Di dunia yang mengandalkan kekuatan sebagai hal utama, Yan Jian— seorang Tuan Muda yang terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri. Namun, di saat ia benar-benar berada pada titik terendah, ia mendapatkan kepercayaan dari Permaisuri Es, sehingga Permaisuri Es pun mengorbankan dirinya untuk menjadi Roh Bela Diri Yan Jian.
Setelah mendapatkan Roh Bela Diri Permaisuri Es dan Salju, Yan Jian pun bertekad untuk membalaskan dendamnya terhadap kedua pamannya yang telah membunuh orang tuanya. Namun, perjalanannya di dunia kultivasi tidaklah mudah. Berulang kali terjatuh dan hampir mati.
Bagaimana kisah Yan Jian untuk bertahan di kerasnya kehidupan ini? Yuk, ikuti keseruan petualangan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26
Saat Liu Jin Tian hendak menyerang Yan Jian menggunakan Tombak Emasnya, tiba-tiba kristal es yang membekukan tubuh Dewa Sungai pun mengeluarkan suara; [Krak, Krak, Krak] diiringi setiap retakan yang mulai menyebar pada kristal es itu hingga kristal es pun hancur berkeping-keping.
Saat Tombak Emas milik Liu Jin Tian hampir sampai di wajah Yan Jian, tiba-tiba sebuah dinding air menyembur dari permukaan tanah yang naik tinggi hingga ke langit.
Karena terkejut, Liu Jin Tian pun melompat mundur.
"Nah, Jin Tian! Kau merundung anak muda tingkatan ranah Manifestasi Roh! Apa kau tidak merasa malu?" Dewa Sungai berbicara dengan nadanya yang tenang dan lembut, tetapi mampu membuat tubuh Liu Jin Tian bergetar hebat.
"Bu— bukan begitu maksudku ...." sahut Liu Jin Tian dengan suara yang bergetar, tubuh gemetar, dan keringat bercucuran deras; sangat ketakutan. Tetapi perkataannya terhenti di saat Dewa Sungai menyela ucapannya.
"Sudahlah! Lupakan masalah itu. Aku juga sudah terlalu lama tidak muncul ke dunia. Sekarang, demi generasi muda Desa Sungai Panjang, aku akan menjadi saksi untuk latihan tanding Liu Gu dengan Yan Jian." ujar Dewa Sungai.
"Dewa Sungai mengenaliku! Ha haa... Apa kalian mendengarnya? Dewa Sungai benar-benar mengenaliku!" kata Liu Gu, teriak-teriak kegirangan.
Semua orang pun merasa terkejut, tetapi mereka juga merasa sangat bangga bahwa di generasi ini, ada seorang generasi muda yang dikenali oleh Dewa Sungai.
Namun, Dewa Sungai tiba-tiba memukul kepala Liu Gu, menggunakan punggung jarinya.
"Kau ini ... aku adalah Penjaga Sungai Panjang, dan karna Sungai Panjang ini melintasi desa kalian, aku sama saja sebagai leluhurmu, setiap hari aku melihat pasang surut kehidupan di desa ini, tentu saja aku mengetahui namamu, bocah tengik!" kata Dewa Sungai.
"Baiklah! Karna aku sangat tertarik kepada kalian berdua, maka pertarungan ini, aku sendiri yang akan menjadi pengawas kalian!" ucap Dewa Sungai, lagi.
Perkataan Dewa Sungai itu membuat semua orang semakin terkejut. Beberapa orang berpikir tentang pertarungan macam apa sebenarnya yang akan terjadi itu? Dan bahkan membuat Dewa Sungai sangat tertarik!
Beberapa orang pun mengambil langkah mundur, meninggalkan Arena Pertarungan. Kini, tersisa Yan Jian, Liu Gu, Liu Qingchen, dan Dewa Sungai Li Hai, yang berada di atas Arena Pertarungan.
"Gadis kecil, kau tidak perlu khawatir! Kekasih kecilmu itu sangatlah kuat!" ujar Dewa Sungai kepada Liu Qingchen dengan nadanya yang lembut.
