NovelToon NovelToon
Dikejar Mantan Suami Kaya Raya

Dikejar Mantan Suami Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cerai / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: dewisusanti

Caroline Watson mengorbankan seluruh masa mudanya demi pria yang ia cintai. Ia setia berdiri di sisi suaminya, menyingkirkan impian pribadinya sendiri. Namun pada akhirnya, pria itu justru menceraikannya dengan alasan yang kejam—Caroline tidak mampu memberinya seorang pewaris. Keputusan itu meninggalkan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.
Dengan hati hancur, Caroline memilih menghilang dari hidupnya.

Lima tahun kemudian, ia kembali menginjakkan kaki di negeri itu, ditemani seorang bocah laki-laki kecil dengan wajah polos yang menawan.

Kehidupan barunya yang selama ini tenang mulai terguncang ketika mantan suaminya mengetahui kebenaran—bahwa Caroline telah melahirkan seorang putra. Seorang anak yang memiliki darahnya.

Namun kali ini, Caroline bukan lagi perempuan lemah yang dulu pernah ia tinggalkan. Ia telah berubah menjadi sosok yang jauh lebih kuat dan tak mudah disentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewisusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia sudah menikah lagi??

Caroline menggenggam tangan Leo dan membiarkannya duduk di sampingnya, menatap mata putranya itu.

“Mengapa kau berpikir kalau Paman Marcus adalah ayahmu?” tanya Caroline.

Leo mengerutkan kening. Matanya sedikit bergetar saat ia menatap kembali ibunya.

“Karena Paman Marcus tahu tentang kakek buyut. Paman juga baik padaku, dan aku merasa nyaman berada di dekatnya…” ucapnya dengan tenang, tetapi Caroline bisa melihat kilasan kesedihan di tatapan mata Leo.

Entah mengapa, Caroline merasa hatinya perih saat menyaksikan hal itu.

Ini memang sudah menjadi kekhawatirannya sejak melahirkan Leo — bagaimana menjelaskan tentang ayah kandungnya. Hingga hari ini, ia tak pernah memiliki kesempatan untuk melakukannya karena terlalu khawatir memikirkan cara menyampaikannya, dan Leo pun tak pernah bertanya.

Namun barusan, Caroline benar-benar terkejut saat mendengar Leo tiba-tiba menanyakannya. Tentu saja, pertanyaan mendadak Leo cukup untuk membuat semua kata-kata yang telah ia siapkan lenyap dari pikirannya.

Melihat tatapan mata Leo yang masih terpaku padanya, seolah menunggu jawabannya, memberi Caroline sedikit keberanian untuk membicarakan hal ini.

“Aku minta maaf, Leo, tapi Paman Marcus bukan ayahmu,” katanya dengan nada penuh penyesalan.

Wajah Leo perlahan menjadi muram saat mendengar kata-kata yang tak ingin ia dengar — Marcus bukanlah ayahnya. Ia merasa kecewa meski sebenarnya sudah mengetahui jawabannya.

Caroline mengepalkan tangannya saat melihat kekecewaan yang terpancar dari mata Leo.

Perlahan, ia bisa merasakan hatinya kembali terluka. Ia berusaha keras menyembunyikannya karena tak ingin membuat Leo khawatir.

Ia segera berdiri. “Sayang, ayo kita pergi. Kita sudah membuat Paman Marcus menunggu terlalu lama.”

Wajah Leo berubah panik saat ia teringat Marcus. Ia mengangguk dan mengikuti Caroline.

“Ayo kita pergi, Mama…” Senyum menghiasi wajahnya saat ia berjalan menuju pintu sambil menggenggam tangan Caroline.

Caroline melihat Marcus berdiri di dekat jendela dengan punggung menghadap mereka. Sebelum ia sempat memanggilnya, Marcus berbalik.

“Kalian sudah siap?” ucapnya sambil berjalan mendekat.

“Maaf sudah membuatmu menunggu. Hmm, ya… kita bisa pergi sekarang.”

