NovelToon NovelToon
Kembalikan Cintaku Dokter

Kembalikan Cintaku Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Cintapertama / One Night Stand / Konflik etika / Obsesi / Dokter
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Demi menyelamatkan nyawa suaminya yang kritis akibat kecelakaan, Melisa harus berhadapan dengan tagihan rumah sakit yang sangat besar. Di tengah keputusasaan, ia bertemu kembali dengan Harvey, dokter bedah yang menangani suaminya sekaligus mantan kekasih yang ia tinggalkan secara tragis saat SMA.
Terdesak biaya, Melisa terpaksa mengambil jalan gelap dengan bekerja di sebuah klub malam melalui bantuan temannya, Laluna. Namun, takdir kembali mempermainkannya: pria kaya yang menawar harganya paling tinggi malam itu adalah Harvey.
Kini, Harvey menggunakan kekuasaannya untuk menjerat Melisa kembali—bukan hanya untuk membalas dendam atas sakit hati masa lalu, tapi juga menuntut bayaran atas nyawa suami Melisa yang ia selamatkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MEMOHON SATU HAL

🌼🌼🌼🌼🌼

​Denting mesin monitor di ruang perawatan intensif itu adalah satu-satunya melodi yang menemani pagi Melisa. Bunyinya monoton, seperti pengingat yang kejam bahwa nyawa Narendra, suaminya, kini hanya bergantung pada kabel-kabel dan mesin.

​Melisa memeras handuk kecil ke dalam baskom. Air hangat itu mengepul tipis di udara yang dingin. Dengan gerakan yang sangat hati-hati, ia menyeka dahi Narendra yang pucat.

​"Mas, ini hari pertama," bisik Melisa. Suaranya serak, tertahan di tenggorokan. "Aku sudah mendapatkan biayanya. Kau tidak perlu khawatir lagi tentang obat-obatan atau biaya kamar ini."

​Ia terdiam sebentar, menatap kelopak mata Narendra yang tak kunjung bergerak. Ia tidak mungkin mengatakan dari mana uang itu berasal. Ia tidak mungkin bercerita bahwa harga nyawa suaminya adalah martabatnya sendiri.

​"Aku akan pergi sebentar untuk mengurus administrasi," lanjutnya sambil menyiapkan susu nutrisi cair. Tangannya yang gemetar berusaha stabil saat memasukkan cairan itu ke selang NGT yang terpasang di hidung Narendra. "Kau harus kuat. Jangan menyerah padaku, ya?"

​Setelah memastikan semua kebutuhan suaminya terpenuhi, Melisa mencium kening Narendra lama sekali. Ia menghirup aroma sabun bayi dan antiseptik yang kini menjadi aroma khas suaminya. Saat ia melangkah keluar pintu kamar, ia merasa seolah-olah sedang meninggalkan separuh jiwanya di sana.

​Sore itu, langit Jakarta tampak mendung, seolah turut berduka. Tepat pukul 15:55, Melisa berdiri di depan pintu penthouse mewah di kawasan Jakarta Selatan. Tangannya meremas tali tas yang berisi beberapa helai pakaian. Ia teringat pesan singkat yang masuk ke ponselnya dua jam lalu: “Bawa pakaianmu. Kau tidak akan pulang selama sebulan. Terlambat satu menit, kontrak batal dan suamimu keluar dari rumah sakit hari ini juga.”

​Dengan napas yang sesak, ia menekan bel.

​Pintu terbuka seketika. Harvey berdiri di sana. Tanpa jas putih dokter yang biasa ia kenakan di rumah sakit, ia tampak berbeda—lebih berbahaya. Kemeja putihnya terbuka di dua kancing teratas, menunjukkan rahang yang kaku dan tatapan yang mampu membekukan darah siapa pun.

​"Masuk," perintah Harvey dingin. Ia melirik jam tangan Rolex-nya. "Kau sisa lima menit. Nyaris saja aku menelepon bagian administrasi rumah sakit untuk menghentikan ventilator suamimu."

​Melisa melangkah masuk. Bunyi klik pintu yang terkunci di belakangnya terdengar seperti vonis penjara. Apartemen itu luas, minimalis, dan terasa mati. Tidak ada kehangatan di sana, persis seperti pemiliknya.

​"Duduk," ujar Harvey sambil melangkah menuju konter bar, menuangkan kopi hitam ke dalam cangkir porselen.

​Melisa tidak duduk. Ia berdiri mematung di tengah ruangan, kepalanya tertunduk. Keheningan menyelimuti mereka, hanya suara denting sendok Harvey yang beradu dengan cangkir.

​"Kenapa diam? Mana keberanianmu saat memohon padaku di klub malam itu?" Harvey mendekat, aroma parfum kayunya yang maskulin namun tajam mulai mengepung indra penciuman Melisa.

