NovelToon NovelToon
THE BLOGGER STORY

THE BLOGGER STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Fantasi Timur / Wanita perkasa / Konflik etika / Fantasi Wanita / Transmigrasi
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA YA...!!!

Lin Yao seorang blogger makanan didunia modern Time Travel kenegeri kuno, menjadi seorang wanita muda miskin.

Berawal hanya dengan sebuah sendok, ia menghasilkan uang sepenuhnya melalui Hobby & kecerdasannya dalam makanan.

Lin Yao memanfaatkan keterampilan memasaknya untuk bisa bertahan bertahan hidup didunia yang baru ia pijaki.

Bukan cuma untuk dirinya seorang, tapi juga bagi keluarganya.



Bagaimana kah kisah perjalan Lin Yao diDunia kuno...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Lin Shun mengisi kantung air pelanggan itu sesuai dengan pesanan.

Saat teh dipindahkan, warna kuning pucat yang jernih menggoda indra pengelihatan.

Aroma krisan yang lembut dan wangi, bercampur dengan harumnya perilla. Menciptakan aroma khas yang unik menggoda.

Setelahnya Lin Shun meraih bungkusan panekuk dan jeroan babi rebus yang sudah disiapkan lalu menyerahkannya.

Lambat laun para pelanggan mulai berdatangan satu per satu kelapak.

Tiga saudara berbinar, menyambut mereka semua dengan antusiasme yang tinggi.

Dengan fasih, Lin Shun memperkenalkan minuman hasil kreasi sang adik perempuan.

Lin Yao fokus menggoreng pancake dan Song menerima uang pembayaran.

Para buruh pelabuhan kelelahan, tapi mereka semua sudah membawa air dingin sendiri. Tak sedikit dari mereka yang mau mengeluarkan uang meski cuma satu sen, hanya untuk membeli minuman.

Prinsip yang dianut para buruh kasar ini, minuman terbaik yang katanya amat enak, akan habis dalam sekejap. Jadi menghemat satu wen demi secangkir minuman itu jauh lebih bijak.

Mendingan mengeluarkan beberapa koin lagi demi sebuah panekuk. Jelas kenyang dan senang, karena perut serta lidah terpuaskan

Upah buruh kasar pelabuhan cuma kisaran tiga puluh wen sehari, yang tidak bisa dibilang rendah didesa itu.

Namun ada beberapa buruh lajang yang cuma perlu memberi makan satu orang dan tidak terbebani karena mengkhawatirkan keluarga, akan membeli minuman bersama panekuk untuk dicoba.

Bisnis tiga saudara berjalan sedikit lebih lambat dari pada beberapa hari sebelumnya, tetapi masih tergolong baik dari yang diharapkan.

Shun sibuk melayani pelanggan sambil mengawasi lapak Sun Dafu.

Awalnya beberapa orang akan membeli panekuk dari warung Sun Dafu, mereka adalah buruh pelabuhan yang belum pernah mencoba panekuk Lin Yao sebelumnya namun selentingan mendengar bahwa panekuk telurnya enak.

Mereka menanyakan lokasinya dan ingin mencobanya yang membuat Sun Dafu mendapat beberapa koin tembaga pagi itu.

Tetapi sebagian besar buruh yang bekerja dipelabuhan setiap hari, amat mengingat Sun Dafu.

Sun Dafu dan istrinya biasa mendirikan kios yang menjual panekuk ditempat terbaik didepan dermaga. Panekuk mereka hambar, kering, dan keras, namun pasangan itu menjualnya seharga dua wen per buah.

Ketika para pekerja menyadari ada yang salah, mereka pergi bertanya kepada Bibi Lie.

Bibi Lie dengan semangat menggebu-gebu tanpa sungkan menjawab "tiga saudara Lin yang menjual panekuk telur disini kemarin diusir kesamping."

Mendengar kata-kata Bibi Lie, banyak pekerja yang sudah terlanjur membeli panekuk Sun Dafu menyadari bahwa mereka telah melakukan kesalahan.

Sun Dafu menggertakkan giginya karena marah, berteriak lebih keras lagi, "Dua wen, hanya dua wen untuk panekuk kucai telur. Murah dan besar, sangat mengenyangkan."

Shun mengalihkan pandangan, lanjut mengiris jeroan babi rebus.

Beberapa buruh pelabuhan muda berdiri didepan kios, mereka adalah pekerja yang datang untuk membeli jeroan babi rebus setelah mereka menutup lapak kemarin.

"Lin-ge, kami mencari kalian sepanjang hari. Kami pikir kalian tidak akan datang lagi untuk membuka kios," kata pekerja muda yang paling depan sambil tersenyum.

Matanya tertuju pada jeroan babi rebus yang sedang diiris tipis oleh Lin Yao.

"Kami sudah berjanji untuk menyiapkan jeroan babi rebus pesanan tuan-tuan semua, bagaimana mungkin kami tidak datang..? tapi sayangnya kami harus pindah lapak hari ini. Kebetulan kami membawa stok melimpah, apakah tuan mau menambah porsinya..?" balas Shun.

