NovelToon NovelToon
AJIAN PEMIKAT NYAI RONGGENG

AJIAN PEMIKAT NYAI RONGGENG

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Roh Supernatural / Pelakor jahat / Saling selingkuh / Romansa pedesaan
Popularitas:34.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.

Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).

Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teror

Rama mengendarai motornya dengan laju, dan ia harus bersiap membawa Reva sore ini ke sebuah hotel melati yang ada dipinggiran kota, dan mereka berjumlah tiga orang, dan akan membayar sebesar empat juta, sebagai tambahan dari yang sudah disepakati.

Tiba-tiba saja, saat ia melintasi jalanan yang sepi, sebuah pedati melintas ditengah jalan, dan membuat Rama tersentak kaget, hingga motor yang ditumpanginya oleng kekiri, dan...,

Braaaaak

Rama terjatuh dijalanan, dan membuatnya meringis kesakitan. "Sial!" makinya dengan kesal, lalu menoleh ke arah sekelilingnya, dan tidak menemukan apapun, hanya saja bulu kuduknya meremang.

"Apaan, sih?" ia menyapu tengkuknya. Semua terlihat sepi, hingga ia melihat seseorang melintas dari arah depan.

"Kamu kenapa, Ram?" tanya Jono dengan rasa penasaran, lalu membantunya untuk bangkit.

"Anu, Bang. Tadi tiba-tiba ada pedati melintas, tapi kok gak ada, ya?" tanyanya dengan rasa bingung. Ia melihat le sekeliling pohon sawit, tak ada jejak orang yang menggunakan roda pedati.

"Kamu ngelindur kali. Mana ada zaman sekarang dikampung kita orang pakai pedati, semua sudah pakai motor Kaisar (Jenis kendaran roda tiga yang biasa dipakai untuk mengangkat barang). Itu pedati adanya zaman Belanda," sahut Jono, lalu menarik motor Rama, dan menegakkannya.

"Lha, iya. Tadi aku liat seorang Meneer Belanda pakai pakaian putih dan membawa hasil panen daun tembakau," sahut Rama, ia mengingat jelas dengan apa yang dilihatnya.

Jono menatapnya sembari terpingkal. "Ram, Rama. Kamu ini sepertinya halusinasi, apalagi abis kebentur, sini ku periksa kepalamu, mana tau ada yang retak." celoteh Jono, sembari memeriksa kepala Rama.

"Beneran, Lho, Bang." Rama bersikeras dengan apa yang dilihatnya.

"Ah, ngawur kamu." sanggah Jono tak percaya. "Kamu sebenarnya darimana?" kali ini ia ingin tahu musabab Rama sampai bisa kecelakaan.

"Dari rumah Kiara." ucapnya keceplosan.

"Hah?! Kiara? Kamu dari sana? Apa jangan-jangan kamu ngikut jejak si Tarman, ya? Nyangkul sawahnya Kiara?" desak Jono dengan penuh penekanan.

"Apaan, sih, Bang? Aku cuma main doang," kilahnya.

"Bohong. Pasti kamu sudah nyicipi apem Kiara, kan? Emang seenak apa, sih? Sampai kalian rela mengeluarkan uang banyak. Lihat tuh, Pak Tarman, sampai diciduk KPK, karena dana yang ditelusuri masuk ke rekening Kiara,"

Rama tersentak kaget. Ia tahu jika Tarman mentransfer uang ke kerekening Kiara, tetapi siapa sangka jika harus berurusan dengan KPK.

"Beberan apa kreditan, Bang?"

"Iya, dia sudah dibawa ke kantor Polisi," sahut Jono membenarkan. "Ya, sudahlah, saya masih ada urusan, saya pergi dulu." Jono terlihat terburu-buru, lalu berpamitan untuk pergi.

Sedangkan Rama sendiri, masih merasa bingung dengan apa yang baru saja dialaminya.

"Semoga saja aku hanya berhalusinasi," gumamnya dengan lirih, lalu melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah sang mertua.

Tak berselang lama, ia tiba didepan rumah, lalu mencari sang istri, dan ia yakini pasti sudah bersiap, sebab mereka berjanji sore ini akan pergi keluar menemui pelanggan baru yang akan memyewa jasa Reva.

Saat ia masuk ke dalam teras, tiba-tiba ia mengendus aroma melati yang cukup kuat, dan aromanya semakin menusuk ke hidungnya.

"Kenapa aroma melati yang dimiliki oleh Kiara ada dirumah? Apakah Kiara datang lemari? Tetapi lewat mana?" gumamnya dengan lirih, lalu melangkah masuk ke dalam rumah.

Saat bersamaan, ia melihat seseorang yang melintas ke arah dapur. Tubuhnya sangat menggoda. Dua bukit kembar yang membusung tinggi, bongkahan bokong yang semok, dan pinggang ramping dengan paduan pinggul yang lebar, membuatnya sangat begitu menggairahkan.

Akan tetapi, gadis itu mengenakan kemben berwarna hijau, dipadu dengan kain jarik bermotif lintah dengan warna coklat tua.

"Kiara? Ah, dia memang ingin memberiku kejutan." ucapnya dengan nada riang. Ia celingukan memperhatiakn sekelilingnya,

Saat melihat rumah sangat sepi, Rama berjalan dengan cepat.

Ia tiba didapur, dan melihat gadis itu berdiri memunggunginya, dan tanpa menunggu lama, ia menyergap tubuh bohai tersebut dengan dekapan penuh hasrat.

