NovelToon NovelToon
MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Wanita perkasa / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Romansa / Rebirth For Love
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: nhatvyo24

Ryuga Soobin Dewangga adalah CEO dingin yang terjebak dalam trauma masa lalu dan konspirasi bisnis yang mengancam nyawanya. Hidupnya yang kaku berubah total saat ia bertemu Kiara Adiningrat, asisten pribadi tangguh yang lebih ahli memegang senjata dan memperbaiki jam antik dari pada menyeduh kopi.

​Di tengah ancaman pembunuhan dan pengkhianatan orang terdekat, keduanya terpaksa menjalin kesepakatan tengah malam yang berbahaya. Antara tuntutan profesional, hobi yang saling bersinggungan, dan ego yang setinggi langit, mereka harus menghadapi musuh yang mengintai di balik bayang-bayang.

​Mampukah cinta tumbuh di antara peluru dan rahasia, ataukah kesepakatan ini justru menjadi awal kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nhatvyo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Rahasia Ibu Ryuga di Balik Lensa Kamera

​Speedboat itu membelah ombak laut utara Jakarta dengan kecepatan tinggi, meninggalkan gudang pelabuhan yang kini dikepung asap dan api. Hujan badai menyamarkan jejak mereka dari radar Hendra. Di atas kapal yang berguncang hebat, suasana masih dipenuhi kecurigaan terhadap sosok misterius yang menyelamatkan mereka.

​Ryuga berdiri tegak di haluan, kemeja putihnya basah kuyup hingga mencetak lekuk otot tubuhnya. Ia menatap tajam ke arah pengendara motor yang kini duduk diam di kemudi kapal.

​"Siapa kau? Dan kenapa kau tahu tentang Panti Asuhan Cahaya?" tanya Ryuga, suaranya bersaing dengan deru mesin.

​Sosok itu perlahan membuka helmnya. Rambut panjang berwarna perak kecoklatan terurai ditiup angin. Ternyata dia adalah seorang wanita paruh baya dengan gurat wajah yang elegan namun menyimpan ketegasan seorang prajurit.

​"Namaku Maya," ucap wanita itu. 

"Aku adalah asisten pribadi sekaligus fotografer rahasia ibumu, Ryuga. 

Dan aku adalah orang yang mengirimkan gaun merah itu kepada Kiara."

​Kiara tertegun. "Jadi... Anda yang mengirim gaun itu? Kenapa harus gaun merah?"

​Maya melirik Kiara dengan tatapan yang sulit diartikan. "Karena merah adalah warna peringatan bagi ibunya Ryuga. Dan merah adalah warna yang dipakai ibu Ryuga di hari ia menghilang. Aku butuh tahu apakah kau punya keberanian yang sama dengan beliau untuk mendampingi putra tunggal Dewangga."

​Maya kemudian merogoh saku jaket taktisnya dan mengeluarkan sebuah kamera analog tua yang terbungkus plastik kedap air. "Di dalam jam saku S-1945 yang kau bawa, Kiara, ada sebuah tuas kecil. Jika kau menekan nya, akan keluar sebuah film mikro. Foto-foto di dalamnya adalah alasan kenapa orang tua kalian dibunuh."

​Dino, yang awalnya ketakutan, tiba-tiba matanya berbinar melihat kamera yang dipegang Maya. 

"Tunggu... itu Leica M3 seri terbatas? Anda adalah 'The Ghost Photographer' yang legendaris di tahun 90-an?!"

​Maya tersenyum tipis. "Kau punya mata yang bagus untuk seorang fotografer amatir, Nak."

​"Amatir?! Saya ini…. " Kalimat Dino terhenti saat Maya melemparkan kamera itu padanya. "Cari tempat gelap di dalam kabin, gunakan cairan kimia di tasmu, dan cetak negatif film dari dalam jam saku itu sekarang. Jika kau benar-benar fotografer, kau pasti bisa melakukannya dalam kondisi berguncang seperti ini."

​Dino menelan ludah. "Tantangan diterima, Sang Legenda!"

