi tertumpahnya noda merah disana.
Mira menangis menyusupkan wajahnya kebantal. Dia tidak menyangka Kevin bisa berbicara seperti itu.
Sedang disisi Kevin, pria itu mengusap wajahnya kasar, dia begitu menyesal telah membuat Mira marah lagi padanya.
Baru saja mereka baikan karena kesalahpahaman, tapi ini karena ke egoisan Kevin, Mira jadi marah lagi.
Kevin bejalan menuju kamar Mira dan mengetuk pintu.
"Sayang, maafkan aku, pliss," seru Kevin sambil terus menggedor pintu kamar Mira.
Mira tidak menghiraukannya, dia masih terus menangis dengan memeluk guling erat.
"Sayang, maafkan aku membuatmu marah dan kecewa, aku tadi terlalu cemburu dengan adanya Kenzo disini?"
Kevin masih terus menggedor pintu itu, dia tidak ingin Mira marah padanya. Tapi sepertinya akan sangat sulit untuk membuat dia langsung memafkan Kevin.
Kevin sangatlah paham, bahwa semua ini terjadi karena kesalahannya.
****
Mira terbangun dari tidurnya, dia merasa sedikit pusing karena semalaman menangis.
Mira melihat jam di dinding ternyata sudah jam 5 pagi.
"Ya tuhan, aku ketiduran." Mira segera berlari ke kamar mandi.
Tidak sampai 20 menit Mira menyelesakikan acara mandinya.
Kruyuk .. kruyuk ..
Terdengar bunyi suara perut Mira. Dia ingat bahwa tadi malam dia belum makan gara-gara kejadian itu.
Mira segera keluar dari dalam kamar. Saat membuka pintu Mira sangat terkejut karena Kevin sedang tidur dan bersandar di pintu kamar yang ditempatinya.
Kevin terbangun karena pintu itu terbuka mengakibatkan dirinya terjungkal kebelakang.
"Kevin!" Pekik Mira.
Kevin yang sudah terbangun membuka matanya. Dia langsung berdiri dan menarik Mira kedalam pelukannya.
"Sayang, maafkan aku, apa kamu baik-baik saja, aku sangat khawatir sayang. Tolong jangan marah lagi ya?" Pinta Kevin.
Mira bisa merasakan kekhawatiran suaminya itu.
"Hemmm" hanya itu jawaban yang keluar dari mulutnya.
"Terima kasih sayang, maaf" seru Kevin menciumi pucuk kepala istrinya.
"Sebaiknya kamu mandi dulu, aku akan segera masak untuk sarapan" ucao Mira melepaskan pelukan Kevin.
Kevin mengangguk dan tersenyum, dia juga sangat lapar karena kemarin malam melewatkan makan malam yang seharusnya menjadi momen indah bersama sang istri.
Diapun tidak ingat jam berapa dia ketiduran didepan pintu, yang pasti dia sangat kelelahan karena memikirkan Mira.
****
Di kantor ...
Kevin sedang meneliti berkas penting yang akan ditandanginya.
Tok, tok, tok,
Sebuah ketukan dipintu membuat Kevin mendongak.
"Masuk" seru Kevin.
Pintu terbuka dan memperlihatkan sosok pria yang membuatnya cemburu buta.
"Apakah anda memanggil saya Tuan Kevin?" Ucap Kenzo.
"Hemm, aku hanya ingin mengatakan padamu, bahwa mulai saat ini jangan mendekati istriku lagi," ucap Kevin datar.
Kenzo tersenyum, lalu dia berucap.
"Menurut ku sebaiknya kamu melepaskan Mira saja, aku tahu dia sangat menderita hidup sebagai istrimu, Lindsay sudah menceritakan semuanya padaku bahwa kamu menikahi Mira hanya untuk balas dendam saja, jadi lepaskan lah dia,"
Brraakk!!
Kevin menggebrak meja kerjanya.
"Atas dasar apa kamu menyuruhku meninggalkan Mira!!" Seru Kevin.
"Karena aku mencintainya, kalau kamu hanya balas dendam kepada istrimu itu, lebih baik lepaskan dia untukku" jawab Kenzo.
"Ingat Kenzo, kamu adalah karyawanku, kalau sampai kamu berani macam-macam dengan ku, akan kupecat kamu saat ini juga!!"
"Hahaha, apa kamu membawa masalah pribadi ke pekerjaan? Hei bos bersikaplah profesional, bukankah kamu seorang Kevin Abraham Benecdit? seorang CEO yang sangat ambisius dalam hal pekerjaan? Lalu kenapa sekarang kamu bisa menjadi seperti ini hanya karena masa wanita?" Ucap Kenzo sinis.
Kevin semakin meradang mendengar ucapan karyawan nya itu.
"Mira adalah istriku, dan aku sangat mencintainya, jadi kamu salah menilai bahwa aku hanya balas dendam, aku menikahi Mira karena aku sangat mencintainya" jawab Kevin tajam.
Bersambung ....
Maaf baru bisa up,, sekarang terkendala di dunia nyata. Lagi sibuk-sibuknya ini. Jangan lupa dukung othor terus ya? Jangan pelit vote dan Like ya, komen juga, terimakasih 🥰🥰
kerenn🔥🔥