Liu Qingchen menyeka nafasnya, hingga perlahan raut wajahnya menyala padam, pipinya memerah, dan ia mengatup bibirnya.
"A— aku ...."
Nampaknya, Liu Qingchen hendak mengatakan sesuatu dengan ragu, tetapi Yan Jian memotong ucapan Liu Qingchen.
"Se— Senior! Kami tidak memiliki hubungan seperti itu!" sela Yan Jian.
"Ha haa!" Dewa Sungai itu tertawa puas, "Kau memang tidak, tetapi gadis itu jelas-jelas memilikinya." sambungnya, berbicara sembari menatap Liu Qingchen. Membuat Liu Qingchen salah tingkah dan karena malu, ia pun segera meninggalkan Arena Pertarungan.
Saat itu, Yan Jian pun berhadapan dengan Liu Gu. Mereke berdiri saling memandang dalam jarak. Dan saat itu, Ekspresi wajah Liu Gu menyeringai, senyum sinisnya tergantung, dan dia memanggul pedangnya di bahunya sendiri.
"Cabut pedangmu, Bocah Kecil!" ucap Liu Gu dengan nada yang sedingin es.
Namun, bukannya Yan Jian mencabut pedang dari sarung pedangnya yang berada di samping pinggulnya, melainkan ia pun tersenyum kecil dan sedikit menurunkan kakinya yang terpentang, tatapannya yang terlihat tenang namun setajam belati menatap Liu Gu. Yan Jian mengangkat tangannya dan melambaikannya sebagai tantangan.
"Majulah! Melawanmu ... tidak perlu aku menghunus pedangku!" tantangan Yan Jian dengan nada sedingin salju utara.
Liu Gu merasa kesal, bahkan sangat kesal di saat mendengar perkataan Yan Jian dan sikap Yan Jian yang menantangnya dengan sangat tenang.
"Dari mana datangnya kesombonganmu itu? Aku harap kau tidak akan menangis, Bocah Rendahan!" celetuk Liu Gu, dan ia pun melesat, kakinya menciptakan hantaman kuat di saat ia melompat dengan cepat untuk menyerang Yan Jian.
Pedangnya bergerak lurus, dan dari bilah pedangnya mengeluarkan air yang mengalir. Namun, air bukan sembarang air. Itu adalah air kuning yang mengandung dua elemen cahaya dan air yang saling melengkapi dan kuat.
Namun, di saat pedang itu hampir tiba di wajah Yan Jian. Yan Jian berteriak dengan suara yang lantang, "Beku!" seketika bilah pedang dan juga tubuh Liu Gu membeku dan mematung di tengah arena. Bahkan saking kuatnya elemen es yang dimiliki Yan Jian, permukaan lantai arena pun menjadi beku.
Semua orang yang melihatnya pun seketika menahan nafasnya. Mereka sangat terkejut dan mengira bahwa Tuan Muda mereka dikalahkan dengan sangat mudah. Namun, hanya dalam waktu satu menit, belenggu kristal es yang membekukan Liu Gu, kini memperlihatkan retakan demi retakan yang mengeluarkan suara, "Krak! Krak! Krak!"
Dan kristal es pun hancur berkeping-keping, diiringi dengan Liu Gu yang seketika melesat menerjang Yan Jian.
Slash!
Satu tebasan pedang bergerak horizontal. Itu hampir saja menebas leher Yan Jian. Namun, dengan kakinya, Yan Jian berputar dan melompat mundur sehingga ujung pedang yang tajam itu masih menyisakan jarak beberapa inci dari kulit lehernya.
"Woah ... hampir saja!" kata Yan Jian, dia terkejut dan nafasnya cukup cepat.
seorang Xiao Lang kaisar tempur masa kalah sama raja tempur.
sudah jekas tingktan nya lebih tinggi Kaisar tempur dri raja tempur.!!
Raja tempur itu kan di bawah Kaisar tempur,masa menghadapi 2 orang raja tempur kalah si Xiao kang yg tingktan nta Kaisar tempur yg lebih tinggi.
Seru dan sangat mudah dimengerti alurnya Thor. Tapi agak lambat buat naikin kekuatannya Yan Jian. Semangat thor