Gadis yang berasal dari keluarga sederhana harus terpaksa jadi pembantu pribadi anak yang mempunyai perusahaan Shengu tempat gadis itu bekerja.
Awalnya gadis itu menolak karena pria yang dipanggilnya Tuan muda itu sangat arogan, kasar, pemabuk dan pemain perempuan.
Namun karena kebaikan pemilik perusahaan Shengu kepadanya, dia tidak bisa lagi menolak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira edianwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Selamat membaca 🙂
Ada perasaan senang ada juga rasa kesal pada Arka.
karena seakan-akan dia menikahi Alena karena hanya untuk tidak bermain perempuan di luar sana.
Dan melampiaskan nya semua pada Alena sementara dia tidak ada kefikiran menikah di umur sambilan belas dia Masih ingin kuliah sungguh-sungguh.
Dia ingin sekali mewujudkan keinginan ayahnya jika dia harus desainer sukses.
"Kamu istirahat lah, sudah malam!" ucap Arka dan pergi membawa tas kerja nya ke arah kamar nya.
Entah apa yang di fikiran nya tiba-tiba saja dia jadi bersifat dingin.
"Tuan!" Panggil Alena.
Arka menoleh ke arah Alena.
"Kamu tidak perlu jawab apa-apa anggap saja kata-kata itu hanya mainan saja, saya hanya bercanda!" ucap Arka dengan wajah lesu.
Alena pun terdiam Entah mengapa di saat Arka bilang itu hanya bercanda, dan Melihat raut wajah kecewa Arka dia ada rasa bersalah.
Arka pun masuk ke kamar nya dia mandi dan mengistirahatkan tubuh nya di kasur nya.
Tiba-tiba handphone nya Berdering dia melihat layar handphone nya.
Dengan malas dia menjawab nya.
Arka hanya mendengar kan saja orang yang di balik telepon itu bicara dan mematikan nya.
"Di saat aku sudah di atas baru dia datang mencari ku!" ucap Arka.
dia pun keluar mencari keberadaan Alena.
Dia mengetuk pintu kamar Alena namun tak kunjung di buka.
Arka pun membuka Tampa ijin ternyata Alena sedang sholat isya.
Dan baru saja dia selesai sholat.
"Ada apa Tuan! maaf saya baru siap sholat!" ucap Alena.
Arka mendekati kasur Alena dan Duduk di pinggir kasur.
Alena menatap bingung ke arah Arka.
"Kamu mau dengerin saya nyanyi?" tanya Arka.
Alena heran yang melihat Tuan muda nya itu berubah-ubah Mood.
"Malah ngeliatin kaya gitu! mau gak?" tanya Arka.
"Hmm tuan Kenapa?" tanya Alena karena seingat Alena cerita-cerita dari para pelayan di Jakarta.
Arka akan mau menyumbang kan suara nya pada orang terdekat kalau hati nya lagi sedih atau dia lagi pusing.
Apa lagi kalau dia lagi ada masalah, dan juga rindu dengan ibu nya.
Namun orang terdekat nya hanya satu ya itu pemilik Cafe besar yang sering dia datangi.
Nama nya Dirga dia sudah duda dia lah yang tau seperti apa Arka dan dia lha tempat Arka curhat dan di cafe nya lah Arka menyanyi.
Arka Melihat Kepada Alena, dengan tatapan sendu.
Alena mengerti Jika Arka sedang ada masalah sehingga wajah nya yang kelihatan kejam sekarang bisa kelihatan sangat sedih.
Arka pun keluar Entah mau kemana namun Alena tidak banyak tanya, dia pun kembali lagi membawa gitar di tangan nya.
Alena Tersenyum karena sudah lama dia ingin mendengar Arka bernyanyi.
Arka duduk di depan Alena karena Alena Masih duduk di atas karpet beralasan sajadah nya.
Alena Hendak membuka mukena nya namun dia larang oleh Arka.
Arka pun mulai menyanyi menatap mata Alena dalam-dalam.
Jujur saja melihat tatapan Arka, Alena jadi salting dan jantung nya deg-degan entah mengapa dia sangat nyaman jika Arka di dekat nya.
