{Area khusus dewasa}
"Saya mohon tolong lepaskan saya, saya mohon." Permintaan wanita itu dengan suara lirih memohon pada pria itu.
"Tidak bisa,hanya kamu yang bisa melakukannya, sampai kapanpun kamu tak akan bisa pergi."ucap pria itu dengan nada serius.
"Tapi kenapa harus saya, masih banyak wanita lain yang mau dengan Anda."
Wanita itu semakin ketakutan, setelah Apa yang dilakukan oleh pria itu.Berharap mampu bisa menghindarinya, tapi tetap saja tak bisa dia hindari ketika ambisi dari pria itu begitu besar terhadap dirinya.
Apakah nantinya dirinya akan menerima kehadiran pria itu atau dirinya lebih memilih untuk pergi dari kehidupannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bicara empat mata ~
Di tempat lain
"Apa kamu yakin ,ini alamat dari wanita itu?" Tanya pria itu lagi yang masih bertanya.
"Iya tuan, bahkan pemilik panti asuhan itu atas nama Ibu Nina." Mendengar penjelasan itu pria mulai memberikan arahan pada pria itu.
"Kamu kerjakan perintah yang tadi ,setelah itu aku akan mengecek sendiri." Ucap pria itu yang akhirnya turun langsung menyelesaikan masalahnya sendiri.
"Baik tuan,akan saya kerjakan sesuai perintah Anda." Jawab pria itu yang segera pergi meninggalkan tuannya.
Pria itu masih duduk terdiam memikirkan beberapa hal yang harus dia lakukan,"Aku harus mencari informasi tentang wanita itu." Gumam Pria itu yang dikuasai rasa penasarannya tentang kebenaran wanita itu.
Siang hari
Dio baru saja selesai keluar dari kelas lain setelah beberapa jam mengajar, tiba-tiba saja ada seseorang yang menghampiri dirinya.
"Pak Dio." Sapa seorang wanita .
"Kamu." Dio melirik kebelakang yang dimana wanita itu adalah Nita .
"Maaf Pak,apa Bapak sedang sibuk?" Tanya Nita pada Pak Dosennya sendiri.
"Tidak,ada apa?"tanya balik Dio pada Nita .
"Maaf ,jika saya lancang Pak.Saya hanya ingin memberitahukan sesuatu tentang Malia Pak." Mendengar nama istrinya disebut, ekspresi Dio langsung berubah dan mendengar semua cerita pada Nita.
" Begitu Pak ceritakan,saya hanya tak ingin teman saya ini merasa kecewa." Ucap Nita tahu tentang apa yang sedang dihadapi oleh temannya.
"Baiklah,saya mengerti." Jawab Dio yang tak banyak tanya tentang hal itu.
"Kalau begitu saya permisi dulu." Pamit Nita yang bergegas pergi meninggalkan Pak Dosennya.
Dio hanya menghela nafas setelah mengetahui sesuatu yang terjadi pada istrinya,"Sepertinya aku harus bicara pelan-pelan." Batin Dio yang harus turun tangan menyelesaikan permasalahan istrinya.
Dio langsung kembali keruang kerjanya, disaat Dio masuk dirinya dikejutkan kehadiran istrinya diruang kerjanya.
"Sayang ." Sapa Dio pada istrinya yang sedari tadi menunggu dirinya.
Malia saat itu sedang sibuk mengeluarkan kotak makanan dari kantong plastik,tidak lupa juga Malia mempersiapkan segelas air putih.
Akhirnya mereka makan siang bersama,"Enak sayang ." Ucap Dio yang begitu menikmati makan siang bersama.
Malia merasa senang apa yang dia lakukan dihargai oleh suaminya.Apalagi suaminya begitu menyukai masakannya.
Setelah selesai barulah Malia membereskan semuanya yang ada dimeja.Tiba-tiba saja tangan Malia ditarik oleh suaminya,yang membuat dirinya kaget.
"Sebentar,aku mau beresin ini dulu." Protes Malia pada suaminya.
"Nanti saja dulu,aku ingin bicara penting."Malia spontan melirik kearah suaminya.
"Ada apalagi ini" Batin Malia yang merasa ada sesuatu yang ingin suaminya bicarakan dengannya.
Malia duduk disamping suaminya,yang tiba-tiba saja Dio memegang tangan kanan kiri istrinya.
"Jangan memendam sesuatu,lebih baik jujur saja." Malia terlihat begitu kebingungan dengan ucapan yang suaminya katakan padanya.
"Aku tahu kamu pasti belum siap jika mereka tahu status kita seperti apa, walaupun mereka tahu pun tak menjadi masalah kita.Jangan pernah kamu sedih dengan apa yang sudah terjadi,ada aku sebagai suamimu yang akan selalu melindungimu.Semua ini karena pilihanku memilihmu menjadi istri." Dio dengan pelan-pelan menjelaskan pada istrinya.
