Mengisahkan tentang hidup seorang wanita muda yang bernama Najwa Febri Anggreani yang terpaksa menikahi lelaki tampan kaya raya. penuh lika liku dan melewati banyak ujian sebelum ahirnya mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya.. banyak konflik dan banyak hal yang menguras emosi dan airmata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DSI 25
Hai para readerku jangan lupa ya berikan Like komen dan Vote di semua karyaku, maaf kalau karyaku masih banyak kekurangan karena Authornya masih pemula.
Mari kita saling mendukung.
* Terima kasih untuk kesempatan yang kau berikan untukku bisa mencintaimu, untukku bahagiamu adalah segalanya*.
Najwa masuk kedalam kamarnya membiarkan Abee berrtanya tanya sendiri di dalam kegelisahannya. Najwa hanya tak mau berharap terlalu jauh karena dia sadar bahwa dia hanya sebuah prioritas di depan keluarganya.
Keesokan harinya Najwa pergi pagi pagi sekali, dia tak membuatkan sarapan untuk Abee. Najwa menyuruh Bibi untuk menyiapakan semua keperluan Abee.
Sesampainya di Rumah sakit Najwa bertemu dengan Anas di sana karena kebetulan Anas bekerja di Rumah sakit yang sama.
"Hei selamat pagi dokter Najwa Febri Anggreani" ucap Anas.
"Dokter Anas" ucap Najwa sembari memberikan senyuman manisnya.
"Hari ini kamu terlihat sangat cantik" ucap Anas, memuji Najwa tanpa sadar.
"Kamu bisa saja" ucap Najwa tersipu malu.
Najwa dan Anas menjadi patner di Rumah sakit tempat mereka bekerja.
Abee yang baru bangun dari tidurnya, menunjukan waktu sudah pukul 7.30 pagi, Abee mendapatkan telfon dari Leon sang asisten pribadi Abee di perusahaan.
"Selamat pagi Tuan" ucap Leon di ujung telfonnya.
"Iya Le ada apa" ucap Abee sembari bangkit dari ranjangnya.
"Hari ini jam 9 pagi kita ada meeting penting Tuan" ucap Leon memberi tahu Abee sang bos.
"Baiklah satu jam lagi saya sampai kantor" ucap Abee sembari menutup telfonnya.
Abee bersiap untuk ke kantor, dia keluar dari kamarnya dengan setelan jas berwarna peach menambah pesona Abee.
Abee mencari cari Najwa namun tak terlihat dimana mana. Abee yang melihat Bibi menyiapkan sarapanpun bertanya.
"Dimana Nona Najwa" ucap Abee kepada Bibinya.
"Non sudah pergi pagi pagi sekali Tuan" ucap Bibi Surti, pembantu di kelarga Brahmana.
Abee yang mendengar itu langsung marah, karena sejak kejadian malam itu Najwa menjadi berubah.
Dasar wanita aneh" ucap Abee dalam hati.
Abee berangkat kekantor dengan suasana hati yang sangat kacau, dia sedih melihat perubahan sifat Najwa, dia juga menyadari bahwa dia yang bersalah bukan Najwa.
Abee sampai di kantor tepat pukul 8.30 pagi, Abee dan Leon langsung pergi menuju ke sebuah perusahaan untuk meeting. Setelah selesai Abee pergi ke sebuah restoran untuk menghilangkan pikiran sejenak, disana lagi lagi Abee janjian untuk bertemu dengan Maurent.
"Sayang ucap Abee" sembari mencium pipi Maurent.
"Sayang kamu kok lama" ucap Maurent manja.
"Maaf sayang tadi aku ada meeting" ucap Abee sembari memeluk Maurent.
Hari itu pula Najwa janjian bertemu dengan dokter Riana di resto yang sama dengan tempat Abee ketemu Maurent..
Lagi lagi Najwa harus menelan pil pahit menghadapi kenyataan bahwa suaminya masih main gila dengan kekasihnya.
Abee melihat Najwa lagi, dia tahu pasti Najwa sangat marah dengannya. Najwa yang enggan melihat tingkah polah Abee pun berusaha untuk cuek dengan keberadaan Abee. Hatinya sudah cukup sakit untuk melihat semuanya.
"Hai Najwa" panggil Riana.
"Hai kak Ri kok lama banget" ucap Najwa.
"Maaf tadi aku ada pasien" ucap Riana.
Najwa dan Riana bercerita panjang lebar.
Abee hanya dapat menelan ludah melihat ketidak perdulian Najwa, Abee ingin Najwa lebih memperhatikan dirinya bukan tak memperdulikan dirinya.
