NovelToon NovelToon
WANG SHIN

WANG SHIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengawal / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

𝘛𝘳𝘢𝘨𝘦𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝙈𝙤𝙧𝙣𝙞𝙣𝙜 𝙂𝙡𝙤𝙧𝙮—𝘖𝘳𝘨𝘢𝘯𝘪𝘴𝘢𝘴𝘪 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵 𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘞𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘦𝘭𝘪𝘵𝘦 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵, 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘸𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘦𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘶𝘳𝘶𝘬 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢.
𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘪 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘯𝘥𝘰𝘮 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶— 𝘵𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘶𝘢.
𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

왕신 ー 33

Untuk menyelesaikan pekerjaan secara efisien dan efektif, orang harus mengukur ketidakpastian dan menghilangkan variabel-variabel yang berkontribusi terhadap resiko.

Meski impuls seperti itu hanya sebatas titik data khusus yang menyimpang dari distribusi normal, Shin melakukannya.

Di debat kecilnya dengan Kwon Mina, dia bisa dengan santai membantai semua balasan wanita itu, tidak memberikan kesempatan untuk membenarkan persepsinya.

Sampai akhirnya kalah dan tidak berkutik, Kwon Mina memutuskan keluar dari ruangan, pergi menuju kamarnya di lantai dua membawa wajah keruh dan perasaan buruk.

Bersama ayahnya, Kim Jena berulang kali meminta maaf atas sikap ibunya yang susah terpecah dari batu keras keegoisannya. Dan Shin tidak sama sekali mempermasalahkan itu, terlontar dengan kata-kata bijak yang membuat ayah dan anak itu disiram kekaguman lagi dan lagi.

“Ayah, aku masih ingin mengobrol bersama Oppa,” kata Kim Jena saat pembicaraan mereka dirasa mencapai batas.

"Ya, sudah. Tapi jangan lupakan kau harus bangun lebih awal untuk kuliah pagi," Kim Wuhan mengingatkan.

"Iya, Ayah. Kami tidak akan lama."

"Hmm. Shin, sekali lagi terima kasih. Jangan sungkan jika suatu saat kau butuh bantuanku."

"Tentu, Tuan Kim. Selamat beristirahat."

“Hmm,” tanggap singkat Kim Wuhan sebelum kemudian berlalu juga.

Sekarang ....

Di taman belakang yang udaranya penuhi aroma bunga, Shin berdiri menatap satu jenis tanaman tidak berbunga, di antara sekian banyak yang lebih indah.

Bukan tentang bunga, seperti; 'tidak aroma yang mengesankan atau bentuk daunnya terlalu aneh', dia sedang berdiskusi dengan pikirannya sendiri, lagi.

Ya, dia bisa begitu, kontemplatif di mana saja, asalkan tidak mendesak.

Demi misi yang terlihat serius, namun konyol pada dasarnya. Saking konyol, dia sampai merencanakan akan tertawa keras setelah bebas dari 'pekerjaan ini'.

Menjadi pengawal, menikah dengan wanita tua, lalu sekarang harus berperan sebagai pria dewasa yang tebar pesona pada gadis yang masih labil secara emosional.

"Yeah, setidaknya aku perlu hiburan sebelum kembali pada tugas yang sebenarnya,'' dia mencicit di lubuk hati.

Di sisi lain, Kim Jena baru saja kembali dari mengambil baju hangatnya dari dalam kamar. Belum sampai di posisi Shin, dia menghentikan langkah hanya untuk menatap lelaki yang berdiri itu di kejauhan, memandang dengan rasa.

Perlahan, sudut bibirnya melebar tanpa terbuka untuk menunjukkan gigi, itu bukan senyuman senang, melainkan warna kekaguman melalui bahasa wajah.

Memang benar, ketertarikan seseorang berasal dari wajahnya, Kim Jena bermonolog, "Aku sudah banyak menemui pria tampan dari berbagai kelas dan kasta, dari yang muda hingga dewasa, pria yang bertunangan denganku bahkan seorang aktor yang keren, tapi baru kali ini aku merasakan sesuatu yang berlebihan."

Endorfin-nya mungkin sakit, dia kesulitan menggali makna dari yang dirasakannya terhadap pria yang baru ditemuinya belum genap sehari.

Tapi ....

Kenapa harus Shin yang berusia 34 tahun?

Faktanya itu sangat retoris. Semua sudah ada dalam kepala dan dia tak akan lagi bisa menyangkal bahwa begitu banyak kelebihan Shin yang pantas diperjuangkan.

"Haruskah aku membatalkan pertunangan dengan Do Eun-hyuk dan mengejarnya saja?"

Bersamaan dengan kesibukan itu, dia melihat Shin mengangkat panggilan dari ponselnya. Untuk beberapa saat bicara, terlihat sangat irit dan sebagian waktu hanya dipakai untuk mengiyakan saja.

Sampai pria itu selesai dengan ponselnya kemudian menghampirinya.

Kim Jena tersentak karena kedapatan mengamati terlalu dalam, sesegera mungkin mengatur ekspresi menjadi biasa saja. "Ada apa?"

"Aku harus segera pulang, di rumah ada tamu."

"Malam-malam begini?"

"Yeah, seperti aku yang saat ini ada di rumahmu, tamuku pun sama."

