NovelToon NovelToon
Lelakimu

Lelakimu

Status: tamat
Genre:Romantis / Dikelilingi wanita cantik / Cinta beda status / Tamat
Popularitas:154.3k
Nilai: 5
Nama Author: syafridawati

Dylan pemuda berhati luhur, baik, polos juga tampan. Ia memiliki kepintaran yang luar biasa juga hobbi yang suka berganti-ganti mengikuti mood-nya. Dylan juga tidak pernah membanggakan diri sebagai putra konglomerat.

Karena suatu skandal ia di buang papanya ke daerah terisolir jauh dari kata modern sebagai hukuman, ia hanya boleh kembali bila ia sudah berhasil.

Di dusun ini Dylan bertemu gadis cantik yang bernama Lili seorang guru yang mengabdikan diri di pedalaman, Lili tunangan Defri Kakak sepupu Dylan yang sudah meninggal. Hingga karena suatu kesalahpahaman keduanya menikah, tanpa cinta.

Ayu seorang gadis cantik putri seorang pria terkaya di dusun sangat membenci Lili dan terobsesi dengan Dylan. Ayu dan komplotannya berusaha menghancurkan rumah tangga Dylan dan Lili.

Mampukah Dylan menjadi seorang lelaki yang penuh kasih dan tanggung jawab? Untuk Lili, papa dan penduduk dusun.
Mampukah Dylan meraih cinta, kehormatan dan kepercayaan....

Nb: Maaf jika banyak kesalahan, karena saya baru mencoba untuk menulis.
Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syafridawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terperangkap

"Aduhh, ka-kakiku ... si kurang ajar mana yang meletakkan kawat di tengah jalan?." Umpat Ayu. Ia terus mengusap-usap kakinya yang sudah mengeluarkan sedikit darah, ia mencoba untuk berjalan tetapi ia tidak bisa melangkahkan kakinya karena lukanya sedikit dalam.

"Aduh, bagaimana ini? Mana hari sudah mulai senja. Di sini hutan lagi? Pasti tidak ada orang lewat di hutan ini." Ayu bicara sendiri.

Madar menunggu sedikit lagi, hingga ia merasa waktunya sudah cukup, ia menghampiri Ayu.

"Ayu ... Ngapain kamu kemari? " tanya Madar, menghampiri Ayu.

"A-aku ... Lagi lewat di hutan ini. Aku tersandung kawat sialan ini, kakiku terluka." Jawab Ayu. Ia mengenal Madar sebagai kaki tangan ayahnya. Pria dingin yang suka memandangnya setiap kali mereka bertemu.

"Mengapa harus bertemu dengan Madar?" batinnya. Ayu tidak pernah bertegur sapa dengan Madar setiap kali bertemu, Ayu selalu menghindari Madar, karena ia selalu merasa takut. Mata pria ini selalu tajam memandangnya seakan-akan ingin menelannya bulat-bulat.

Madar berjongkok di kaki Ayu memeriksa luka yang di akibatkan olehnya.

"Aku rasa lukamu sedikit dalam, kalau kamu mau ... Aku akan membawamu ke pondokku, agar aku bisa mengobatinya." tawarnya.

"Ti-tidak usah! " Ayu sedikit takut.

"Terserah ... Kalau kau ingin bermalam di hutan ini." Madar sudah ingin berdiri meninggalkan Ayu namun, tangan Ayu menangkap lengannya.

"Baiklah, aku ikut! Tapi aku tidak bisa berjalan." Ucap Ayu.

Tanpa banyak bicara Madar menggendong Ayu ala bridal style. "Oh, wangi Ayu sangat memabukkan!" batin Madar, fantasi seksual yang selama ini ia lakukan terus menari di benaknya.

Apa lagi pakaian seksi terbuka di bagian dada dan pahanya, membuat Madar semangkin bernafsu.

"Aku harus memilikimu ... aku tidak peduli pada Rawin atau siapa pun. Malam ini kau harus jadi milikku." batin Madar.

"Kalau aku tidak terluka, aku tidak akan mau digendong pria ini. Sialan! " batin Ayu.

Sesampainya di pondoknya, Madar membaringkan Ayu di dipan pandan, ia mencari kotak obat di kamarnya.

