NovelToon NovelToon
Salahkah Aku Selingkuh?

Salahkah Aku Selingkuh?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Romansa / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 23

Naoki baru saja tiba di rumah. Dia binggung saat melihat suara rumah yang sangat sepi. tadi di depan dia juga tidak melihat adanya mobil yang biasanya di pakai daiky. Dia berfikir mungkin daiky belum pulang.

Naoki melangkah menaiki tangga, tujuan nya bukan ke kamarnya. tapi ke kamar Haruka dan daiky untuk bertemu Haruka tentunya.

Cekleek!

pintu berhasil terbuka dengan mudah karena memang pintunya tidak terkunci. Naoki memasuki kamar tersebut dengan santai. Keningnya berkerut binggung saat melihat tidak ada siapapun di kamar tersebut.

" kemana Haruka? Biasanya dia di kamar" gumam Naoki binggung.

Lalu Naoki melangkah menuju balkon dan melihat ke halaman samping melalui balkon. halaman yang luas itu nampak kosong tanpa ada siapapun di sana.

" masa dia keluar rumah?" gumam nya berfikir.

Naoki mengambil ponselnya lalu berjalan keluar dari kamar sambil bermain ponsel menghubungi Haruka.

" ha_"

" ada apa?"

baru saja Naoki membuka mulut untuk menyapa orang yang baru saja dia hubungi. namun mendengar suara di seberang sana membuat ucapan nya terhenti dan raut wajahnya pun terlihat kesal.

" nggak papa, aku hanya ingin bertanya kalian di mana? Kenapa rumah sangat sepi?" tanya Naoki mengubah sedikit topiknya karena yang menjawab panggilan nya adalah daiky bukan Haruka.

" ayo turun, makan malamnya sudah siap"

" yaa, aku akan turun"

Tut!

" CK! " Naoki berdecak kesal menatap layar ponselnya yang sudah tidak lagi terhubung dengan nomor haruka.

tadi dia sempat mendengar suara Haruka yang meminta daiky untuk turun buat makan malam. Apa mereka kembali pulang ke rumah orang tuanya Haruka? Atau malah pulang ke rumah orang tuanya?

" kenapa mereka sangat hobi makan malam di tempat lain?" gumam Naoki kesal sendiri.

Naoki memasuki kamarnya dengan langkah kaki yang sedikit di hentakan. dia duduk di sofa yang ada di kamarnya menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa dan memejamkan matanya.

" kenapa akhir akhir ini mereka semakin dekat?" batin Naoki.

Yaa, Naoki menyadari tentang perubahan hubungan antara daiky dan haruka. akhir akhir ini keduanya terlihat lebih dekat. bahkan mereka sudah beberapa kali keluar bersama dalam waktu dekat ini.

Tentu saja ini hal yang baik untuk Haruka dan daiky, tapi tidak untuk Naoki. Baginya ini sesuatu yang buruk. Bagaimana jika Haruka semakin jatuh cinta pada daiky dan daiky pun mulai jatuh hati pada Haruka?

" yaa, pada akhirnya aku tetap akan menjadi bagian yang terbuang" batinya.

Naoki menghela nafas kasar. Menjadi yang terbuang bukanlah hal yang baru baginya. Di buang oleh keluarga nya, di lupakan oleh ibunya dan di abaikan oleh ayahnya. Itu semua sudah terbiasa baginya.

tapi apa kali ini dia tetap harus menjadi bagian yang terbuang? apa kali ini dia tidak dapat memiliki sesuatu yang dia inginkan? apa dia harus kehilangan sesuatu itu untuk kesekian kalinya?

" kenapa dunia ini tidak adil?" gumamnya.

tidak ingin terus terlarut dalam lamunan nya semakin lama. Akhirnya Naoki memutuskan untuk mandi lalu kembali keluar rumah.

" Tante, kata mommy aku mau punya adik lagi loh! " ujar Asahi gembira.

Saat ini mereka sedang makan malam bersama. Di meja makan yang panjang itu hanya di isi oleh 5 orang. 4 orang dewasa dan satu anak kecil berusia 5 tahun.

" oh ya? Apa itu benar kak?" tanya Haruka pada kakak iparnya.

Hikari tersenyum lalu mengangguk mengiyakan " belum lama, baru 1 bulan" jawabnya " kamu kapan nyusul?" tanya Hikari.

