NovelToon NovelToon
Saat Mantan Menjadi Suami

Saat Mantan Menjadi Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Pengantin Pengganti / Mantan / Pernikahan rahasia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: mommy jay

Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Tidur bersama

Keandra tidak mendengarkan ucapan Anjani . Hanya merasakan pusing pada kepalanya, akibat efek dari minuman beralkohol .

" Aku benci melihatmu dengan laki-laki itu. " ucap Keandra pelan . Membuat Anjani seketika terdiam . " Aku tidak suka melihatmu, dipegang-pegang oleh laki-laki itu ."

Anjani mendengarkan . Tanpa ingin menyela sedikit pun . Membiarkan Keandra mengungkapkan semuanya .

" Jangan Tinggalkan Aku Lagi . Tetaplah disisiku . Apapun Yang Terjadi ." Keandra menatap wajah Anjani dengan lekat . Tatapannya sayu . Tersenyum tipis . Terlihat seperti seseoran, sedang merayu kekasihnya .

Anjani tersenyum tipis . Hatinya menghangat . Sadar bahwa apa yang diucapkan Keandra, tidak sepenuhnya diucapkan dengan sadar . Namun Anjani berharap , suatu saat nanti Keandra akan mengungkapkan semuanya dalam keadaan sadar .

Anjani membantu Keandra berjalan. Membawanya ke kamar . Membaringkannya di tempat tidur . Setelah itu Anjani membantu melepaskan sepatu Keandra . Dengan penuh perhatian, Anjani pun menyelimutinya. Ia menatap Keandra yang tertidur dan tidak lagi meracau. Tersenyum tipis, saat mendengar kata-kata Keandra tadi .

Anjani memutuskan untuk tidur di sofa saja . Namun sebelum itu, Keandra terlebih dahulu mencekal tangan Anjani meskipun dengan mata terpejam .

" Jangan Tinggalkan Aku ." ucapkan Keandra pelan .

Anjani menghela nafas . Apakah dia harus tidur seranjang dengan Keandra ? Tidak ada salahnya bukan . Mereka pasangan suami istri . Sudah seharusnya, mereka tidur bersama satu ranjang .

Anjani pun memutuskan untuk tidur bersama Keandra, di ranjang yang sama . Tanpa memikirkan Bagaimana reaksi Keandra nanti .

Malam itu menjadi saksi . Untuk pertama kalinya, sepasang suami istri tidur bersama-sama . Anjani pun berharap . Malam itu akan menjadi awal yang baik bagi hubungan mereka berdua .

Pagi hari

Sinar matahari masuk ke dalam celah tirai kamar Keandra . Matanya mengerjap, seakan merasa tidurnya terganggu . Ia perlahan membuka matanya . Lalu disuguhkan oleh pemandangan yang begitu indah . Anjani yang masih terlihat tidur dengan damai di sisinya . Tepatnya, pelukan Keandra .

Awalnya ke Keandra terkejut . Namun entah kenapa yang merasa nyaman, saat Anjani berada dekatnya . Diam-diam memperhatikan wajah Anjani . Tersenyum tipis. Ia merasa gemas melihat Anjani yang terlihat lucu saat tidur .

"Emmgh... Kamu sudah bangun ?" ucap Anjani, dengan suara serak khas bangun tidur .

Keandra memalingkan wajahnya . Mengalihkan tatapannya . Tak ingin sampai Anjani tahu , jika dirinya baru saja mengagumi kecantikannya .

Anjani bangun dari tidurnya . Turun dari ranjang. Setelah itu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri .

Melihat Anjani pergi ke kamar mandi , seketika membuat Keandra mengela nafas . Merutuki dirinya sendiri, atas apa yang sudah terjadi waktu semalam . Keandra pun mengingat-ingat kembali apa yang sudah terjadi tadi malam .

" Dasar bodoh!" ucap Keandra. Merutuki dirinya sendiri. Saat menyadari apa yang sudah terjadi pada malam tadi. Dan Untung saja malam tadi, dia tidak mengatakan hal yang aneh-aneh lagi pada Anjani.

Beberapa menit kemudia, Anjani yang sudah selesai mandi pun keluar dari kamar mandi . Keandra yang melihat hal itu pun, langsung turun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi .

Anjani seketika terkejut . " Ada apa dengan dia ?" tanyanya pelan. Merasa aneh melihat sikap Keandra saat ini.

Sementara itu di kamar mandi, Keandra nampak mengacak rambutnya frustasi. Merasa malu saat harus bertatap muka dengan Anjani.

"Hufttt." Keandra menghela nafas. Dengan malas ia pun membersihkan badannya. Membiarkan dinginya air mengguyur tubuhnya. Berharap kejadian tadi malam bisa ia lupakan. Sebab tidak mau sampai Anjani berpikir jika dirinya lemah.

...----------------...

Hari ini Keandra dan Anjani bekerja seperti biasa. Namun ada hal yang berbeda dari sikap keduanya. Keandra sama sekali tidak berbicara, kecuali jika dirinya membutuhkan sesuatu. Sementara Anjani memilih diam, karena melihat sikap Keandra yang sedikit berbeda.

Tok... Tok...Tok!

Terdengar suara ketukan dari luar. Seketika membuat Anjani dan Keandra saling tatap. Tak menunggu lama Anjani membuka pintunya.

"HONEY...!"

Felicia masuk begitu saja ke dalam ruangan Keandra. Bahkan sikapnya tadi hampir membuat Anjani terjatuh. Sebab dengan keras Felicia menabrak bahunya.

