Di dunia di mana Peringkat Bakat adalah hukum tertinggi, Lu Chen hanyalah sebutir debu. Saat Upacara Penentuan Takdir, dia dipermalukan di depan seluruh sekte karena hanya memiliki bakat F-Rank dengan afinitas spiritual nol. Dunia mencapnya sebagai sampah, namun mereka tidak tahu bahwa Lu Chen menyembunyikan sistem SSS+ "Omnipotence Mask" yang mampu menutupi keberadaan aslinya dari mata dewa sekalipun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5: Pencurian Besar di Blok A
Malam merayap di atas Lembah Binatang Buas dengan keheningan yang mencekam. Hanya suara rintihan tertahan dari binatang-binatang yang terluka dan derak rantai besi yang memecah kesunyian. Penjaga Li sudah lama tertidur di pondoknya, terbius oleh sisa arak murahan yang diam-diam telah dicampur dengan sedikit serbuk penenang oleh Lu Chen.
Lu Chen berdiri di depan sel Blok A yang terlarang. Tubuhnya seolah menyatu dengan kegelapan, berkat fungsi pasif dari sistem Omnipotence Mask yang menekan keberadaannya hingga ke titik nol. Di bahunya, Ignis tidak lagi bersikap santai. Antenanya tegak, memancarkan aura merah tipis yang menyelimuti indera Lu Chen.
"Ingat, Manusia," bisik Ignis melalui transmisi batin. "Rantai hitam itu adalah 'Besi Penghisap Jiwa'. Jika kulitmu menyentuhnya tanpa perlindungan, energi spiritualmu—bahkan yang tersembunyi sekalipun—akan tersedot habis dalam hitungan detik. Biarkan aku yang menangani penghalang luarnya."
"Lakukan," jawab Lu Chen pendek.
Semut hitam itu melompat ke arah lubang kunci sel yang dilindungi oleh segel kertas mantra berwarna kuning. Alih-alih merobek kertas itu—yang akan memicu alarm di paviliun tetua—Ignis menempelkan tubuhnya pada segel tersebut. Dia mulai membakar struktur energi di dalam kertas itu dari dalam, memakan 'tinta spiritual' yang digunakan untuk menulis mantra tersebut tanpa merusak kertas fisiknya.
[Ding! Hewan Kontrak menggunakan kemampuan 'Soul Devour'.]
[Keamanan Segel: Menurun... 80%... 40%... 0%.]
[Sistem Aktif: Menciptakan 'Zona Ilusi' dalam radius 3 meter.]
Setelah segel itu lumpuh, Lu Chen mendorong pintu sel perlahan. Di dalam, pemandangan itu jauh lebih memilukan daripada siang tadi. Phoenix Es itu tergeletak lemas. Bulu-bulu birunya yang seharusnya bercahaya seperti permata kini kusam dan tertutup noda darah kering. Rantai hitam yang membelit leher dan sayapnya terus berdenyut, mengirimkan energi dingin yang dicuri ke arah sebuah wadah kristal di sudut ruangan.
Mata Phoenix itu terbuka sedikit. Melihat manusia mendekat, ia mencoba mengeluarkan pekikan, namun yang keluar hanyalah suara serak yang menyedihkan.
"Aku di sini bukan untuk menyakitimu," bisik Lu Chen sambil berlutut. Dia mengeluarkan sebuah pil obat tingkat rendah yang dia dapatkan dari sistem sebagai hadiah masuk harian. "Makanlah ini. Ini akan memberimu sedikit kekuatan untuk bertahan sementara kami melepas rantaimu."
"Bocah, jangan buang waktu dengan belas kasihan!" Ignis merayap ke arah rantai Besi Penghisap Jiwa. "Rantai ini adalah harta karun bagiku. Logam ini telah menyerap energi es murni selama berbulan-bulan. Jika aku memakannya, aku bisa memulihkan sebagian dari Nafas Naga Api milikku!"
Tanpa menunggu persetujuan, Ignis menggigit rantai besar itu. Bunyi krak yang keras terdengar saat rahang kecil sang raja naga menghancurkan logam legendaris tersebut. Bagi orang lain, rantai ini hampir tidak bisa dipatahkan tanpa kunci khusus, namun bagi reinkarnasi Naga Merah, ini hanyalah nutrisi yang terkonsentrasi.