Dengan telaten ia memgobati luka Ayu.

Malam mulai gelap, hujan mengguyur Dusun Puak.

Madar menghidangkan nampan berisi makanan juga minuman.

"Makanlah! Aku tahu, kamu belum makan. Apa yang kau lakukan di daerah rawan ini? " tanyanya.

Kriukkk ....

Suara perut Ayu memaksanya untuk makan, ia makan dengan lahapnya walaupun, hidangan yang disuguhkan

hanyalah menu sederhana.

"Aku hanya ... ingin berjalan-jalan saja! Menghilangkan suntuk." Jawab Ayu berbohong.

"Aku tidak peduli! Yang penting aku makan. Lagian buat apa aku jujur padanya? Ia bukan siapa-siapaku!" batin Ayu.

"Kau menipuku!" batin Madar, terus memandang wajah Ayu yang cantik, apa lagi tanpa Ayu sadari bagian tubuhnya yang terbuka sudah semangkin terbuka.

Setelah makan, Ayu melihat ke sekeliling ruangan pondok. Pondok yang sangat kecil, hanya sebuah ruangan dan dapur saja. " Aku ingin pulang!" ucap Ayu memecah kesunyian.

"Masih hujan deras, lagian tebing sangat terjal dan licin, aku tidak bisa menggendongmu dalam kondisi seperti itu? Bagaimanapun, mau tidak mau kau harus menginap di sini." papar Madar.

"Aku tidak mau tidur di sini! Tempat ini kumuh sekali." Teriak Ayu.

"Terserah! " Madar meninggalkan Ayu. Penerangan di dalam pondok hanya menggunakan cahaya lampu teplok. Ia di tinggal sendirian, Madar telah pergi ke balik tepas yang merupakan sebuah pintu. "Apa yang harus aku lakukan? Ayah .... " rengeknya.

"Madar ... Madar! " teriaknya.

Namun, Madar tidak juga datang, ia berusaha berjalan dengan menyeret kakinya. "Ke mana si berengsek itu? Akh, aduh ... kaki ini." Ayu menyentuh kakinya.

Madar muncul di balik pintu, memandang Ayu penuh benci dan nafsu. "Ayah dan anak sama saja! Suka memerintah sesuka hati. Awas kau! Kau akan jadi budak nafsuku, hingga kesombonganmu itu hilang."

"Ada apa kau berteriak? "

"A-aku ... takut, jangan pergi? " pinta Ayu tanpa ia sadari, hilang sudah kesombongannya.

"Lalu ..., apa aku harus menemanimu di sini? Aku mengantuk? Besok aku harus bekerja di perkebunan. Kalau kau mau? ayo, tidur di kamarku?" tawar Madar.

"Apa?"

"Terserah! Pondok ini hanya punya satu kamar. Dan tidak ada yang gratis, Yu. Bukankah selama ini, kau juga selalu mengatakan dan melakukan seperti itu?, kau harus membayarnya! " Madar berjongkok di sisi Ayu.

"Aku tahu! Kau menyukai Ucok, dan ingin menjadikan ia milikmu. Dan kau juga harus tahu aku menyukai Lili, bagaimana kalau kita bekerja sama? " tawar Rawin.

"Aku hanya menyukaimu, Yu! " batin Madar.

Ayu memandang Madar, "Sialan! Mengapa semua pria menyukai Lili? " batinnya kesal.

"Baiklah .... " Ayu menyetujuinya, ia tidak punya pilihan lain lagi.

Madar menggendong Ayu ke kamarnya, membaringkannya di tempat tidur.

Ia juga berbaring di sisi Ayu.

"Apa yang kau lakukan? " Ayu mulai beringsut menjauh.

"Ini rumahku! Terserah padaku? Kalau kau tidak mau kau bisa keluar." Ancamnya.

"Sialan ....!" batin Ayu.

Madar membaringkan tubuhnya di sisi Ayu, wangi Ayu sudah melumpuhkan semua indera dan juga nalarnya. Pikiran mesumnya sudah menghantuinya.