“Tidak apa-apa,” Marcus tertawa ke arah Caroline sebelum menatap Leo. “Leo, kau terlihat tampan. Kemari, biar Paman yang menggendongmu…”

Caroline menghela napas pelan saat melihat putranya tidak menolak digendong Marcus. Sebaliknya, Leo terlihat sangat bahagia berada dalam pelukan Marcus.

“Marcus, dia bisa berjalan sendiri. Kau tidak perlu menggendongnya,” kata Caroline sambil menyipitkan mata ke arah Leo.

Ia merasa kagum pada Leo. Bocah kecil ini hanya mengizinkan beberapa orang untuk menggendongnya, dan salah satunya adalah Marcus. Bahkan Tyler dan Lucy pun tak pernah berhasil menggendongnya.

“Tidak apa-apa…” kata Marcus sambil berjalan menuju pintu keluar.

Caroline hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat mereka keluar dari kamar. Ia berbicara dengan Milla terlebih dahulu sebelum menyusul Marcus dan Leo, yang sudah menunggunya di lift.

...

Setibanya di lobi, Marcus meminta Caroline menunggunya sementara ia berbicara dengan manajer hotel.

Caroline tak punya pilihan selain menunggu di dekat pintu masuk. Ia memanfaatkan waktu itu untuk menghubungi kepala pelayan kakeknya.

Ia mengirim pesan pada Hobson.

[Caroline:] Hobson, aku sudah di Sky City. Apa aku bisa mengunjungi Kakek sekarang?

[Caroline:] Aku akan tiba di rumah sakit sekitar tiga puluh menit lagi.

Tak butuh waktu lama. Ia menerima balasan dari Hobson.

[Hobson:] Syukurlah akhirnya Nona Muda tiba. Ya, Nona Muda bisa datang sekarang.

[Hobson:] Tuan Besar sangat bersemangat ingin bertemu denganmu.

[Caroline:] Tolong jangan beritahu siapapun selain Kakek bahwa aku akan datang berkunjung.

[Hobson:] Jangan khawatir, Nona Muda.

Setelah mengirim pesan itu, Caroline tak bisa menahan senyum pahit, teringat saat kakeknya mengetahui tentang perceraiannya dengan William.

Jika bukan karena Marcus menyembunyikan keberadaannya, kakeknya pasti sudah terbang ke Swedia dan menyeretnya kembali ke negara ini.

Selama tiga tahun, Caroline tak pernah menghubungi kakeknya atau anggota keluarga lainnya. Namun Marcus selalu memberinya kabar tentang mereka, terutama kakeknya. Ia baru mulai menghubungi kakeknya dua tahun lalu, dan hubungan mereka perlahan membaik sejak saat itu.

Namun bulan lalu, Hobson menelepon dan memberitahunya bahwa kakeknya dilarikan ke rumah sakit karena stroke.

Caroline tak punya pilihan selain kembali ke kota ini untuk menemuinya.

‘Kakek, aku harap kau tetap sehat…’ doanya dalam hati, matanya menatap jalanan sibuk di hadapannya.

Perlahan, kenangan masa mudanya mulai memenuhi pikirannya.

Kota ini mengingatkannya pada masa muda — begitu banyak kenangan manis tercipta di sini, namun juga kenangan pahit.

‘Sky City, tolong bersikap baik padaku…’ Caroline tersenyum samar sambil menatap langit biru yang cerah.

“Carol, lewat sini…” suara Marcus menyadarkan Caroline dari lamunannya.

Saat melihat Marcus masih menggendong Leo, Caroline tak bisa menahan diri untuk mempercepat langkah menghampiri mereka.

“Kau bisa menyuruhnya berjalan. Berhentilah memanjakannya, Marcus,” kata Caroline tak berdaya, melihat betapa Leo menikmati digendong Marcus.

“Paman, Ibu benar. Turunkan aku, aku bisa berjalan…” Leo khawatir Paman Marcus akan kelelahan.

“Tidak apa-apa, jagoan kecil. Aku tahu kau masih lelah setelah penerbangan panjang,” kata Marcus sambil membuka pintu mobil dan membantu Leo duduk di kursi belakang.

