NovelToon NovelToon
THE FORGOTTEN PAST

THE FORGOTTEN PAST

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Dark Romance
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Bagaimana jika kepingan masa lalu yang kamu lupakan tiba-tiba saja menarikmu kembali ke dalam pusaran kenangan yang pernah terjadi namun terlupakan?

Bagian dari masa lalu yang tidak hanya membuatmu merasa hangat dan lebih hidup tetapi juga membawamu kembali kepada sesuatu yang mengerikan.

Karina merasa bahwa hidupnya baik-baik saja sejak meninggalkan desa kecilnya, ditambah lagi karirnya sebagai penulis yang semakin hari semakin melonjak.

Namun ketika suatu hari mendatangi undangan di rumah besar Hugo Fuller, sang miliarder yang kaya raya namun misterius, membuat hidup Karina seketika berubah. Karina menyerahkan dirinya pada pria itu demi membebaskan seorang wanita menyedihkan. Ia tidak hanya di sentuh, namun juga merasa bahwa ia pernah melakukan hal yang sama meskipun selama dua puluh empat tahun hidupnya ia tidak pernah berhubungan dengan pria manapun.

*
karya orisinal

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

Rasa penasaran mendorong Karina mengambil keputusan gegabah. Ia menoleh dan pada detik yang sama langsung menyesali tindakannya. Kate berdiri di sana, menatapnya dengan kebencian yang nyaris nyata.

Aneh… bukankah Ranra bilang semua orang akan tertidur sampai pagi? Lalu kenapa Kate ada di sini? Dan bagaimana dia bisa tahu Karina akan pergi?

“Kamu terkejut?” tanya Kate sambil melangkah mendekat, bibirnya melengkung dalam senyum miring. “Hugo mungkin tidak tahu, tapi aku tahu kalau wanita gemuk itu sudah lama tidak setia. Semua orang memang tidur… tapi aku tidak. Karena aku yakin dia pasti akan membantumu kabur.”

“Apa maumu sebenarnya, Kate?” tanya Karina tegas. “Kalau kamu menginginkan Hugo, seharusnya kamu membiarkan aku pergi.”

Karina tidak takut, namun tubuhnya terlalu lemah akibat kehilangan banyak darah. Ia tahu, jika harus bertarung sekarang, ia tidak punya peluang menang.

“Di mana kunci itu, Karina?” Kate mengulurkan tangannya, seolah menuntut sesuatu.

Karina mengernyit bingung. Kunci apa?

“Aku tidak mengerti. Aku tidak punya kunci apa pun,” jawabnya jujur. Satu-satunya kunci yang ia miliki hanyalah kunci rumah biasa, jelas bukan itu yang dimaksud Kate.

Kate melangkah maju satu langkah. Karina refleks mundur, tetap menjaga jarak aman.

“Aku ingin kuncinya!” teriak Kate, emosinya meledak. “Setelah itu kamu boleh pergi atau mati sekalipun!”

Tangannya terulur, berusaha mencekik leher Karina.

Karina mengelak secepat mungkin, lalu berlari sekuat tenaga ke depan. Ke arah timur. Ya… rumah tanpa pintu.

“BERHENTI! BERIKAN KUNCI ITU!” teriak Kate sambil mengejarnya. Tanah di bawah kaki Karina terasa sedikit bergetar setiap kali Kate melangkah.

“Sial… dia jelas bukan manusia,” gumam Karina. Ia terus berlari meski kakinya terasa nyeri dan berat. Sesekali ia menoleh ke belakang, Kate semakin dekat. Ia ingin berlari lebih cepat, tapi tubuhnya menolak bekerja sama.

Saat Kate hampir berhasil meraihnya, Karina akhirnya melihat sebuah rumah yang berdiri terpisah dari bangunan lain. Rumah itu hanya memiliki satu jendela di bagian depan, tanpa pintu, tanpa jendela lain.

Karina menjatuhkan diri, berguling di tanah untuk menghindari tangan Kate, lalu bangkit kembali dan berlari menuju rumah itu.

