NovelToon NovelToon
Terjebak Skandal Sang Konglomerat

Terjebak Skandal Sang Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / One Night Stand / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Herlina

Sasha difitnah hamil oleh adik seorang konglomerat, dan hidupnya hancur dalam semalam. Untuk menutup skandal keluarga, Gio Artha Wijaya dipaksa menikahinya.
Di mata publik, Sasha adalah istri sah pewaris Wijaya. Di dalam rumah itu, ia hanyalah perempuan yang dibeli untuk menjaga reputasi. Gio membencinya. Menganggapnya jebakan.
Sasha membencinya karena telah menjadikan hidupnya alat tawar-menawar. Namun semakin lama mereka terikat dalam pernikahan tanpa cinta itu, Sasha mulai menyadari satu hal yang lebih menakutkan dari kebencian Gio.
Ia mungkin tidak pernah difitnah secara kebetulan. Seseorang telah merencanakan semua ini dan Sasha hanyalah bidak pertama.
Akankah Sasha mengetahui siapa dalang dari kejadian yang menimpanya selama ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aturan Baru

Pagi itu, Sasha bangun dengan kepala berat. Ruangan yang luas dan mewah terasa dingin, seperti penjara. Gaun malam semalam sudah diganti pakaian rumah—rapi, mahal, tapi dingin. Ia menatap jendela besar, melihat taman luas di luar. Burung-burung bernyanyi, tapi hatinya hampa.

Pintu kamar terbuka perlahan. Sosok itu muncul—Gio.

“Kamu sudah bangun?” suaranya dingin, nyaris datar.

Sasha menatapnya diam, menelan ludah. Kata-kata seolah macet di tenggorokannya.

“Aku beri peringatan lagi,” Gio melanjutkan sambil melangkah masuk. “Aturan di rumah ini sederhana. Di luar rumah, kamu istriku. Di dalam rumah… kamu hanya kewajiban.”

Sasha menahan napas. “Kewajiban…? Maksudmu, aku hanya alat?”

Gio menatapnya dingin. “Tangkap maksudku. Aku tidak akan bersikap manis. Jangan harap.”

Sasha menggigit bibir bawahnya. “Aku bukan… mainanmu,” bisiknya.

“Bukan mainan, tapi tanggung jawab. Dan tanggung jawab ini harus dijalani sampai aku bilang selesai,” Gio menjawab singkat. Tatapannya menusuk.

Sasha menunduk, menekan amarah dan rasa takut. Tapi di dalam hatinya, pertanyaan besar tetap menghantui: siapa yang membuat semua ini terjadi? Skandal itu, gosip itu… seolah dirancang untuk menjebaknya.

Di ruang makan, sarapan sudah tersedia. Meja panjang penuh makanan mewah, tapi Sasha tak berselera. Ia duduk di kursi paling jauh dari Gio.

Ayah Gio membuka percakapan pertama. “Kamu sudah siap untuk aturan hari ini, Sasha?” Suaranya datar, tapi tegas.

Sasha mengangguk pelan. “Saya akan mencoba, Pak.”

Ibu Gio menatapnya dingin. “Kamu makan saja. Tenaga harus cukup untuk menghadapi hari ini.”

Sasha menunduk, menatap roti di depannya. Setiap kata terdengar seperti perintah.

Gio duduk di seberangnya, diam. Tidak menatap Sasha. Suasana hening, hanya suara sendok yang dipindahkan perlahan terdengar.

“Besok ada acara publik,” Gio akhirnya berkata. “Kamu harus ikut. Tampilan dan sikapmu harus sempurna. Tidak ada celah untuk kesalahan.”

Sasha menelan ludah. “Apa… aku harus bicara dengan orang-orang itu?”

“Ya. Tapi hanya jika aku mengizinkan. Ingat, di luar rumah kamu istriku. Di dalam, kamu… tetap kewajiban,” balas Gio singkat.

Sasha merasakan napasnya berat. “Aku… tidak pernah meminta semua ini. Aku hanya ingin hidup normal.”

Gio menatapnya sejenak. “Normal? Hidup normalmu sekarang… terikat oleh kesalahan yang bukan milikmu. Jadi jangan berharap semua mudah.”

Sasha menatapnya. “Kalau ini semua demi reputasi keluargamu, kenapa harus aku? Kenapa tidak biar saja orang lain yang menjelaskan kebenaran?”

Gio menekankan suara. “Karena mereka sudah melihatmu sebagai bagian dari masalah. Dan masalah ini… sekarang menjadi tanggung jawabmu juga.”

Sasha menarik napas panjang, menahan amarah yang membara. Ia mencoba tetap tenang, tapi hatinya bergemuruh.

Teleponnya bergetar di meja. Nama Rina muncul. Sasha cepat mengangkat.

“Sasha! Kamu di mana? Semua orang sudah bicara…” suara temannya panik.

“Aku… di rumah teman,” Sasha menutup mata sejenak. “Tapi ini rumit, Rin. Aku… menikah paksa dengan Gio.”