"Sayang. Kenapa kamu gak bilang kalau masih mau bercinta?" Rama mendaratkan kecupannya dileher sang gadis, dan itu lalukan cukup bringas.

"Lepasin!" suara hardikan itu cukup kuat, hingga membuat Rama tersentak, dan melepaskan dekapannya.

Plaaaak

Sebuah tamparan mendarat dipipinya dengan cukup kuat.

"Mamak?!" ucapnya dengan nada kebingungan, saat ia mendapati Juleha--ibu mertuanya sudah berdiri menatapnya dengan geram.

"Dasar menantu kurang ajar! Mamak mertuamu sendiri mau lau embat--Hah?!" ucapnya dengan amarah yang meledak.

Rama kembali kebingungan, dan ia benar melihat jika tadi adalah Kiara, tetapi mengapa sekarang berubah menjadi ibu mertuanya?

Juleha mengomel, dan kali ini ia menjewer telinga Rama hingga terasa panas, dan merasa belum puas, ia pergi ke kamar, lalu mengambil pakaian menantu laki-lakunya, dan melemparkannya begitu saja.

"Pergi! Pergi dari rumah ini!" ucapnya dengan nada penekanan. "Dasar gak tau diri!" Juleha meraih sapu dan berniat hendak menghamtam Rama, tetapi pria itu berhasil menghindar, dan memilih leluar dari rumah.

Juleha mengejarnya hingga ke depan rumah, dan Rama memilih mengendarai motornya dan pergi dengan cepat.

"Pergi! Jangan lagi datang ke rumah ini. Dasarenantu sampah!" makinya dengan kasar, dan membuat ia meluapkan segala kekesalannya.

Ditengah amarahnya, Reva pulang dengan mengendarai motor butut, dan itu sisa yang ia punya. "Ada apa, Mak?" tanya Reva dengan rasa penasaran.

"Kamu lagi! Sudah tau mau Maghrib, keluyiran dijalanan! Apa gak mikir kamu baru keguguran?!" kali ini ia melampiaskannya pada Reva.

"Lha, kok, marah?" Reva kebingungan dengan sikap ibunya.

Juleha yang tak ingin puterinya memgetahui apa yang terjadi, membuatnya memilih diam, dan masuk ke rumah.

Sementara itu, Rama masih mengendarai motornya tanpa arah. Ia masih bingung dengan apa yang terjadi padanya. Hingga tanpa sadar, waktu Maghrib telah tiba.

Suasana mulai terlihat remang-remang, dan hingga tanpa sadar ia sudah berada diperkebunan tembakau, sebuah jarak yang dekat dengan pemakaman Nyai Punden Ronggeng, tempat dimana sosok yang dianggap mistis itu bersemayam.

Rama menghentikan motornya. Lalu berjalan ke arah perkebunan tembakau, entah apa yang dicarinya disana, seolah ada yang menuntunnya kesana, dan semakin lama, ia semakin jauh masuk ke dalam perkebunan.

Perlahan ia mendengar suara gamelan yang ditabuh, dan aroma melati yang cukup kuat terendus dihidungnya.

"Kenapa ada suara gamelan?" ucapnya dengan nada penasaran, dan terus masuk ke dalam perkebunan.

Ia menyibak daun tembakau yang berukuran sangat lebar dan juga subur, lalu mengikuti arah suara yang seolah memanggilnya, alunan musik yang terdengar aneh baginya.

Semakin ia masuk ke dalam perkebunan, maka semakin remang dan mulai gelap.

Hingga ia melihat seorang wanita cantik sedang menari ronggeng dengan gerakan pinggul yang menggoda, tetapi tidak ada penabuh gamelan, hanya suaranya saja yang terdengar nyaring.

"Hah, siapa, Dia?" gumamnya lirih, tetapi sesuatu terjadi tanpa diduga, kedua mata gadis yang tadinya berwajah cantik, mendadak berwarna merah menyala.

1
Nurr Tika
ki wage bukan lawanya
Arinda Fira
Dari selingkuh jadi pembunuh
Arinda Fira
astaga rama, dapat yang setia malah cari barang murah
🌹Widian,🧕🧕🌹
gimana buat menghindari dari peletnya Kiara, kan kasihan pak kades jadi begitu ?
FiaNasa
kau ini fitnah saja Lo tin,,kan jadi Ken tempeleng si Wegom alias Wewe gombel🤣🤣sabar ya wegom🤣
Titik wildan
belum ada yg bisa menghentikan nyi ronggeng,yg di kira akan bantuin kiara ternyata belum nongol lagi,malah jauh
Nurr Tika
lanjut thor
FiaNasa
pasti Reno nasibnya sama kek Rama,,itu dipanggil NYI ronggeng buat dibunuh lalu mayatnya ditaruh di bekas galian kubur itu
FiaNasa
itu rudalnya si Reno mau lepas landas beidah😄😄😄
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lhaha kadi kok g bisa lihat trus piye
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
ahhh trus piye jal
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
hahh reno meningal lagi knp malh smkin bnyk korbanya ini mah lrbih dr gila
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
hahhhh pie sih mlh dadi kebalik
Tini Nurhenti
/Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm/
Desyi Alawiyah
Hadeehhh Jhon-Jhon... ☺☺
Desyi Alawiyah
Sawan Kiara... 😮
neni nuraeni
jgn smpai ya si Jhony jdi korbanya lagi,,, jgn smpai deh ada korban lagi
kinoy
aaahhh..payah ah .lemah si jhony mah..g kuat iman eunk
Nurr Tika
kiara ntar tabur tuai loh
Desyi Alawiyah
Owalah, kembali ke Kiara yah, kirain 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!