Alya menikah dengan Arga bukan karena harta, melainkan cinta dan harapan akan keluarga yang hangat. Namun sejak hari pertama menjadi menantu, Alya tak pernah benar-benar dianggap sebagai istri. Di mata keluarga suaminya, ia hanyalah perempuan biasa yang pantas diperintah—memasak, membersihkan rumah, melayani tanpa suara. Bukan menantu, apalagi keluarga. Ia diperlakukan layaknya pembantu yang kebetulan menyandang status istri.
Takdir mempertemukan Alya dengan seorang pria yang tak pernah menilainya dari latar belakang—Sultan Rahman, pengusaha besar yang disegani, berwibawa, dan memiliki kekuasaan yang mampu mengubah hidup
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon niadatin tiasmami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20 Penghianatan di dalam Kepercayaan
Sultan memberikan sapuan lembut pada pundaknya dan memastikannya bahwa dia tidak menyalahkan siapa pun sebelum ada bukti yang jelas. Bu Lina kemudian menyampaikan bahwa dia juga merasa ada sesuatu yang mencurigakan dengan Pak Rio, terutama setelah mereka mulai bekerja sama dengan PT. Citra Kreatif Indonesia.
“Pak Rio tampaknya terlalu bersemangat dengan program ini, Pak,” ujar Bu Lina setelah tenang kembali. “Dia sering meminta informasi yang tidak seharusnya dia butuhkan untuk pekerjaannya, dan bahkan pernah mencoba melihat dokumen-dokumen yang berada di meja Anda ketika Anda sedang keluar untuk beberapa saat.”
Ketika giliran Pak Rio tiba, pria tersebut datang dengan wajah yang tampak tenang dan bahkan sedikit ceria. Namun ketika Sultan menjelaskan tentang kebocoran dokumen dan tuduhan yang mungkin akan jatuh pada salah satu dari mereka yang memiliki akses penuh, wajah Pak Rio menjadi sedikit pucat dan matanya mulai berkeliaran.
“Pak Sultan, ini adalah tuduhan yang sangat serius,” ujar Pak Rio dengan suara yang mencoba tampak tenang. “Saya telah bekerja dengan Anda selama tiga tahun lebih dan saya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk perusahaan dan program-program yang kita jalankan. Bagaimana mungkin saya bisa melakukan hal yang tidak bermoral seperti ini?”
Sultan melihat langsung ke mata Pak Rio dengan tatapan yang tajam dan penuh dengan kecurigaan. “Kemarin malam sekitar pukul dua pagi, Anda berada di kantor sendirian,” ujar Sultan dengan suara yang jelas dan tegas. “Sistem keamanan mencatat bahwa ada akses ke server utama kita dari komputer meja Anda pada waktu itu. Bagaimana Anda bisa menjelaskannya?”
Wajah Pak Rio menjadi semakin pucat dan dia mulai mengoceh mencari alasan yang masuk akal. “Saya… saya memang berada di kantor malam itu, Pak,” ujarnya dengan suara yang mulai bergetar. “Namun saya hanya ingin menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertinggal. Saya tidak menyentuh server utama atau dokumen-dokumen penting apa pun.”
Namun ketika Sultan menunjukkan bukti log aktivitas yang menunjukkan bahwa akses ke server utama dilakukan dari komputer nya dan bahwa dokumen-dokumen yang bocor telah diunduh pada waktu yang sama, Pak Rio akhirnya tidak bisa lagi menyembunyikan kebenaran. Dia menjatuhkan pandangannya dan mulai menangis dengan penuh penyesalan.
“Maafkan saya, Pak Sultan,” ujarnya dengan suara yang meratap. “Saya tidak punya pilihan. Mereka datang ke rumah saya beberapa hari yang lalu dan mengancam keluarga saya jika saya tidak melakukan apa yang mereka mau. Mereka mengatakan bahwa jika saya tidak memberikan semua dokumen tentang program ini, mereka akan menyakiti istri dan anak saya.”
Sultan merasa hati nya terasa berat mendengar pengakuan tersebut. Dia tidak bisa membayangkan bahwa salah satu anggota tim nya yang telah bekerja bersama selama bertahun-tahun harus menghadapi tekanan seperti itu. “Siapa mereka yang mengancam Anda, Rio?” tanya Sultan dengan suara yang lebih lembut namun tetap penuh keseriusan. “Dan apa yang mereka inginkan dengan dokumen-dokumen tersebut?”
Pak Rio mengangkat wajahnya yang penuh dengan air mata dan menjelaskan bahwa dia telah dihubungi oleh seorang perwakilan dari perusahaan kompetitor yang baru saja masuk ke pasar Jawa Timur. Mereka menawarkan uang yang sangat banyak jika dia bersedia memberikan semua informasi penting tentang program kerja sama mereka dengan PT. Citra Kreatif Indonesia, dan ketika dia menolak, mereka mulai mengancam keluarganya.
“Saya sangat takut, Pak,” ujar Pak Rio dengan suara yang bergetar. “Istri saya sedang sakit dan anak saya masih kecil. Saya tidak bisa membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada mereka. Saya berjanji bahwa saya tidak mendapatkan uang apa pun dari mereka dan saya benar-benar menyesal dengan apa yang saya lakukan.”