"Jangan coba-coba berpikir, kau akan melakukan sesuatu kepadaku? Aku akan melaporkanmu kepada Ayahku. Kau tahu! siapa Ayahku yang juga Bosmu?." Ancam Ayu. Madar hanya melirik sekejap.

"Aku diminta Ayahmu, untuk membuat Ucok menikah denganmu, tapi tidak semudah itu! Aku menyukai Lili. Sudah kubilang, bagaimana kalau kita bekerja sama? Tapi, aku inginkan imbalan dari mu. " Madar memiringkan tubuhnya, siluet tubuh Ayu membuat ia semangkin berhasrat.

"Aku harus membuat Ayu jatuh ke perangkapku, hingga ia dengan suka rela menyerahkan dirinya." batinnya.

"Tetapi, kau menyukai Lili. Bagaimana mungkin kau akan bekerja sama denganku? " Ayu curiga

"Aku hanya menyukainya ... bukan ingin memilikinya? " ucap Madar.

"Maksudmu? "tanya Ayu tak mengerti.

"Aku akan memperkosanya! Dan membuat Ucok membuangnya. Tapi ... semua itu tidak gratis, kau harus membayarnya.

"Bayangan sekelumit Lili diperkosa Madar, membuat Lili senang.

"Berapa yang kau mau? " tanya Ayu.

"Aku tidak mau uangmu! "

"Lalu, Apa yang kau mau? " Ayu semangkin curiga.

"Aku mau tubuhmu! "

"Apaaa! " Ayu beringsut menjauh.

"Terserah ... Kalau kau mau Ucok jadi milikmu? Lakukanlah!. Tapi kalau tidak? Aku tidak akan membantumu walaupun, Ayahmu memintaku. Aku juga banyak kerjaan, yang lebih penting." Madar kembali ke posisi awal, menghadap langit-langit kamar.

"Apa yang harus aku lakukan? Mbah Karyo juga lama pulangnya, si berengsek ini ...." batin Ayu.

"Aku sudah tidak tahan, melihat kemesraan Ucok dan Lili." batin Ayu termenung. Ayu berperang dengan batinnya. Dendamnya lebih mengalahkan logika, ia tidak lagi bisa berpikir dengan jernih.

Madar tetap diam tak bergeming, cuaca semangkin dingin karena hujan semangkin deras.

"Baiklah ... Aku mau! Tapi kau harus pegang janjimu, kalau tidak? Aku juga bisa berbuat nekad, yang tidak akan pernah kau bayangkan!." Ancam Ayu.

Madar tersenyum, di dalam gelapnya ruangan. Ia berhasil memperangkap mangsanya, yang sudah masuk ke dalam jebakan yang di buat olehnya. Madar menghadap Ayu mulai mencumbui setiap jengkal tubuhnya dengan penuh nafsu.

"Apa yang kau lakukan? " tanya Ayu takut.

"Aku ingin sekarang, nikmatilah! "

Madar terus menggerayangi tubuh Ayu di setiap jengkalnya, tanpa ada sedikit pun yang terlewati seperti hayalannya yang selama ini menemaninya, kini benar-benar menjadi nyata.

"Akh, sialan! Kalau tidak karena ingin menghancurkan Lili, aku tidak akan pernah mau melakukan ini. Menyerahkan kehormatanku, kepada bajingan tengik ini. Tapi ... sudahlah! Lili harus membayar semua ini nanti" batinnya.

Madar terus saja menggerayangi tubuh Ayu, saat jeritan dan tangisan Ayu terdengar, semangkin kencang ia melakukannya ia tidak peduli lagi tangisan dan rasa sakit Ayu, yang ia inginkan menumpahkan hasratnya yang sudah bertahun-tahun ia pendam.

Setelah menyelesaikan hasratnya, Madar tersenyum, "Kau tidak akan pernah bisa lepas dari jeratku, Ayu. Rawin ... lihatlah! Putri kesayanganmu tertidur pulas." Madar melirik Ayu sekilas, sebenarnya di hatinya yang paling dalam ia tidak ingin berbuat seperti ini. Madar ingin di sisa hidupnya yang kacau, ia ingin berbuat sekali saja yang benar menurut hukum dan agama. Tetapi ia tahu, Ayu tidak akan pernah mau menjadi istrinya.