​Guncangan kapal membuat Kiara hampir terjatuh. Ryuga dengan sigap menangkap pinggangnya, menariknya masuk ke dalam kabin yang lebih terlindungi. Di sana, di bawah cahaya lampu darurat yang remang-remang, Ryuga menyampirkan selimut wol ke bahu Kiara.

​"Tangan mu gemetar," bisik Ryuga. Ia menggenggam kedua tangan Kiara, mencoba memberikan kehangatan tubuhnya.

​"Saya hanya tidak menyangka... bahwa semua ini lebih besar dari sekadar harta perusahaan," sahut Kiara. Ia menatap Ryuga, matanya yang lelah mencari kepastian. 

"Bagaimana jika foto-foto itu membuktikan hal yang buruk tentang keluarga kita?"

​Ryuga mendekatkan wajahnya, kening mereka bersentuhan. "Maka kita akan memperbaikinya bersama, Kiara. Seperti kau merestorasi jam-jam yang rusak. Aku tidak peduli seberapa hancur masa lalunya, selama kau ada di masa depanku."

​Ciuman yang hampir terjadi di pasar bunga tadi kini terasa semakin dekat. Ryuga bisa merasakan nafas Kiara, dan Kiara bisa merasakan debar jantung Ryuga yang kuat. Namun, teriakan Dino memecah suasana.

​"SUDAH JADI! AKU BERHASIL!" teriak Dino dari pojok kabin.

​Ryuga dan Kiara segera mendekat. Di atas meja kayu yang basah, terdapat tiga lembar foto hasil cetakan cepat.

​Foto pertama: Ibu Ryuga sedang menggendong bayi di depan Panti Asuhan Cahaya.

Foto kedua: Ayah Kiara sedang menyerahkan sebuah koper hitam kepada seorang pria yang wajahnya sengaja diburamkan.

Foto ketiga: Sebuah dokumen akta kelahiran dengan nama yang membuat jantung Kiara seolah berhenti berdetak.

​"Itu... itu namaku," bisik Kiara. "Tapi kenapa di sini tertulis nama orang tuaku adalah... Ibu Ryuga dan Ayahku?"

​Dino dan Ryuga terdiam membeku. Jika akta itu asli, berarti Kiara dan Ryuga adalah... bukan sekadar rekan kerja.

Keheningan di dalam kabin speedboat terasa lebih mematikan daripada badai di luar. Kata-kata Kiara menggantung di udara, menciptakan jurang yang tiba-tiba menganga di antara dirinya dan Ryuga. Tangan Ryuga yang tadi menggenggam jemari Kiara perlahan melonggar, bukan karena ia ingin melepaskan nya, tapi karena syok yang melumpuhkan sarafnya.

​"Itu tidak mungkin," suara Ryuga terdengar serak, hampir menyerupai bisikan.

​"Lihat stempelnya, Ryuga," Maya menyela, suaranya tenang namun berat. "Itu stempel resmi dari yayasan panti asuhan yang dikelola ibumu secara rahasia. Ibumu dan ayah Kiara bukan hanya rekan kerja. Mereka memiliki hubungan yang melampaui kontrak bisnis Dewangga."

​Kiara mundur satu langkah, punggungnya menabrak dinding besi kabit. Gaun Biru Safir yang kini basah kuyup terasa dingin seperti es di kulitnya. Ia menatap Ryuga pria yang baru saja ia anggap sebagai sandaran, pria yang hampir dicium beberapa menit lalu.

​"Jadi... selama ini saya adalah alasan kehancuran keluarga Anda?" tanya Kiara dengan suara bergetar. "Ayah saya... dan ibu Anda..."

​Ryuga menatap akta itu, lalu menatap Kiara. Ada badai emosi di matanya: kemarahan, penolakan, namun juga rasa sakit yang mendalam. Ia ingin menarik Kiara kembali ke pelukannya, namun dokumen di atas meja itu seolah menjadi tembok beton yang tak terlihat.

​"Kita tidak tahu apakah ini asli, Kiara," ucap Ryuga tegas, mencoba menguasai keadaan. "Hendra bisa saja memalsukan film mikro ini sepuluh tahun lalu untuk menghancurkan mentalitas kita jika suatu saat jam ini ditemukan."

