NovelToon NovelToon
Harga Sebuah Pengorbanan (Sita'S Love Story)

Harga Sebuah Pengorbanan (Sita'S Love Story)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:138.5k
Nilai: 5
Nama Author: r_eka

"Dia adalah anakku, bukan anak haram"
~Rosita Salsabila Akbar~


"Mereka tak pernah benar-benar ada karena cinta. Mereka disampingku hanya untuk harta dan kedudukan, bahkan mereka akan mundur perlahan karena malaikat kecil yang selalu ada di sisiku. Tapi kau, bagaimana dengan kau?"
~Rosita Salsabila Akbar~


"Aku tak pernah benar-benar mencintai wanita sebesar ini"
~Bimantara Eka Julian~


"Melihatlah ke arahku! Dan jangan katakan itu lagi, karena itu sangat menyakitkan buatku"
~Bimantara Eka Julian~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon r_eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berebut

"Gimana Bay?" Tanya Sita, tatkala Bayu baru saja muncul ke ruangannya.

Bayu menyerahkan amplop besar berwarna coklat kepada Sita, sebelum ia akhirnya duduk di kursi yang ada di seberang tempat Sita duduk.

Sita membuka amplop itu perlahan dan mengeluarkan semua isinya. Membaca satu persatu kertas itu, meski ada beberapa yang hanya di baca beberapa kalimat. Senyum kemenangan tampak menghiasi wajahnya. "Kerja bagus, Bay" Ucapnya.

"Lalu apa yang akan mbak Sita lakukan dengan perusahaan itu?" Kata Bayu penasaran.

Sita tersenyum, "hmmmm.....bagaimana kalau aku pasrahkan padamu dan Ratih untuk mengelolanya, pasti kakek juga setuju dengan ideku".

"Itu terlalu berat Mbak, disini bersama Mbak Sita lebih dari cukup bagi kami", kata Bayu.

"Kalian harus lebih maju lagi. Sebentar lagi kalian berkeluarga dan punya anak", kata Sita berusaha meyakinkan.

Tiba-tiba pintu ruangan Sita ada yang mengetuk, setelah dipersilahkan, orang yang ada di balik pintu segera berjalan mendekatinya. Bersamaan dengan itu, dengan cepat Sita membereskan dokumen-dokumen yang tercecer diatas meja.

"Kamu boleh kembali ke ruanganmu, Bay. Terimakasih atas semuanya", kata Sita seraya berdiri menyambut adiknya yang sudah berdiri di samping tempat duduk Bayu.

Setelah berpamitan dengan kakak beradik itu, Bayu melangkah pergi meninggalkan keduanya yang nampak berhadapan dengan wajah serius.

"Duduklah!", kata Sita. "Ada apa lagi kamu tiba-tiba datang kesini?" Sambung Sita.

Mila terlebih dahulu duduk sebelum menjawab pertanyaan Sita. "Mbak Sita, aku mohon penuhi permintaanku tempo hari. Kondisi perusahaan kak Rafi sudah tidak mungkin bisa diselamatkan. Sementara sebentar lagi aku akan menikah dengannya. Apa mbak Sita tega aku hidup dengannya dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan seperti itu?" Kata Mila dengan wajah yang tetiba berubah sendu.

"Apa selama ini, apa yang aku berikan dari apa yang kamu punya di perusahaan ini kurang?" Kata Sita dengan mimik menyelidik.

Mila hanya menunduk dan menggelengkan kepalanya.

"Lalu?" Tanya Sita.

"Tidak mungkin aku bergantung pada Mbak Sita terus", jawab Mila sambil melirik kakaknya.

"Itu sudah menjadi hakmu, jadi kamu tidak perlu sungkan. Lagipula ketika nanti sudah menikah, Rafi juga akan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang suami, jadi mbak Sita yakin kehidupan ekonomi kalian tidak akan kekurangan jika hidup kalian wajar", kata Sita.

"Tapi mbak, aku mohon, meskipun tidak semuanya. Tolong loloskan permintaanku. Separuh saja. " Kata Mila masih bersikeras terhadap keinginannya.