Kim Jena tak bisa mendebat lagi, kecuali rengekan, "Padahal kita belum mengobrol apa pun."

"Kita lakukan lain kali. Lagi pula ini sudah terlalu larut dan besok pagi kau harus kuliah."

"Baiklah ...."

Dua pundak Jena disentuh Shin untuk mendorong kalimat pamit; “Aku pergi. Beristirahatlah, Adik manis.”

****

Sampai di rumah, yang tak lain adalah kamar Paviliun kediaman Lim Suyu. Shin tidak memberitahu siapa pun kepulangannya, tidak menunjukkan diri karena waktu sudah melewati angka 12 malam. Semua orang sudah terlelap.

Tidak langsung merebah untuk tidur, dia duduk di hadapan layar komputer yang belum dinyalakan. Ponsel lebih dulu dikeluarkan untuk menghubungi sederet nomor.

“Hallo, Nona Ye. Terima kasih sudah menanggapi panggilanku di waktu seperti ini. Terima kasih sudah memberikan nomormu juga. Umm ... bisa kita bertemu besok?”

Beberapa patah kata terucap dari lawan bicara sebagai balasan basa-basi Shin sebenarnya yang lebih pantas disebut on poin.

“Sesempat Nona Ye saja. Aku akan menunggu panggilan dan langsung menyetujui.”

“....”

“Terima kasih. Selamat malam. Selamat beristirahat.”

Lepas panggilan, sorot mata Shin sedikit nakal. “Maaf, Nona. Pemanfaatan ini kupastikan juga akan sangat menguntungkanmu. Setidaknya uang tidak akan membuatmu putus asa dalam beberapa kesempatan buruk.”

Adalah Ye Eun-su, pelayan muda di rumah Kwon Mina yang Shin kedipi dengan matanya. Dia bertemu gadis itu secara rapi, di titik buta kamera pengawas untuk meminta nomor ponselnya, beberapa saat sebelum kedatangan Kim Jena yang dia minta memakai pakaian hangat lebih dulu, dengan dalih cemas udara dingin akan membuatnya sakit.

Cara yang cepat, tidak terlalu riskan karena Kwon Mina tidak banyak menempatkan orang di kediamannya sebagai petugas keamanan.

Laptop dinyalakannya sekarang, sambil menghubungkan earphone ke telinganya untuk mendengarkan beberapa suara, seulas senyum menyabit di bibir saat tontonan di layar membuatnya puas. “Bagus, Xei. Hasilnya alami sekali.”

Rekaman cctv jalanan saat di mana dia menyelamatkan Kim Jena dari para penjahat yang tak lain adalah orang-orang Lee Jay dari klan tongkrongan balapnya.

Rekaman cctv yang sebenarnya tidak ada, tapi Xei membuatnya dengan kamera mereka sendiri.

1
Blueberry Solenne
Shin punya sembilan nyawa kayaknya wkwkwk
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Kalo gk salah masih ada tiga tambahan lagi
total 1 replies
Blueberry Solenne
tapi berhubungan seperti suami istri sungguhan, hahaha
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Yg penting ada status, nggak jasa sekali pake trus dibayar murah🤣
total 1 replies
Blueberry Solenne
Weh habis olahraga di bawah selimut
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Olahraga apa namanya?🤣
total 1 replies
chaa
semangat 💪
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: nggak, Kak.
gk semangat aku ... 😭
total 1 replies
Be___Mei
Hemmm, pekerjaan Shin nggak jauh jauh dari orang berkuasa.
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: emang gitu, Mak?🤓
total 1 replies
Be___Mei
Nahhh, kan. Gerak-gerik Nyonya Lim nggak bisa. Orang kaya elit emang begitu 🤧
Be___Mei
Pinter juga Nyonya ini
Be___Mei
Ian, cewek???
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Laki, Mak.
Ian Haris🤓
total 1 replies
Be___Mei
Cobain masakan Kalimantan juga ya 😂
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Jangan bilang buaya goreng?🤣
total 1 replies
Be___Mei
kwkwkwk barulah terungkap bahwa Shin tajir melintir 😂😂
Be___Mei
Udahlah, Shin. Cewek banyak kok di dunia. Salah satunya aku 🤭 cuma aku sedikit berbeda dengan Ana. Kalau Ana biasanya pakai gaun seksoi, aku pakainya daster 😂😂
Be___Mei
Aishhh!! Ana Sibal ****
Be___Mei
Ya elah, Neng! Dikasih aman malah kabur.
Be___Mei
Mamam tuh calon mantu idaman
Be___Mei
Iya juga. Ngapain coba meladeni Gibek padahal dia udah hapus ikatan kontrak sama Shin. Apakah dia mau berpijak di dua perahu?? Ana oh Ana
Be___Mei
Bayangin wajah visual artis kpopnya kebingungan. Pasti lucu tapi kasihan juga 🥲🤣
Be___Mei
Istri mana yang bisa menolak pesona seorang Shin?! Walaupun nikah kontrak, tapi mereka pasangan sah 🤧
Be___Mei
Teman Anda! Teman baru Anda 🤧 orang yang selalu kau andalkan, itu dia suami Ana
Be___Mei
Perasaanku mengatakan Takeda masih hidup. Pria sekuat itu tidak mudah jadi ubi kan mak???
Machan
kurang menantang ye, Shin😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!