"Fania, kamu tahu pernikahan ini hanya sebuah formalitas saja. Aku harap kamu merelakan aku untuk menikah dengan Zelina." __ Raditya Mahardika.
"Mas, beri aku 30 hari saja untuk mengabdi sebagai istri yang Solehah untukmu. Aku hanya ingin mewujudkan wasiat Ayah. Setelah itu, kamu berhak menceraikan aku, dan kamu bisa menikah dengan wanita itu."
Hidup Raditya Mahardika kacau sejak dijodohkan dengan Fania Azalea. Semua terjadi karena Raditya mempunyai wanita idaman lainnya.
Fania Azalea meminta waktu agar dirinya bisa mewujudkan wasiat mendiang Ayahnya. Dia ingin menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya. Namun, takdir berkata lain. Raditya justru ingin menikah lagi dengan wanita pujaan hatinya. Dia ingin berpoligami dan meminta Fania untuk menyetujui niatnya.
Baca selengkapnya di sini!
Follow IG : romansa_love94
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romansa Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 25 (Ceraikan Aku!)
Dua hari berlalu sejak Fania pulang ke rumah utama. Dia sudah mulai berbicara karena merasa terancam oleh suaminya. Namun, tetap saja tenaganya belum benar-benar pulih. Dia masih belum bisa melawan suaminya yang sekarang menjadi over protektif.
Seperti pagi ini, Fania sudah membingungkan para pelayan yang mencoba untuk melayani kebutuhannya. "Nyonya, tolong dimakan dulu sarapannya. Jika Nyonya terus menolak. Tuan nanti akan marah sama kita semua."
"Aku tidak mau makan apapun, kalian semua keluar dari sini. Jangan paksa karena aku tidak akan memakannya," tegas Fania di atas ranjangnya. Dia sudah kembali memakai pakaian syar'i-nya.
Para pelayan pun menyerah, mereka segera keluar setelah mendapatkan penolakan. Pintu kamar kembali terkunci, Fania masih duduk sedih. Dia ingin pergi menjauh dari pria toxic yang mengurungnya itu. Untuk saat ini, dalam kepalanya hanya memikirkan bagaimana caranya untuk kabur. Sudah banyak cara yang dicoba, tetap saja hasilnya gagal.
Fania sudah sangat frustasi, dia tidak tahu bagaimana caranya untuk pergi. Apalagi, belum ada tanda-tanda Ibunya datang untuk mencari. Semua itu menjadi tanda jika keberadaanya sulit diketahui. "Harus dengan cara apalagi aku pergi dari sini? Semua cara telah kulakukan, tetap saja gagal dan gagal."
Helaan napas panjang dan berat terdengar samar. Saat Fania melamun, datanglah Raditya yang membawa sarapan yang dibawa pelayan tadi. "Apa yang kamu lakukan? Mengapa menolak untuk sarapan? Apa peringatan dariku belum cukup? Fania, jangan menantangku lagi. Aku sedang tidak ingin berbuat kasar padamu."
Raditya meletakkan piring di atas meja. Dia berdiri di samping istrinya dengan tatapan mengintimidasi. "Sekarang makanlah, kata dokter kamu harus banyak makan agar cepat pulih."
Fania hanya dIam saja, dia tidak menoleh sedikitpun.Tatapannya mengarah ke jendela, dia sengaja mengabaikan keberadaan suaminya. Raditya merasa tersinggung, dia menarik cadar yang menutupi wajah istrinya dengan kasar.
"Fania, jangan menantangku! Kamu tau jika aku tidak cukup sabar untuk meladenimu yang keras kepala seperti ini!" seru Raditya mulai hilang kesabaran.
Fania menahan air matanya yang hendak jatuh. Dia memberanikan diri untuk berbicara, "Aku ingin cerai. Ceraikan aku! Jika kamu tidak mau, biar aku sendiri yang mengajukan gugatan ke pengadilan."
Raditya tertawa keras, dia merasa sangat lucu dengan permintaan itu. "Aku tidak akan pernah melakukan itu meskipun kamu ingin. Kamu tetap akan menjadi istri Raditya Mahardika pewaris tunggal grup Mahardika. Seharusnya kamu itu senang dan bangga memiliki suami yang hebat sepertiku."
"Lalu mengapa kamu memisahkan aku dengan Ibu, Mas? Aku ingin bersama Ibuku, aku ingin bertemu dengannya. Tolong izinkan aku bertemu dengan Ibu, Mas," pinta Fania dengan ekspresi sedih.
Raditya berjalan mendekat ke ranjang, dia tersenyum tipis. "Ingin bertemu dengan Ibumu? Bersikaplah dengan baik, layani aku malam ini. Entah mengapa aku merindukan sensasi itu."
Kedua tangan Fania mengepal mencengkeram gamisnya. Dia merasa seperti seorang yang tidak berharga sama sekali. "Jika aku menolak?"
