NovelToon NovelToon
Negosiasi Di Ranjang Musuh

Negosiasi Di Ranjang Musuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Selingkuh / Menikah dengan Musuhku / Romansa
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: chrisytells

​Alicia Valero adalah ratu properti Madrid yang tak tersentuh—hingga ia mencium aroma pengkhianatan di balik kemeja suaminya, Santiago. Alih-alih meratap, Alicia memilih jalur yang lebih panas: balas dendam total. Ia akan merebut kerajaan Solera Luxury Homes dan menghancurkan Santiago.
​Namun, demi memenangkan perang ini, Alicia harus bersekutu dengan iblis: Rafael Montenegro.
​Rafael, pesaing suaminya yang kejam dan memikat, adalah bayangan gelap yang selalu mengincar kehancuran Solera. Ia memiliki tatapan yang menjanjikan dosa dan sentuhan yang bisa membakar segalanya.
​Alicia Valero kini menari di antara dewan direksi yang kejam dan pelukan rahasia yang terlarang. Persekutuan berbahaya ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi tentang gairah yang menyala di atas tumpukan pengkhianatan.
​Dalam permainan kekuasaan, siapa yang akan menjadi korban? Apakah Alicia bisa mengendalikan serigala itu, ataukah ia akan menjadi mangsa berikutnya dalam kehancuran yang paling manis dan mematikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chrisytells, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25 : Fajar Berdarah

Alicia berdiri di depan meja, jemarinya menari di atas tumpukan dokumen. Ia tidak lagi mengenakan gaun sutra yang anggun; ia mengenakan pakaian serba hitam, rambutnya diikat kencang. Di sampingnya, Rafael berdiri dengan satu tangan bertumpu pada meja, wajahnya keras bagai karang.

"Ini bukan lagi soal bisnis, Rafael," bisik Alicia, suaranya parau. "Ini soal nyawa ibuku. Dan sekarang, ini soal nyawa kita."

Rafael menoleh, menatap Alicia dengan tatapan yang sulit diartikan—perpaduan antara cinta yang putus asa dan rasa bersalah yang mendalam. "Ayahku sudah tahu. Penyadapan itu... dia tidak akan membiarkan kita sampai ke kantor jaksa besok pagi. Santiago hanyalah pion yang dia gerakkan untuk membuat kekacauan, tapi Hector adalah badai yang sesungguhnya."

"Lalu kita hadapi badai itu," balas Alicia tegas. Ia menatap Rafael lekat-lekat. "Kau sudah menyiapkan tim keamanan?"

"Dua mobil pengalih, satu rute utama, dan satu rute tikus melalui terowongan kereta tua," Rafael menjelaskan. Ia meraih tangan Alicia, menggenggamnya begitu erat seolah takut wanita itu akan menguap. "Alicia, jika sesuatu terjadi besok... aku ingin kau tahu bahwa folder aslinya ada di tangan pengacaramu di Swiss. Kau harus terus berlari, meski tanpa aku."

"Jangan bicara seolah kau akan mati!" Alicia menyentakkan tangannya, matanya berkaca-kaca karena amarah. "Kita sudah sampai sejauh ini, Rafael! Kita sudah melewati api, melewati pengkhianatan Isabel, dan kegilaan Santiago. Jangan berani-berani kau meninggalkanku sendirian di tengah jalan!"

Rafael menarik Alicia ke dalam pelukannya. Bau parfum Alicia yang bercampur dengan aroma kecemasan memenuhi indra penciumannya. "Aku tidak akan pergi. Tapi kita harus realistis. Hector tidak pernah kalah. Dan dia lebih suka melihatku di dalam peti mati daripada melihatku mengkhianati nama Montenegro."

"Kita akan menang," bisik Alicia di dada Rafael. "Bukan sebagai Montenegro atau Valero. Tapi sebagai kita."

...****************...

Pukul enam pagi, Madrid masih diselimuti kabut tipis. Sebuah mobil SUV hitam lapis baja meluncur keluar dari basemen gedung. Di belakangnya, dua mobil identik mengikuti untuk mengecoh siapa pun yang mengintai.

