*Dokter bar bar dan Pak CEO
Nana : Nunggu 10 tahun tapi gak ada kepastian, sedangkan ada orang baru yang sudah pasti bisa memberikan kepastian.
Sagara : Aku bukan sengaja membuat mu menunggu , tapi aku sedang mempersiapkan diri agar ketika hidup bersama mu aku sudah bisa meratukan mu sepenuhnya.
Hai guys,,, aku datang dengan cerita cinta yang ada komedi dan juga actiaonnya . cerita ini sebenarnya seasen dua dari cerita "lelaki itu punyaku" yang aku tulis di aplikasi orange sebelah.
yukk baca aku tunggu saran saran kalian di cerita aku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinnam0n17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 18. NML
Happy Reading ✨
"aduh,,,, cakep banget lagi ini mayat , masih muda lagi badan gagah tinggi . Ko mati sih sayang banget " kata Nana ketika pertama kali melihat mayat yang baru saja datang di antar tim kepolisian untuk di otopsi.
"sayang ya meninggal muda padahal usia seperti ini keinginan nya masih tinggi dan cita citanya juga pasti sedang di perjuangkan" kata dokter Hendra yang kini sudah berdiri di depan Nana rapi dengan semua atribut otopsinya.
"meninggal kenapa lelaki ini???" tanya Nana pada tiga suster yang menemani mereka bekerja di ruangan ini.
"dugaan sementara dari polisi lelaki ini tenggelam karena di temukan di danau di lokasi x dok" kata suster wanita itu yang kini sudah memakai sarung tangannya.
"tenggelam???" bingung Nana yang memperhatikan lagi detail mayat yang ada di depan mereka ini.
"iya tengelam dok, tapi tidak bengkak kan tubuhnya seperti kebanyakan mayat yang mati karena tenggelam " kata suster ini lagi.
"ingin langsung kita mulai saja??? saya rasa ini tidak akan terlalu lama " kata dokter Hendra yang membuat semua mengangguk dan memulai bersiap dengan alat alat yang akan mereka pakai.
berbeda jauh dengan Nana yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya kali ini Sagara juga tengah sibuk namun kali ini Sagara tidak sendiri melainkan pergi bersama dengan Kaka dari Nana dan juga suaminya.
"udah siapa banget jadi ayah deh kayanya???" canda bee pada Sagara yang tengah mengendong Mikha .
"iya siap jadi ayah kayanya sudah Abang lihat" kata Rio ikut menyahuti. "ingin menunda atau langsung ini ceritanya???" tanya Rio lagi yang membuat Sagara tertawa.
"kalau bisa langsung kenapa harus menunda bang,,, biar Nana makin repot" kata Sagara Tertawa.
"Hem,,bukan Nana yang repot nanti tapi kamu yang repot karena ngurus satu bayi dan satu toddler " kata bee yang membuat Rio dan Sagara serempak tertawa.
"aku rasa Nana akan terbatuk di ruang operasi karena kita bicarakan" sambung Rio lagi.
"sudah jangan bicarakan Nana lagi , kita kembali fokus pada tujuan kita ke gedung hotel ini " kata Bee yang niat awal memang kesini karena permintaan Sagara yang katanya ingin meminta pendapat pada mereka.
"Nana gak di ajak kesini , bukannya untuk masalah ini Nana wajib tahu ya dan harus juga sesuai keinginan nya" kata Rio yang merasa Nana juga harus ikut andil dalam hal ini.
"Nana hanya bisa mengambil cuti 3 hari sebelum hari H bang, dan juga Nana menyerahkan semua ini pada Sagara. sedangkan Sagara juga sedikit bingung karena ini kan kali pertama dan Sagara juga tidak memiliki pengalaman atau tahu hal seperti apa yang di inginkan perempuan tentang dekor pernikahan" kata sagara yang memang bingung ingin konsep seperti apa.
"Nana memang repot sih dia itu tidak punya pernikahan impian seperti apa yang penting nikah aja sama orang yang kaya. untung kamu kata warisan banyak kalau gak udah bye bye kamu" kaya Bee pada Sagara.
"Kaka juga bingung sebenarnya ingin di konsep seperti apa Nana di bilang perempuan sekali enggak juga? jiwa premannya lebih kental dari pada jiwa perempuan anggunnya" kata Nana yang langsung mendapat anggukan dari Rio dan juga Sagara.