Sejak berdagang, kemampuan berinteraksi Lin Shun berkembang pesat. Cara berkomunikasinya sudah lancar, tanpa gugup terbata.

Pekerja lain mengangguk dengan antusias. "Ya, ya, ya..! kami sudah mendambakan masakan rebusan dari kios kalian sepanjang malam. Kami sangat senang akhirnya bisa mendapatkannya hari ini."

Lin Shun dengan cekatan menimbang jeroan babi rebus yang telah dipotong Lin Yao, membungkus dengan kertas minyak bersih, lalu menyerahkannya kepada mereka.

"Terima kasih atas kunjungan kalian, semoga perkerjaan tuan-tuan berjalan dengan lancar." ucap Shun menundukkan kepala sopan.

Para pekerja pelabuhan mengambil pesanan, mencari tempat teduh untuk duduk, lalu mengeluarkan bakpao kukus yang mereka bawa dari rumah.

Mereka membelahnya dengan pisau kecil yang selalu dibawa, meletakkan potongan jeroan dibagian tengah, baru menyantapnya tanpa titik dan koma.

Salah satu pekerja muda mengunyah dengan cepat, saus rebusan menetes dari sudut mulutnya.

"Masakan rebusan buatan tiga saudara, sangat cocok dimakan dengan bakpao kosong kukus ini."

Pekerja lain yang sedikit lebih tua terkekeh menggoda "dasar nakal..! yang kau tahu hanyalah cara makan. Menggigit sebesar itu, apakah kau tidak takut tersedak..?"

Pria menggigitnya makanan miliknya sendiri. Ekspresi kenikmatan tak tertahankan muncul diwajahnya gelapnya.

"Tapi memang harus kuakui, rasanya benar-benar tak ada tandingannya."

Melihat para pekerja menikmati makanan mereka dengan gembira, mata Lin Yao berbinar. Bagaimana mungkin ia melupakan bakpao, sesuatu yang bisa mencakup segalanya.

Jeroan babi rebus memiliki rasa yang kaya, jika ia membungkusnya dengan panekuk telur buatannya sendiri, rasanya akan terlalu kompleks.

Tetapi jika memakannya dengan bakpao kosong, itu tidak akan mengalahkan aroma jeroan babi rebus, malah akan meningkatkan kelezatannya serta mengurangi rasa berminyak.

Bakpao tidak sulit dibuat, lebih banyak makanan berarti lebih banyak pendapatan.

Namun, Lin Yao dengan cepat menyadari bahwa kakek Wang yang telah membela mereka sebelumnya adalah penjual bakpao dan roti.

Jika Yao menjualnya juga, sama saja dengan mencuri bisnis orang lain. Membalas kebaikan dengan permusuhan, jelas itu adalah perbuatan tercela.

Sementara itu, Sun Dafu melanjutkan aksi jual belinya yang antusias.

"Cukup dengan dua wen saja, untuk panekuk kucai telur."

Tapi sayangnya, setelah berteriak cukup lama, hanya segelintir orang yang maju untuk bertanya dan sebagian besar menggelengkan kepala lalu pergi.

Sun Dafu memandang keramaian di depan kios Lin Yao, lalu ke kiosnya sendiri yang sepi. Tatapannya menjadi dingin terselubung.

1
Delia ATA
Xu Fang Zhi bukan orang sembarangan keknya ya
Enah Siti
sama beladri biar tbah seru gtu 💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏🙏thor
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
seharusnya tiga saudara memiliki ilmu bela diri
Murni Dewita
ko lin yao tidak memiliki ruang dimesi thor
Ari Peny
ayo2 lagi thor🤣🤣🤣
Zabarra
hadir thor 😍
Zabarra
karyamu yang gandre kuno gin bagus thor, bahanya rapi, dialognya cocok. keren 👏👏
Markuyappang
AYO PERJUANGKAN RESEP RESEP ITUU. KITA BERANTAS TIKUS LINTAH ITU GAKNADA KAPOK KAPOKNYA ISHHH KESEL BANGETT.
Sabrina
laris mansi tanjung kimpul 🤣🤣🤣
Sabrina
semangat untuk kalian 👏👏👏
Sabrina
selalu hadir untukmu thor, semangat 👐
Sabrina
Selalu keren, suka sama tata bahas dan dialog rapi, cocok sama tema cerita. Alurmya juga enggak ngebosenin..semangat thor 😍
Datu Zahra
Keren thor, tatanan bahasanya rapi, berkembang dan dialognya sangat pas demgan cerita. Karyamu emang top 👍
Datu Zahra
cakep 👏👏👏
Datu Zahra
thor, novelmu makin berkembang. bahasa kata²nya sangat cocok sama cerita. keren 🫰
Lala Kusumah
semangat Yao'er 👍👍👍💪💪💪
Murni Dewita
lanjut
Datu Zahra
punya niat jahat nih pasti Sun Dafu 😡
Markuyappang
siapa lagi itu yg bakalan ganggu jualan tiga saudara itu haishhhhhh kalo sampe bibi or paman or kakeknya awas aja. kalo ada yg mau nyuri resep yakinlah kau pasti gagallll.
semangat trs updatenyaaa 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!