Di dalam mobil utama, Alicia memeluk tas kulit berisi bukti-bukti pembunuhan ibunya. Rafael duduk di sampingnya, memegang sepucuk senjata api di pangkuannya. Tangannya yang besar sesekali mengusap punggung tangan Alicia untuk menenangkannya, meski keringat dingin membasahi pelipisnya sendiri.

"Sepuluh menit lagi kita sampai di kantor jaksa," bisik Rafael ke arah radio panggil.

"Diterima, Tuan. Jalanan di depan bersih," sahut suara pengawal dari mobil depan.

BRAKKKK!

Namun, ketenangan itu hanyalah fatamorgana. Saat mereka melewati persimpangan besar menuju Paseo de la Castellana. Tiba-tiba, sebuah truk besar meluncur dari jalan samping tanpa mengerem.

Mobil pengawal depan dihantam hingga terpental dan terguling berkali-kali.

"ALICIA, MERUNDUK!" teriak Rafael.

Belum sempat Alicia mencerna apa yang terjadi, rentetan tembakan otomatis menghujani kaca mobil mereka. Suara peluru yang menghantam baja terdengar seperti ketukan palu kematian.

"Putar balik! Putar balik sekarang!" raung Rafael kepada sopir.

Sopir membanting setir, ban mobil menjerit di atas aspal. Di belakang mereka, dua motor sport hitam muncul, penunggangnya mengeluarkan senjata dan terus memberondong mobil mereka.

"Mereka bukan hanya ingin menghambat kita, Rafael! Mereka ingin menghabisi kita di sini!" teriah Alicia di tengah kebisingan suara peluru.

Pelarian Maut: Labirin Kematian

Mobil SUV mereka melesat masuk ke dalam jalan-jalan kecil yang sempit. Rafael membalas tembakan melalui jendela kecil yang terbuka, mencoba melumpuhkan ban motor yang mengejar mereka.

"Ke arah terowongan!" perintah Rafael.

Namun, saat mereka mendekati pintu masuk terowongan, sebuah mobil sedan perak melintang menutup jalan. Dari dalamnya keluar sosok yang sudah sangat mereka kenal: Santiago.

Wajah Santiago tampak hancur, matanya merah karena kebencian yang sudah mendarah daging. Ia memegang peluncur granat kecil di bahunya. Ia tidak lagi peduli pada instruksi Hector; ia hanya ingin melihat Alicia hancur.

"SANTIAGO! JANGAN!" teriak Alicia dari dalam mobil.

Santiago menarik pelatuknya. Ledakan hebat terjadi di depan mobil SUV mereka. Tanah bergetar, dan puing-puing beton berjatuhan. Sopir mereka kehilangan kendali, mobil menghantam dinding terowongan dengan keras.

Asap memenuhi kabin. Kepala Alicia terbentur, darah mengalir dari keningnya. Ia berusaha membuka mata, dunianya terasa berputar. Di sampingnya, Rafael merintih, kakinya terjepit di bawah dasbor yang ringsek.

"Alicia... keluar... lari..." bisik Rafael, napasnya tersengal.

"Tidak! Aku tidak akan meninggalkanmu!" Alicia mencoba menarik pintu mobil, namun pintu itu macet.

Di luar, langkah kaki terdengar mendekat. Santiago berjalan perlahan, menyeret kakinya yang pincang, sambil mengisi ulang senjatanya. Tawa gila keluar dari mulutnya, bergema di dalam terowongan yang sunyi.

"Akhirnya... akhirnya kita bersama lagi, Alicia," suara Santiago terdengar merdu namun mematikan. "Kau lebih suka mati di pelukan monster itu? Baiklah, aku akan mengabulkannya."

Santiago berdiri tepat di depan kaca depan mobil yang retak seribu. Ia mengarahkan pistolnya langsung ke wajah Alicia.

"Santiago, dengarkan aku!" Alicia berteriak, air mata membasahi wajahnya yang berlumuran darah. "Hector yang melakukan ini! Dia yang memintamu membakar gedung, dia yang memintamu menyerang kami! Dia hanya menggunakanmu untuk menutupi dosanya membunuh ibuku!"

