NovelToon NovelToon
Merayu Grand Duke Paling Kejam

Merayu Grand Duke Paling Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Kultivator setengah abadi Yan Biluo harus hidup sebagai Beatrice Nuo Vassal, karakter kecil dalam novel erotika yang seharusnya mati di awal cerita. Karena hal ini, ia pun merayu tunangan lisannya—Estevan De Carlitos, Grand Duke paling kejam dalam cerita tersebut.

Tujuannya sederhana—memperbaiki plot yang berantakan sambil terus merayu tunangannya yang tampan. Namun semuanya berubah saat tokoh utama antagonis tiba-tiba saja meninggal. Sejak itu, fragmen ingatan asing dan mimpi-mimpi gelap mulai menghantuinya tanpa henti.

Beatrice mengira tidur dengan tunangan tampannya sudah cukup untuk menikmati hidup sampai akhir cerita. Namun ia malah terseret dalam emosi, ingatan, dan trauma dari pemilik tubuh aslinya.

Apakah dunia ini benar-benar hanya novel?

Atau sebenarnya ia sedang menghidupi tragedi yang pernah dialami oleh karakter yang ia gantikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obat Apa?

Marionne kembali menatap Beatrice yang bersiap naik ke kamar. “Setelah makan, dokter keluarga akan datang memeriksamu. Ibu hanya bisa benar-benar tenang setelah memastikan kondisimu baik-baik saja."

“Bu, aku tahu,” jawab Beatrice sambil tersenyum kecil. “Aku kan bilang, aku masih bisa mengalahkan seekor sapi. Aku baik-baik saja.”

“Kamu ini, Nak!” Marionne menghela napas, tapi senyumnya muncul. “Sudahlah, cepat naik dan mandi air hangat. Jangan sampai masuk angin.”

Beatrice akhirnya kembali ke kamarnya dan membersihkan diri. Erica membantu mengeringkan rambut halusnya dengan handuk hangat.

Kamar Beatrice di lantai dua adalah kamar paling luas di kastil. Setelah rambutnya kering, Erica turun ke dapur dan kembali dengan nampan berisi makanan.

“Nona, dokter keluarga sudah datang,” lapornya ketika meletakkan hidangan.

“Di mana dia?”

“Masih di bawah, mengobrol dengan Nyonya Duchess.”

“Kalau begitu, biarkan aku makan dulu.”

Erica mengangguk. “Nyonya Duchess mengatakan hal yang sama.”

Beatrice makan dengan santai. Tidak lama kemudian, pintu kamar diketuk pelan dan dokter keluarga—Zidyan, pria paruh baya dengan rambut yang disisir rapi, masuk bersama Marionne.

Zidyan memeriksa kondisi Beatrice dengan seksama. “Kondisi Lady Tricia baik-baik saja, Nyonya Duchess,” katanya. “Tidak ada gejala sisa.”

Marionne mengangguk lega, lalu bertanya, “Bagaimana dengan kondisi lainnya? Seperti … kesuburan, dan masalah hubungan intim?”

Zidyan, seperti biasa, tidak menunjukkan rasa canggung sedikit pun. “Untuk itu, kondisinya juga baik. Tubuh Lady Tricia sehat. Hanya saja ...” Ia menatap Beatrice dengan lembut. “Nona, apakah hari ini Anda melakukan hal tersebut?”

Wajah Beatrice memerah. Tidak ada alasan untuk berbohong. Apalagi melihat ibunya menatapnya dengan mata membesar, jelas kaget dan ingin tahu.

“Aku … melakukannya,” jawab Beatrice lirih, hampir seperti bisikan.

Marionne tertegun. Ia mungkin sudah menduga dengan siapa putrinya berhubungan, tetapi tetap saja sulit membayangkan Grand Duke Carlitos—pria dingin, tak tersentuh wanita dan terkenal menjaga batasan—melakukan itu sebelum menikah.

“Apakah ada yang salah dengan itu?” Marionne bertanya hati-hati pada Zidyan.

“Tidak, Nyonya,” jawab dokter itu tenang. “Hanya saja tolong kurangi intensitasnya untuk sementara. Lady Tricia baru saja pulih total beberapa waktu lalu dan tubuhnya masih menyesuaikan diri. Setelah benar-benar pulih, tidak akan ada masalah.”

Marionne terdiam sejenak. Ia mengerti maksudnya. Itu berarti Beatrice dan Estevan tampaknya sangat bersemangat. Bahkan mungkin cukup lama.

