NovelToon NovelToon
Gadis Yang Terlupakan

Gadis Yang Terlupakan

Status: tamat
Genre:Keluarga / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Romantis / Cinta Murni / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.5
Nama Author: Cumi kecil

Ayla tumbuh sebagai gadis yang terasingkan di rumahnya sendiri. Sejak kecil, kasih sayang kedua orang tuanya lebih banyak tercurah pada sang kakak, Aluna gadis cantik yang selalu dipuja dan dimanjakan. Ayla hanya menjadi bayangan, tak pernah dianggap penting. Luka itu semakin dalam ketika ia harus merelakan cinta pertamanya, Arga, demi kebahagiaan sang kakak.

Tidak tahan dengan rasa sakit yang menjerat, Ayla memilih pergi dari rumah dan meninggalkan segalanya. Lima tahun kemudian, ia kembali ke ibu kota bukan sebagai gadis lemah yang dulu, melainkan sebagai wanita matang dan cerdas. Atas kepercayaan atasannya, Ayla dipercaya mengelola sebuah perusahaan besar.

Pertemuannya kembali dengan masa lalu keluarga yang pernah menyingkirkannya, kakak yang selalu menjadi pusat segalanya, dan lelaki yang dulu ia tinggalkan membuka kembali luka lama. Namun kali ini, Ayla datang bukan untuk menyerah. Ia datang untuk berdiri tegak, membuktikan bahwa dirinya pantas mendapatkan cinta dan kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34 NYONYA SAM.

Suara pena yang menari di atas kertas terdengar begitu jelas di ruangan yang tenang itu.

Gedung catatan sipil pagi ini tidak terlalu ramai. Hanya ada beberapa pasangan yang menunggu giliran dengan senyum bahagia di wajah mereka. Namun di salah satu meja, duduk sepasang pria dan wanita yang suasananya terasa sedikit berbeda.

Alya menatap berkas di depannya, matanya sedikit kabur. Di bagian atas tertulis “Formulir Pendaftaran Pernikahan.”

Tangannya gemetar pelan ketika hendak menandatangani. Ia mengangkat wajahnya menatap pria yang duduk di sebelahnya Tuan Sam, dengan kemeja putih dan jas abu muda yang rapi, menatapnya dengan senyum tenang dan tatapan penuh keyakinan.

“Aku masih tidak percaya,” ucap Alya lirih. “Semalam aku hanya minum… lalu—”

Sam menatapnya dengan lembut, suaranya tenang namun pasti. “Kau bilang ‘baiklah’, Alya. Kau menerima lamaranku. Dan aku tidak akan pernah menganggap kata itu hanya angin lewat.”

Alya diam.

Ia ingin menyangkal, tapi Tuan Sam mengeluarkan ponselnya dan memutar rekaman suara.

> “Baiklah, Tuan Sam…”

Suara itu — suara Alya sendiri. Serak, lelah, tapi jelas.

Alya terpaku. Ia merasa campuran antara malu, bingung, dan… anehnya, lega. “Jadi… kamu benar-benar merekamnya?”

Sam mengangguk pelan, sedikit tersenyum. “Aku hanya ingin memastikan aku tidak bermimpi. Aku takut kalau keputusanku untuk mencintaimu hanya khayalan akibat mabuk malam itu.”

Alya tidak tahu harus tertawa atau kesal. Ia menatap pria itu lama, mencoba membaca niat sebenarnya. Namun semakin lama ia menatap, semakin ia merasa… tenang. Ada sesuatu pada Sam yang tidak bisa ia jelaskan kedewasaan, ketulusan, dan juga keberanian untuk memegang tanggung jawab yang besar.

Petugas catatan sipil memecah keheningan dengan suara ramahnya. “Baik, silakan tanda tangan di sini, Nona Alya.”

Alya menarik napas panjang. Pena di tangannya terasa berat, seolah setiap goresan akan menulis babak baru dalam hidupnya. “Apakah ini keputusan yang benar?” pikirnya dalam hati. Namun ketika ia melirik ke arah Sam yang menatapnya tanpa tekanan, hanya dengan senyum lembut dan kesabaran hatinya luluh.

Alya akhirnya menandatangani berkas itu.

Lalu petugas menatap mereka berdua, tersenyum hangat. “Dengan ini, kalian resmi terdaftar sebagai suami istri sah secara negara. Selamat, Tuan dan Nyonya Sam.”