Anjani melirik. Memperhatikan sikap Felicia pada Keandra saat ini. Jujur hatinya merasa tidak terima, saat melihat Felicia bersikap manja pada suaminya sendiri.

"Honey." ucap Felicia, manja. Tersenyum semanis mungkin, untuk mendapatkan perhatian Keandra. "Kita jalan...."

Keandra mendengus. Kenapa Felicia harus datang saat seperti ini. Padahal ada banyak hal yang ingin di ucapkannya pada Anjani.

"Aku tidak bisa." balas Keandra datar. Terlihat tidak suka, melihat keberadaan Felicia di ruangannya. Apalagi yang Keandra tahu, jika Felicia tidak meminta izin terlebih dahulu untuk menemuinya.

Felicia terdiam. Raut wajahnya berubah. Tidak suka dengan jawaban yang di berikan oleh Keandra. "Kenapa tidak bisa?" tanyanya dingin.

Keandra mengangkat bahu acuh. Memilih diam dan tak berniat menjawab pertanyaan, Felicia. Hal tersebut pun membuat Felicia seketika kesal. Merasa Keandra sedang mempermainkan dirinya.

"Baik kalau itu mau, mu. Aku akan memberitahu kakek tentang hal ini." Felicia mengeluarkan kata-kata sebagai senjata untuk membuat Keandra tidak berkutik. Percaya bahwa Keandra kali ini tidak akan bisa menolaknya. "Bagaimana?" tanyanya tersenyum miring.

Keandra mengeraskan rahangnya. Kesal pada sikap Felicia yang selalu berlindung pada nama kakeknya.

Di sisi lain, Anjani hanya menyaksikan perdebatan kecil itu. Merasa kasihan pada Keandra yang terlihat tertekan. Sampailah Anjani mendapat ide untuk mengusir Felicia dari sana.

"Maaf. Sebaiknya anda keluar dari sini. Pak Keandra sedang banyak pekerjaan." ucap Anjani tegas, mendekati Felicia.

"Mau apa kamu?" Felicia menatap tajam Anjani yang berjalan mendekatinya. Terlihat waspada. Memperhatikan gerak geriknya. " Jangan pernah melarang, ku. Sebab kamu tahu, sedang berhadapan dengan siapa?"

Anjani mengangguk pelan. "Maaf. Saya tidak tahu siapa anda. Dan tidak penting juga bagi saya ,mengetahui latar belakang anda. Jadi... silahkan keluar dari ruangan ini." balasnya tegas.

Felicia mengepalkan tangan. Tidak terima dengan ucapan Anjani. Sebab ia salah menilai Anjani, yang rupanya berani melawannya.

Berbeda dengan Felicia yang kesal. Justru Keandra terlihat mengulum senyum, melihat sikap istrinya itu. Benar-benar di luar dugaan, jika Anjani akan melakukan hal itu pada Felicia.

" Dasar wanita tidak tahu diri! Beraninya kamu berbicara seperti itu kepada ku! Dan harus kamu tahu, aku ini adalah calon istrinya Keandra. Jadi tolong jaga sikap kamu!" seru Felicia, meninggikan nada bicaranya. Hatinya benar-benar kesal pada sikap Anjani.

Anjani tidak memperdulikan ucapan Felicia. Justru hatinya tersenyum geli, mendengar Felicia menyebutkan bahwa dia calon istrinya. Coba kalau Felicia tahu, jika orang yang sedang ia marahi adalah istri sahnya Keandra.

"Kenapa diam? Terkejut kalau aku ini calon istrinya, Keandra. Awas saja, aku pastikan setelah ini Keandra akan memecat mu! Dan setelah itu kamu akan menyesal, karena sudah mencari gara-gara dengan ku!" ucap Felicia tersenyum remeh. Puas melihat Anjani yang hanya terdiam. Seakan Felicia lah pemenangnya saat ini. Tanpa mengetahui, bahwa Anjani sedang menertawakannya saat ini.

"Tidak apa-apa. Kalau sudah selesai berbicara. silahkan keluar." ucap Anjani, mempersilahkan Felicia untuk keluar. Namun hal yang tidak terduga pun seketika terjadi.

PLAAAAK... !

Dengan keras Felicia menampar pipi Anjani. Benar-benar marah. Kesal. Sebab Anjani terlihat tidak takut kepadanya.

1
partini
cemburu dia ,kata nk kasih pelajaran jangan" buka segel paksa si bang kai
partini
nsh Lo Bang Ke tambah cemburu
partini
hai pemuda tamvan aku doakan ketemu lagi sama Anjani 🤭
partini
gara" Bang ke ini dasar suami ga punya otak
partini
ikuti permainan suami mu lah ,dari pada cuma mewek doang kaya gitu melohoyyy sekali kamu Jani ini th 2026 loh bukan 2018 pls deh Jani be strong and Smart you can do it 🤦
partini
aihhhn gumussss
partini
aihhh belum apa" nongol aja si Kunti untung Anjani ga myek2 jadi perempuan lumayan lah ga tensi
partini
lanjut Thor 👍👍👍
mommy jay: Terima kasih atas support nya, kk. 🙏🙏🙏
total 1 replies
partini
ciuman pertama hemmm itu Bang Ke ga mau dengarn penjelasan sih paling nanti tau kalau bisa bobol gawang ternyata masih segel
partini
salah Raina ko andika
partini
novel baru ,yang Andika ga di terusin Thor masih ku simpan loh nungguin up-nya
Mita Paramita
semangat Thor 🔥😁😁
lanjutin ceritanya sampai tamat
mommy jay: Terima kasih atas supportnya kk. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!