“Menikah… paksa?!” Rina terdengar hampir histeris. “Sasha! Kamu harus pikirkan cara keluar dari situ. Jangan biarkan mereka mempermainkanmu!”

Sasha menelan ludah, menenangkan diri. “Aku tahu… tapi sekarang aku harus ikuti aturan mereka dulu. Aku tidak punya pilihan.”

Rina menghela napas panjang. “Baik… tapi ingat, aku di sini. Kita cari jalan bersama. Jangan menyerah.”

Sasha tersenyum tipis. Temannya adalah satu-satunya cahaya di tengah kegelapan ini.

Setelah menutup telepon, Sasha menatap cermin di kamarnya. Ia melihat wajahnya—mata merah, bibir pucat, tapi ada satu hal yang menegaskan tekadnya: ia tidak akan menyerah.

Pagi itu ia turun ke ruang tamu. Staf rumah menyapanya sopan, tapi canggung. Semua orang tahu posisinya sekarang, dan tatapan penasaran mereka membuat Sasha sadar bahwa setiap langkahnya kini diawasi.

Gio muncul kembali, kali ini dari rapatnya. Ia menatap Sasha sebentar, lalu pergi ke ruang kerja. Tatapannya tetap dingin, tapi Sasha menangkap sesuatu—pengamatan yang tajam. Ia tahu, setiap langkahnya kini dicatat.

Saat ia beranjak ke balkon untuk menenangkan pikiran, ponselnya bergetar lagi. Nama ibu muncul di layar. Sasha mengangkatnya dengan tangan gemetar.

“Sha… kamu di mana, Nak?” suara ibu lemah terdengar.

“Aku… di rumah teman, Bu,” jawab Sasha pelan, menahan tangis.

“Ibu percaya sama kamu, Nak. Kamu bukan perempuan seperti yang mereka bilang,” lanjut sang ibu.

Sasha menutup mata, menahan air mata. “Aku… aku akan kuat, Bu. Aku janji.”

Setelah panggilan terputus, Sasha menatap langit-langit balkon. Perlahan, kesadaran dingin merayap di benaknya: ini bukan kebetulan. Semua ini tampak dirancang. Seolah seseorang ingin aku terjebak, dan keluarga Wijaya sudah siap menutupinya.

Di malam hari, setelah makan malam yang sunyi, Sasha menulis di buku hariannya. Setiap detail dicatat: percakapan, aturan, gerak-gerik Gio, kebiasaan staf. Buku itu akan menjadi senjatanya. Ia tidak tahu kapan bisa membalikkan keadaan, tapi satu hal jelas: ia tidak akan menjadi korban selamanya.

Pintu kamar terbuka pelan. Sosok itu muncul—Gio.

“Kamu menulis?” suara Gio datar, tanpa ekspresi.

Sasha menelan ludah. “Aku… mencatat. Agar tidak salah langkah.”

Gio melangkah masuk, menatapnya. “Jangan sampai aku perlu menegurmu karena catatanmu itu. Tapi… bagus kalau kamu serius.”

Sasha menatapnya. “Serius? Serius untuk bertahan, bukan menyenangkanmu.”

Gio tersenyum tipis, hampir tak terlihat. “Itu… jawaban yang benar. Tapi ingat, setiap langkahmu tetap aku pantau.”

Sasha merasakan napasnya tercekat. “Aku tahu.”

Gio menoleh hendak pergi, lalu berhenti di ambang pintu. “Dan Sasha… jangan berharap aku akan memperlakukanmu seperti istri. Aku tidak akan.”

Pintu tertutup. Sasha terduduk di lantai, tangisnya pecah, tapi kali ini bukan karena lemah. Ini karena ia sadar: permainan baru saja dimulai. Dan ia harus menang.

Di balik semua aturan, ancaman, dan ketakutan, satu hal jelas di benaknya: Sasha tidak akan menyerah. Dan ia akan menemukan siapa yang menjebaknya.

Sasha duduk di lantai, menatap buku hariannya. Tangannya gemetar, tapi matanya bersinar dengan tekad. Ia tahu, tinggal diam bukan pilihan. Ia harus menguasai situasi, membaca setiap kebiasaan Gio, dan menemukan celah untuk membela dirinya sendiri.

Tiba-tiba, terdengar ketukan di pintu kamar.

“Kamu baik-baik saja?” suara lembut tapi tegas terdengar. Staf rumah yang selalu sopan berdiri di ambang pintu.

Sasha mengangguk. “Aku… baik.”

Staf itu tersenyum tipis, tapi matanya terlihat cemas. “Kalau butuh bantuan… aku ada.”

Setelah staf itu pergi, Sasha menunduk lagi, menggenggam buku hariannya. Hatinya keras. Ia tahu Gio akan selalu mengawasinya, tapi satu hal jelas: ia tidak akan menyerah, bahkan di bawah tatapan dingin itu.

Di sudut hatinya, Sasha merasakan sesuatu yang baru: bukan takut, tapi api kecil keberanian. Api yang akan membimbingnya menghadapi permainan ini, bahkan jika ia harus bermain cerdik dengan Gio sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!