Kata itu membuat dada Alya bergetar. Nyonya Sam.

Sebuah nama baru. Identitas baru. Kehidupan baru yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Setelah keluar dari kantor catatan sipil, Sam berjalan di samping Alya. Angin pagi menyapa lembut, membawa aroma tanah basah setelah hujan semalam. Sam menghentikan langkahnya, lalu menatap Alya dalam-dalam.

“Mulai hari ini, kamu tidak perlu lagi berdiri sendirian,” katanya lembut. “Aku akan jadi tempat kamu bersandar. Aku tahu kamu kuat, tapi bahkan orang kuat pun berhak untuk beristirahat.”

Alya menunduk, matanya sedikit berkaca. “Aku tidak tahu harus bilang apa, Sam. Semua ini terlalu cepat. Aku bahkan belum tahu siapa kamu sepenuhnya.”

Sam mengangguk pelan. “Kita punya waktu seumur hidup untuk saling mengenal. Aku tidak terburu-buru.”

Ia tersenyum kecil. “Kamu bisa tetap Alya yang kamu mau, aku tidak akan memaksamu berubah.”

Kata-kata itu begitu sederhana, tapi menembus langsung ke hati Alya. Selama ini, semua orang ingin mengubahnya — Papah Darma yang ingin ia tunduk, Arga yang ingin ia jinak, Aluna yang ingin ia hancur.

Namun Sam… Sam hanya ingin menerimanya.

Mereka berjalan menuju mobil. Sam membuka pintu dan membiarkan Alya masuk lebih dulu. Saat mobil mulai melaju, Alya memandangi cincin sederhana yang kini melingkar di jarinya. Cincin itu tidak berkilau seperti permata, tapi justru karena kesederhanaannya, ia merasa… hangat.

“Kenapa cincin ini polos sekali?” tanyanya pelan.

Sam tersenyum tanpa menoleh. “Karena aku tidak ingin menghiasnya dengan apa pun yang bisa pudar. Aku ingin semua yang aku berikan padamu datang dari niat, bukan dari harga.”

Alya hanya bisa diam. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ia tidak merasa kosong.

Mereka berhenti di sebuah taman kecil di pinggiran kota. Sam membawa Alya turun dari mobil. Di sana, pepohonan rindang dan suara burung menenangkan suasana.

“Kita tidak punya pesta mewah,” kata Sam sambil mengulurkan tangan, “tapi setidaknya biarkan aku merayakan hari ini dengan sederhana.”

Ia mengeluarkan sebotol sampanye kecil dan dua gelas plastik. Alya tertawa kecil. “Kau serius? Gelas plastik?”

Sam ikut tertawa. “Ya. Aku ingin pernikahan ini dimulai tanpa kepura-puraan. Tidak ada topeng. Hanya kita berdua.”

Mereka bersulang di bawah langit biru. Alya memejamkan mata sejenak, membiarkan udara pagi menyentuh kulitnya. Rasanya seperti memulai hidup baru, tanpa beban yang selama ini menjeratnya.

Namun di dalam hatinya, masih ada sisa tanya.

Apakah ini benar cinta, atau sekadar pelarian?

Apakah ia benar-benar siap untuk membuka hati lagi setelah luka yang dalam?

Sam seolah tahu apa yang sedang ia pikirkan. Ia memegang tangan Alya dengan lembut dan berkata,

“Kau tidak perlu mencintaiku sekarang. Aku tidak meminta itu. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa kamu tidak sendirian. Aku akan ada, bahkan ketika kamu tidak menginginkanku sekalipun.”

Alya menatapnya, dan kali ini senyumnya tulus bukan senyum sarkas seperti biasanya, tapi senyum hangat yang perlahan memecahkan dinding keras di dalam dirinya.

“Terima kasih, Sam…” katanya lirih. “Mungkin… Tuhan memang menaruh kamu di jalanku saat aku sudah hampir menyerah.”

Sam mengangguk pelan. “Aku tidak akan pergi ke mana-mana, Alya.”

Mereka terdiam lama, hanya menikmati momen. Angin bertiup lembut, mengibaskan rambut Alya yang berkilau terkena cahaya matahari. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Alya merasa aman.

