Menceritakan tentang 2 gadis bersaudara dimana dia adalah seorang anak yang di hidupi oleh pengusaha yang sangat kaya raya dan setiap pesaing kalah bisnis dari orang tua nya selalu saja mereka ingin selalu menjatuh kan orang tua Cahya dan Megy....
" Cahya kamu janji ya, akan membalaskan kedua orang tua kita" kata Megy sembari mengelap air mata adik nya yang menetes di pipi.
"Oke, gue janji kak, lu juga janji ya, kak? Ucap Cahya sembari berhenti menangis.
Cahya sekarang usiamu muda, kamu bisa ikut ke medan perang! Di sana kamu bisa mempelajari ahli beladiri apa saja? Kata Megy dengan serius.
Baiklah kak, gue akan pergi dulu! Titip ayah ya? Ucap Cahya.
Apakah orang tua nya akan jatuh atas segala yang dilakukan penjahat..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebit S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Megy Membantu
Saat Tono mendengarkan ucapan dari Cahya kemudian segera membuat Tono tersenyum dan langsung menatap Cahya dengan cengengesan.
"Kenapa, apa kamu keberatan? Gue lihat tubuhmu oke juga, pasti nggak kalah dengan kakakmu itu? Bagaimana? Apa kamu juga ingin di nikmatin sawahmu hingga bergumam cemburu begitu?" Kata Tono dengan seringai mesum.
Saat Cahya mendengarkan ucapan dari Tono Cahya segera mencengkram genggaman tanggannya kuat-kuat dan tak terasa kukunya yang panjang menusuk tangannya hingga berdarah karena dia semakin Emosi.
Sementara Tono yang melihat Cahya menatap tajam kearah nya, kemudian mendekati Cahya lalu Tono segera melihat wajah Cahya dari dekat.
Tono pun, berkata."Kenapa lu diem, berarti tandanya lu setuju kalau sawah lu yang belum terjamah itu akan gue nikmatin, nanti? Hahahaaa."
Tono dengan senang dan seleng*k an yang berada di depan Cahya sangat bahagia atas apa yang Ia katakan seolah-olah sedang menikmati sawah Cahya.
Lalu, dengan menyeringai Tono, berkata."Oh ya satu lagi, di lihat dari usia lu? Sawahmu itu pasti ditumbuhi dengan padi yang masih tipis-tipis? Itu pasti membuat cangkulku akan sangat senang menjelajahi sawahmu?hahaha."
Cahya yang mendengarkan ucapan itu segera menatap tajam kearah Tono dengan penuh emosi lalu dengan geram Cahya langsung mel*d*hi wajah Tono.
Sementara Tono yang menerima ludahan dari Cahya Ia bukannya geram atau marah atas sikap Cahya namun Ia menj*l*t air ludah Cahya.
"Woowwwww.. lumayan manis juga ya, air ludah lu ini?" Kata Tono sembari menikmati ludah Cahya.
Lalu Cahya bergumam dengan dingin dan penuh emosi.
"sialan." Ucap Cahya.
Kemudian dengan geram Cahya segera meny*r*ng tanpa banyak bicara lagi dengan menggunakan kakinya lalu Tono yang sedang sangat menikmati air l*dah Cahya segera terpental hingga membuat Tono menjadi terdorong mundur hingga terhempas ditanah.
Lalu Tono yang baru saja terhempas ditanah bukannya dia geram dan marah kepada Cahya lalu berdiri lagi dengan meludahkan dar*h dari sudut bibirnya.
"Woow.. galak sekali, tapi aku suka? Dengan galaknya kamu ketika sawahmu di jajaki oleh cangkulku pasti kamu akan menjer*t meminta ampun nanti?" Kata Tono semakin tertarik dengan Cahya.
Lalu Toni dan anak buah Edwin Kurniawan yang lainnya menjadi tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan dari Tono.
Hingga Megy yang mendengar pun menjadi geram juga dan Toni mendekati Megy yang berada di belakang Cahya.
Lalu Toni, berkata."Heeeeeiii Megy, karena kakak gue, ingin menjajaki sawah adikmu, jadi kenapa sawah tidak untuk gue saja? Gue yakin kakaknya lebih pengalaman?"
Megy yang mendengar ucapan dari Toni dan dia orang nya sangat pendiam apa lagi ini pertama kalinya Ia mendengar ucapan kotor dari laki-laki.
Megy yang sudah marah dan Emosi mendengar ucapan Tono kepada Cahya di tambah dengan ucapan dari Toni membuat lepas kendali.
"Cuiiiiiih..."
Megy tanpa berkata apa-apa segera meludahi Toni yang dekat dengannya tanpa ke waspadaan kemudian Megy segera memukul dan menendang Toni hingga terguling-guling di lantai.