Beatrice ingin menenggelamkan wajahnya ke bantal. Dia benar-benar malu!

Di sisi lain, Marionne sebenarnya senang. Estevan jelas pria kuat dan putrinya—meski polos—ternyata tahu cara menyenangkan pasangannya. Namun, kegembiraan itu bercampur kekhawatiran mengenai kesehatan Beatrice yang baru pulih.

Setelah dokter keluarga meninggalkan kamar, Marionne memanfaatkan momen itu untuk bertanya lebih jauh.

“Sudahkah kamu minum obat?” tanyanya pelan namun tegas.

“Obat apa?” Beatrice memiringkan kepala, bingung.

“Kamu ini, gadis …” Marionne menepuk dahinya sendiri. “Tentu saja obat agar kamu tidak hamil. Kamu masih terlalu muda. Dan kalian bahkan belum menikah.”

Beatrice memerah seketika. “Aku … aku tidak meminumnya. Tidak mungkin hamil secepat itu, kan? Kami hanya melakukannya satu kali.”

Marionne menatap putrinya lama. “Hanya satu kali, tapi keluarnya berkali-kali, kan?”

Beatrice membeku.

Marionne sama sekali tidak canggung membahas hal-hal seperti itu dengan putrinya. “Jangan malu. Kita sama-sama wanita dan kamu harus tahu banyak hal."

“Bu—” Beatrice menutup wajahnya, tidak sanggup menghadapi ini.

Namun Marionne tetap lanjut. “Nanti ibu akan memberimu beberapa buku. Pelajari baik-baik. Kalau pasanganmu puas, dia tidak akan pernah berpaling darimu”

“Baiklah, Bu. Aku tahu …” Beatrice menyerah.

Marionne mengerling penasaran. “Jadi? Miliknya besar dan panjang? Tidak heran keluarnya berkali-kali.”

Beatrice ingin pingsan saat itu juga. Ibu macam apa yang lebih vulgar daripada anaknya sendiri? Sementara itu, Erica hanya menahan tawa, pundaknya bergetar.

Marionne lalu meminta Erica untuk membuat sup anti-kehamilan secara diam-diam. Setelah itu, ia sendiri pergi sebentar—dan kembali sambil membawa setumpuk buku tebal dan mencurigakan.

Ia meletakkannya di atas tempat tidur, seolah mempersembahkan harta karun gelap.

“Ini semua buku bagus. Ayahmu tidak tahu soal ini, dan jangan sampai tahu. Anggap ini … ilmu pengetahuan wanita.”

Pipi Marionne memerah. Meski sudah melahirkan tiga anak, ia terlihat seperti wanita yang tetap awet muda dan elegan. Setelah mengobrol sebentar dan memberi sejumlah nasihat yang membuat Beatrice hampir kabur, Marionne akhirnya pergi.

Beatrice memelototi tumpukan itu. “Ayah pasti tahu …” gumamnya. “Dia hanya pura-pura tidak tahu.”

Ia membuka salah satu buku secara acak.

Tiga detik kemudian, matanya membelalak. “Rahasia Pria untuk Tetap Setia? Serius? Buku seperti ini ada di akhir abad pertengahan Eropa?”

Ia buru-buru menutupnya. Isi buku itu jelas bukan untuk anak-anak. “Di mana aku harus menyimpan ini?”

Sebelum Erica kembali, Beatrice langsung mendorong semua buku itu ke dalam kotak penyimpanan di bawah ranjangnya. Begitu semuanya aman, Erica muncul sambil membawa mangkuk sup serta beberapa camilan manis.

“Nona, minumlah selagi hangat.”

“Ya,” jawab Beatrice pelan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di sisi lain, Terrence kembali ke Kastil Sonova. Di lorong utama yang diterangi lampu minyak, ia hampir menabrak sosok kakaknya yang baru saja keluar dari ruangan lain.

“Saudaraku! Saudaraku!” serunya

Vermont De Carlitos, putra sulung keluarga Duke Sonova, seperti biasa selalu berwajah serius. Rambut peraknya yang sedikit panjang tergantung rapi di belakang bahu. Sedangkan kacamata bening yang dipakainya membuat ia terlihat seperti kutu buku. Pria itu melihat adiknya seraya memikirkan sesuatu.

