NovelToon NovelToon
SELESAI MENJADI SABAR

SELESAI MENJADI SABAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Slice of Life / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Keluarga / Suami Tak Berguna
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sefna Wati

Lima tahun Hana mengabdi sebagai istri dan menantu yang sempurna, meski hanya dianggap sebagai pelayan tak berbayar. Ia rela makan sisa rendang di ujung meja dan menelan hinaan setiap hari demi keutuhan rumah tangga.
Namun, saat Hana menemukan Aris—suaminya—sengaja menyembunyikan uang puluhan juta sementara putra mereka terancam putus sekolah karena SPP menunggak, Hana sadar: kesabarannya telah habis.
Hana pergi membawa ijazah akuntansi yang selama ini berdebu di gudang. Dari seorang ibu rumah tangga yang tertindas, ia bertransformasi menjadi akuntan tangguh di bawah bimbingan Adrian, CEO dingin yang membantunya mengungkap borok finansial keluarga Aris.
Hana tidak membalas dengan amarah, ia membalas dengan cara yang paling menyakitkan: menjadi jauh lebih sukses dan menghancurkan harga diri Aris di meja hukum. Ternyata, berhenti menjadi sabar adalah keputusan terbaik dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefna Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Putusnya Tali yang Rapuh

Ruang sidang Pengadilan Agama hari itu terasa begitu menyesakkan. Meskipun AC di ruangan itu menyala dengan maksimal, Hana tetap merasakan udara yang berat. Di sampingnya, seorang pengacara muda yang disiapkan oleh kantor Adrian sedang memeriksa beberapa berkas terakhir. Hana duduk dengan tenang, jemarinya tidak lagi gemetar seperti saat pertama kali ia melayangkan gugatan cerai ini. Ia mengenakan pakaian yang sederhana namun memberikan kesan profesional yang kuat, sangat kontras dengan sosok yang duduk di seberang ruangan.

Aris hadir dengan kursi roda. Kepalanya tertunduk, dan ia mengenakan pakaian pasien rumah sakit tahanan yang tampak kebesaran di tubuhnya yang semakin kurus. Ibu Salma duduk di belakangnya, terus-menerus terisak sambil memegang pundak anaknya, mencoba menunjukkan pemandangan yang menyedihkan di depan hakim.

"Saudara Tergugat," suara Hakim Ketua terdengar berwibawa. "Apakah Anda memahami isi gugatan cerai yang diajukan oleh Saudara Penggugat?"

Aris tidak menjawab. Ia justru mulai menggumamkan kata-kata yang tidak jelas, matanya menatap kosong ke arah lantai. Ibu Salma segera berdiri dengan dramatis.

"Yang Mulia! Anak saya sedang tidak sehat jiwanya! Sejak masuk penjara dan kehilangan segalanya, dia sering berhalusinasi. Mohon pertimbangkan kondisi mentalnya, Yang Mulia. Dia masih mencintai istrinya, dia hanya sedang sakit!" ratap Ibu Salma.

Hana menatap pemandangan itu dengan rasa muak yang tertahan. Ia tahu betul ini adalah taktik terakhir. Aris adalah seorang manipulator ulung; ia tahu bagaimana cara memainkan peran sebagai korban saat ia sudah tidak punya senjata lain untuk menyerang.

Pengacara Hana berdiri. "Yang Mulia, kami memiliki laporan kesehatan dari dokter kepolisian yang menyatakan bahwa Saudara Tergugat dalam kondisi stabil dan mampu mengikuti persidangan. Tindakan yang ditunjukkan sekarang sangat bertolak belakang dengan hasil pemeriksaan medis dua hari yang lalu."

Hana kemudian dipersilakan bicara. Ia berdiri, menatap Aris tepat di matanya—mata yang dulu pernah ia puja, namun kini hanya menyisakan rasa asing.

