NovelToon NovelToon
REINKARNASI ISTRI TERBUANG: Balas Dendam Sang Cleaning Service

REINKARNASI ISTRI TERBUANG: Balas Dendam Sang Cleaning Service

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wahidah88

"Dulu aku membangun tahtamu dengan cinta, sekarang akan kuruntuhkan kerajaanmu dengan sisa tenaga sebagai tukang sapu!"
Clarissa mati sebagai istri yang dikhianati. Namun, dia bangun kembali sebagai Lestari, seorang cleaning service yang dianggap sampah oleh mantan suaminya, Kenzo, dan adiknya yang licik, Angelica.
Rencananya sederhana: Menyusup, sabotase, dan hancurkan!
Tapi rencana itu kacau saat Devan Mahendra—CEO tampan yang merupakan musuh bebuyutan suaminya—tiba-tiba menarik kerah seragamnya.
"Gadis pelayan sepertimu tahu apa soal pencucian uang pajak? Ikut aku!" seru Devan angkuh.
Kini, Clarissa terjebak di antara misi balas dendam yang membara dan bos baru yang sangat menyebalkan tapi selalu pasang badan untuknya. Bagaimana jadinya jika sang rival jatuh cinta pada "si tukang sapu" yang ternyata adalah otak jenius yang pernah mengalahkannya dulu?
"Kenzo, selamat menikmati hari-harimu di puncak. Karena aku sedang menyiapkan jurang terdalam untukmu... dibantu oleh musuh terbesarmu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: Permainan Kematian sang Dokter Iblis

​Malam di Jakarta terasa lebih pekat dari biasanya. Bau mesiu dari Mansion Mahendra masih tertinggal di indra penciuman Devan, namun amarah yang membara di dadanya jauh lebih panas. Di dalam mobil Rolls-Royce yang melaju menembus kegelapan, Devan menatap tablet di tangannya.

​"Dokter Adrian... Kau benar-benar pandai bermain peran," desis Devan.

​Di sampingnya, Clarissa sedang sibuk dengan laptopnya. Wajahnya yang pucat karena luka di bahu tidak menghentikan jari-jarinya yang lincah meretas sistem keamanan rumah sakit pusat. Tiba-tiba, mata Clarissa membelalak.

​"Devan, berhenti! Kita tidak bisa ke gudang medis itu sekarang!" teriak Clarissa.

​Devan mengerem mendadak hingga ban mobil mencit cit keras di aspal. "Apa maksudmu, Clarissa? Bajingan itu sudah menunggu untuk kuhancurkan!"

​"Adrian tidak di sana! Itu jebakan!" Clarissa memutar layar laptopnya ke arah Devan. Di sana, terlihat skema ventilasi udara Mahendra Medical Center. Ada titik-titik merah yang berkedip di setiap lantai. "Dia memasang bom gas kimia VX di sistem pusat ventilasi rumah sakit. Jika kau menyentuhnya di gudang, dia akan menekan detonatornya dari jarak jauh. Ribuan pasien... termasuk ibumu yang masih di ruang pemulihan... mereka akan mati dalam hitungan detik!"

​Rahang Devan mengeras hingga urat-urat di lehernya menonjol. "Dia mengancam ibuku?"

​"Bukan hanya ibumu, Devan. Dia mengancam seluruh imperiummu," Clarissa menggenggam tangan Devan yang gemetar karena amarah. "Kau pergi ke gudang itu. Biarkan dia mengira kau terjebak. Aku yang akan ke rumah sakit untuk menjinakkan bom itu."

​"TIDAK! Itu terlalu berbahaya, Clarissa! Kau terluka!"

​"Devan Mahendra!" Clarissa menatap suaminya (secara hukum hati) dengan tatapan Ratu yang tak terbantahkan. "Hanya aku yang bisa menembus enkripsi sistemnya. Kau percayakan keselamatan pasienmu padaku, dan aku percayakan nyawa bajingan itu padamu. Mengerti?"

​Devan menarik napas panjang, lalu menarik tengkuk Clarissa dan mencium keningnya dengan sangat dalam. "Jika terjadi sesuatu padamu... aku tidak akan menyisakan satu pun manusia di kota ini."

​"Aku tahu, Iblis Posesifku. Sekarang, pergi!"