Sultan menghela napas dalam-dalam dan menutup matanya sebentar. Dia tahu bahwa apa yang dilakukan Pak Rio adalah kelalaian yang sangat serius yang bisa merusak semua usaha mereka selama ini. Namun dia juga bisa merasakan rasa takut dan penyesalan yang tulus dari anggota tim nya tersebut.
“Saya akan memberikan Anda kesempatan untuk memperbaiki kesalahan ini, Rio,” ujar Sultan dengan suara yang tegas namun penuh dengan kasih sayang. “Pertama, Anda harus segera melaporkan semua ini kepada pihak kepolisian dan memberitahu mereka semua yang Anda ketahui tentang perusahaan tersebut dan orang-orang yang mengancam Anda. Kedua, Anda harus membantu kita membuktikan bahwa proposal yang diajukan oleh perusahaan kompetitor tersebut adalah hasil pencurian dari dokumen kita.”
Pak Rio mengangguk dengan penuh rasa syukur dan segera berdiri untuk pergi menghubungi pihak kepolisian. Namun sebelum dia keluar dari ruangan, Sultan memanggilnya kembali.
“Dan Rio,” ujar Sultan dengan suara yang lembut, “jangan pernah lagi menyembunyikan masalah seperti ini dari saya atau dari teman kerja lainnya. Kita adalah keluarga di sini. Kita akan selalu membantu satu sama lain dalam suka maupun duka. Anda tidak perlu menghadapi masalah semacam itu sendirian.”
Setelah Pak Rio pergi, Sultan segera menghubungi Rina Wijaya untuk memberitahukan kebenaran yang telah ditemukan dan langkah-langkah yang akan mereka lakukan. Rina yang awalnya sangat marah akhirnya bisa mengerti dan menyatakan bahwa perusahaan nya bersedia untuk melanjutkan kerja sama dengan syarat bahwa mereka bersama-sama akan mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan kompetitor yang telah melakukan pencurian ide dan dokumen tersebut.
“Kita tidak bisa membiarkan mereka melakukan hal seperti ini tanpa ada konsekuensi,” ujar Rina dengan suara yang penuh tekad. “Kita akan memberikan dukungan penuh kepada pihak kepolisian dalam penyelidikan ini dan akan memastikan bahwa mereka mendapatkan hukuman yang sesuai dengan perbuatannya.”
Sultan juga menghubungi Haji Mansur untuk memberitahukan apa yang terjadi. Ayahnya yang biasanya tenang dan sabar menunjukkan kemarahan yang luar biasa ketika mengetahui bahwa ada orang yang berani mencuri dokumen dan mengancam anggota tim nya. Namun dia juga memberikan dukungan penuh kepada putranya untuk menangani masalah ini dengan cara yang benar dan bermartabat.
“Kita harus menunjukkan kepada mereka bahwa kita tidak akan menyerah begitu saja, nak,” ujar Haji Mansur dengan suara yang penuh kekuatan. “Kita akan membantu Pak Rio dan keluarganya untuk merasa aman kembali, dan kita akan memastikan bahwa program kita tetap bisa berjalan sesuai rencana. Kebaikan akan selalu menang pada akhirnya.”
Pada sore hari, pihak kepolisian datang ke kantor untuk mengambil keterangan dari Pak Rio dan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang ada. Mereka juga memberikan jaminan bahwa akan memberikan perlindungan kepada keluarga Pak Rio agar tidak lagi terancam oleh perusahaan kompetitor tersebut. Sementara itu, tim kerja Sultan bekerja dengan cepat untuk menyusun bukti-bukti yang menunjukkan bahwa dokumen mereka telah dicuri dan bahwa proposal yang diajukan oleh perusahaan lain adalah hasil dari tindakan tidak bermoral tersebut.
Alya yang mengetahui berita ini segera datang ke kantor untuk memberikan dukungan kepada suaminya. Dia membawa makanan dan minuman untuk semua anggota tim yang sedang bekerja keras menangani masalah ini, dan bahkan membantu dalam menyusun bukti-bukti yang akan diajukan kepada pihak pemerintah daerah.
“Kita tidak akan membiarkan orang-orang jahat merusak impian kita, sayang,” ujar Alya dengan suara yang penuh semangat saat dia memegang tangan suaminya. “Kita telah bekerja terlalu keras dan ada terlalu banyak orang yang mengharapkan bantuan dari program ini. Kita akan melewati masa sulit ini bersama-sama.”
Sultan memeluk istri nya dengan erat dan merasa lega memiliki orang yang selalu ada untuknya dalam setiap situasi. Dia tahu bahwa meskipun mereka menghadapi tantangan yang besar saat ini, dengan dukungan dari keluarga, teman kerja, dan mitra bisnis mereka, mereka akan bisa mengatasinya dan terus melangkah maju untuk mewujudkan impian mereka. Di dalam hatinya, ada keyakinan yang kuat bahwa kejujuran dan kebaikan akan selalu menang pada akhirnya, bahkan ketika ada bintik hitam yang mencoba mengaburkan cahaya harapan yang mereka bangun bersama-sama.