(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~25.
...🔥🔥🔥🔥...
...Waktu sudah menunjukkan pukul 6:00 sore. Awan di langit yang awalnya cerah berubah menjadi gelap pertanda akan terjadi hujan deras sebentar lagi. Akan tetapi, Tristan masih berjalan memutar di kedalam hutan dengan frustasi sambil terus berteriak, memanggil nama Alexa....
"Alexa...! Dimana kamu sayang... tolong tunjukkan dirimu."
Hening.
...Tidak ada suara tanda-tanda keberadaan Alexa. Hanya terdengar suara makhluk hutan yang menggema saling sahut satu sama lain....
"Ini salahku..." lirih Tristan menundukkan kepala merasa menyesal atas tindakannya tadi."Seandainya aku tidak memperlihatkan sisi gelapku, pasti Alexaku tidak akan kabur ketakutan," ucapnya mulai menampar dirinya sendiri.
"Hiks...."
...Suara rintihan dari kejauhan menyadarkan Tristan. Perlahan Tristan melangkah mendekat tanpa menimbulkan suara menuju ke arah sumber suara....
"Aku harus kemana sekarang...? Dengan tubuh kotor dan menjijikan seperti ini... hiks, hiks, hiks...."
...Diam-diam Tristan semakin dekat dan melihat Alexa tengah duduk meringkuk berlindung di balik batang pohong besar dengan tubuh penuh dengan luka. Pertanda bawa ia sudah jatuh berkali-kali saat berlari ke sini....
"Sayang," panggil Tristan lembut sambil tersenyum hangat.
Tersadar, Alexa menoleh ke arah nya."Kamu...?" Alexa terkejut setengah mati segera bangkit sambil menutup tubuh setengah polosnya dengan tangan."Ke-kenapa kamu kemari? Apakah-" Alexa terdiam menelan ludah dengan susah payah menatap Tristan.
...Bayangkan pembantaian sadis tadi pun berputar ulang di benak Alexa, membuat Alexa berpikir bahwa kedatangan Tristan ingin menghabisinya, akibat ia sudah di sentuh oleh banyak pria....
"Jangan... jangan bunuh aku..." Alexa bangkit dengan ketakutan menatap Tristan.
"Sayang... tenanglah, aku tidak akan melakukan apa-apa, percayalah kepadaku," bujuk Tristan terus mendekat.
...Alexa tak percaya dengan perkataan Tristan segera berlari pergi begitu saja, membuat Tristan yang cemas ikut mengejarnya dari belakang....
...Kedua terus saling kejar hingga hujan deras pun turun membasahi keduanya. Alexa yang tak tau harus kemana terus berlari lurus ke depan tanpa tau sebuah tebing jurang tengah menantinya dan......
Swos.
Kaki Alexa tak sengaja salah pijakan dan terpeleset hingga jatuh kebawa.
"Aaarrgggg!" teriak Alexa bergantungan pada sebuah rating kecil.
"Alexa!" Tristan panik setengah mati segera menghampiri Alexa, dan mencoba menariknya keatas."Sayang, jangan lihat kebawa, terus lihat ke arahku," pinta Tristan.
...Alexa terdiam dengan air mata yang terus mengalir deras menatap lekat wajah panik Tristan, dalam hati ia bertanya. Dirinya hanya seorang budak? Tetapi kenapa Tristan mau menolong seorang budak seperti dirinya. Bahkan ia rela mempertaruhkan nyawa orang suruhannya demi dirinya....
"Tristan," panggil Alexa lemah.
"Jangan bicara sayang, aku akan menarik mu keatas."
"Apakah kamu mencintaiku?" tanya Alexa ragu, tapi ia harus memastikan agar kebingungan di selesaikan.
"Tentu saja sayang, bahkan aku sudah mencintaimu sejak kamu masih berusia 12 tahun. Sampai saat ini, cinta ini masih tumbuh dengan mekar seperti pertama kali aku melihatmu sayang, jadi bertahanlah." Tristan terus mencoba menarik Alexa dalam keadaan di guyur hujan deras, membuat dirinya sedikit kesusahan.
"Sedalam inikah cintamu...? Ta-tapi aku... aku hanya wanita penuh noda yang dibuang oleh suamiku, lalu dilecehkan oleh banyak pria...." Alexa menangis sesenggukan. Hatinya benar-benar hancur memikirkan cinta murni yang diberikan oleh Tristan, untuk dirinya yang hanya wanita buangan."Tristan," panggil Alexa sekali lagi.
"Iya sayang," sahut Tristan.
"Tolong jaga Mama untukku," pinta Alexa tersenyum pilu.
"Apa? Tidak Alexa!"
"Aku sudah ternodai Tristan, dan kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dariku, selamat tinggal."
...Alexa mencakar lengan Tristan sekuat tenaga hingga berdarah, dengan harapan Tristan mau melepaskannya. Tetapi ia salah, Tristan bahkan lebih rela membiarkan tubuh terluka daripada membiarkannya terjatuh....
"Tidak ada pilihan lain, aku harus pergi... maafkan aku Tristan," batin Alexa memantapkan hatinya, kemudian mulai melepas paksa jari Tristan yang menggenggamnya dengan erat satu persatu.
"Alexa, jangan lakukan. Aku mohon," Tristan semakin dilanda ketakutan akan kehilangan Alexa.
"Jika Tuhan memberi aku kehidupan kedua, aku akan mencari mu dan menikahimu Tristan. Lalu kita akan hidup bersama hingga tua." Alexa mencoba memasang senyuman walaupun hatinya sangat hancur.
"Ini kesempatannya Alexa, jadi kamu tidak akan kabur kemana-mana tanpa izin dariku," tegas Tristan.
"Maaf Tristan..." lirih Alexa melepas hari terakhir Tristan yang tersisa dan terjatuh kebawa.
"Tidak...! Alexa!" raung Tristan tanpa pikir panjang segera melompat kebawa dan meraih tubuh Alexa menariknya masuk ke dalam pelukannya.
Bruk!
"Ugh...."
...Tristan mengunakan tubuhnya sebagai perisai melindungi Alexa. Ia membiarkan tubuhnya menghantam beberapa batu kemudian terguling kebawa menabrak beberapa pohong....
"Aaakkhhh!"
"Tristan!"
"Tidak apa-apa sayang."
Bruk!
...Akhirnya mereka tiba di inti jurang. Tetapi saat itu juga Tristan tak sadarkan diri karena mengalami banyak luka dan kehilangan banyak darah....
"Tolong...! Seseorang tolong kami!" teriak Alexa panik meraih tubuh tak berdaya Tristan masuk ke dalam pelukannya."Maafkan aku... hiks, hiks... kenapa kamu tidak membiarkan aku pergi saja dasar bodoh! Aaarrgggg!" Alexa menangis pilu memeluk erat tubuh Tristan.
"Nyonya!" Suara Elian menggema dari atas tebing sambil mengarahkan senter ke arah mereka.
"Tolong kami, aku mohon!" jerit Alexa melambaikan tangan ke arah senter.
...Dengan sigap Elian perintah ke markas. Beberapa menit kemudian sebuah helikopter pun tiba, dan membawa Alexa beserta Tristan menuju ke rumah sakit pusat....
...(Bersambung)...