​Gudang Medis Tua, Pinggiran Jakarta.

​Lampu neon yang berkedip-kedip memberikan kesan horor pada gudang terbengkalai itu. Devan melangkah masuk sendirian, tuxedo hitamnya berkibar tertiup angin malam. Di tengah ruangan, Dokter Adrian berdiri dengan jas putih yang masih bersih, memegang sebuah alat kecil di tangannya.

​"Selamat datang, Tuan Mahendra. Ternyata amnesiamu sembuh lebih cepat dari prediksiku. Efek cinta memang luar biasa, ya?" Adrian tersenyum sinis, sama sekali tidak tampak seperti dokter yang ramah di rumah sakit.

​"Kau berkhianat pada sumpah medismu demi uang Handoko?" Devan berjalan mendekat, setiap langkahnya mengintimidasi.

​"Uang? Oh, Devan... ini bukan soal uang. Ini soal pengakuan," Adrian tertawa gila. "Aku yang menyempurnakan proyek 'Eternal Rose'. Aku yang memastikan jiwa Clarissa stabil di tubuh Lestari. Tapi apa yang kudapat? Kau mengambil semua kreditnya! Kau menjadikannya milikmu seolah-olah dia adalah barang!"

​"Dia adalah nyawaku, bukan barang!" Devan menerjang maju, namun Adrian mengangkat detonatornya.

​"Satu langkah lagi, dan seluruh rumah sakitmu akan menjadi kuburan massal!" ancam Adrian. "Berlutut, Devan! Berlutut di depan orang yang menciptakan keajaiban istrimu!"

​Mahendra Medical Center.

​Clarissa berlari menembus koridor rumah sakit yang sepi. Bahunya terasa sangat nyeri, namun adrenalin membuatnya mengabaikan rasa sakit itu. Ia berhasil mencapai ruang kendali ventilasi di lantai paling atas.

​"Sial, kodenya berubah setiap sepuluh detik!" Clarissa menyambungkan perangkat peretasnya.

​Keringat dingin bercucuran di pelipisnya. Di layar, hitungan mundur menunjukkan angka 02:00.

​Bip. Bip. Bip.

​"Ayo, Lestari... pinjamkan aku keberuntunganmu," bisik Clarissa. Ia mulai memasukkan ribuan baris kode perlawanan.

​Tiba-tiba, suara Adrian terdengar dari pengeras suara di ruang kendali. "Halo, Clarissa sayang. Kau pikir aku tidak tahu kau ada di sana? Kau selalu menjadi wanita yang terlalu pintar untuk kebaikanmu sendiri."

​"Adrian! Hentikan ini! Kau seorang dokter!" teriak Clarissa sambil terus mengetik.

​"Aku adalah Tuhan di gedung ini, Clarissa! Dan sekarang, aku akan memberimu pilihan. Matikan sistemnya dan selamatkan pasien, tapi sebagai gantinya, gas itu akan dilepaskan hanya di ruang kendali tempatmu berdiri. Atau... biarkan seluruh gedung mati bersama."

​Clarissa tertegun. Jadi Adrian sudah menyiapkan protokol pengorbanan diri.

​01:00.

​Kembali ke gudang.

​Devan melihat perubahan ekspresi di wajah Adrian. Ia tahu bajingan ini sedang berkomunikasi dengan Clarissa. Tanpa mempedulikan ancaman detonator, Devan mencabut pisau lipat dari balik sepatunya dan melemparnya secepat kilat.

​Jleb!

​Pisau itu menancap tepat di tangan Adrian yang memegang detonator.

​"ARGHHH!" Adrian berteriak kesakitan, detonator itu terlepas ke lantai.

​Devan tidak membuang waktu. Ia menerkam Adrian seperti singa kelaparan. Pukulan bertubi-tubi mendarat di wajah dokter itu. "Kau mengancam wanitaku?! Kau berani menyuruhnya memilih?!"

​BUGH! BRAK!

​Devan menghantamkan kepala Adrian ke meja operasi berkarat. "Katakan padaku cara mematikan protokol mandiri itu, atau aku akan membedahmu hidup-hidup di sini!"

​"Sudah... terlambat..." Adrian terbatuk darah, tertawa di tengah rasa sakitnya. "Clarissa... dia pasti akan memilih untuk mati demi orang lain. Itulah kelemahannya!"

