Upaya bunuh diri Onad Nevalion berakhir dengan kegagalan. Alih-alih menemukan kematian, ia justru dibangkitkan oleh Dewa Kegelapan dan dikirim ke Solmara, sebuah dunia asing yang hancur oleh konflik antar entitas ilahi.
Onad terpilih sebagai wakil sang dewa untuk menghadapi Dewa Iblis di dunia Solmara. Dewa Kegelapan tidak dapat turun langsung karena campur tangannya akan melanggar hukum keseimbangan antar dunia.
Satu-satunya hal yang diinginkan Onad hanyalah menghilang dari kesialan hidupnya di dunia. Namun, mengapa kesialan itu justru mengejarnya hingga ke dunia lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6 Berkah dari Khelgar
Ya.
Dewa Perang.
Dewa Perang sialan itu.
Sosok yang berdiri di hadapannya adalah makhluk yang mencapai tingkat setengah dewa dengan menguasai semua bentuk peperangan, semua jenis senjata, dan seluruh teknik pertarungan.
Tanpa pencapaian itu, gelar tersebut tidak mungkin ia dapatkan. Jika ada gelar Dewa Perang, maka Khelgar-lah wujud nyatanya.
Begitu Onad mengetahui identitas asli Khelgar sebagai Dewa Perang, cara pandangnya langsung berubah.
Sebagai seseorang yang tumbuh besar dengan membaca kisah para pejuang legendaris di eranya di Bumi, lalu kecanduan novel bertema perang dan berbagai media sejenis, Onad mengembangkan rasa hormat yang kuat terhadap sosok-sosok seperti itu. Mereka adalah pria sejati.
Perhatian Onad kemudian beralih pada Berkah yang ia terima, dan sekali lagi ia terdiam tanpa kata.
...────୨ৎ────...
...BERKAH DEWA PERANG...
...1. DOMINASI PERANG [Aktif]...
...Memancarkan aura dominasi dan supremasi lima kali lebih kuat dari musuh yang ditargetkan, tanpa memandang seberapa kuat atau lemahnya target tersebut. Tekanan dan aura pembunuh akan dirasakan oleh semua makhluk yang berada dalam area sekitar inang. Luas area efek akan terus meningkat seiring bertambahnya kekuatan pribadi dan emosi inang....
...2. PENGUASAAN SENJATA [Pasif]...
...Penguasaan atas semua senjata dan benda apa pun yang bisa digunakan sebagai senjata. Tingkat penguasaan atas seluruh senjata yang ada di dunia akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya kekuatan inang....
...Tingkat saat ini: Peringkat A (Tingkat Master) [Pasif]...
...Contoh: Untuk ilmu pedang, inang sudah berada pada tingkat Swordmaster....
...Tingkatan Penguasaan: Pemula, Menengah, Ahli, Master, Grandmaster, Saint, Dewa....
...3. PENGUASAAN TEKNIK BERTARUNG [Pasif]...
...Memberikan pengetahuan dan pengalaman atas seluruh bentuk teknik pertarungan jarak dekat. Juga memungkinkan pengguna memahami dan meniru teknik bertarung milik target mana pun setelah mempraktikkannya....
...Peringkat saat ini: Master...
...Penguasaan hanya akan meningkat ketika pengguna berlatih dan menggunakan teknik-teknik tersebut hingga mencapai tingkat pemahaman dan pengalaman tertentu....
...4. INSTING BERTAHAN HIDUP [Pasif]...
...Memberikan kemampuan untuk merasakan bahaya ekstrem dan niat membunuh yang diarahkan kepada pengguna. Jangkauan kemampuan ini akan terus meningkat seiring pengguna menjadi lebih kuat....
...Catatan: Kemampuan ini dapat ditingkatkan dan dapat digabungkan dengan kemampuan serupa lainnya....
...5. MODE DEWA MENGAMUK [Aktif]...
...Memungkinkan pengguna mencapai lima kali lipat kekuatan fisik dan stamina untuk waktu yang singkat....
...Catatan: Tidak berlaku untuk kemampuan sihir atau kapasitas mana. Setelah durasi aktivasi berakhir, inang akan berada dalam kondisi melemah selama 24 jam, dengan kekuatan tersisa hanya 30 persen dari kekuatan normal pengguna....
...6. TUBUH DEWA PERANG [Pasif]...
...Memberikan tubuh yang mampu menjadi dua kali lebih kuat dari tahap sebelumnya setiap kali pengguna melewati pertempuran panjang dan melelahkan, lalu menembus batas kemampuannya sendiri....
...────୨ৎ────...
Setelah menelaah seluruh Berkah yang ia terima, Onad benar-benar lupa bagaimana caranya berbicara.
Apa yang Khelgar berikan kepadanya bukan sekadar penguasaan senjata atau kemampuan untuk menindas musuh di medan perang.
Yang ia terima adalah awal terbaik yang bisa dimiliki siapa pun jika dilempar ke dunia yang sama sekali asing.
Onad akan terlahir dengan tubuh yang lemah dan tak pernah menjalani pelatihan fisik apa pun. Selama hidupnya, ia bahkan tidak pernah berolahraga secara rutin, apalagi mempelajari teknik bela diri.
