Hallo besti 🖤, cerita ku ini tentang cewek bernama Syakila Almeera yang memiliki sifat ceria, aktif, ekspresif, lembut, dan penuh cinta bertemu dengan Agha yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan Syakila.
mereka berdua di satukan oleh pernikahan paksa, dan banyak drama didalam pernikahan mereka, apakah Agha akan jatuh cinta dengan Syakila yang terus-menerus memperlakukan Agha dengan penuh cinta atau akankah Agha tetap terjebak di lingkaran bernama masa lalu. Maka saksikan dan baca terus cerita happiness ini yah, jangan lupa komen like dan follow untuk info selengkapnya, bay bay besti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Umai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 Tak terkendali
Saat ini Agha, dirinya udah pasrah, dunianya hancur seketika. Agha duduk di teras rumah Alicia dengan tatapan mata kosong dan lurus ke depan, Agha gak sanggup melihat Alicia yang mulai terbujur kaku di atas alas dan di bacakan ayat suci Al-Quran.
Kenapa semua ini terjadi, kenapa harus aku sih yang alami ini, aku gak bakalan sanggup ya Allah. Batin Agha.
Terlihat orang-orang mulai berdatangan untuk melayat, tak lama terdengar pengumuman di masjid tentang berita kematian Alicia, Agha mendengar itu rasanya ingin merobek mulut orang yang menyiarkan, tapi tersadar akan kenyataannya sekarang.
Saat malam makin larut dan tidak ada yang mengaji lagi, Agha izin masuk ke arah kamar mandi untuk mengambil wudhu dan duduk tak jauh dari Alicia untuk gantian membaca ayat suci Al-Quran, karena di bilang umah tidak boleh putus bacaan Al-Qur'an untuk jenazah dan jenazah pun tidak boleh di tinggal sendirian.
Sepanjang Agha membaca ayat suci Al-Quran, sepanjang itu pula air matanya mengalir lagi. Entah lah, walaupun di mulut Agha berkata ikhlas tapi nyatanya jauh di dalam hati masih belum ikhlas dan berat menerima semua ini, bayangin aja calon pasangan kalian yang meninggal dunia, yang dimana waktu pernikahan tinggal menghitung hari, semua sudah siap tapi di batalkan semua, Agha tidak peduli akan uang nya yang keluar cuma-cuma untuk acara yang tidak akan pernah terjadi.
Alice, kamu sukses buat abang hilang arah dan tujuan untuk masa depan. Abang bakalan gak mau kenal wanita lain, dan abang gak bakalan nikah, abang mau kita jumpa di akhirat dan Abang minta sama Allah subhanallah wa taala untuk menjodohkan kita di akhirat, Alice tunggu abang yah.Batin Agha yang udah gak tau harus gimana lagi, saat ini dirinya hanya mengikuti arus aja.
Karena kurang istirahat, saat membaca Al-Quran Agha tiba-tiba tertidur, tubuhnya terjatuh ke belakang tepat di pangkuan abah. Abah yang menyadari kalau anaknya ini tidur pun tidak membangunkannya, dalam mimpi Agha bertemu dengan Alicia yang mengatakan bahwa dirinya kecewa atas doa yang Agha panjatkan.
"Abang apa-apaan sih, kenapa doa gitu, abang kita Alice gak tau apa." Ucap Alicia dengan nada kesal.
"Maafin abang, abang doa gitu karna abang hanya mau sama kamu, abang gak butuh yang lain."
"Abang butuh, masa depan abang masih panjang ingat itu."
"Gak, abang cuman mau sama kamu."
"Bang, Alice mohon sama abang jangan kayak gini yah." Ucap Alicia dengan nada lembut tidak seperti tadi.
"Tapi gimana abang hidup tanpa kamu Alice, gimana juga rumah kita, pernikahan kita?." Ucap Agha dengan ekspresi frustasi dan nada suaranya mulai bergetar menahan tangis.
"Maafin Alice bang, tapi percaya deh Allah udah siapkan jodoh abang yang sebenarnya dan akan hidup sama abang hingga hari tua bahkan kalian jodoh dunia akhirat, bukan dengan Alice bang. Alice ingin abang lupakan Alice dan berbahagia dengan dia, jaga dia dengan baik dan sayangi dia seperti abang sayang ke Alice yah bang sebab dia yang akan jadi ibu dari anak-anak abang. Alice pamit dan Alice mohon ke abang bangkit dan jalani hidup abang, jangan lupa mampir ke makan Alice yah bang, kalau abang nikah nanti ajak istri abang main-main ke makan Alice yah bang, assalamu'alaikum."