Alena sangat kagum dengan suara Arka karena sangat lembut dan sangat pas dengan nada lagu nya.
Tiba-tiba handphone Alena Berdering,
"Bentar dulu Tuan! Teman saya nelpon!" ucap Alena Melihat Sarah yang menghubungi nya.
Alena menjawab telepon di depan Arka.
"Halo Alena maaf mengganggu mu malam-malam seperti ini, tapi ada hal penting yang aku mau sampai kan!" ucap Sarah.
"Ada apa Sarah, bicara lah!" ucap Alena.
"Ibu Dan Ayah Serta adik-adik mu di sini! dia mencari kamu, Kenapa Handphone kamu tidak bisa di hubungi mereka, kelihatan mereka sedang ada masalah!" ucap Sarah.
Alena Terkejut mendengar itu, karena memang orang tua nya tidak ada menghubungi nya dan juga dia tidak menghubungi orang tua nya.
Entah kenapa juga orang tua nya tidak bisa menghubungi nya.
"Sekarang Mereka di mana? apa alasan mereka datang ke Jakarta?" ucap Alena panik.
"Aku juga kurang tau Alena, mereka hanya bertanya kamu, dan juga sepertinya Ayah mu kurang sehat! Sekarang mereka ada di rumah ku," ucap Sarah.
"Baik lah Sarah aku mohon pada mu jangan pernah kasih tau semua yang terjadi pada ku, aku kerja di mana, dan sekarang aku lagi di mana, tolong kamu jaga mereka, aku akan segera pulang!" ucap Alena.
"Baik lah Alena, kamu tidak perlu kefikiran sekali, aku hanya ingin kamu segera pulang, seperti nya mereka sangat perlu dengan kamu!" ucap Sarah.
Alena pun mengiyakan.
Alena mengakhiri sambungan telepon.
"Ada apa?" tanya Arka.
"Ibu dan Ayah sekarang di Jakarta!" ucap Alena.
"Lalu?" tanya Arka.
"Aku gak tau apa yang membuat mereka semua datang mencari aku, dan yang aku dengar Sarah bilang seperti nya Mereka ada masalah dan juga ayah kurang sehat!" ucap Alena.
"Apa kamu akan pulang?" tanya Arka.
Alena Menatap ke wajah Arka yang kelihatan sekali dia sangat tidak rela jika dia pulang.
"Seperti nya Saya akan pulang dulu tuan, saya tidak bisa membiarkan mereka terlantar!" ucap Alena.
Arka terdiam. dia menunduk kan Kepalanya sambil memetik gitar nya tak beraturan.
Alena sudah sangat Kefikiran dengan orang tua nya, dia mencoba menghubungi nya namun tidak bisa entah di mana masalah nya.
Alena Memesan Tiket pulang melalui handphone nya.
Dia melihat ke arah Arka yang hanya diam saja.
"Tuan!" Panggil Alena.
Arka menoleh ke arah Alena.
"Saya tau Tuan akan menikah dengan tunangan Tuan waktu kecil kan?" tanya Alena, karena sebelumnya Wijaya sudah menceritakan semuanya dan dua hari yang lewat dia menghubungi Alena agar membujuk Arka mau menikah dengan tunangannya.
Jujur saja Alena sangat cemburu ketika arka mau menikah dengan perempuan Cantik dan juga keturunan orang kaya bahkan dia sudah memiliki perusahaan sendiri.
"Pasti Ayah yang menceritakan nya pada mu!" ucap Arka, Alena pun mengangguk.
"Untuk apa Tuan menolak nya! dia perempuan cantik, kaya berwibawa, dan juga itu tunangan Tuan sejak kecil!" ucap Alena.
"Kamu tidak akan pernah mengerti apa yang aku rasakan," ucap Alena.
"Oke baiklah memang saya tidak mengerti, tapi jika dia jodoh Tuan, mau bagaimana pun Tuan menolak nya, tetap saja dia akan jadi istri Tuan!" ucap Alena.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar yah, jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Terimakasih 🙏***.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
tapi ada tapinya thor
ceritanya jangan di gantung yah seperti ikan asin yang di jemur