NovelToon NovelToon
Syifa Si Wanita Kukang - Tumbal 7 Malam

Syifa Si Wanita Kukang - Tumbal 7 Malam

Status: tamat
Genre:Horor / Kutukan / Hantu / Tamat
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eouny Jeje

​"Cantiknya memikat, pelukannya menjerat, malam ketujuhnya... membunuhmu tanpa sempat bertaubat."

​Dihina sebagai gadis penghibur tak laku, Syifa berubah menjadi primadona VIP yang dipuja setelah menerima minyak keramat dari Nenek Lamiang, dukun pedalaman Kalimantan. Syifa memiliki daya tarik mistis yang membuat setiap pria merasa dialah wanita paling suci yang pernah mereka sentuh. Namun, kecantikan itu menyimpan rahasia gelap tentang sebuah hitungan malam yang tak boleh dilanggar.

​Pelariannya ke Kalimantan
Mempertemukannya dengan Agung, arsitek yang terobsesi pada wanginya, dan Penyang, pemuda lokal yang mencium aroma maut di balik pesonanya. Di tengah persaingan dua pria itu, Syifa menyadari satu hal: ada harga nyawa yang harus dibayar tepat di malam ketujuh. Kini, sebelum hitungan terakhir tiba, Syifa harus memilih antara mengikuti nafsu yang menghancurkan atau melakukan pengorbanan terakhir yang akan mengubah wujudnya selamanya.

BERANI MELEWATI MALAM KE-6?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eouny Jeje, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamiang: Antara Batu dan Leluhur

...​"Jangan mencintai apa yang tidak sanggup kau sangga; karena di sini, bayangan punya lapar yang tak kasat mata."...

......................

Penyang membawa Syifa ke sebuah hotel mewah di pusat kota, sebuah bangunan modern yang menjadi rekanan utamanya untuk menjamu tamu-tamu kelas atas. Tanpa membuang waktu untuk mengagumi kemegahan lobi, Syifa langsung membanting kartu debitnya di meja resepsionis. Baginya, kutukan Minyak Kukang yang mengakar di nadinya tidak akan bisa tuntas hanya dalam satu siklus bulan.

​"Tiga bulan," ucap Syifa datar, tatapannya dingin namun penuh tuntutan.

​Penyang terbelalak melihat angka yang tertera di receipt pembayaran. Fantastis. Namun, rasa kagum itu segera terkikis oleh bau yang kian menusuk—aroma apek yang menyengat indranya. Penyang membatin, bau ini muncul karena Syifa membawa banyak pahaga atau muatan ilmu simpanan yang berbenturan dengan energi murni tanah Borneo. Bagi orang Dayak, hal ini lumrah. Dunia batin mengenal dua sisi yang saling bersinggungan; ada ilmu putih untuk pengobatan dan perlindungan, namun ada pula ilmu hitam yang mengikat jiwa.

​Bau ini adalah tanda adanya serapan ilmu yang berbeda jalur sedang bergesekan hebat di sekitar Syifa. Penyang tahu ia harus membiasakan diri, karena di tanah ini, selama seseorang mampu menyandang beban mistisnya dan berani bersanding dengan sosok tak kasat mata di sampingnya, semua dianggap sebagai bagian dari keseimbangan alam.

​"Penyang, besok bawa aku ke tempat itu," tanya Syifa sesampainya di kamar. Ia duduk di tepi ranjang yang empuk, menatap Penyang dengan rasa haus akan jawaban.

​Namun, ada satu hal yang mulai mengusik pikiran Syifa—sebuah rasa penasaran yang perlahan berubah menjadi rasa frustrasi. Mengapa pria ini tidak tersihir? Mengapa Penyang tidak menatapnya dengan pandangan memuja, penuh liur, dan kehilangan akal seperti pria-pria lain yang pernah ia temui? Pria ini berdiri tegak, matanya jernih tanpa kabut gairah sedikit pun. Padahal, Sang Kukang di punggungnya biasanya akan membuat pria mana pun bertekuk lutut dalam hitungan detik.

​Apakah "pegangan" pria ini jauh lebih kuat dariku? pikir Syifa gusar.

​"Besok kita bisa ke museum, restoran khas, atau melihat-lihat kerajinan..."

​"Cukup!" potong Syifa, matanya berkilat penuh obsesi. "Aku ke sini bukan untuk berwisata. Aku mencari Lamiang."

​"Oh, baik! Penyang tahu itu," jawab Penyang dengan senyum cerah.

​Jantung Syifa seolah berhenti berdetak. Jackpot! Harapannya membubung tinggi ke angkasa. Di kepala Syifa, Lamiang adalah sosok leluhur agung, entitas gaib penguasa hutan yang memegang kunci untuk memutus kontrak darahnya. Ia baru saja hendak berdiri dan memeluk Penyang karena rasa syukur yang meluap, namun pintu kamar tiba-tiba terbuka lebar.