Caroline, “...”

Lalu Marcus membukakan pintu mobil untuk Caroline. Ia tak mengatakan apa pun dan langsung masuk ke dalam kendaraan.

Tak lama kemudian, Audi Q7 putih itu perlahan meninggalkan Hotel Loka.

Sementara itu, di dalam SUV Mercedes hitam, tidak jauh dari mobil Marcus.

Lukas, yang duduk di balik kemudi, ternganga kaget. Saat ini, bahkan wajahnya yang biasanya tenang tak mampu menyembunyikan keterkejutannya.

Ia menoleh ke kursi penumpang di sebelahnya. “Neo, mengapa kau tidak melakukan penyelidikanmu dengan benar? Mengapa kau tak pernah menyebutkan bahwa Nyonya Caroline sudah menikah lagi?”

Neo juga terkejut, sama seperti Lukas. Ia tak menyangka Nyonya Caroline memiliki seorang suami.

“Ah, bung, seperti yang sudah kukatakan, identitas Nyonya Caroline sangat rahasia. Aku tidak bisa menemukan apapun terkait informasi pribadinya.”

“Tch! Kau hanya mencari-cari alasan… Bagaimana mungkin orang biasa seperti Nyonya Caroline, memiliki status rahasia tingkat tinggi di negara ini?”

Neo tak punya waktu untuk menanggapi Lukas yang menurutnya bodoh itu. Ia hanya mengalihkan pandangannya ke kaca spion, menatap kursi belakang. Ia terkejut melihat betapa gelapnya ekspresi William saat ini.

“Coba cari identitas pria itu—”

Sebelum Lukas sempat menyelesaikan ucapannya, ia merasakan suhu di dalam mobil tiba-tiba menurun, seolah sistem pemanas mendadak rusak.

1
mytripe
semoga terus konsisten torr👍👍
broari
semangat kk
july
hadir torr
Afifah Ghaliyati
mantap torr moga moga cray up pagi torr
Afifah Ghaliyati
aku lega banget kakeknya nggak beneran sakit
tapi juga kasian Caroline dibohongin 😢
keluarga ini ribet banget
Afifah Ghaliyati
Caroline keren banget
ditampar → bangkit → balas semuanya
ini baru definisi wanita kuat 😭
Benjamin kelihatan panik tapi masih sok kuasa
Afifah Ghaliyati
sumpah adegan ini bikin dada sesak 😭
Caroline kuat banget, ditampar tapi masih bisa berdiri dan melawan
keluarga Watson ini toxic parah
eva
pintar banget kakek Caroline🤣🤣
eva
terimakasih torr crazy up nya💪💪💪
Uba Muhammad Al-varo
ingat Caroline atas kesakitan mu yang diberikan William makanya kamu jangan mau balik kembali ke William
Uba Muhammad Al-varo
kakek Sebastian nggak tahu Caroline itu pembisnis hebat dan sukses
tia
sudah crazy update oq masih kurang thor
Uba Muhammad Al-varo
ternyata kakek Sebastian pintar juga ngebohongin anak mantu dan cucunya Caroline
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya kakek Bastian sadar dan ini juga awal semuanya memahami kesalahan nya sendiri 🤔🤔
Uba Muhammad Al-varo
good........ Caroline apa yang kamu lakukan sekarang dengan menjawab semua ocehan ayah dan keluarga besar, supaya mereka sadar semua yang terjadi ini akibat dari ketidak mampuan mereka berbisnis
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
wahhh keren update banyak nih tetap semangat terus ya 👍🏻💪🏻😍
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
astagaaa ternyata kakek Caroline ngeprank dan berhasil membuat Caroline pulang dan beliau tahu sendiri anak anaknya pada menyalahkan Carol
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
pasti itu kakeknya Caroline dan salut buat keberanian Caroline mengungkapkan isi hatinya tenang dan tegas tanpa takut
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
bagus Caroline ungkapkan saja apa yang ada dalam hatimu seenaknya saja keluargamu sendiri menyalahkan kamu padahal mereka semua tidak becus bekerja
Dolphin
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!