Setelah mendengar penjelasan dari Alicia, pandangan Agha menjadi putih dan makin lama makin silau dan tersadar saat abah menepuk pipinya pelan.
"Bangun nak, kita sholat subuh dulu yuk udah azan ini."
"Abah, hiks." Ucap Agha sambil memeluk Abah dengan erat, mendapat pelukan oleh anaknya abah membalas pelukan Agha dengan hangat dan mengelus kepala Agha dengan hangat.
"Kita doakan sama-sama yah, kita jalani ini juga sama-sama, bismillah."
"Iya bah."
Mereka sholat di masjid terdekat rumah bapak, selesai sholat jama'ah Agha gak langsung pulang melainkan berzikir dahulu lalu mendoakan untuk Alicia ditempatkan di antara mukminin dan di sisi Allah, setelah itu Agha berjalan menuju ke rumah bapak bersama yang lainnya.
Di pagi hari, jumlah orang yang melayat makin ramai, Agha memutuskan untuk duduk di teras, tempat dimana dirinya duduk waktu malam. Saat sedang duduk termenung, Agha di sadarkan oleh Dafa akan kedatangan penyebab atau pelaku kecelakaan Alicia. Tio datang dengan di dampingi dua orang polisi dan tiga orang berseragam serba hitam dan tubuh yang tegap serta kekar.
Bugh!
Bruk!
Melihat itu Agha langsung menerjang Tio, Agha menendang bagian perut, sampai Tio terjungkal ke belakang, tubuh Agha langsung di tarik Dafa, selang beberapa detik saat yang lain lengah Agha memukul kembali wajah pelaku. Tindakan Agha membuat panik yang melayat, melihat Agha seperti kesetanan, Dafa mencoba menahan tubuh Agha tapi tidak sanggup, sungguh tenaga Agha sangatlah kuat ditambah lagi saat ini Agha di kuasai emosi.
"Erlan, istighfar kamu." Ucap Dafa.
"Lepaskan aku bang, dia yang buat Alice kek gini." Ujar Agha yang masih emosi, bahkan wajahnya merah dan sorot matanya tajam dan penuh kebencian.
"Erlan lu harus sadar, Alice paling gak suka lihat lu kayak gini." Ucap Helmi yang emang datang dari sore tak lama Agha dan yang lain sampai.
"Sabar Erlan walau mustahil untuk lu sabar, tapi coba demi Alice lu sadar, jangan ikutin hawa emosi lu."
"Gimana gua bisa sabar Hel, calon istri gua meninggal karena dia Hel, sempat siuman tapi jantungnya lemah karena luka nya."
"Lu bayangin, calon istri gua Hel, lu kalau di posisi ini gua jamin lu bakalan lebih parah dari gua!."
"Gua tau, apa kita matikan dia aja. Kan gak mungkin Erlan!."
"Ide bagus itu, gua hubungin orang-orang gua sekarang." Ucap Agha yang menganggap serius candaan Helmi.
Emang gak cocok Helmi bercanda di momen ini, bakalan di setujui oleh Agha yang masih di kuasai emosi dan dendam. Mendengar itu, datang ibu-ibu paruh baya menghampiri Agha dan langsung bersujud di kaki Agha meminta maaf untuk anaknya, spontan Agha langsung mundur menjauh.
"Maafin anak saya, saya tau perbuatan anak saya sangat fatal."
"Bukan ke saya minta maaf nya, minta maaf lah ke wanita yang sudah susah payah mengandung dan melahirkan bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk anak yang saat ini jadi korban anak anda."
"Ah iya, bahkan di kasus kali ini anda juga lalai untuk mendidik anak anda, bahkan anda memberikan motor di saat umur anak anda belum cukup, ah saya punya ide. Gimana kalau nyawa di bayar nyawa?, Biar anda merasakan sakit yang dirasakan ibu calon istri saya, bukankah dengan cara seperti itu akan adil?." Ujar Agha dengan nada dingin, serius dan senyuman yang mengerikan, saat ini aura Agha sangat mencekam sampai-sampai Helmi berjalan menjauh.
"Gak bisa gitu dong, kan anak saya udah di hukum atas kesalahan yang di perbuat." Ucap ibu Tio.
"Lihat, bahkan anda saja tidak mau merasakan kehilangan nyawa anak, tapi anda dengan enteng meminta maaf saja apa maaf bisa kembalikan nyawa calon istri saya, gak! kan!. Ah iya, apa tadi di hukum atas kesalahannya, saya sempat lupa kalau sistem hukum di negara ini sangat memprihatinkan, hahaha lucu sekali."