Najwa yang lebih memilih untuk tak perduli walau hatinya sangat sakit melihat kedekatan Abee dengan wanita lain.
Najwa keluar dari resto bersama Riana. Sementara Abee masih asik bersanda gurau dengan wanitanya.
Di tengah berjalanaan pulang Najwa menangis sejadi jadinya di dalam mobil, hatinya sangat sakit melihat suami yang di cintainya lebih memilih untuk bersama wanita lain. Perasaan yang selama ini di simpannya keluarlah sudah, Najwa berfikir untuk segera mengahiri pernikahannya.
Anas yang melihat mobil Najwa di pinggir jalan pun menepi, dan mengetuk pintu mobil Najwa.
Tok tok tok...
"Kamu kenapa cantik" ucap Anas yang sedikit khawatir dengan kondisi Najwa.
Tak ada jawaban dari Najwa, ternyata Najwa tengah pingsan di dalam mobil.
Anas panik. Najwa Najwa panggil Anas dari luar jendela.
Karena panik Anas berhasil membuka pintu mobil Najwa dan langsung membawanya ke Rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Anas langsung menangani Najwa, Dia melihat kondisi Najwa yang lemah. Dilihatnya bahwa Najwa belum lama ini telah melakukan oprasi besar.
"Gimana kondisi dokter Najwa dok" ucap Anas kepada dokter Jaya.
"Kondisinya lemah, karena dia pernah mendonorkan ginjalnya" ucap Dokter Jaya.
"Apa mendonorkan ginjalnya" ucap Anas heran.
Setelah diperiksa cukup lama ahirnya Najwa mendapatkan perawatan dirumah sakit. Dia harus di opname untuk beberapa hari. Kondisi Najwa sangat lemah bahkan dia belum sadar.
"Najwa bangun" ucap Anas sembari memegang kedua tangan Najwa.
Jangan bikin aku takut Na, kamu adalah wanita yang sangat baik kamu harus kuat kamu harus sehat Na, buka matamu. ucap Anas kemudian.
Abee pulang kerumah pada pukul 8 malam. Dia mencari sosok Najwa kemana mana namun tak menemukannya. Abee mencari Najwa hingga ke kamarnya namun dia juga tak menemukan Najwa disana, Lalu Abee bertanya kepada Bi Surti.
"Bi apakah Non sudah pulang" ucap Abee kepada Bi Surti.
"Belum Tuan, Non belum pulang" ucap Bi Surti sang pembantu.
"Kemana wanita itu" ucap Abee dalam hati. Lalu Abee menunggu Najwa di ruang Tv untuk menunggu Najwa. Hingga jam 12 malam Najwapun belum pulang, berulang kali Abee mencoba untuk menghubungi Najwa namun tak pernah ada jawaban.
"Kamu di mana istriku" ucap Abee sangat khawatir.
Keesokan paginya Abee terbangun karena Abee tertidur di ruang tv. Abee bangkit mencari Najwa namun tak menemukannya.
Abee benar benar kacau, kenapa Najwa tak kembali apakah dia pergi ataukah dia kemana? " Najwa kau dimana" ucap Abee sambil menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.
Najwa bangun, dia sangat kaget melihat ada Anas di dekatnya.
"Kak Anas" ucap Najwa
"Na kau sudah sadar" ucap Anas. Aku sangat senang melihatmu sadar, kau kenapa Na kenapa kamu seperti ini" ucap Anas sembari memegang tangan Najwa.
"Maaf kak" ucap Najwa sembari melepaskan tangannya.
"Maaf Na, aku hanya khawatir melihatmu pingsan kemarin. Sekarang kamu minum obat dulu, eh kamu harus makan dulu biar aku suapin" ucap Anas dengan penuh perhatian.
Najwa terharu dengan perlakuan Anas, seandainya Abee yang melakukan semua itu" ucap Najwa dalam hati.
"Terima kasih kak, iya aku makan" ucap Najwa sembari mengambil makanan dari tangan Anas.
"Biar aku suapin" ucap Anas. plish jangan menolakku. ucap Anas kemudian.
Najwa hanya menerima semua perlakuan manis Anas, dia merasakan sedikit kebahagiaan. Anas adalah sosok lelaki yang sangat hangat dan penuh perhatian. Apalagi dengan wajah karismatik dan mampu memikat hati wanita yang berada di dekatnya..
Terima kasih jangan lupa tinggalin jejak yaa. maaf kalau ceritanya gak beraturan karena aku masih pemula.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
masa pemindahan dokter tampa rekomondasi dr dirut Rs nya..??
ya tanya dnk k bagian atas nya
maaf ya..🙏🙏