Desa ujung pandang kembali di hebohkan dengan mayat yang hilang dari dalam kuburan, namun sebagian orang menyangkal bahwa itu karena sudah lama di kuburkan sehingga jasad mereka sudah habis di makan tanah.
Namun sebagian lagi mengatakan bahwa itu memang di curi orang, semua ini berawal karena secara tidak sengaja seekor anjing menggali kuburan dan mereka melihat bahwa di dalam itu sudah tidak ada lagi mayat nya.
Kemana kah mayat itu pergi?
mungkin kah mayat itu memang di curi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11. Kayu jatuh
Asap kembali terlihat di area kuburan desa ujung pandang Karena sekarang kembali ada yang berjaga di dekat makam Sintia karena mereka tidak mau bila kuburan wanita hamil itu sampai di bongkar oleh para penjahat, sebenarnya untuk wanita yang mati karena melahirkan memang di jaga oleh mereka semua selama tujuh hari tujuh malam.
Tapi mungkin bila Sintia tidak hanya membutuhkan waktu sebentar seperti itu saja karena kuburan lama saja masih tetap di bongkar oleh para pelaku itu, jadi tidak mungkin makam ini akan aman sampai kapan saja karena kuburan itu sudah sangat lama tapi masih tetap saja dibongkar oleh para pelaku.
Entah sampai kapan mereka harus menjaga kuburan Sintia namun yang jelas mereka tidak akan menyerah begitu saja untuk menemani Yose, bila mereka tidak menemani maka sudah pasti dia akan berjaga sendiri di kuburan sang istri karena jelas Yose juga menyimpan rasa takut bila para pelaku pencurian mayat akan bergerak mencuri mayat Sintia.
Untuk sekarang memang harus di jaga sepenuh hati dan jangan sampai lengah walau mereka malam juga masih harus tidur, cara bergantian mereka menunggu giliran itu tiba dan kemudian bila ada yang tertidur maka salah satu ada juga yang berjaga agar tidak kecolongan lagi seperti mayat Tofa yang sudah cukup lama di dalam tanah.
"Jadi kalian sudah sempat menemui Purnama untuk meminta tolong kepada dia?" Yose bertanya kepada Ahmad.
"Sudah kok, insya Allah nanti akan datang Arya sama adik dia yang satu lagi." Ahmad agak lupa dengan nama Nolan.
"Nolan nama nya, mungkin sebentar lagi beliau akan datang untuk menemani kita karena yang di desa mereka sendiri akan di urus oleh Purnama." Davin segera duduk di dekat mereka berdua.
"Sebenarnya apa yang di inginkan oleh pelaku ini sehingga dia sampai tega membongkar kuburan seperti itu?" Yose bertanya dengan suara serak karena dia masih belum melepaskan rasa sedih dan terus menangis sejak tadi.
"Kata Mbak Purnama kalau bukan untuk pesugihan maka untuk ilmu hitam." jawab Andi.
"Ya Allah kenapa ada saja tingkah manusia seperti itu." keluh Yose.
"Entah lah, kadang aku merasa seluruh isi dunia ini seakan mau gila." Ahmad menarik nafas panjang dan dia duduk bersandar di dekat pohon kamboja.
Yose mengangguk karena dia setuju dengan ucapan Ahmad barusan bahwa dunia kadang tidak memikirkan perasaan orang lain, yang tertindas akan semakin tertindas bila tidak berani melakukan perubahan seorang diri dan yang kuat akan semakin kuat karena dia sudah mendapatkan kekuasaan di dalam hidup ini sehingga semakin semena-mena saja.
"Nah itu Mas Arya!" Lutfi menunjuk seorang pria tampan yang baru saja mendatangi kuburan ini.
"Kalian diam saja dulu bagian sini karena aku melihat yang bagian sana untuk berpatroli." Arya langsung berkata demikian kepada mereka.
"Ayo aku temani." Davin langsung berdiri karena dia ingin menemani Arya.
"Kalian di sini saja dan jangan sampai lengah karena kita juga tidak tahu mereka mungkin sedang mengintai kita." pesan Arya kepada yang lain.
"Iya, Mas!" angguk Yose patuh saja.
