Kevin sanjaya adalah seorang pemuda pekerja keras yang berasal dari keluarga miskin. Demi menyambung hidup, ia bekerja sebagai kurir pengantar makanan untuk sebuah perusahaan Ojol Indonesia.
Suatu hari, dalam salah satu pengantaran malamnya, ia mengalami kejutan pahit. Kamar hotel yang menjadi tujuan pesanannya ternyata adalah kamar yang dipesan oleh pacarnya sendiri—bersama pria lain—untuk menghabiskan malam.
Tertangkap basah, sang pacar justru memutuskan hubungan mereka di tempat itu juga. Dengan dingin, ia mengatakan bahwa Kevin sanjaya terlalu miskin dan tidak mampu memberinya kehidupan yang diinginkan.
Saat amarah dan penghinaan hampir meluap, sebuah notifikasi tiba-tiba terdengar dari ponselnya:
“Pengantaran selesai. Hadiah sistem telah diperoleh!”
Berkat kebiasaannya membaca novel, Kevin sanjaya langsung menyadari satu hal,
ia telah mendapatkan sebuah sistem cheat.
Sistem ini memberinya hadiah luar biasa setiap kali ia menyelesaikan misi pengantaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 - Temanku Ini Agak Bodoh
“Kevin Sanjaya?”
Nona Yati terkejut saat melihat Kevin Sanjaya tiba-tiba muncul di hadapannya.
“Kamu ngapain di sini?” tanyanya sambil menatapnya heran. Kevin mengenakan seragam kurir Ojol dan duduk di atas sepeda kecilnya.
“Lagi nganter makanan,” jawab Kevin Sanjaya sambil tersenyum.
Tiba-tiba ia tersadar. “Eh, tunggu… ini pesanan kamu?”
Mata Nona Yati langsung membelalak. “Aku memang pesan makanan, tapi kenapa kamu yang nganter? Bukannya daerah ini di luar wilayah kerjamu?”
Kevin terdiam sejenak. Mana mungkin ia mengaku kalau misi ini diberikan langsung oleh Sistem.
Nona Yati tiba-tiba tertawa kecil. “Aku tahu!”
“Tahu apa?” jantung Kevin langsung berdegup kencang. Jangan-jangan dia tahu soal Sistem?
Mustahil!
“Kamu masih pura-pura polos, Kevin?” Nona Yati terkekeh, matanya berbinar penuh tawa.
“Kamu pakai cara yang sama seperti waktu malam itu pakai pengeras suara, kan? Sengaja ‘nggak sengaja’ ketemu aku lagi.”
“Kali ini kamu berperan jadi pahlawan, muncul buat nyelametin aku supaya aku terkesan dengan keberanianmu, ya?”
Ia menyenggol bahu Kevin dengan manja, wajahnya berseri-seri.
“Harus kuakui, aku nggak nyangka kamu bisa sekreatif ini! Ayo jujur, kamu bayar aktor ini berapa?”
Pria yang ditabraknya benar-benar kebingungan.
Aktor?
Dibayar kurir makanan?
Kakinya benar-benar terluka!
Kevin Sanjaya juga tak kalah bingung.
Imajinasi Nona Yati sudah kebablasan!
“Ayo dong, kenapa diam saja? Ketahuan kan rencanamu, jadi malu?” Nona Yati tersenyum penuh kemenangan.
“Nggak usah malu. Caramu memang agak kuno, tapi justru itu yang bikin lucu. Aku suka gaya kamu!”
Kevin Sanjaya saling pandang dengan pria yang terluka itu. Keduanya sama-sama tak tahu harus berkata apa.
Kevin Sanjaya lalu menarik pria itu ke samping.
“Kamu lihat sendiri kan, temanku ini agak nggak normal. Biar aku ganti rugi saja, anggap masalah ini selesai.”
“Aku lihat sendiri, dia memang kelihatan agak sakit,” ujar pria itu, amarahnya berubah jadi rasa iba.
“Kalau kakiku nggak cedera dan motorku nggak rusak, aku juga nggak akan minta ganti rugi. Melihat kondisinya, rasanya kasihan.”
Kevin Sanjaya menyerahkan dua juta rupiah kepadanya. Saat pergi, pria itu berbisik,
“Kawan, kamu sial banget punya pacar kayak dia. Lebih baik cepat pergi.”
Ia menunjuk deretan mobil yang terparkir di sepanjang jalan, menggelengkan kepala, lalu pergi.
Saat itulah Kevin Sanjaya menyadari ada goresan panjang di hampir semua mobil dari ujung ke ujung jalan. Jelas semuanya tergores oleh mobil Nona Yati!
Kesadaran itu menghantamnya keras.
Dengan wajah putus asa, Kevin Sanjaya memegangi kepalanya.
“Kamu kenapa? Kepalamu sakit?” tanya Nona Yati dengan khawatir.
“Kalau nggak enak badan, jangan dipaksakan.”
“Ini semua gara-gara kamu, nona cantik,” ujar Kevin sambil tersenyum pahit.
“Sejujurnya, kamu memang menabrak pria itu tadi. Dia bukan aktor yang kusewa! Dan aku juga nggak sengaja ketemu kam, aku benar-benar cuma lagi nganter pesanan.”
“Apa?!” wajah Nona Yati langsung memerah karena malu.
“Tapi… kenapa area pengantaranmu bisa sejauh ini? Dan aku yakin waktu itu aku melihatmu naik mobil sport…”
Kevin Sanjaya berbohong dengan tenang.
“Aku bawa mobil sport malam itu karena kerja sampingan jadi sopir, Itu bukan mobilku. Aku cuma kurir biasa, bukan orang kaya atau pewaris keluarga besar.”
“Hah?" Nona Yati terdiam, benar-benar kehabisan kata-kata.
Melihat ekspresi kecewa di wajahnya, Kevin Sanjaya tak tahan untuk menggoda,
“Sekarang setelah tahu aku nggak punya mobil sport dan nggak punya uang, kamu jadi kecewa, ya?”
aku kasih kopi deh biar semngat trus😁