​Melisa memberanikan diri mendongak. Matanya merah, namun ada binar ketegasan di sana. "Tuan Harvey... aku akan melakukan apa pun. Aku akan memenuhi kontrak satu bulan ini tanpa bantahan sedikit pun."

​Harvey menaikkan sebelah alisnya, menyesap kopinya perlahan. "Apa pun?"

​"Apa pun. Tapi, aku memohon satu hal padamu," suara Melisa bergetar. "Hanya satu."

​Harvey tertawa pendek, suara tawa yang hambar dan sinis. "Kau pikir kau punya daya tawar? Katakan, sebelum aku berubah pikiran."

​"Izinkan aku pergi ke rumah sakit setiap pagi, saat kau sedang bekerja di sana," ucap Melisa cepat, takut keberaniannya menguap. "Narendra belum sadar. Dia butuh diseka, dia butuh diberi makan, dia butuh mendengar suaraku agar dia tahu dia tidak sendirian. Setelah kau pulang kerja, aku akan kembali ke sini. Aku akan menjadi milikmu sepenuhnya di rumah ini. Tapi biarkan aku tetap menjadi istrinya di pagi hari."

​Harvey meletakkan cangkirnya dengan hentakan keras ke meja. Ia melangkah maju hingga ujung sepatu mereka bersentuhan. Tangannya yang besar mencengkeram dagu Melisa dengan kasar, memaksanya menatap mata yang penuh kebencian itu.

​"Kau ingin menjadi malaikat di pagi hari dan menjadi pemuas nafsuku di malam hari?" bisik Harvey tepat di depan bibir Melisa. "Kau ingin menanggung beban dua dunia sekaligus, Melisa? Sangat heroik. Atau sangat munafik?"

​Melisa memejamkan mata, air mata jatuh mengenai jemari Harvey. "Aku hanya ingin dia hidup, Harvey. Itu saja."

​Harvey terdiam cukup lama. Ia menatap wajah wanita yang dulu pernah mengisi hatinya, wanita yang dulu ia puja sebelum pengkhianatan menghancurkan segalanya. Ada kilatan amarah, namun juga ada kepuasan yang gelap melihat Melisa memohon seperti ini.

​"Baiklah," Harvey melepaskan cengkeramannya dengan kasar. Ia berbalik membelakangi Melisa. "Aku izinkan kau ke rumah sakit setiap jam delapan pagi, tepat saat aku memulai shift di sana. Tapi ada syarat tambahan."

​"Apa itu?"

​"Jangan pernah menampakkan wajahmu di depanku saat aku mengenakan jas dokter," ucap Harvey dingin tanpa menoleh. "Di rumah sakit, kau hanya keluarga pasien dan aku adalah dokter penanggung jawab. Kita tidak saling kenal. Jika kau berani menyapa atau bahkan menatapku di sana, izin ini dicabut."

​Harvey berbalik lagi, wajahnya kini menunjukkan seringai kejam. "Dan sebagai gantinya, jam kerjamu di sini akan bertambah. Kau tidak akan punya banyak waktu untuk tidur di malam hari. Jika aku melihatmu menguap atau mengeluh lelah sekali saja, aku akan memindahkan suamimu ke rumah sakit pinggiran dengan fasilitas paling buruk yang bisa kutemukan."

​Melisa jatuh terduduk di lantai, bukan karena lemah, melainkan karena rasa lega yang luar biasa bercampur dengan kehampaan. "Terima kasih, Tuan Harvey. Terima kasih..."

​"Jangan panggil aku 'Tuan'. Itu terdengar terlalu sopan untuk hubungan kotor ini," potong Harvey. Ia menunjuk ke arah kamar utama dengan dagunya. "Sekarang, masuk ke kamarku. Rapikan semua pakaian di koperku, siapkan kopi baru yang lebih panas, dan tunggu aku di sana."

​Harvey mendekat lagi, membungkuk untuk membisikkan kata-kata terakhirnya malam itu. "Aku ingin kau selalu ingat, Melisa. Meski pagi harimu kau habiskan untuk membelai tangan suamimu yang sekarat itu, setiap jengkal kulitmu dan setiap detik waktumu di sini adalah milikku. Kau bukan lagi manusia. Kau adalah bayaran atas nyawa yang sedang kupertahankan."

​Melisa bangkit dengan kaki yang lemas. Ia melangkah menuju kamar Harvey, meninggalkan harga dirinya di ruang tamu yang dingin itu. Ia tahu, mulai malam ini, tidurnya tidak akan pernah nyenyak lagi. Namun, selama jantung Narendra masih berdetak, ia akan menjalani neraka ini dengan kepala tegak.

​Ia akan menjadi istri yang setia di bawah sinar matahari, dan menjadi tawanan yang hancur di bawah lampu apartemen Harvey.

***

Bersambung...

......................

......Sebelum lanjut, bantu author lebih semangat dengan memberikan Like, komen, vote, dan gift semampu kalian ya 🥰🥰🥰......

1
Dede Dedeh
oke lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!