​Dino, yang biasanya banyak bicara, kini tampak sangat serius. Ia mengambil kaca pembesar dari tas kameranya dan mengamati cetakan foto kedua pria yang wajahnya diburamkan.

​"Tunggu dulu," Dino mengernyitkan dahi. "Wajahnya memang buram karena efek gerakan (motion blur), tapi lihat jam tangan yang dia pakai."

​Dino memperbesar area tangan pria misterius itu lewat layar digital kameranya. "Ini bukan jam tangan biasa. Ini adalah prototype jam mekanik dengan lambang burung Phoenix di dalam dial-nya. Hanya ada dua orang di dunia ini yang memiliki jam itu sepuluh tahun lalu."

​"Siapa?" tanya Maya cepat.

​"Ayahmu, Ryuga... dan Paman Bramasta," jawab Dino pelan.

​Ryuga terhenyak. Jika pria yang menerima koper dari ayah Kiara adalah ayahnya sendiri, maka hubungan mereka jauh lebih rumit dari sekadar perselingkuhan. Ini adalah konspirasi tingkat tinggi.

​Tiba-tiba, sebuah guncangan hebat menghantam lambung speedboat. 

Suara dentuman logam bertemu logam membuat mereka semua terlempar ke lantai kabin.

​"Kita ditabrak!" teriak Maya. Ia segera kembali ke kursi kemudi.

​Dari jendela kabin yang basah, mereka melihat sebuah kapal patroli hitam besar milik Konsorsium telah memepet mereka. Di atas geladak kapal itu, berdiri Seline. Ia tidak lagi memakai jas dokter, melainkan pakaian taktis hitam yang ketat, memegang sebuah alat peluncur sinyal frekuensi.

​"Ryuga! Kiara!" suara Seline menggema lewat pengeras suara kapal patroli. "Kebenaran itu menyakitkan, bukan? Jangan biarkan rahasia kotor orang tua kalian tenggelam bersama kalian. Serahkan film mikronya, dan aku akan membiarkan kalian hidup sebagai orang asing!"

​Ryuga berdiri, ia menyambar jasnya yang basah dan menutupi bahu Kiara yang gemetar. "Apapun yang tertulis di kertas itu, Kiara... itu tidak mengubah siapa dirimu di mataku sekarang."

​Ryuga menoleh ke arah Dino. "Dino, bakar negatif filmnya setelah kau menyalinnya ke cloud rahasia. Jangan biarkan mereka mendapatkan bukti fisik apa pun."

​"Siap, Bos!"

​Ryuga menatap Maya. "Maya, bawa kita ke Panti Asuhan Cahaya. Lewat jalur bakau. Kita akan menyelesaikan ini di tempat semuanya bermula."

​Saat kapal mereka melakukan manuver tajam untuk meloloskan diri, Ryuga menggenggam tangan Kiara lagi kali ini lebih erat, seolah-olah ia sedang melawan takdir yang mencoba memisahkan mereka.

1
Inonk_ordinary
recomended untuk orh2 yg udah jenuh dg cerita yg ngambang. alur nya gak jelas dan yokoh yang itu2 aja
Inonk_ordinary
ya ampuuunnn bagus bangeettt,,pengambaran tokoh nya tu jelas bgt,,kaya ada didepan mata aku...wooooww daebaakkkk
nhatvyo24: terima kasih banyak ka ☺️ semoga suka ceritanya 🙏
total 1 replies
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
hemmm.. bilang aja kamu terpesona Ryu🤭 dan seiring waktu hubungan itu akn berkembang.. hadech mantan datang, hempaskan aj.
ini juga teman kocak si Dino gangguin aja, 🤣🤣
tp seru dan tegang.. penasaran kode apa itu ya?
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
wah sejauh ini ceritanya menarik, penulisannya juga bagus jadi enak bacanya. lanjutlah ..
nhatvyo24: terima kasih ka 🙏
total 1 replies
Inonk_ordinary
okee,,sebelom baca aku follow yaaa
nhatvyo24: 😄🤭 terimakasih ka🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!