Sita menggelengkan kepalanya. "Ini adalah pemberian almarhum ayah dan kakek untukmu. Sampai kapanpun mbak tidak akan memberikannya kepada siapapun. Ini demi masa depanmu", kata Sita.

Mila hendak membuka mulutnya lagi, namun ia mengurungkannya. Ia hanya bisa tertunduk kembali mendapati sikap kakaknya yang begitu teguh pendirian.

"Jika mang Rafi membutuhkan pekerjaan, mbak Sita siap memberikannya", kata Sita.

"Bunda", tiba-tiba terdengar suara Gala memanggil Sita dari pintu yang baru saja dibuka sendiri oleh bocah itu.

Refleks tingkah Gala membuat Sita dan Mila menoleh ke arah datangnya suara.

"Gala", seru Sita dengan mimik bahagia namun sedikit kaget.

"Kak Dimas", ujar Mila pelan tatkala melihat laki-laki yang berjalan di belakang Gala.

"Apa kabar Mila?" Tanya Dimas dengan senyum yang begitu manis tatkala sudah berdiri di samping mantan kekasihnya itu, membubarkan lamunan Mila.

"Emmmm.....baik, kak", jawab Mila malu-malu.

Dimas mengalihkan perhatiannya pada Sita, "Kamu sudah siap?" Tanyanya.

Sita tampak bingung dengan pertanyaan Dimas. Ia kemudian mengangkat bahunya.

Dimas tersenyum kecil. "Periksa ponselmu", kata Dimas.

Dengan buru-buru Sita mengambil ponselnya yang ada di laci, kemudian membuka salah satu aplikasi yang nampak sudah menumpuk pesan yang belum ia baca disana.

"Sekarang?" Tanya Sita sumringah, setelah membaca pesan yang tadi sempat dikirim oleh Dimas ke ponselnya.

"Tahun Depan", jawab Dimas diikuti tawa dari keduanya.

Ekspresi Sita dan Dimas yang nampak begitu bahagia membuat Mila tak suka. Adik kandung Sita itu tiba-tiba mendekati Gala yang tak jauh dari tempatnya berdiri, lalu dengan cepat membawa bocah itu dalam gendongannya.

"Lepasin aku tante, aku nggak suka sama tante!" Ucap Gala polos pada ibu kandungnya itu, sambil sedikit berontak.

Sita yang tadinya fokus berbicara dengan Dimas, segera mengalihkan pandangannya ke arah Gala. "Mila, turunkan Gala!" ucapnya sedikit keras namun masih terdengar wajar.

"Kenapa mbak? Aku hanya sekedar melakukan apa yang seharusnya boleh kulakukan. Jadi mbak nggak usah panik begitu", ujar Mila sambil memperlihatkan wajah sinisnya. "Atau mbak mau aku mengatakan yang sebenarnya sama Gala?" tambahnya.

"Mila, jangan macam-macam kamu!" Seru Sita

"Aku nggak mau macam-macam mbak. Aku hanya mau mbak Sita penuhi permintaanku, itu saja", balas Mila enteng.

"Nggak akan pernah!" Tegas Sita.

"Terserah mbak saja", kata Mila. "Gala, Gala tau siapa tante Mila sebenarnya?" Tanya Mila pada Gala yang sedari tadi ingin lepas dari gendongan Mila.

"Mila!" Teriak Dimas dan Sita bersamaan, membuat Mila mengalihkan pandangannya ke arah kedua orang itu.

"Aku tak tau apa masalah kalian berdua, tapi aku harap kamu jangan menjadikan Gala sebagai tamengmu, Mila", kata Dimas pada Mila.

"Kak Dimas gak perlu ikut campur, ini urusanku dengan mbak Sita. Lagi pula awal penyebab kondisi buruk ini adalah kak Dimas. Andai kak Dimas dulu tidak pergi, tak akan begini jadinya", kata Mila yang membuat Dimas tak bisa berkata-kata lagi karena rasa bersalahnya.