"Aku tidak peduli!" raung Santiago. "Kau mengkhianatiku! Kau membiarkan pria ini menyentuhmu, mencuri posisiku! Kau harus mati!"

Tepat saat jari Santiago hendak menarik pelatuk, Rafael melepaskan tembakan dari dalam mobil. Peluru itu mengenai bahu Santiago, membuatnya terhuyung mundur.

"LARI, ALICIA! SEKARANG!" Rafael menggunakan seluruh kekuatannya untuk menendang pintu mobil hingga terbuka paksa.

Alicia merangkak keluar, menyeret Rafael yang kakinya berdarah hebat. Mereka berlindung di balik pilar beton saat Santiago kembali menembaki mereka secara membabi buta.

"Kau mencintainya, kan?!" teriak Santiago dari kegelapan asap. "Kau mencintai pria yang ayahnya membunuh ibumu! Kau tidak punya harga diri, Alicia!"

"Aku mencintai pria yang berdiri di sampingku saat semua orang pergi!" balas Alicia, ia mengambil pistol cadangan dari saku jaket Rafael. Tangannya gemetar, namun matanya menatap tajam ke arah bayangan Santiago. "Dan aku akan membunuh siapa pun yang mencoba memisahkanku darinya!"

Pertempuran di terowongan itu menjadi sangat emosional. Alicia, wanita yang dulu hanya tahu cara memegang pena dan segelas sampanye, kini berdiri dengan senjata di tangan demi melindungi pria yang ia cintai.

Santiago muncul dari balik asap, wajahnya penuh air mata. "Kenapa?! Kenapa bukan aku, Alicia? Kenapa kau tidak pernah menatapku seperti itu?!"

"Karena kau hanya mencintai dirimu sendiri, Santiago!" teriak Alicia.

Santiago mengangkat senjatanya, namun sebelum ia sempat menembak, tim keamanan Rafael yang tersisa tiba dari arah belakang dan melepaskan tembakan peringatan. Santiago tertembak di kaki dan jatuh tersungkur. Ia tidak tewas, namun ia lumpuh, meraung di atas lantai beton yang dingin.

Rafael merangkul Alicia, tubuh mereka berdua gemetar hebat. Polisi mulai berdatangan, suara sirine memenuhi terowongan.

"Kita selamat..." bisik Alicia, jatuh berlutut sambil memeluk tas dokumennya yang masih utuh.

Rafael mencium kening Alicia yang terluka. "Belum, Alicia. Hector masih di luar sana. Ini baru permulaan dari akhir."

Malam itu, di seluruh Madrid, video pelarian maut mereka menjadi viral. Citra Santiago sebagai penjahat gila sudah mutlak, namun yang lebih penting, publik melihat bagaimana Rafael mempertaruhkan nyawa untuk Alicia. Aliansi mereka kini tidak bisa lagi dihancurkan oleh fitnah apa pun.

Namun, di kursi belakang mobil polisi yang membawanya, Santiago menatap Alicia dengan tatapan yang kosong. Ia telah kehilangan segalanya, tapi ia tahu sesuatu yang belum diketahui Alicia.

"Kau pikir kau sudah menang, Alicia?" gumam Santiago sambil terbatuk darah. "Langit Cielo Alto akan runtuh sebelum kau sempat menyentuhnya."

1
🦊 Ara Aurora 🦊
Kk mampir yuk 😁
🦊 Ara Aurora 🦊
Alicia kasihnya 😢😢
(Panda%Sya)💸☘️
Semangat terus ya thor💪
nadinta
oh my god, Alicia. Perempuan mahallll
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
cerita bagus gini yg nge like kok cm sdkt ya. minim typo, aq suka. semangat thor 💪💪💪
chrisytells: Makasih, kakak🙏
Harapan aku, makin banyak lagi yg baca karya aku🤗
Kalau boleh aku minta bantu promosi juga, wkwk 🤭😄
Rajin² tinggalkan komentar ya, kak😍
total 1 replies
BiruLotus
lanjut thor
d_midah
Rafael, pilis jangan jadi pria jahat😭
d_midah
jangan gitu dong Rel🥲
Tulisan_nic
Pembalasan yang elegan sekali Alicia,aku suka tipe wanita sepertimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!