"Nanti bila ada yang aneh segera chat kami saja biar kami juga mendatangi tempat itu." ujar Ahmad karena dia ingin membantu Arya dan yang lain.
Arya mengangguk setuju dan mereka berdua segera meninggalkan Arya perkuburan milik Sintia ini, sebab kuburan yang ada di desa ujung pandang memang cukup luas sehingga tidak mungkin hanya menunggu di bagian sini saja tanpa memperhatikan kuburan lain, bisa saja pelaku itu sedang menggali kuburan yang ada di bagian lain karena tidak ada yang melihat daerah sana.
"Kok walau mereka semua sudah meninggal dunia tapi kesan horor tetap saja ada kalau di kuburan seperti ini ya." Andi mengusap lengan dia yang terasa dingin.
"Ya namanya juga kuburan sehingga sudah pasti ada kesan seram." Ahmad menjawab sambil menghisap rokok.
"Mad, bila nanti semua sudah membaik tolong ajari aku agar bisa melupakan rasa sakit ini." Yose menatap Ahmad penuh harap.
"Kau berharap apa kepada ku? bahkan sampai saat ini aku tidak pernah bisa melupakan Tina!" Ahmad tersenyum kecut.
"Bila emang sudah cinta mana mungkin bisa lupa, Bang! lihat saja itu Arya yang sampai saat ini masih tetap menjadi duda karena dia tidak ingin menikah lagi." Andi ikut menjawab ucapan Yose tadi.
Yose menunduk dan bila sudah seperti ini maka air mata dia jatuh bercucuran membasahi pipi, wajar saja karena baru kemarin Sintia meninggal dunia sehingga rasa duka yang timbul di dalam hati ini masih begitu membara dan tidak bisa padam begitu saja, memang bila dipikir Arya adalah salah satu contoh ketika dia sudah di tinggal oleh Fatma.
"Bila memang kita mencintai dia dengan sangat tulus maka tidak mungkin bisa melupakan begitu saja." Ahmad berkata lirik dan merangkul pundak Yose.
"Aku merasa sudah tidak sanggup ingin menjalani ini semua." keluh Yose dengan nafas memburu.
"Benar sekali, untuk awal seperti ini maka terasa begitu berat dan selalu terbayang bagaimana ketika dia tersenyum kepada kita." Ahmad mengangguk karena dia juga mengalami hal itu.
"Aku sampai seperti orang gila seharian tadi, seolah tidak percaya dengan kematian Sintia dan aku terus mencari dia ke sana kemari untuk membuktikan bahwa dia memang sudah meninggal dunia." Yose semakin deras menangis.
Bruuuaaaaak.
"SETAAAAAN, ADUH SETAN INI KOK DATANG SEKARANG." Lutfi yang sedang menangis karena mendengar cerita Yose jadi berlari ketakutan.
"Apa lah, itu kayu ambruk saja loh." Ahmad cepat menghidupkan senter karena takut ada masalah.
Ternyata memang benar bahwa itu hanya ranting yang patah namun ukuran ranting cukup besar sehingga menimbulkan suara yang begitu kencang, di antara mereka semua memang hanya Lutfi yang penakut dan dia selalu menjadi makanan para teman untuk di suruh ke sana kemari Karena rasa takut yang timbul dalam hati dia sangat besar.
"Kau ini yang membuat tambah kaget aja karena sejak tadi diam tapi terus bergerak saat mendengar suara." Andi memarahi Lutfi.
"Ya gimana lagi namanya juga orang sedang kaget kok malah tidak boleh." Lutfi menggerutu kesal.
"Maka nya kau jadi orang jangan penakut." Ahmad juga ikut memarahi.
Ahmad dan Andi segera bergerak untuk menyingkirkan dahan yang lapuk jatuh dari atas itu agar tidak merusak kuburan yang ada di bawah, pokoknya mereka selalu menjaga kuburan berbagai macam cara agar tidak ada yang berani untuk melakukan kejahatan lagi di desa mereka ini walau sambil harus menahan rasa takut juga.
Selamat sore besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
musuh licik tp purnama bisa lebih licik👻
takut bgt aku klo musuhnya adalah orang yg di kenal ky Nino dulu🙁