Setiap kali rantai itu hancur, tubuh Ignis berkilat merah terang.
[Ding! Hewan Kontrak mengonsumsi Besi Penghisap Jiwa (Grade Bumi).]
[Umpan Balik Energi: Meningkat Pesat!]
[Status Lu Chen: Menembus Tahap Pengumpulan Roh - Level 6... Level 7... Level 8!]
Lu Chen merasakan gelombang kekuatan yang dahsyat menghantam meridiannya. Jika bukan karena sistem yang mengompresi energi tersebut di dalam 'Topeng', ledakan kekuatan ini pasti sudah menghancurkan gubuk-gubuk di sekitarnya. Otot-ototnya mengencang, dan penglihatannya menjadi begitu tajam sehingga dia bisa melihat partikel es yang melayang di udara.
Setelah semua rantai hancur, Phoenix Es itu perlahan mulai bisa berdiri. Ia menatap Lu Chen dan Ignis dengan pandangan takjub. Makhluk suci seperti dirinya bisa merasakan bahwa di balik wujud semut kecil itu, ada entitas yang jauh lebih tinggi darinya dalam hierarki langit.
"Kecil, kau bebas sekarang," kata Ignis sambil bersendawa kecil, memancarkan sedikit aura naga yang membuat Phoenix itu secara otomatis menundukkan kepalanya. "Tapi kau terlalu lemah untuk terbang keluar dari sini. Jika kau tertangkap lagi, mereka tidak akan hanya menyedot energimu, mereka akan membedahmu."
"Aku punya rencana untuk itu," Lu Chen mengambil wadah kristal yang tadi berisi energi curian. "Sistem, bisakah kau memalsukan 'Inti Phoenix' menggunakan energi limbah yang aku kumpulkan siang tadi?"
[Proses Dimulai: Menghabiskan 500 Poin Energi.]
[Menciptakan: 'Inti Kristal Es Palsu' (Bertahan selama 7 hari sebelum hancur).]
Sebuah bola cahaya biru muncul di tangan Lu Chen. Terlihat sangat identik dengan inti asli burung Phoenix. Dia meletakkannya di atas meja sebagai umpan.
"Phoenix, masuklah ke dalam ruang dimensi sementara sistemku. Di sana kau bisa memulihkan diri tanpa terdeteksi oleh siapapun," perintah Lu Chen.
Dengan ragu, burung itu menyentuh tangan Lu Chen dan seketika menghilang dalam pusaran cahaya hitam. Sel itu kini kosong, menyisakan tumpukan debu dari rantai yang dimakan Ignis dan sebuah inti palsu yang berkilau indah.
"Kerja bagus, Manusia," Ignis kembali ke bahu Lu Chen, tubuh semutnya kini terlihat sedikit lebih besar dan memiliki tekstur seperti sisik naga yang halus. "Lin Xinyue itu akan sangat terkejut saat dia datang besok pagi untuk 'memanen' hasilnya."
"Ini baru permulaan, Ignis. Saat mereka menyadari Phoenix ini hilang, seluruh sekte akan gempar. Kita harus memastikan tidak ada satu pun jejak yang mengarah pada kita," Lu Chen menyapu sisa-sisa debu logam dengan sapunya, kembali ke perannya sebagai pelayan yang rajin.
Saat Lu Chen melangkah keluar dari Blok A, dia melihat ke arah langit malam yang bertabur bintang. Di balik wajahnya yang tenang dan status F-Rank yang menempel di lencananya, sebuah kekuatan yang mampu mengguncang fondasi sekte telah lahir.
[Status Terkini:]
[Kultivasi: Tahap Pengumpulan Roh - Level 8 (Tersembunyi sebagai Rakyat Jelata).]
[Poin Evolusi Ignis: 15% Menuju Bentuk 'Semut Naga Api'.]
[Misi Baru Terbuka: Bertahan dari Investigasi Sekte Dalam.]
"Mari kita lihat," gumam Lu Chen sambil tersenyum tipis di kegelapan, "seberapa kuat para 'jenius' itu saat mereka menyadari bahwa mereka telah dirampok oleh seorang pelayan dan seekor semut."
...****************...
...RILIS SETIAP HARI...