Sore itu, saat mereka meninggalkan taman, Alya menatap Sam sekali lagi. “Mulai hari ini,” katanya perlahan, “aku akan belajar mempercayai kamu. Tapi jangan salahkan aku kalau prosesnya lambat.”

Sam menatapnya sambil tersenyum hangat. “Aku tidak butuh waktu cepat. Aku hanya butuh kamu tetap di sisiku.”

Mobil mereka melaju perlahan menuju arah kota. Di spion, Alya melihat pantulan dirinya bukan lagi wanita yang hanya dikuasai dendam dan luka, tapi seseorang yang sedang mencoba sembuh.

Hari itu, di bawah langit yang cerah, Alya resmi menjadi Nyonya Sam. Tanpa pesta, tanpa saksi megah, tapi dengan sebuah janji diam-diam bahwa mungkin, cinta bisa tumbuh dari ketenangan, bukan dari kebetulan.

1
christin novip
lambat ya thor alurnya...
muteerrr trus di situ
✨MiKuMo✨
Berhenti baca di bab 7. Ingatkan kembali lebih kuat dan tegar. Eh malah di buat jalang watak utamanya/Panic//Panic//Panic//Panic//Panic/
Ranny
Aluna dr awal selalu menggunakan gaun pastel emang ga ada warna lain ya selain warna pastel thor 🤔
Anre1201
Anaknya lahir ga jadi cowok yaaa 🙄
Anre1201
Ar.. Ga
Anre1201
Horang kaya, pemilik perusahaan besar masa ga bisa sewa Bodyguard?? 🙄
Anre1201
Waitttttt.. 🤔
Alya Horang kaya kan.. CEO 🤔
Sam juga Horang kaya.. CEO juga 🤔
Kenapa buka pintu harus yg punya rumah??
Jarak Kamar dan pintu masuk dekat apa gmn ya 🤔 kok langsung kedengaran, sedangkan kamar mereka kan di atas, secara Alya mau ke ruang makan saja harus turun tangga, lalu kenapa ada yang ketuk pintu langsung kedengaran?? 🤔

Memang nya ga ada pembantu??
Kesannya kayak gimana gitu, secara Alya lagi hamil, masa orang kaya, pemilik perusahaan besar + bergengsi ga bisa gaji 5 pembantu???
Anre1201
Alya kenapa harus ungkit masa lalu terus sih 🤔🙄 sudah dapat suami yg sabar + penyayang tapi tetap saja selalu ungkit masalah yg sudah lalu. Harusnya lagi hamil itu banyak ingat hal-hal yang bikin bahagia.
Masa lalu anggap saja pelajaran. Ga usah di ingat lagi kalau memang sakit. 🙄
Anre1201
Bagus ceritanya, sayang hukuman Pembalasan buat keluarga Darma, Ratna dan Aluna kurang badassss 🙄
Harusnya dibuat cacat baru jatuh miskin tak bersisa 😃🤣🤣🤣🤣
Anre1201
Waitttttt.. Ada yg aneh 🤔🙄
Keluarga Alya ngotot kalau Alya itu bukan perempuan baik-baik, yg artinya : sudah kotor, sudah tidak layak, sudah tidak pantas, bikin malu untuk di jadikan istri buat Arga.
Tapi saat Arga tidur dengan Alya harusnya kan Arga tahu Alya masih perawan / tidak, kalau sudah tidak suci, wajar kalau Alya tidak pantas buat Arga, tapi kalau masih perawan + suci, harusnya Arga bisa ngomong ke keluarga nya.. Malah lebih baik langsung minta nikah karna sudah Alya bukan perawan lagi gara gara di jebol Arga.. 🤔🙄
Ria Gazali Dapson
berarti 5th, sia² dong, kalo harus kmbali k pelukan arga , malahan berhub an lgi, cape² doang yg ada, udh kabur²an, kirain udh move on
Ds Phone
dah jadi candu pulak
Ds Phone
apa kah dia akan berjaya
Ds Phone
bapak tak seder diri
Ds Phone
pandai betul buat cerita
Ds Phone
apa dia bolih tempuh badai ini
Ds Phone
lagi lah panas hati orang tu
Ds Phone
kau memang tamak
Ds Phone
mula kan hidup baru
Ria Gazali Dapson
ih , amit² tuh kel, kok bisa ya kompak gitu, ngatai²in lagi sm arga , d katain c bleky, aduhh tuh cangkem nya, g sekolah x yaah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!