Toni yang berguling-guling di lantai bukannya marah kemudian bergegas berdiri lalu mencium air l*d*h Megy hingga membuat nya segera menyantap l*d*h Megy bagaikan menikmati sawah Megy.
"Waaaaaah.. dari air L*d*h lu saja wangi, pasti sawahmu juga lebih wangi, gue suka dengan wanita yang pepaya besar sawah wangi seperti lu?" Kata Toni menyeringai menatap pepaya Megy yang nyembul.
Lalu semua anak buah Edwin Kurniawan malah terbahak-bahak dan menikmati ucapan jorok dari Tono dan Toni.
Tanpa banyak bicara Cahya yang geram juga mendengarkan ucapan Toni.
Lalu Ia menatap Tono yang ikut tertawa terbahak-bahak karena ucapan dari Toni. Cahya sudah sangat emosi.
Tono lalu, berkata."Toni, bagaimana kalau begini saja? Setelah kamu menikmati sawah Megy, kita tukaran saja?"
Toni yang mendengarkan ucapan dari Tono lalu menatap Cahya yang terlihat sudah sangat marah tetapi karena dia mesum kemudian seolah-olah menatap Cahya sudah melihat isi di balik b*junya.
Toni kemudian meneguk air ludah dan berfantasi liar dirinya dengan Cahya sedang saling menikmati sawah dan Cangkul nya. Lalu di fantasi nya Cahya memohon ingin minta dicangkul sawahnya.
Setelah itu Ia juga berfantasi liar dengan Megy yang juga merengek meminta dimasukin Cangkulnya ke dalam sawahnya.
Ucapan Megy di dalam fantasi Toni."Ayo dong mas Toni, aku mohon cangkulmu sangat nikmat sekali dan cangkulmu itu sangat besar? Cepetan garap sawahku ini yang tidak pernah disentuh oleh cangkul orang, mas? Buat sawahku ini bertumbuh padi nya dong mas?"
Beberapa menit kemudian setelah Toni berfantasi dengan Megy yang merengek Meminta dibajak sawahnya Ia menjadi tersenyum-senyum seolah-olah sudah terjadi. Kemudian Toni segera melihat kearah Tono.
Toni lalu, berkata."hehe, bener kak? Boleh..boleh.. hahaha ini namanya sekali tepuk dua lalat. Hahahaha."
Cahya dan Megy yang mendengarkan ucapan dari Tono dan Toni lalu mereka meny*r*ng Tono dan Toni dengan sangat agresif.
Cahya menggunakan pukulan menyerang Tono.
Lalu Megy menggunakan kakinya menyerang Toni. Akhirnya perkelahian antara Tono, Toni dan Cahya serta Megy pun terjadi dengan sangat lama.
"Bak..buk..bak..buk..plaaaak..braaak..bak..buk..."
Hingga kemudian Tono dan Toni segera menjaga jarak dari Cahya dan Megy.
Lalu mereka berdua saling berpandangan menatap Cahya dan Megy dengan ngos-ngosan.
Begitu pula dengan Cahya dan Megy mereka berdua juga ngos-ngosan tetapi nafas mereka berdua lebih stabil.
Setelah Tono dan Toni saling berpandangan lalu mereka berdua segera menggunakan jurus kerja sama mereka tanpa Megy dan Cahya ketahui rencana mereka berdua.
Lalu Tono dan Toni mengambil nafas dalam-dalam dan mengatur nafas mereka supaya menjadi stabil kembali. Kemudian Tono dan Toni segera bersiap meny*r*ng Cahya dan Megy.
Cahya dan Megy saling berpandangan lalu segera waspada melihat Tono dan Toni menuju kearah mereka.
"Bak..buk..bak..buk... Plak...uwiiiing.. bruuughh.."
Tidak berapa lama kemudian Cahya segera membuat Tono terdorong mundur hingga membuat merek beberapa meter jauhnya.
Kemudian Toni segera dibuat oleh Megy terdorong mundur tetapi terkena tendangan dari Megy.
"Aaaaaduuh.. lumayan pedas juga kakinya, ya?" Ucap Toni yang terkena tendangan dari Megy hingga mengelus perutnya.
Lalu Toni menatap ke arah Megy yang baru saja menendangnya.
Kemudian dengan seringai Toni, berkata."Waduuuh, kaki lu lumayan juga ya kuat, semoga nanti sawah lu itu? Kuat ya kalau di bajak oleh cangkul ku, Heheee."
Megy yang mendengar ucapan dari Toni diam saja menatap tajam kearah Toni.
Lalu tidak lama Toni dan Tono segera saling mendekat lalu Tono segera mendekati telinga Toni.
"Toni, sekarang saatnya kita keluarin jurus andalan kita? Kita serang dulu Megy? Setelah itu baru Cahya, gimana?" Bisik Tono kepada Toni.
ini seperti isi teks yang langsung up tapi mungkin lupa di edit lagi tanpa di kroscek
padahal isi ceritanya cukup oke