Ia memiringkan tubuhnya melihat wajah Ayu, sisa air mata masih menggenang di pelupuk matanya. Ada sebersit rasa kasihan dan bersalah namun, segera ia tepiskan. Egonyalah yang terus bermain di benaknya.

Malam berganti pagi, tak sedetik pun Ayu memejamkan matanya, ia merutuki kebodohannya. Namun, nasi sudah jadi bubur. Apa lagi sudah berulang-ulang Madar menuntaskan birahinya, Ayu harus rela walaupun ia tidak pernah ikhlas melakukannya, hanya demi sebuah balas dendam.

Ia semangkin membenci Lili, ia menyalahkan segala kemalangan di hidupnya karena Lili.

Akhirnya Madar menggendongnya untuk mandi. Walaupun Madar memandikan ia dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, "Aku membencimu pria sialan, lihatlah nanti! aku akan menghabisimu." batin Ayu.

Ia memandang Madar dengan penuh kebencian hingga ke tulang sumsumnya, "Aku tahu, kau membenciku, Yu. Tapi semua ini, demi tujuanmu untuk mendapatkan pemuda itu. Dan ingat! Semua ini adalah rahasia kita berdua, bila kau membeberkannya tidak masalah! Kita akan menikah, jadi sebaiknya kau tutup mulutmu! Dan kapanpun aku mau, kau harus datang kepadaku! atau ... aku akan membeberkan aibmu, hingga tidak seorang pun yang ingin menikahimu." Ancam Madar.

Madar terus membelai tubuh Ayu.

"Berengsekkk! " umpat Ayu kesal bercampur marah.

Karena untuk kesekian kalinya Madar kembali menuntaskan hasratnya, Madar kembali mengulanginya di kamar mandi di bawah pancuran air terjun mini, tanpa memberinya ampun sedikit pun, bagian sensitif tubuhnya sudah tidak kuat lagi. Tapi Madar terus saja melakukannya, hingga ia pun pingsan.

Bersambung ....

Terima kasih, jangan lupa like, comen, san vote-nya ya pembaca budiman! 😘😘🤗🤗

1
Suyatno Galih
ceritanya kampung terisolir jadi heboh dg dtgnya toke sawit yg mau mbangun kampung, semangat
Vita Anggraini
ditunggu thor..... kelanjutannya okeeee
syafridawati: insya Allah kak
total 1 replies
Vita Anggraini
gank Kabir kreennn aku udah baca samai tamat happy ending.... pulau kematian
syafridawati: makasih kak
total 1 replies
Vita Anggraini
hahaha aku yg baca aja ketawa....
syafridawati: hahaha
total 1 replies
Vita Anggraini
papa Andrian kreeennn
syafridawati: ya aku juga suka kisah ini sebenarnya
total 1 replies
Vita Anggraini
kreennnn jln cetitanya
syafridawati: terima kasih kak, tapi itu pun nggak selesai season keduanya belum buat juga
total 1 replies
Vita Anggraini
edan Rawin
Tyara Lantobelo Simal
Lanjut Thor
menarik
syafridawati: mungkin suatu saat nanti aku buat sekuelnya. sekarang lagi sibuk
total 1 replies
Auditor
hm gk bisa brkata kata ih 😊
Hiatus
semangat kak
PanggilsajaKanjengRatu
Hy kak, yuk mampir di novel baruku "Lihat Aku, Dan buka Hatimu"
Nm@
"My Brother" hadir, Kak!
Juefioritah Fun Min Wah
semangat sis..saya like..
𝔸𝕝𝕖𝕖𝕟𝕒 𝕄𝕒𝕣𝕊
4 like+rate 5 dan komen sudah mendarat kaka😘😘
𝔸𝕝𝕖𝕖𝕟𝕒 𝕄𝕒𝕣𝕊
like
𝔸𝕝𝕖𝕖𝕟𝕒 𝕄𝕒𝕣𝕊
😍😘
𝔸𝕝𝕖𝕖𝕟𝕒 𝕄𝕒𝕣𝕊
Hai kaka, aleena mampir nih😍
Hiatus
aku mampir kak
Nona Kos Anjani
like😍
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
Tante kesayangan tuan muda mampir, semangat up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!