Ekspresi Haruka yang tadinya terlihat gembira dengan kehamilan kakak iparnya itu tiba tiba berubah lesu kala Hikari bertanya balik padanya.

kapan nyusul? Jika bisa memilih tentunya dia ingin menyusul secepatnya. Tapi.... Tentu saja dia tidak bisa memilih hal itu. Apa lagi daiky tidak pernah menyentuhnya.

" secepatnya" jawab daiky sekenanya hanya untuk memutuskan topik tersebut " ngomong ngomong apa haruna tidak ada disini kak? Kemarin kata mama Haruna sedang disini" tanya daiky mengalihkan topik.

" tidak, Haruna sudah lama tidak kesini " jawab seto seadanya.

Adik perempuannya itu memang sudah lama tidak kesini. Kalo tidak salah sekitar 2 atau 3 bulan yang lalu lah. Mungkin adiknya itu sedang sibuk.

" yang benar kak? waktu itu mama bilang Haruna disini" ujar Haruka yang ikut merasa aneh karena Haruna tidak ada disini padahal jelas jelas orang tuanya

" untuk apa kakak bohong? paling dia membohongi mama dan papa padahal mungkin dia sedang bersama kekasihnya" ujar Seto yang memang dari dulu tahu kebiasaan adiknya yang suka membohongi orang tua mereka.

" iyaa mungkin" jawab Haruka juga tidak ingin ambil pusing. dia yakin adiknya pasti baik baik saja karena memang Haruna sering pergi dalam waktu beberapa hari dan tentunya memberikan alasan yang tidak benar pada ibunya.

" apa kalian tidak ingin mencari tahunya? takutnya terjadi sesuatu padanya" ujar daiky terlihat cemas.

" tidak perlu cemas, dia sudah terbiasa seperti itu" ujar Seto menenangkan.

Mereka menghabiskan makanan nya. Begitu makan malam selesai mereka sempat berbincang di ruang santai. setelah di rasa malam sudah larut barulah mereka kembali ke kamar.

" Haruka" panggil daiky terdengar serius.

" yaa?" jawab Haruka

" apa kamu tidak mencemaskan adik mu? " tanya nya " takutnya terjadi sesuatu dan kalian malah tidak tahu apapun" ujar daiky.

Haruka merasa aneh dengan sikap daiky. Kenapa daiky begitu mencemaskan adiknya? Biasanya juga daiky tidak pernah peduli dengan orang lain. apa lagi dengan Haruna yang notabene nya mereka tidak akrab.

" tidak, dia pasti baik Baik saja. jika terjadi sesuatu teman temannya pasti akan menghubungi kami" jawab Haruka.

" coba kamu hubungi" suruh daiky

Meskipun Haruka merasa heran dan aneh. tapi dia tetap menghubungi haruna. Cukup lama nada tunggu berbunyi hingga akhirnya panggil di jawab.

" *hallo kak*?" sapa Haruna di seberang sana

" hallo dek, kamu dimana?" tanya Haruka.

Haruka terus menatap daiky yang juga menatapnya. Haruka dapat menangkap raut cemas dan gelisah dari mata dan juga gerak gerik daiky.

" *aku sedang di rumah teman, kenapa memangnya kak? Tumben sekali menelpon*" tanya Haruna.

Haruka terkekeh pelan. yaa, mereka sangat jarang bertelepon. Ini juga karena daiky yang memintanya, jika tidak Haruka juga tidak akan melakukannya.

Bukan karena tidak akur, tapi untuk apa? tidak ada hal yang penting yang harus mereka bahas. apa lagi mereka tidak begitu akrab karena dunia mereka yang berbeda.

" tidak papa, kakak hanya ingin memastikan jika kamu baik baik saja. Soalnya kemarin kakak ke rumah mama katanya kamu sedang di rumah kak Seto. dan sekarang kata kak Seto kamu sudah lama tidak kesini" ujar Haruka

" oh yaa, aku berbohong sama mama, yaa seperti biasanya " jawab haruna sambil tertawa pelan.

1
euryzaa momeena
ceritanya bagus ka 😍
Clarissa19: terimakasih kk
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Clarissa19: Ok kk, terimakasih
total 1 replies
euryzaa momeena
😍
euryzaa momeena
🤭
Heni Mulyani
lanjut💪
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani: sama2👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!