Tok… tok… tok…

Ia mengetuk jendela dengan panik, nyaris memukulnya, berharap seseorang segera membukakan.

“Tolong!” teriak Karina, tepat saat ia menoleh dan melihat Kate melompat ke arahnya.

Karina belum sempat menarik tangannya dari jendela ketika sesuatu menghantam punggungnya.

Cengkeraman keras mencengkeram kain bajunya dari belakang. Tubuh Karina tersentak, napasnya terhempas keluar saat Kate berhasil meraih punggungnya. Kain jubah dan pakaiannya robek dengan suara kasar, serat-seratnya tercabik di tangan Kate.

“Akhirnya dapat,” desis Kate di belakangnya.

Karina menjerit tertahan, tubuhnya terangkat setengah, kakinya terseret di tanah. Rasa perih menjalar di punggungnya, bercampur dengan dingin malam dan panik yang membuncah.

Di saat yang sama,

Krek!

Jendela di depannya terbuka tiba-tiba.

Sepasang tangan muncul dari dalam, mencengkeram lengan Karina dengan kuat. Tarikannya begitu mendadak dan penuh tenaga.

“Masuk!” terdengar suara tegas dari balik jendela.

Tarikan itu berlawanan dengan cengkeraman Kate. Tubuh Karina terasa seperti akan terbelah dua. Ia berteriak, kuku-kukunya mencakar udara, sementara kain bajunya semakin robek di tangan Kate.

“LEPASKAN DIA!” Kate menggeram marah.

Dengan hentakan terakhir, tangan dari dalam jendela menarik Karina masuk dengan paksa. Tubuhnya terhempas ke lantai dalam rumah tepat saat cengkeraman Kate terlepas, menyisakan kain robek di tangannya.

Jendela ditutup keras di belakang Karina.

BRAK.

Karina terengah-engah di lantai, dada naik turun tak terkendali, tubuhnya gemetar hebat. Dari balik jendela tertutup, terdengar suara jeritan marah Kate yang penuh kebencian.

Karina selamat.

Untuk saat ini.

Beberapa detik yang terasa begitu panjang berlalu, sementara Karina masih terduduk di lantai, berusaha mengatur nafasnya yang memburu.

“Terima kasih,” ucapnya akhirnya, setelah dadanya sedikit lebih tenang. Pandangannya terangkat ke depan. Di sana berdiri sesosok dengan punggung tegap, rambut abu-abu pucat menyerupai lilin. Wajahnya tak terlihat karena ia membelakangi Karina.

Namun perasaan akrab kembali menyelinap ke dalam benaknya, seolah Karina pernah melihat punggung itu sebelumnya.

Orang itu tidak menanggapi. Tanpa sepatah kata pun, ia melangkah masuk ke salah satu pintu dan menghilang di baliknya.

Karina meringis, menahan perih ketika goresan di punggungnya mulai terasa semakin menyakitkan. Tangannya refleks menyentuh bagian yang robek, sementara pikirannya dipenuhi pertanyaan tentang sosok misterius yang baru saja menyelamatkannya.

...***...

...Like, komen dan vote...

1
Maya Sari
Sangat menarik,seru ceritanya,bikin penasarn.
Maya Sari
Ceritanya seru….apa ada kelanjutan nya kk?
Nda
apakah yg berdiri di seberang jln itu hugo
Nda
makin penasaran thor,jangan sampe karina ketahuan Hugo.
sudah brusaha utk keluar,Mlah harus balik lagi😩
Nda
double up donk thor🤭,makin penasaran😩
Nda
duhh.. makin penasaran,apa jgn² benar Hugo itu vampir
Nda
novelmu keren thor
Nda
ditunggu double up-nya thor
Nda
duh,tunggu kelanjutanya thor makin penasaran,apakah itu fto karina🤭
lisa_lalisa
duhh, makin penasaran 😞
Nda
sebenarnya Hugo manusia vampir atau kanibal
di tunggu double up-nya thor
Kevin
Next thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!