"Kamu tidak boleh menolak, karena tugasmu adalah melayani keinginanku. Bersikaplah dengan baik, permintaanmu terkabul atau tidak itu tergantung pada dirimu sendiri. Jika kamu membuatku kesal, sudah dipastikan kamu tidak akan bertemu dengan Ibumu selamanya."
Raditya segera keluar dari kamar, sudah wakunya dia untuk bekerja. Sementara itu, Fania sedang menangis meratapi nasibnya. " Astagfirullah. Bagaimana ini? Aku tidak ingin disentuh lagi oleh pria jahat itu. Aku harus mencari cara untuk kabur. Hari ini ada orang datang mengambil barang. Aku harus bisa menyelinap masuk ke dalam truknya.Minimal bisa keluar dulu, setelah itu baru cari cara untuk kembali ke rumah Ibu. Hanya ini carra yang tepat, semoga tidak gagal."
Fania sudah mendapatkan cara untuk kabur dari jerat obsesi suaminya. Dia sedang mempersiapkan dompet kecil yang berisi uang. Dia juga membawa gunting untuk berjaga-jaga jika ada bahaya. Fania hanya meninggalkan handphonenya, dia tahu jika ada gps yang bisa melacak keberadaanya.
Sebelum itu, Fania memakan sarapan yang ada di meja. Dia harus mengisi tenaga agar bisa berlari dengan cepat. Dia sudah sangat yakin dan tekadnya sudah terkumpul. Setengah jam menunggu, truk yang memuat barang telah tiba di halaman belakang. Fania segera bersiap setelah melihat beberapa orang mengangkat meja dan lemari kayu.
Fania keluar dari kamarnya, dia berjalan pelan agar tidak diketahui oleh pelayan lainnya. Saat merasa aman, dia berjalan dengan cepat dan segera menuju ke halaman belakang.Dari balik pintu, Fania mengendap pelan. Dia melihat beberapa orang yangg berlalu lalang di depan.
"Aku harus segera naik setelah orang itu pergi mengambil barang," batin Fania, dia waspada dan terus melihat sekeliling. Setelah aman, Fania langsung naik ke bak truk yang terbuka. Dia bersembunyi di balik lemari kayu dan menunggu sampai semuanya selesai.
Jantung Fania berdegup dengan kencang, dia sangat takut jika ketahuan oleh orang. Dalam truk itu Fania berdoa agar rencananya berhasil. Dia tidak ingin gagal lagi. "Syukurlah, orang-orang itu tidak tau jika aku masuk menyelinap. Aku tidak tahu akan dibawa ke mana semua barang ini. Setelah Mama meninggal, kondisi rumah akan diubah secara total. Entah apa yang sedang direncanakan orang itu.Yang pasti aku tidak akan jatuh lagi dalam obsesi gilanya. Dia bukan manusia, jadi aku berhak menolak setelah semua yang dia lakukan."
Satu jam menunggu, akhirnya semua barang itu sudah dimasukkan. Pintu belakang truk sudah ditutup. Terdengar suara deru mesin yang dihidupkan, tidak lama kemudian truk berjalan meninggalkan kawsan rumah. Fania bernapas lega, akhirnya dia bisa keluar dari rumah tersebut.
Fania menunggu dengan sabar sampai truk itu berhenti di tempat tujuan. Dia tidak berani bergerak sembarangan karena truk itu sangat sempit. "Mau dibawa ke mana semua barang ini? Kok rasanya jauh sekali, apa akan keluar kota? Jika iya, bagaimana dengan nasibku nanti? Semoga tidak, aku hanya membawa sedikit uang. Pasti tidak akan cukup jika truk ini sampai keluar kota."
Dugaan Fania benar, truk tadi pergi keluar kota menuju ke pasar loak khusus barang bekas Empat jam perjalanan membuat Fania tertidur sambil duduk. Dia terjatuh saat truk itu berhenti. "Apa sudah sampai? Lama sekali, kira-kira inii di mana?"
Pintu bak belakang dibuka oleh seseorang. Fania mengatur posisinya agar tidak ketahuan. Dia akan turun setelah semua barang yang di depan diturunkan.
Sementara itu di tempat lain, Raditya sedang mengamuk pada beberapa pelayannya. Dia murka karena Fania berhasil kabur. "Kalian semua tidak pecua bekerja! Bagaimana dia bisa kabur, sedangkan banyak sekali pelayan di rumah ini. Kalian sudah membuatku kesal."
Tidak ada yang berani menjawab. Raditya langsung mengecek cctv rumahnya. Dia penasaran bagaimana cara Fania kabur. "Jadi kamu kabur lewat truk itu. Baiklah, aku akan melihat sejauh mana kamu bisa lari dariku. Fania, nikmati dulu perjalananmu. Setelah itu, kamu tidak akan bisa lepas lagi."
.ambil sapu ato apa kh gitu hantamkan ke kepalanya biar kapok...jd laki kok g jelas siram pake karbol sj..lagian mau mau nya nunggu smpe 30 hr..bisa mati kamu mun lemah kya itu😡😡