Malia terdiam tak berani menanggapi persoalan itu."Mulai sekarang kita jalani hidup kita yang semestinya,jangan berpikir aneh-aneh dan mengenai orang lain berbicara seperti apa kita abaikan yang terpenting hubungan kita baik-baik." Dio merangkul istrinya memberikan kehangatan dan kepercayaan jika apa yang akan terjadi mereka akan selalu bersama.
Malia pun perlahan-lahan mencoba menata hatinya, sebenarnya Malia penasaran bagaimana suaminya mengetahui hal ini.
"Ingat pesanku tadi,jangan bersedih tentang hal itu.Kita akan selesaikan bersama." Dio mengecup kepala Malia,yang langsung membuat nyaman Malia dan semakin percaya jika suaminya serius dengannya.
Di tempat lain
Nita baru saja keluar dari perpustakaan langsung dihadang seseorang,"Wina." Ucap lirih Nita yang melihat langsung kehadiran Wina tepat didepannya.
"Nita,kamu tahu dimana Malia?" Tanya Wina pada Nita.
"Tidak tahu aku, dia buru-buru pergi tadi sambil bawa sesuatu.Memang ada apa?" Tanya Nita pada Wina.
"Tidak apa-apa,hanya ingin tanya saja.Dari perpustakaan?"tanya Wina pada Nita,yang langsung direspon Nita menggelengkan kepala.
"Tidak, dari kamar mandi.Kamu itu aneh sudah tahu baru dari perpustakaan masih saja tanya." Jawab Nita yang menganggap aneh pertanyaan Wina.
"Gitu aja marah,aku kan hanya bertanya."ucap Wina yang sengaja bercanda.
Tiba-tiba saja Wina membisikkan sesuatu ditelinga Nita,sontak saja Nita terkejut.
"Apa benar berita itu?" Tanya Wina yang penasaran.
"Itu benar,aku pun kasihan sama Malia.Dia terlihat bingung,tapi tidak salah juga mereka berdua pun sudah berstatus suami istri."Jawab Nita yang merasa tidak salah pada sahabatnya.
"Awalnya aku kaget,tapi tak masalah juga." Jawab Wina yang tahu betul sifat Malia itu seperti apa.
Nita pun akhirnya bercerita tentang apa yang sedang terjadi pada Malia ,Wina pun menanggapi apa yang baru saja Nita katakan pada dirinya.
"Wajar jika dia menanggapi seperti itu,tapi jika om Dio tahu pasti permasalahan ini aku yakin semuanya akan cepat selesai." Ujar Wina yang yakin masalah itu akan selesai.
Nita terdiam tak berbicara dengan apa yang di lakukan dibelakang.
Malia kembali ke kelasnya, seperti biasa dia menyapa Nita yang lebih dulu tiba di kelas.
"Nita." Sapa Malia yang baru saja tiba di kelasnya.
"Kamu dari mana saja,Wina tadi cari kamu." Mendengar Wina mencari dirinya, Malia langsung duduk mendekati Nita.
"Apa kamu bilang,Wina tadi mencari ku?" Tanya Malia yang kaget mendapatkan informasi itu.
"Iya,tadi dia mencarimu.Aku jawab tidak tahu." Jawab Nita dengan santai.
Malia penasaran kenapa Wina tiba-tiba mencari dirinya,hingga akhirnya pelajaran dimulai kembali.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 3,waktunya Malia segera pulang.Posisi Malia sedang asyik mengobrol dengan Nita membahas kegiatan tadi dikelas.
Tiba-tiba saja terdengar suara keras dari lorong samping,yang spontan membuat keduanya saling melirik.
"Aku tidak mau tahu,kamu harus bersedia menikah dengan juragan Darto!" Teriak wanita itu dengan kencang.
"Aku tidak mau." Ucap wanita itu dengan ekspresi menangis menolak ajakan dari wanita yang menarik tangannya.
"Eh ,harusnya kamu tahu diri.Kamu itu hanya anak tiri." Ucap wanita itu dengan nada marah.
"Aku tidak mau." Pada akhirnya wanita menarik tas milik wanita yang menangis tadi.
Tiba-tiba saja wanita yang kasar itu terjatuh karena didorong oleh seseorang.
"Hey,stop." Nita maju dengan suara lantang.
"Kalian siapa?" Tanya wanita itu pada mereka berdua.
tapi belum ada kelihatan Melia menunjukan dan membuktikan cinta nya
kata2 ini pun tidak pernah keluar dari mulut Melia, "Terima kasih suamiku, karena kau telah memilihku dan memberikan begitu banyak cinta dan kebahgiaan padaku, aku mencintai mu"
kenapa kata2 itu perlu karena dio pantas mendapat kata2 Terima kasih itu, dan kata2 membuktikan Melia wanita pandai berterima kasih pada suami yang telah memberi dan berjuang untuk nya
thor jangan hanya pria kau buat membuktikan cinta nya buat juga wanita membuktikan cinta, thor bukan hanya wanita yang membutuhkan kata2 cinta, lelaki juga butuh pengakuan cinta dari istri nya