​"Maaf, sepertinya aku salah kamar," ujar Agung yang berdiri kaku di ambang pintu. Ia telah kehilangan kewarasannya; menyogok resepsionis dan memastikan dirinya berada tepat di kamar yang berseberangan dengan napas Syifa.

​"Besok pagi, kita cari Lilis Lamiang," suara Penyang memecah ketegangan. Ia memberikan kode dengan anggukan mantap. "Saya pamit dulu, besok kita cari yang asli. Dia bahali, tidak susah mencarinya," ucap Penyang menenangkan.

​Syifa terlonjak bahagia. "Aku tidak sabar menunggu besok pagi!"

​Syifa sama sekali tidak menyadari bahwa mereka sedang membicarakan dua hal yang bertolak belakang. Baginya, Lamiang adalah roh leluhur sakral yang akan membebaskannya. Sementara bagi Penyang, yang dimaksud adalah Lilis Lamiang—manik-manik batu kuno berbentuk silinder berwarna merah darah yang sangat dikeramatkan. Lilis Lamiang adalah simbol status, keberanian, dan penolak bala bagi suku Dayak, namun dalam konteks besok, Penyang hanya berniat membawanya ke pengrajin manik-manik terbaik untuk cinderamata.

Penyang melangkah terburu-buru dengan rahang terkatup rapat, napasnya memburu menahan mual yang kian hebat akibat benturan pahaga yang mengamuk liar, memekakkan indra batinnya seolah ada ribuan jarum tak kasat mata yang menusuk kulit. Di ambang pintu, Agung sudah menunggu dengan seringai keji yang menghina; ia sengaja membentangkan kaki kokohnya, sebuah jebakan rendah yang ia harap akan menjatuhkan harga diri sang pemandu lokal itu hingga tersungkur memalukan di bawah kaki Syifa.

​Namun, dengan kelenturan predator rimba yang terbiasa melompati lilitan akar di jantung Borneo, Penyang melayang ringan melewati hadangan itu tanpa sedikit pun goyah. Gerakannya begitu halus, hampir menyerupai bayangan. Ia berhenti tepat di sisi Agung, memberikan tatapan iba yang mendalam—sebuah tatapan yang justru terasa lebih merendahkan daripada ludah. Penyang kemudian merapat, membisikkan kalimat dengan suara parau yang bergetar hebat, mengirimkan hawa dingin tepat ke lubang telinga Agung.

​"Ela ikau jatu cinta dengae, keme kutuh. Jaton guna. Kanen taluh ije mambatang huang hila hukan hete..."

​Penyang menggeleng pelan melihat tatapan kosong Agung yang terjebak dalam kebingungan absolut, lalu menyambung dengan nada rendah yang menghujam jantung. "Tenang saja, Bro. Dia bukan tipeku. Terlalu banyak 'penumpang' lapar yang bergelayut di punggungnya. Iyuh, nyawamu akan habis terhisap jika kau bersikeras menyangga jiwa yang sudah digerogoti hitam itu. Kamu tidak akan kuat."

​Penyang mendaratkan satu tepukan di bahu Agung—sebuah sentuhan yang terasa seberat bongkahan batu dan sedingin es, seolah ia baru saja memindahkan sebagian beban gaib yang menyesakkan itu ke sana—sebelum akhirnya melenggang pergi tanpa sekali pun menoleh lagi ke belakang.

​Agung mematung di ambang pintu, rahangnya terkatup rapat dengan otot leher yang menegang. Alih-alih merasa ngeri, ego arsiteknya justru menerjemahkan peringatan itu sebagai sebuah tantangan perang. Di otaknya yang sudah diracuni obsesi, ia salah paham besar. Ia mengira Penyang sedang berusaha mengintimidasi dirinya agar menjauh supaya sang pemandu bisa menguasai Syifa sendirian.

​Jatu cinta? Jaton guna? Agung mendengus sinis. Ia merasa Penyang hanya sedang membual tentang hal-hal mistis demi menakut-nakutinya. "Penumpang lapar? Penyangga jiwa?" gumam Agung dengan tawa getir yang dipaksakan. Ia yakin itu hanyalah taktik murahan pria lokal untuk menyingkirkan saingan kota seperti dirinya.

​Baginya, peringatan Penyang adalah bukti bahwa Syifa memang "barang berharga" yang sedang diperebutkan. Ia tidak sadar bahwa rasa berat di bahunya bukan sekadar sugesti, melainkan tanda bahwa peringatan Penyang bukan tentang persaingan cinta, melainkan tentang peringatan nyawa. Namun, cemburu telah membutakan logikanya; Agung justru semakin bertekad untuk mendekati Syifa, bahkan jika ia harus menantang seluruh hantu di hutan Kalimantan ini.

Penyang baru melangkah beberapa meter saat teriakan Agung pecah, bergema di koridor hotel yang sunyi.

​"Kau yang 'penumpang' berbahaya! Dasar predator berkedok pemandu!" maki Agung dengan suara serak penuh kebencian.

Jangan pikir aku bodoh! Kau hanya menjual bualan mistis agar leluasa mendekati Syifa, kan? Culas kau!