"ada rekomendasi konsep dari Wedding organizer kamu gak siapa tahu ada yang cocok konsep nya dengan Nana " kata bee yang langsung membuat Sagara melangkah makin masuk kedalam gedung untuk membawa bee dan juga Rio mendekat wedding organizer yang telah Sagara pilih untuk membantu nya dalam suksesnya acara Sagara dan Nana nanti.
"yang ini kayanya lebih bagus deh dan cocok juga dengan gaun Nana kan???" kata bee menunjuk salah satu desain yang menurut bee akan cocok dengan konsep dan desain baju Nana .
"yang ini ka???" tanya Sagara yang terlihat berpikir.
"tapi kalau kamu punya pendapat lain gak papa, ini nikahan kamu jadi pilih juga yang sesuai dengan kamu" kata bee yang membuat Sagara mengeleng.
"yang ini juga pilihan aku pertama ketika di tunjuk desain oleh mereka" kata Sagara yang membuat bee tersenyum.
"saya ingin yang ini tapi nanti juga ada detail tambahan saya akan menghubungi kalian lagi" kata Sagara yang membuat si pemilik Wedding organizer itu mengangguk mengerti .
setelah selesai dengan urusan Wedding organizer keempatnya kini memilih untuk pergi ke suatu cafe ingin meminum kopi dan santai di jam sore yang paling pas untuk bersantai.
"udah hubungin nana kan kalau kita nunggu di sini, takutkan Nana molor bangat datang" kata Bee yang kali ini sudah menidurkan Mikha di stroller nya .
"Sagara sudah kabarin ko ka,,katanya on the way" kata Sagara.
"pesan dulu aja ayo" kata Rio yang langsung memanggil pegawai cafe tersebut agar mereka bisa langsung memesan sambil menunggu kedatangan Nana .
"Sekitar dua Minggu lalu Nana ada datang ke rumah untuk curhat ya biasa lah perempuan mendekati hari pernikahan pasti ada aja kekhawatiran" kata bee yang membuat Sagara melihat ke arah calon iparnya itu.
"Nana ngomong soal apa ka???" tanya Sagara yang ingin tahu.
"ko aku baru tahu kalau nana ada ke rumah buat ngobrol sama kamu , biasanya ke rumah cuman buat rusuh sama Mikha" kata Rio yang juga tidak tahu.
"aku lupa cerita??? dia hanya tanya bagaimana pernikahan versi aku dan ya gitu. tapi aku bilang jangan jadikan tolak ukur pernikahan aku dan pernikahan dia lagi karena menikah beda orang beda juga visi misinya " kata bee yang di angguki sagara dan Rio berbarengan.
"kamu sendiri bagaimana??? sudah 100 persen siap menikah ahhh bukan kalau sudah ingin menikah begini pasti siap lah maksudnya Kaka apa semua sudah kamu pertimbangkan matang matang, Kita tahu Nana seperti apa walau dia perempuan susah di atur tapi moto hidupnya gak main main loh" kata bee yang membuat Sagara melihat bee dan Rip bergantian.
"Sagara dan Nana juga membicarakan hal seperti ini beberapa kali dan juga pacaran yang lama membuat kita saling paham satu sama lain " kata Sagara.
"kamu saja yang paham dia tidak " ralat bee yang tahu betapa uring uringan nya Nana ketika jauh dari Sagara.
"haha aku tahu maksudnya Kaka tapi aku juga tidak terganggu akan hal itu ka, malah aku senang kalau dia seperti itu" kata Sagara yang tahu posesif dan bar barnya mulut Nana ketika bicara .
"tapi ada tidak sih bosan kamu ketika bersama Nana. bukan kepo tapi ingin tahu saja" kata bee.
"kepo dan ingin tahu itu apa bedanya???" tanya Rio pada bee.
"ya sama sih tapi kalau kepo itu harus di jawab kalau ingin tahu tidak di jawab juga tidak papa" kata bee cengengesan .
"kalau bosan mungkin sampai saat ini Sagara masih belum merasa bosan, bukan munafik Sagara bicara begini hanya saja Sagara memang tidak pernah merasakan bosan selama bersama Nana " kata Sagara dengan tegas menjelaskan bahwa dia tidak pernah bosan dengan Nana walau mereka selama ini pacaran jarak jauh .
*********