"Majelis Hakim yang terhormat," Hana memulai, suaranya tenang namun tajam. "Selama lima tahun, saya hidup dalam sandiwara yang diciptakan oleh pria ini. Dia mampu memalsukan bonus, memalsukan identitas ayah saya, dan memalsukan kasih sayang demi kepentingannya sendiri. Apa yang Anda lihat hari ini hanyalah satu lagi kepalsuan yang ia ciptakan agar saya tetap terikat padanya. Saya tidak meminta harta, saya tidak meminta apa pun selain kebebasan saya dan hak asuh penuh atas putra saya."

Aris tiba-tiba mendongak. Sorot matanya yang tadi kosong mendadak berkilat marah. "Kamu pikir kamu siapa, Hana?! Tanpa aku, kamu itu cuma perempuan desa yang tidak tahu apa-apa! Sekarang kamu mau buang aku saat aku jatuh?!"

Suara Aris yang meledak itu seketika membungkam klaim Ibu Salma tentang "gangguan jiwa" anaknya. Hakim mengetuk palu dengan keras, memperingatkan Aris agar menjaga sikap. Di saat itulah, semua orang tahu bahwa sandiwara itu telah gagal total.

Setelah sidang selesai dengan keputusan hakim yang mengabulkan seluruh gugatan Hana secara verstek, Hana berjalan keluar dengan perasaan lega yang tak terkira. Ia kini resmi menjadi wanita merdeka. Namun, di parkiran, tantangan lain sudah menunggu.

Adrian sedang berdiri di dekat mobilnya, namun ia tidak sendiri. Ada beberapa pria berpakaian safari yang tampak sedang berdebat dengannya. Hana mendekat dan menyadari bahwa suasana sedang tegang.

"Ada apa, Mr. Adrian?" tanya Hana.

Adrian menoleh, wajahnya tampak lebih tegang dari biasanya. "Hana, kita harus segera ke kantor. Kompetitor kita, Garda Group, baru saja merilis berita miring di media ekonomi. Mereka menggunakan data masa lalu Aris dan hubunganmu dengannya untuk menyerang integritas audit kita di proyek Singapura."

Hana tertegun. "Bagaimana bisa? Itu urusan pribadi."

"Di dunia bisnis, tidak ada yang murni pribadi jika bisa digunakan untuk menjatuhkan harga saham lawan," sahut Adrian. "Mereka menuduh bahwa auditmu atas Grand Emerald hanyalah upaya 'balas dendam pribadi' seorang istri kepada suami, yang bertujuan untuk menggulingkan direksi lama demi mengamankan posisi pribadimu di perusahaan saya."

Di kantor, suasana tampak kacau. Beberapa staf berbisik-bisik saat Hana lewat. Hana duduk di mejanya, membuka portal berita bisnis. Judulnya sangat menyudutkan: "Integritas Audit Wiratama Tower Dipertanyakan: Apakah Hanya Masalah Domestik yang Berkedok Profesionalisme?"

Di dalam artikel itu, terpampang foto Hana saat masih menjadi saksi di pengadilan Aris, disandingkan dengan fotonya saat presentasi di Singapura. Penulisnya menyiratkan bahwa Hana menggunakan kekuasaan Adrian untuk menghancurkan keluarga suaminya.

Hana merasa darahnya mendidih. Ia tahu siapa yang memberikan data ini pada Garda Group. Tidak mungkin orang luar tahu detail hubungan mereka jika tidak ada "orang dalam" yang berbicara.

"Sandra," bisik Hana lirih.

Ia segera menemui Adrian di ruangannya. "Mr. Adrian, ini bukan hanya serangan dari luar. Sandra masih berhubungan dengan Pak Hendra, dan Pak Hendra punya saham kecil di Garda Group. Mereka bekerja sama untuk merusak reputasi saya agar audit Grand Emerald dibatalkan."

Adrian mengangguk, ia sudah menduga hal itu. "Mereka ingin saya memecatmu, Hana. Jika saya memecatmu sekarang, publik akan menganggap tuduhan mereka benar. Tapi jika saya mempertahankanmu, mereka akan terus menyerang harga saham kita."