Sita segera melangkah mendekati Mila dan berusaha merebut Gala dari tangan Mila, namun Mila dengan kuatnya mempertahankan Gala dalam dekapannya. Aktivitas tarik dorong terjadi antara kakak beradik itu.

Dimas yang menyadari kericuhan itu bergegas hendak melerainya, namun sedikit terlambat. Sita memang berhasil merebut Gala, namun usahanya yang kasar untuk mendapatkan buah hatinya itu, membuat adiknya jatuh terdorong ke belakang hingga kepala dan tubuhnya terhempas ke tembok.

"Mila!" Teriak Dimas, melihat mantan kekasihnya itu nampak tidak sadarkan diri. Pria itu terlihat segera berjongkok dan membangunkan wanita itu, namun tak berhasil.

Sita tampak syok melihat apa yang terjadi pada Mila. Perasaan bersalah nampak menggelanyutinya. Air mata pun mulai mengalir dari pelupuk matanya. "Apa yang telah kuperbuat", katannya dalam hati.

Dengan cekatan, Dimas mengangkat tubuh Mila. " Sita, tolong siapkan mobil, kita harus segera membawa Mila ke Rumah Sakit", teriak Dimas sedikit panik karena baru menyadari banyak darah yang keluar dari Mila.

Pria itu berjalan dengan cepat keluar dari ruangan Sita, sementara Sita mengikutinya dari belakang dengan tergesa-gesa pula.

🌷🌷🌷🌷

Readers, terimakasih atas apresiasinya selama ini dan yang masih setia dengan novel ini meski author lama sekali tidak update.

**Mohon maaf sudah beberapa bulan ini author berhenti untuk menulis, dikarenakan kondisi fisik dan pikiran yang tidak memungkinkan untuk menulis.

Author sedang hamil muda dan mabuk berat, sehingga diminta harus istirahat total.

Semoga kedepannya author bisa menulis rutin kembali. mohon doanya. 🙏**

1
Soraya
dri pas Sita kecelakaan bertemu Dimas q dh curiga klo dimas yg menghamili Mila
Soraya
bahasanya kurang pas gak konsisten kadang aku kadang mbak
Soraya
mampir thor
Novi Diansyah
lama y thor update ny lg
smga sehat" trs dan bs lnjut lg thor
elisabeth sembiring
terus terang, ya aq suka baca. tapi nggak mau yang pertama baca, biar belakangan nggak apa2 karena paling males baca, lanjutannya ntah kapan.
nah semangat thor, semoga sukses.
memang ada sih yang bilang biar penasaran.
elisabeth sembiring
akhirnya aq lebih milih sita dan dimas, walaupun dimas pernah jahat. mudah2an berubah.
mending mantan penjahat ya kan
elisabeth sembiring
ikuti, tapi kalau ada lagu e e peran permintaan boleh diterima ya thor.
elisabeth sembiring
ngotot banget ya si mila, tunangan kakaknya diambil masih ada muka mendatangi kakaknya. sita terlalu baik, sih.
buat perjanjian pranikah antara mila dan rafi misalnya " apabila rafi ketahuan selingkuh maka gugur kepemilikkan saham"
elisabeth sembiring
aq kasih favorite, thor
elisabeth sembiring
"mila" ternyata sangat sangat liar, wah wah. anaknya diurus kakaknya, tunangan kakaknya direbut. ini namanya mengurus anak macan, setelah besar menerkam
Sendy
Thor nulis nya masih sering ke serimpet yah.. mila jadi sita mulu nama nya. mungkin dirimu lelah ya thor hehe
Sendy
jijik liat c mila. adik ga tau diri... kelakuan nya begitu tapi masih ga intropeksi diri
Uung Uliyah
keren
amalia gati subagio
berapa lama nangisnya 🙃 hingga tidur....pasti lama....😼🙏😜💪
amalia gati subagio
tara - dimas, senyum sinis 😼
amalia gati subagio
hampir semua tokoh sakut jiwa, narsistis. 😈
Mia Mobateng
makin seru aja
Mia Mobateng
aseeekk. ..tuh ortu Rachel matre
Mia Mobateng
makin seru thoor ❤️
Mia Mobateng
oo anak Dimas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!