Agha mengatakan itu semua dengan ekspresi yang sangat mengerikan, dan jangan lupakan aura mencekam yang keluar dari tubuhnya. Bahkan abah dan umah sekalipun gak bisa mencegah Agha, saat ini Agha tidak bisa di cegah. Hatinya udah sangat terluka dan sangat jijik dengan hukum di Indonesia ini, ingin rasanya menghabisi nyawa pelaku di depannya ini.
"Tapi saya mohon maafkan anak saya, saya janji akan menanggung semua pengeluaran untuk acara tahlilan sampai 40 hari."
"Wah, lihat anda sangat berani sekali mengatakan itu. Anda tidak tau siapa saya?, Bahkan jumlah uang anda tidak sebanding dengan jumlah uang saya, berani sekali anda berkata seperti itu, disini kita bukan membicarakan soal uang, tapi soal nyawa. Saya mau nyawa di bayar dengan nyawa, anak anda telah menghilangkan nyawa calon istri saya, dan anda akan merasakan hal yang sama."
Mendengar itu, Tio langsung bersujud di kaki Agha untuk mengampuninya, tentu saja Agha mundur kebelakang, dirinya sangat tidak sudi di sentuh oleh seorang pembunuh.
"William, saya berikan kamu izin untuk melakukan ide yang kamu ucapkan tadi malam."
"Baik bos, data dan yang lainnya udah siap."
"Baik, laksanakan lah."
"Baik bos."
Tut.
Suara telepon terputus, Agha menghubungi salah satu orang kepercayaannya yang ada di markas black tempat dimana para bodyguard bayangan yang bekerja untuk menjaga keluarganya di Indonesia, William melakukan ide yang sangat menghibur sekali, dimana dia mengatakan ke Agha untuk menghancurkan keluarga Tio dengan cara membuat ayah Tio di pecat dari pekerjaan nya dan namanya di blacklist di perusahaan besar maupun kecil agar tidak bisa bekerja dan membuat pelaku di keluarkan dari sekolah dan mem blacklist namanya di sekolah bahkan di universitas manapun.
Bukankah ide yang sangat brilian, Agha sangat suka itu, biarlah di katakan orang Agha ini sangat kejam dan berhati iblis, karena orang itu udah mengganggu hidupnya yang tenang bahkan merenggut nyawa calon istrinya. Setelah mengatakan itu, Agha masuk kedalam dan duduk tak jauh dari jenazah Alicia.
Bahkan di perusahaan milik nya, Agha membuat hukum dan undang-undang yang sangat tegas dan keji sendiri, dan ini berlaku di semua perusahaan atas nama Agha. Terlihat kan, berkat hukum dan undang-undang nya tercipta kesejahteraan karyawan nya bisa di jamin.
Ketika mereka lembur, uangnya sangat menggiur karena mereka akan mendapat uang lembur dengan jumlah setengah dari gaji, ketika mengambil cuti dan sakit atau izin tidak hadir karena sakit tidak di potong gaji, asuransi kerja dan kesehatan semua punya dari karyawan sampai supir, dan saat lebaran, natal, bahkan bonus tahunan semua dapat, tapi semua itu harus mereka bayar dengan kejujuran, kesetiaan dan ketulusan kerja mereka.
Tidak akan berlaku untuk orang-orang yang bermain kotor, atau bekerja tidak jujur. Agha sangat benci orang yang seperti itu, toh semua uang yang Agha keluarkan dengan nominal fantastis hanya ingin di bayar dengan kejujuran, kesetiaan dan ketulusan karyawannya. Karena Agha sangat mengerti, ke tiga hal itu sangatlah mahar harganya. Tapi di luaran sana banyak manusia yang menjual kejujuran mereka hanya karena uang yang gak seberapa, dan jika ada orang yang tidak jujur atau bahkan ada yang korupsi di perusahaan Agha, maka mereka akan siap-siap kehilangan kedua tangan mereka, yah begitulah sedikit dari banyaknya hukum dan undang-undang yang di buat Agha, ngeri tapi dengan cara itulah Agha bisa menjamin kesejahteraan banyak orang.
Banyak di luaran sana yang ingin sekali bisa bekerja dengan Agha, tapi harus siap dengan persyaratan dan tahapan masuk perusahaan. Bahkan yang ingin bekerja sama dengan perusahaan Agha, mereka gak bisa sembarangan. Agha memegang hukum dan undang-undang nya yang bahkan pemerintah tidak bisa ganggu atau mengomentari, karena jika pemerintah menentang, siap-siap orang yang menentang akan hidup sengsara atau tidak ada di dunia, hukum dunia bisnis itu sana saja seperti hukum dunia bawah atau dunia hitam.