NovelToon NovelToon
Murid Tengil, Kesayanganku

Murid Tengil, Kesayanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cintamanis / Komedi / Cintapertama
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Menjadi guru tampan dan memiliki karisma over power memang tidak mudah. Dialah Adimas Aditiya, guru muda yang menjadi wali kelas sebuah kelas yang anehnya terlalu hidup untuk disebut biasa.

Dan di sanalah Rani Jaya Almaira berada. Murid tengil, manis, jujur, dan heater abadi matematika. Setiap ucapannya terasa ringan, tapi pikirannya terlalu tajam untuk diabaikan. Tanpa sadar, justru dari gadis itulah Adimas belajar banyak hal yang tak pernah diajarkan di bangku kuliah keguruan.

Namun karena Rani pula, Adimas menemukan jalannya rumahnya dan makna cinta yang sebenarnya. Muridnya menjadi cintanya, lalu bagaimana dengan Elin, kekasih yang lebih dulu ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Saya Bukan Kucing

"Kamu tidak takut ya, Ran?" Adimas menopang dagunya, dengan mata menatap Rani dengan lekat.

"Takut? Saya takut cuma sama murka orang tua dan murka Allah saja, Mas." jawab Rani. Adimas mengangkat alisnya.

"Tuhan kayaknya sudah murka sama kamu, Ran. Bahkan sekarang saja masih pakai jas orang lain." Sindir lagi Adimas. Rani menghentikan matanya dan kini dia tatapkan pada Adimas.

"Iya kah?" Rani mengangkat alisnya. Adimas sejenak terdiam. Mata Rani yang bercahaya dan sudut bibirnya yang terangkat saat bertanya membuat Adimas kehilangan akalnya sejenak.

Tangan kirinya terulur, entah karena imannya yang masih setipis tisu atau karena hatinya yang mulai menautkan pilihan. Namun Adimas tetap mengulurkan tangannya dan menyentuh sudut bibir Rani.

"Ehem!" Seorang pria bertubuh tegap dengan wajah sangar di belakang Adimas sontak membuyarkan tingkahnya.

"Ingat umur!" sindir pria itu lagi. Adimas berdecak dan berdiri dari duduknya.

"David!" geramnya. David ternyata orang yang menjemput Rani tadi. Dia juga kakak angkat Elyra sekaligus kakak kandung Adimas.

"Iya, Di? Eh, Adi kok dipanggil Mas? Hahah..." Tawa David menggema, bahkan beberapa orang kini mulai memperhatikan mereka.

"Adinya kang Mas mungkin, Dang." jawab seorang pria lain, yaitu Yana Yatvan El-Ghifari. Dia adalah kakak dari David Anggara El-Ghifari dan kakak dari Adimas.

(Catatan nama panggilan: David Anggara disingkat Dadang, Yana Yatvan disingkat Yayat, dan kakak mereka ada satu lagi bernama Tamam El-Ghifari dengan nama panggilan Mamat.)

"Diam kalian, sana pergi atau kusantet online berjamaah kalian!" gereget Adimas. David dan Yana yang memang usil pada adiknya itu hanya tertawa saja dan mengacak rambut rapinya seraya pergi.

"Jaga tangan,"

"Jaga mata,"

"Jaga telinga,"

"Jagain tuh Rani, hahahah..." Keduanya bergantian. Adimas berdecak kesal dan Rani hanya tersenyum sembari menunduk sopan pada kedua orang itu.

"Mereka ada yang lajang nggak, Mas?" bisik Rani. Adimas sontak terkejut, bahkan matanya hampir melompat pada piring kosong di hadapannya.

"Masih kecil, belajar yang benar. Jangan dulu mikirin pacaran!" Adimas memberikan amanat. Rani mengerucutkan bibirnya.

"Dih, kali aja ada yang lajang. Kan Rani bisa tuh ditempelin ke tetangga, ada janda semok." gerutu Rani. Adimas langsung mengedipkan matanya beberapa kali. Dia baru menyadari dengan tingkahnya barusan. Apa dia cemburu?

Ah, nggak mungkin aku cemburu sama bocah tengil kayak dia. Ya ampun, apa yang aku lakukan? geregetnya lagi. Adimas menjambak rambutnya sendiri.

"Mas, kayaknya Mas harus rapikan dulu rambutnya deh." bisik Rani. Adimas mengangguk dan tanpa berucap apa pun lagi dia pergi meninggalkan Rani seorang diri.

Rani yang merasa jajaran tamu-tamu terhormat sudah memberi selamat semuanya, akhirnya maju. Dia juga membawa sebuah hadiah yang dibuat khusus olehnya.

"Selamat, Bang. Ditunggu kabar baik lainnya." canda Rani sambil menelungkupkan tangannya di dada pada Leon, dan matanya langsung berbinar tatkala bertemu dengan Elyra.