​Penyang menghentikan langkah sejenak tanpa menoleh. Ia hanya mengangkat tangan—sebuah gestur peringatan terakhir yang sia-sia—sebelum sosoknya lenyap di balik lift.

​Agung mendengus puas, merasa menang telak. Namun, tepat saat Penyang menghilang, pundak kirinya mendadak miring. Sensasi dingin merayap dari titik bekas tepukan Penyang, menjalar ke leher seberat beban tak kasat mata.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Kamus :

​"Ela ikau jatu cinta dengae, keme kutuh. Jaton guna. Kanen taluh ije mambatang huang hila hukan hete..."

Arti:

​"Jangan kamu jatuh cinta dengannya, dengarkan ini. Tidak ada gunanya. Itu makanan makhluk yang menempel di pundaknya di sana..."

Pahaga : Penjaga ; Pengawal pribadi kasat mata

1
Hbbnra
Kak bonus se bab lagi boleh lah 😘
Jeje Milkita: ya nnt tggu ada inspirasi
total 1 replies
Aisyah 🐾
cepet up masak gitu doang tamatnya🤭
Jeje Milkita: nnt jam 5 ada yg baru ikutin yah cerita Ibu susu 🍆🍆🍆
total 5 replies
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛
lah tamat sudah
Jeje Milkita: Tamat lah 🫠 mau tambah xtrachpter 🫠
total 1 replies
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛
blm tamat kakk
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛
agung pekok men sih
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛
nahh begini lebih baik
%1
Aku suka Endingnya (^_^;) bodoh sampai akhir (^-^;
Hbbnra
Kak tamatny kok gantung
Jeje Milkita: terklik dluan tamat kk he he gara gara sambil.ngiris bawang td kak
total 2 replies
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛
ehh difa sadar diri skrg jd lebih baik dr oada jd cantij tp smeua jafi tumbal 🤣🤣🤣
Aisyah 🐾
cepet up dong sudah ku kasih kopi biar bergadang
Jeje Milkita: dah bobo 🫚
total 1 replies
Aisyah 🐾
cepetan up penasaran akhir cerita nya
Jeje Milkita: Kasih aku bintang banyakkkkkkkk 🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛
kapan kau terjatuh sifa dan di saar itulah tak ada org meolong mu lagi
barulah kau sadar diri
semoga saat itu ada masa tiba nya klomtidak hancur sudah dunia fiksi kry otor ini 🤣🤣🤣🤣
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛: waduh klo.iti aq kurang paham kk tp asik juga lama2 baca sifa ini greget juga 🤣🤣🤣
total 2 replies
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛
udh di slametin tp mlh ngeyel tp apalah daya pelet ajaib yg merasuk sunguh dyasat sampai membuat org hilang kendali dan rasa malu
dan akhir dr semua itu adalah kematian yg tragis
harga yg di bayar dgn bersekutu dgn iblis
demi kecantikan semata dan pemuajaan tp apa yg di dpat menyesal tiada guna menangis darah pun tak lagi bisa membalikan keaadaan hebat nya lagi semua lelaki akan tunduk dengan 1 tatapan saja

dab akhitnya apa.... semua lelaki akan sirna yg ada hnya kaum hawa
waduhh trus gmb dunia helllo ada nya perempuan tok 🤣🤣🤣🤣🤣
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛: iya aq juga heran 🤣
total 6 replies
Aisyah 🐾
up cepat thor
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛
untung hanya fiksi karya otor
klo g aq rasa akan habis laki2 di dunia ini bila bersentuahn denagn sifa krn akan mati atau gila smoe mati 🤣🤣🤣
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛
aduh trus akhir nya ini gmn masa iya laki2 kan musnah karna sifa
🤣🤣🤣🤣
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛: hahaha kora2 kek mana hamil semagka ya
.. ohh bilang gini tarikkkk sisssss
total 4 replies
Aisyah 🐾
kan semua membawa petaka
Jeje Milkita: kamu bawa cinta aja yah to jangan plus maut
total 1 replies
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛
hahahahaa.. itukah pencapain mu sifa setelah apa yg kau dapat
puas kau sifa merasa bangga pada rupa yg membawa bencana kapan saja
menagislah tak akan membalikan keadaan
menyesal.tak ada guna lagi
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛: 🤣🤣🤣 hooh yo hihihihihi
total 2 replies
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛
itulah jerar iblis dan kau masuk dalam pusaranya tnpa kau sadari semua telah memporak porandakan apa yg tlah kau miliki tak ada cinta tak ada kasih hanya tumbal untuk tetap membuat mu cantik jelita
itulah harga yg kau bayar 🤣🤣🤣
sepengal kisah untuk jd pelajaran yg berharga
smg tulisa kk thor ini bisa jd pembelajaran agar tk salah langkah
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛: masa sih kk thor

wjwkwkwkk 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
total 1 replies
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛
hahhh jd tak ingat apa pun
aduhhh amnesia dia
🤣🤣🤣🤣
☕y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔🌛: siap lah kk ee
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!