​Ruang Kendali.

​00:10.

​Clarissa menatap layar. Pilihan ada di depannya. Tombol biru untuk menyelamatkan gedung namun mengunci ruang kendali dan melepaskan gas di dalam sini.

​"Devan... maafkan aku," bisik Clarissa. Ia menekan tombol biru itu dengan mantap.

​KLIK.

​Sistem ventilasi di seluruh gedung berhenti seketika. Pasien-pasien selamat. Namun, pintu ruang kendali terkunci secara otomatis dengan sistem baja. Asap hijau pekat mulai keluar dari lubang ventilasi di atas kepala Clarissa.

​Clarissa terjatuh, menutupi hidungnya dengan kain perban di bahunya. "Uhuk... Devan..."

​Pandangannya mulai kabur. Ia merasa raga Lestari mulai melemah. Apakah ia akan mati untuk kedua kalinya?

​Tiba-tiba, suara dentuman keras terdengar dari pintu baja.

​BOOM!

​Pintu itu hancur berantakan karena ledakan C4. Sesosok pria dengan masker gas dan tuxedo yang sudah robek menerjang masuk menembus asap.

​"CLARISSA!"

​Devan mengangkat tubuh Clarissa, membawanya keluar dari ruangan beracun itu dengan kecepatan gila. Ia terus berlari hingga mencapai atap rumah sakit, di mana udara malam yang segar menyambut mereka.

​Devan melepas masker gasnya dan memberikan napas buatan pada Clarissa. "Bangun, Sayang! Jangan tinggalkan aku! Aku sudah mengingatmu, kau tidak boleh pergi sekarang!"

​Clarissa terbatuk hebat, mengeluarkan sisa gas dari paru-parunya. Ia membuka matanya dan melihat wajah Devan yang penuh air mata dan debu.

​"Kau... kau terlambat dua detik, Tuan Posesif," canda Clarissa lemah.

​Devan memeluknya begitu erat, seolah-olah ingin menyatukan tubuh mereka. "Jangan pernah lakukan itu lagi. Jangan pernah mencoba menjadi pahlawan tanpaku."

​"Adrian... bagaimana?" tanya Clarissa.

​"Dia sudah diurus oleh polisi... dan dia tidak akan pernah bisa memegang pisau bedah lagi seumur hidupnya karena tangannya sudah kuhancurkan," jawab Devan dingin.

​Di bawah sinar rembulan, di atas atap rumah sakit yang mereka selamatkan, Devan mencium bibir Clarissa dengan penuh rasa syukur. Musuh di balik selimut telah tumbang, namun mereka tahu, ini barulah puncak dari gunung es.

​Karena di kejauhan, di dalam sebuah ruang gelap di Singapura, seseorang sedang menutup layar monitor yang memperlihatkan kegagalan Adrian.

​"Cinta yang merepotkan," ucap suara wanita yang misterius. "Tapi mari kita lihat, apakah cinta mereka bisa bertahan saat identitas asli 'Lestari' yang sebenarnya terungkap ke publik."

1
Mommy Ayu
masak iya secepat itu bakal terungkap siapa lestari sebenarnya
Mommy Ayu
sepertinya insting Devan lebih tajam dari pada mantan suami Clarissa
Mommy Ayu
aku mampir Thor ..
Leebit
hehe.. nggak apa-apa.. makasih ya udah berkunjung ke novel ku, masih juga untuk komentarnya😁
shabiru Al
apa anak kecil yang dcoret itu adalah pria dengan wajah yang terbakar ? bara... adik dari clarissa... ? benar2 membingungkan,, dan organisasi naga hitam,, apa sebelumnya lestari membuat perjanjian ya...
shabiru Al
hadeuh perebutan harta dan kekuasaan yang bikin pusing
shabiru Al
dan laki2 misterius itu adalah anak yang wajahnya dcoret dala foto lama,, ya kaan
shabiru Al
ceritanya bagus,, sayang belum bisa ngasih poin,, ntar ya thor besok ta kasih vote
shabiru Al
nah ini baru ceweknya badas gak menye menye gak selalu berlindung d bawah ketiak laki2
Leebit
Makasih.. jangan hanya mampir, singgah juga boleh, hehe😁😊
shabiru Al
mampir ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!