Terrence tentu saja tidak menyadari tatapan penuh perhitungan kakaknya sama sekali. Ada hal penting yang harus ia laporkan. “Kakak, apakah kamu sudah mendengar informasinya?”

“Ada apa?” Vermont menjawab, jelas belum mengetahui apa pun yang terjadi di luar kastil.

“Drex sudah memasuki perbatasan! Bukan hanya satu tapi banyak!"

Ekspresi Vermont akhirnya berubah. Ia mengangguk perlahan dan dengan sabar menunggu penjelasan lebih lanjut dari adiknya.

“Duke Vassal pasti sudah berangkat membantu sepupu dan yang lainnya,” lanjut Terrence.

Vermont berpikir sejenak sebelum akhirnya berkata, tenang seperti biasa, “Kalau begitu, aku juga harus pergi membantu mereka. Ayah mungkin akan ikut bergerak. Untuk sekarang, masuklah dulu.”

Terrence mengikutinya ke ruang kerja. Tumpukan berkas menjulang seperti menara kecil di atas meja panjang. Lentera yang tergantung masih menyala terang.

“Kenapa kamu membawaku ke sini?” Terrence bertanya curiga.

“Karena saat aku dan Ayah pergi, kamu harus membantuku menyortir laporan-laporan itu.”

Terrence memandang berkas-berkas itu seperti melihat gunung yang siap runtuh di kepalanya. “Kakak … keahlianku menghitung uang, bukan menyortir laporan pasukan.”

“Tidak ada bedanya,” jawab Vermont ringan sambil merapikan sarung tangannya. “Lakukan saja. Kalau ada kesalahan, aku akan memeriksanya lagi nanti.”

Setelah mengatakan itu, Vermont melangkah keluar tanpa beban atau rasa bersalah. Terrence menghembuskan napas panjang, menatap tumpukan berkas dengan ngeri.

Dasar kakak yang menyebalkan, gerutunya dalam hati.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
sambua
ya ampun 😂😂
sambua
mungkinkah mereka berdua itu??
sambua
masa' gitu ajah paula meninggoy nya thor😂
Sonya Kapahang
Ya ampun ini si Erica bener² cocok bgt klo disuruh nyari informasi gosip.. udh mcm admin akun lambe²an 🤣🤣🤣🤣🤣
Sonya Kapahang
asli, ga elit bgt Putra Mahkota calon Kaisar tidur sm cewek di semak².. Mana ngaku lagi ke Estevan 🤣🤣🤣🤣🤣
sambua
pdhl udh 2bab tapi knp berasa kurang yaa😭/Facepalm/
Author Risa Jey: Namanya juga baca 😄. Padahal seribu kata lebih per bab nya /Smile/
total 1 replies
sambua
astaga Alicia 🫣😂😂
sambua
duh ya ampun kyak ga ada tempat yg lebih estetik apa ya julio tpi krn keadaan gpp lah ya/Facepalm//Facepalm/
Author Risa Jey: Di hutan gak ada tempat yang bagus selain rumput dan pohon/Sweat/. Ini gak kayak di komik-komik yang bisa nyari gua? ehem! /Hammer/
total 1 replies
sambua
untung aja putra mahkota bisa membuat tuh ulet Keket tak bergerak
Author Risa Jey: entar juga meninggoy ... /Grievance/
total 1 replies
sambua
cih menjijikkan sekali nih org
sambua
astaga nih manusia satu bisa2 nya mau perkaos putra mahkota 😤😂
Dian WRP
bagus
Author Risa Jey: Terima kasih sudah memberikan penilaian, sayang ... selamat membaca 🤭
total 1 replies
sambua
paula kah itu? atau suster2 itu? entah lah
sambua: kak othoorr main nya tebak2an mulu😂
total 2 replies
sambua
mau ngakak tapi gmn ya,,,masa putra mahkota diperkosa astaga /Silent//Facepalm/
Author Risa Jey: Putra mahkota juga manusia /Hey/
total 1 replies
sambua
semoga putra mahkota bsa sampai atas dg selamat ya
sambua
😂😂😂😂
sambua
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
sambua
bener2 yaa si Evan maniak sekali Klo udah soal urusan asik2🫣😂😂😂
sambua
nubuat apa thoor?
Author Risa Jey: nubuat artinya ramalan /Smile/
total 1 replies
sambua
kalo putra mahkota udh ngerasain rasa nya knpa di kasih tau lagi Evan 🤣🤣
Author Risa Jey: Siapa tahu rasanya beda, kan?😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!