"Lyra!" Hampir setengah berteriak, lebih terkesan pekikan yang ditahan. Dia langsung memeluk Elyra, namun segera melepaskannya kembali dan merapikan kembali gaun Elyra dan bajunya.

"Kenapa baru sekarang sih? Foto dulu, yuk?" ajak Elyra. Mereka berselfie berdua.

"Ehem, HP dilarang masuk," ucap Leon sembari berdehem. Rani baru sadar dan kembali menyembunyikan ponselnya.

"Ini hadiah dari aku. Jangan suka makan mi ayam tengah malam, hahah..." ucap Rani. Elyra terkekeh dan memeluk Rani sekali lagi.

"Eh iya, sekarang udah punya roti sobek sendiri ya? Kalau lapar kan tinggal buka baju, hahah..." tawa lagi Rani. Elyra menjentikkan jarinya di kening Rani.

"Bener lagi, sobeknya menggoda loh, Ran." bisik Elyra. Rani membelalakkan matanya.

"Udah dites kekuatannya belum? Bagusan punya suamimu atau aktor Cina? Seksian yang mana?" gereget lagi Rani. Elyra tampak berpikir sejenak.

"Asia dan Eropa beda lah. Yang jelas suamiku itu paling Indomie deh." ucap Elyra lagi sambil cekikikan. Alhasil, pelaminan itu berubah dadakan jadi tempat rumpi.

"Indomie?" Leon tampak sedikit bingung.

"Seleraku," jawab Rani dan Elyra berbarengan. Leon mengangguk paham dan tersenyum lembut pada sang istri. Agaknya, bila mereka berdua diam dalam satu ruangan akan ada banyak produk yang memiliki makna lain dalam rumpian keduanya.

"Ehem!" Dari belakang Rani tampak ada Adimas dan rombongan keluarga El-Ghifari.

"Dim, tolong nanti bantu antar Rani ya?" ucap Leon. Adimas menatap Rani yang masih menggunakan jasnya dan kini rambutnya juga sudah rapi kembali.

"Iya, cepat jalannya. Udah mau sore ini." kode Adimas. Rani menghela napasnya kasar.

"Iya, Mas. Jadi calon suami kok sabarnya terus dibatasi limit gitu." gerutu Rani. Dia mengeluarkan hadiahnya dan memberikannya pada Elyra.

"Ciptaan baruku, limited edition, Ly." ucap Rani seraya memeluk Elyra sekali lagi dan meninggalkan pelaminan itu.

Setelah di bawah, Adimas juga ikut turun setelah memberikan hadiah serta selamat dan doanya. Rani terdiam sejenak, ada yang aneh dari gurunya itu tampaknya. Tapi Rani masih berpikir apa yang beda itu?

"Ayo, aku antar pulang," ucap Adimas. Rani mengangguk dan melangkah di belakang Adimas.

"Lama banget sih!" Adimas menggandeng tangan Rani. Jenis terusan yang dikenakan Rani memang membuat langkahnya jadi sedikit terhalang dan hanya berjalan seminimum mungkin.

Adimas membukakan pintu mobil untuk Rani, dan dia sendiri berlari menuju ke belakang kemudi. Untuk kedua kalinya Rani ada dalam mobil itu dan kurang dari 24 jam.

"Hadiahnya apa tadi?" tanya Adimas saat mobilnya sudah meninggalkan area vila.

"Cuma kenangan aja, dan sedikit modifikasi." ucap Rani. Adimas mengalihkan pandangannya dari jalan dan menatap Rani.

"Robot?" tanya Adimas. Rani tampak menghela napas.

"Iya, sedikit modifikasi pakai AI." jawab Rani. Adimas tertegun dan tak menyangka.

"Ran, kamu itu cerdas. Kenapa nggak berusaha lebih kuat untuk dapat PTN sekarang?" tanya Adimas. Rani menggeleng pelan.

"Nggak tahu, Mas. Kayaknya belum ada jodohnya aja sama PTN." jawab Rani. Bagi mereka yang akan ikut PTN memang sudah mulai mempersiapkan diri, mulai dari les tambahan bahkan latihan dasar untuk memasuki perguruan tinggi negeri.

"Rencana setelah sekolah mau apa?" tanya lagi Adimas. Rani tampak termenung sejenak.

"Mau jadi anak sholehah aja, hehehe..." Tak ada jawaban pasti dari Rani, namun senyuman Rani seolah tampak pedih.

"Oh ya, Mas. Mas berutang satu setengah nyawa pada saya ya?" ucap Rani. Adimas terdiam sejenak dan menepikan mobilnya ke sebuah bengkel.

"Kapan?" tanya Adimas. Dia mematikan mesin mobilnya dan hendak beranjak dari dalam mobil.

"Semalam dan tadi," jawab Rani. Dia menghentikan tangan Adimas hingga pria itu kembali diam.

"Mas, saya itu bukan kucing yang punya sembilan nyawa." Adimas tersenyum. Dia menyentuh lengan Rani mencoba menghentikan pergerakannya barusan. Wajahnya mendekat ke arah wajah Rani, bahkan napas pria itu kini sudah terasa menerpa wajah Rani. Adimas mengulas senyumnya lagi dan kian mendekat.