Hana terdiam sejenak. Ia melihat ke jendela, ke arah gedung-gedung tinggi yang seolah ingin menelannya. Ia teringat pesan ayahnya di desa: Jangan biarkan hatimu membeku.

"Saya tidak akan membiarkan mereka menang, Mr. Adrian," ucap Hana dengan keyakinan baru. "Kita tidak perlu membela diri dengan kata-kata. Kita akan melakukan audit terbuka. Saya menantang auditor independen internasional untuk memeriksa ulang hasil pekerjaan saya. Jika ada satu angka saja yang saya manipulasi demi dendam pribadi, saya bersedia mengundurkan diri dan dituntut secara hukum."

Adrian menatap Hana dengan kagum. "Itu langkah yang sangat berisiko, Hana. Kamu mempertaruhkan seluruh kariermu."

"Saya sudah pernah kehilangan segalanya, Mr. Adrian. Kehilangan pekerjaan tidak ada apa-apanya dibandingkan kehilangan harga diri. Saya ingin membuktikan bahwa seorang wanita yang 'selesai menjadi sabar' bukan berarti dia menjadi curang. Saya tetaplah seorang profesional."

Adrian tersenyum, kali ini senyumnya lebih lebar. "Baiklah. Mari kita siapkan panggungnya. Kita akan tunjukkan pada mereka bahwa mereka salah telah memilih lawan."

Malam itu, Hana pulang ke apartemennya dengan kelelahan yang luar biasa. Gilang sudah tidur, dijaga oleh pengasuhnya. Hana duduk di sofa, menatap akta cerainya yang baru saja ia dapatkan hari ini. Satu pintu tertutup dengan keras, dan pintu lain terbuka dengan badai di baliknya.

Ia mengambil ponselnya, dan tanpa sadar ia mengirim pesan singkat pada Adrian.

"Terima kasih sudah percaya pada saya hari ini, Mr. Adrian."

Beberapa menit kemudian, sebuah balasan masuk.

"Saya tidak hanya percaya pada kemampuanmu, Hana. Saya percaya pada integritasmu. Istirahatlah, besok kita mulai pertempuran yang sebenarnya."

Hana memejamkan mata. Di penjara, Aris mungkin sedang merutuki nasibnya, dan di suatu tempat, Sandra serta Pak Hendra sedang merayakan serangan mereka. Namun Hana tahu, angka-angka tidak pernah berbohong. Dan selama ia berdiri di atas kebenaran angka, tidak ada badai yang bisa meruntuhkan tempatnya berpijak.

1
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ
terlambat sudah penyesalan mu Aris mau gimana pun kamu memohon agar Hana mau kembali tetep aja hasilnya nihil karna Hana sekarang bukan Hana yang dulu lagi
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ
kok gak Aris gak emak nya sama² ngeyel sih udah tau nanti kena ulti sama Hana eh masih aja mau gangguin Hana 😒
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ
baguslah akhirnya sekarang Hana bisa hidup tenang dan terbebas dari hama² ini
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ
pelajaran nya disini tu jangan pernah meremehkan orang dari penampilan nya,berawal dari Hana yang diperlakukan seperti babu sekarang malah lebih bersinar dari orang² yang dulu memerintah nya
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ
kapokkk modyar aee kau Aris bisa² habis sudah semua harta haram mu itu 😂😂
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ
sok²an meremehkan ni si Aris jangan kira karna Hana dulu diperlakukan seperti babu bukan berarti fungsi kepintaran di otak nya udah gak kerja yaa 😏
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ
karma mu Aris bahkan anak mu aja gak Sudi lagi sama kamu lagian bisa² nya dia beli keramik baru tapi anak nya aja nunggak SPP 😒
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ
kok si Aris makin gak ngotak ya emang gak punya tangan ya buat mijet doang masak Hana Mulu yang gerak 😑
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ
emang sih semua orang itu punya batas kesabaran gak semua orang itu tahan disakiti berkali kali apa lagi sama keluarga nya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!