Pedang hanya pernah ia pegang di dalam game atau mimpinya. Sialnya lagi, ia bahkan tidak tahu cara memegang pedang dengan benar tanpa terlihat bodoh atau malah melukai dirinya sendiri.
Berbeda dengan tiga Kemampuan Ilahi yang ia pilih dari Dewa Kegelapan, Berkah ini tidak hanya membantunya menjadi lebih kuat atau sekadar bertahan hidup.
Manfaatnya jauh melampaui sekadar memperoleh kemampuan atau membangun pasukan yang akan melayaninya.
Dengan Berkah ini, ia menghemat waktu bertahun-tahun yang seharusnya dihabiskan untuk mempelajari berbagai jenis senjata dan bagaimana cara terbaik menggunakannya.
Mempelajari teknik bertarung juga bukan perkara sepele. Banyak orang membutuhkan puluhan tahun hanya untuk menyempurnakannya atau sekadar mencapai tingkat Master.
Namun Onad bukan hanya langsung memiliki pengetahuan dan pemahaman bawaan tentang semua itu, ia juga sudah mahir sejak awal ia menginjakkan kaki di Solmara.
Ia sudah berada di peringkat Master, sesuatu yang benar-benar tidak masuk akal bagi seseorang yang tak pernah punya pengalaman bertarung sungguhan atau membunuh siapa pun sepanjang hidupnya.
Insting Bertahan Hidup akan membantunya merasakan jika ada seseorang yang mengincarnya dari belakang atau mengikutinya dari balik bayangan. Dengan begitu, ia bisa bersiap menghadapi serangan mendadak atau penyergapan, bahkan mungkin menghindari anak panah yang tiba-tiba melesat ke arah kepalanya.
Menurut Onad, kemampuan ini terlalu berguna untuk diabaikan. Insting semacam itu biasanya hanya dimiliki oleh orang-orang dengan pengalaman berburu selama puluhan tahun atau mereka yang telah melewati ribuan pertempuran.
Bagi seseorang seperti Onad, yang cepat atau lambat akan diburu jika identitas aslinya sebagai Pahlawan Terpilih Dewa Kegelapan bocor ke publik, Insting Bertahan Hidup akan menyelamatkan nyawanya berkali-kali.
Bukan hanya di medan perang, tetapi juga di tempat-tempat biasa, kemampuan itu akan memperingatkannya jika ada makhluk yang jauh lebih kuat darinya sedang mengincar atau berniat mencelakainya lewat niat membunuh mereka.
Ia akan tahu siapa yang tidak boleh ia lawan dan kapan ia harus berlari menyelamatkan diri.
Lalu ada Mode Dewa Mengamuk. Sesuai penjelasannya, kekuatannya akan meningkat lima kali lipat untuk waktu singkat, cukup untuk menyelamatkan nyawanya ketika ia benar-benar terpojok.
Jika suatu saat kemampuan Hukum Dimensinya tidak bekerja atau ia tidak bisa melarikan diri ke dalam ruang hampa karena area sekitarnya disegel oleh Hukum Spasial, penghalang, atau formasi tertentu, maka Onad hanya bisa pasrah pada nasib.
Namun dengan Mode Dewa Mengamuk, lonjakan kekuatan besar itu bisa memberinya kesempatan untuk kabur atau bahkan menghadapi musuh secara langsung, meski lawannya jauh lebih kuat darinya. Ini benar-benar jalan pintas penyelamat nyawa.
Dan Tubuh Dewa Perang bahkan belum perlu dibahas panjang-panjang. Kemampuan ini akan membuat Onad seperti monster dibandingkan para pahlawan pilihan dewa lainnya.
Mau tidak mau, ia akan berada dalam situasi di mana ia harus melawan pihak berwenang, seperti pasukan kekaisaran atau orang-orang gereja yang beroperasi di wilayah kekaisaran tersebut, mengingat identitasnya.
Ia juga bisa membayangkan bentrokan dengan para Pahlawan Terpilih lainnya di masa depan, karena mereka tentu mengetahui tindakan pendahulunya, Pahlawan Terpilih kedelapan dari Dewa Kegelapan.
Secara alami, mereka akan menganggap Onad sebagai pelayan kejahatan atau seseorang yang harus mereka balas dendamkan atas apa yang terjadi pada pendahulu mereka.
Dengan Tubuh Dewa Perang, kekuatan fisiknya akan menjadi dua kali lipat setiap kali ia melampaui batas dirinya. Hal itu jelas menuntutnya untuk menjalani banyak pertempuran dan terus melampaui kemampuannya, sesuatu yang kemungkinan besar hanya terjadi dalam pertarungan hidup dan mati.
Namun kemampuan ini memberinya keunggulan besar atas para pahlawan lain, setidaknya dari segi kekuatan fisik. Dan itu akan sangat membantu dalam waktu dekat.
Onad akhirnya keluar dari keterpakuannya dan kembali menatap Khelgar.
Kali ini tak ada lagi ekspresi mengejek atau kecewa di wajahnya. Ia berkata, “Gue tarik ucapan gue,” lalu membungkuk ke arah Khelgar dengan sikap yang benar-benar tulus.
Khelgar kembali menunjukkan ekspresi bingung di balik helmnya.