Ada yang tanya, kapan atuh ngadain lagi Giveaway aliyas GA?

Aman aja, nanti kita Adain setelah lebaran, khusus pembaca setia aja. Konsep GA nya seperti biasa, sakitu-kituna.

1 Novel kalo lulus 40 bab terbaik nanti GA nya ada buat 5 Pendukung teratas sama rata 10k

Ada juga buat pembaca teraktif, 25k satu orang. Soalnya Lixx baru comeback dari Hiatus ya..

TERUS ADA LAGI NIH YANG NANYA,

Kalo nanti novel ini lulus 40 bab terbaik otoke?

Ya aman, nanti aku kasih GA kaya yang di atas. Tapi kenapa aku bilang kemungkinan setelah lebaran? Soalnya kita penulis bertarung sama retensi cuy, dan aku yang baru bangun dari hibernasi ini sangat pesimis...

Terus gimana nih kalo lulus 40 bab terbaik dan kita dapat GA itu, cara ambil GA nya ke mana?

Kalian tinggal gedor GC Lixx yang mana aja, nanti kita transaksi disana oke?

Ada lagi yang nanya gimana kalo lulus 80 Bab terbaik? Alamak, aku gak tau, aku gak bisa nulis sampe bab sebanyak itu. Rasanya udah mumet gitu, tapi kalo masuk ya nanti aku tambahin lagi. Hoke? Aman ya.

1
Umi Zein
lucu dan unik nama singkatan nya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Umi Zein
duuh melting aku Rani yg diperlakukan gitu /Drool//Drool//Facepalm/
Umi Zein
diih maksaaaaa!😏🤣 tapi aku dukung 💪/Drool//Drool/
Miss Typo
sukurin tuh Hanan makanya jangan macam², jangan berani deketin lagi calon istri Adimas 😁
Miss Typo
bukan kaya oli, emang sayurnya pakai oli
Ya Allah malam² ngajak ditahan sambil batuk² 🤣🤣🤣
dasar Aryaaaaa astaghfirullah 🤣
LIXX: wkwkwk 🤣bisa gitu
total 2 replies
Miss Typo
rubah penampilan mu Dimas
Miss Typo: berarti tenang 🤣
total 4 replies
Miss Typo
aku ikut senyam senyum ikut bahagia kayak Adimas 😁
pingin denger cerita Rani, yg ayah nya menjodohkan Rani sampai nangis gitu.
apa ibu nya Rani gak cerai dan jadi satu sama istri muda suaminya, kalau benar gak rela bgt aku.

dah 3 bab tapi masih kurang rasanya 😁
Miss Typo: asiap di tunggu thor 👍😁
total 2 replies
Miss Typo
tetap semangat thor 💪🥰
LIXX: oke😘😘
total 1 replies
Miss Typo
Adimas kayak Gilang sama jodohnya 🤣
tetap ngakak walaupun mirip Gilang, tapi ngakak nya di tahan sampe perut sakit, mlm² di kira mba Kunti kalau ngakak 🫢
Miss Typo: komenku typo 😭
total 2 replies
vita
bagus ceritanya
Vie
waduh... dia jadi "pemborong" ternyata... tampan2 kok "pemborong" sih 🤭🤭🤭🤭
Vie
itu udah bagian dari takdir kamu, karena kamu juga sama somplaknya sama dia.... jadi biar hidupmu selalu ceria karena dikelilingi orangrang2 yang ceria.... 🤭🤭🤭🤭
Vie
aku ikutan greget juga ih... pengen ikutan juga sama lyra bejek2 tuh ayah sama jalangnya..... 😤😤😤
Vie
aku sebenarnya udah curiga saat tau ayahnya Rani kerja teeus jarang pulang, hanya kirim uang saja. mana ada soerang laki2 dwwasa yang sudah berumahtangga bisa kuat saat jauh dari istrinya....
Vie
sebelum menjadi imam maaa depan, kamu harus terbiaaa dwngan imam maaa sekarang dulu dong adimas.... gimana sih kamu tuh... 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
LIXX: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Pᴀɴɢᴇʀᴀɴ Kᴇ-7
bagus soundtrack nya ly
LIXX: o makacih kang dadang😘
total 1 replies
Miss Typo
selama 4 thn itu ada cerita wok yg ngejar² Rani gak ya? atau mlh Kyun yg jatuh cinta ke Rani 😁
Miss Typo: makin penasaran nih jadinya 😁
total 2 replies
Miss Typo
mau baca cerita Elyra kok takut nyesek nangis terus 🙈
kayaknya banyak mengandung bawang
LIXX: gak ada,
total 1 replies
Miss Typo
hajar tuh ibu tiri Rani semangat Elyra go go go 🤣
Miss Typo
aku ikut emosi melihat papa nya Rani
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!